Penelitian lapang dan pangambilan data dilakukan selama enam bulan, yaitu pada Bulan November 2005 sampai April 2006 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Karangantu, Kabupaten Serang - Provinsi Banten.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan satuan kasusnya adalah analisis pengembangan perikanan gillnet di Perairan Karangantu-Banten. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer meliputi pengukuran dimensi kapal, lokasi daerah penangkapan dan metode operasi penangkapan diperoleh melalui wawancara terhadap 17 responden nelayan perikanan gillnet yang beroperasi di perairan pantai Karangantu (1 responden jenis
gillnet gilnet, gillnet silir 5 responden, gillnet rampus 6 responden dan gillnet ciker 5 responden) dengan menggunakan kuesioner. Sampling method terhadap nelayan dilakukan secara purposive sampling untuk mendapatkan informasi yang jelas sesuai dengan kemampuan komunikasi dan pengalaman kerja dari nelayan gillnet yang ditentukan. Data sekunder meliputi volume dan nilai produksi perikanan di PPP Karangantu, Kabupaten Serang-Provinsi Banten selama enam tahun yaitu dari tahun 1999 sampai tahun 2004, jumlah nelayan dan jumlah kapal perikanan gillnet serta keadaan umum di Perairan Karangantu, Kabupaten Serang-Provinsi Banten diperoleh dari PPP Karangantu, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serang. Selanjutnya data PERDA tentang perikanan pada era globalisasi dan desentralisasi, data pendapatan dan kondisi sosial, jumlah nelayan pada perikanan gillnet.
3.3 Jenis dan Sumber Data
Berdasarkan sumbernya data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder (Tabel 2). Data primer diperoleh dari pengamatan langsung terhadap kegiatan perikanan gillnet di Perairan Karangantu-Banten dan juga melalui wawancara terhadap responden yaitu nelayan gillnet dan stake holder yang terkait dengan kegiatan perikanan gillnet.
Data sekunder berupa data mengenai keadaan umum daerah penelitian yang diperoleh dari instansi yang berhubungan, seperti dinas perikanan kabupaten dan Kantor Kepala Desa Karangantu. juga diperoleh dari studi pustaka. Banyaknya responden diambil secara purposive sampling yaitu penilaian tidak secara acak dan dengan pertimbangan bahwa responden mampu berkomunikasi dengan baik dalam pengisian kuesioner.
Data primer diantaranya meliputi data tentang kapal perikanan, alat tangkap, potensi dan upaya tangkapan (produktivitas penangkapan), biaya operasi penangkapan, daerah penangkapan, waktu dan musim penangkapan. Jenis dan responden yang diwawancarai jumlah kapal/perahu perikanan gillnet sebanyak 17 buah (terdiri dari 1 buah kapal dengan jaring gil lnet gilnet, 5 buah kapal gillnet silir, 6 buah gillnet rampus dan 5 buah gillnet ciker) meliputi 10 orang nelayan pemilik, 15 orang nelayan buruh, 5 orang bakul ikan, 3 orang pengolah ikan, 1 orang pengelola TPI, 1 orang pengurus KUD, 3 orang pegawai Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serang.
Data sekunder yang dikumpulkan diantaranya meliputi volume dan nilai produksi perikanan di PPP Karangantu, Kabupaten Serang-Provinsi Banten selama enam tahun yaitu dari tahun 1999 sampai tahun 2004, jumlah nelaya n dan jumlah kapal perikanan gillnet serta keadaan umum di perairan Karangantu, Kabupaten Serang - Provinsi Banten. Data sekunder juga diperoleh dari berbagai instansi dan kelembagaan yang berhubungan dengan masalah yang dikaji.
3.4 Metode Analasis Data
Dalam tahap ini dicari secara selektif pelaku dan kebutuhannya yang terlibat dalam pengembangan perikanan tangkap Perairan Karangantu, Kabupaten Serang-Provinsi Banten. Untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan para pelaku tersebut dilakukan dengan pengamatan secara langsung di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kararangantu, Kabupaten Serang-Provinsi Banten dan dengan mengadakan wawancara dengan pihak-pihak yang terkait. Pelaku yang terkait dalam sistem perikanan tangkap di PPP Karangantu adalah nelayan, bakul, konsumen, TPI, KUD Mina serta Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serang. Data yang dibutuhkan dalam metode ini adalah data tahunan selama 6 (enam) tahun terakhir yaitu mulai data tahun 1999 hingga tahun 2004. Data-data yang diperoleh, dianalisis dengan cara tabulasi data dan deskriptif yang meliputi :
- Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas - Analisis produktivitas gillnet
- Analisis penanganan dan pengolahan - Analisis pemasaran
- Analisis ekonomi dan finansial (evaluasi kinerja ekonomi saat ini) - Analisis komponen penunjang perikanan gillnet
- Analisis kebijakan dan kelembagaan (pengembangan)
3.4.1 Analisis perikanan gillnet
Kecenderungan perubahan jumlah kapal perikanan, nelayan dan alat tangkap
gillnet yang digunakan dan upaya penangkapannya dianalisis dengan metode proyeksi trend (kecenderungan) dengan persamaan regresi Y = a + bX, dengan menggunakan program komputer (MS. Exel). Dengan melihat nilai slope b dapat ditentukan perkiraan arah perkembangannya pada masa yang akan datang dan berapa besarnya perkembangan tersebut (Syamsuddin, 1995). Selanjutnya dilakukan analisis dengan Metode Grafik (persamaan regresi) untuk menentukan dua faktor yang paling berpengaruh yaitu dengan memilih Squar-R (faktor ketepatan data) terbesar.
3.4.2 Analisis fungsi produksi Cobb-Douglas
Fungsi produksi Cobb-Douglas digunakan untuk menduga besarnya produksi perikanan gillnet. Pendugaan dilakukan terhadap faktor- faktor produksi yaitu : ukuran mesin, ukuran kapal, jumlah nela yan, ukuran luas dan mesh perimeter jaring dan biaya oprasi. Model pendugaan dari persamaan fungsi produksi adalah sebagai berikut : u bn n b b e X X aX Y 2 2... 1 1 = Keterangan :
Y = Produksi perikanan gillnet (kg)
X1 = Mesh perimeter jaring (inci) X2 = Ukuran luas jaring (meter persegi) X3 = Ukuran mesin (PK)
X4 = Ukuran kapal (GT) X5 = Jumlah Nelayan (orang) X6 = Konsumsi BBM (liter)
X7 = Biaya operasi penangkapan (rupiah/trip) a,b = Besaran yang akan diduga
e = Logaritma natural, e = 2,718
u/U = Kesalahan (distribusi term)
Untuk memudahkan pendugaan terhadap persamaan tersebut di atas, maka fungsi Cobb-Douglas ditulis dalam bentuk linear dan diolah dengan menggunakan Regresi Berganda. Persamaan linear dari fungsi Cobb-Douglas adalah sebagai berikut :
LogY=loga+b1log X1+b2log X2+...bnlog Xn +Uloge
Tabel 2. Rekapitalisasi data yang dicantumkan dalam penelitian
No. Tujuan Analisis Data yang di Analisis Jumlah Data Sifat Data
1. Mengetahui pola pengelolaan perikanan tangkap.
Peraturan daerah tentang perikanan diera globalisasi dan desentralisasi.
Dinas Perikanan dan Kelautan.
Sekunde.r
2. Potensi dan produktivitas.
Skala usaha dan team penangkapan Ikan.
Daerah penangkapan ikan. Perekonomian nelayan dan pemasaran.
Potensi dan produksi hasil tangkapan. Jumlah, ukuran alat tangkap gillnet dan armada tangkap.
Pendapatan dan kondisi sosial dan jumlah nelayan.
Dinas Perikanan dan Kelautan. PPP. TPI. Nelayan. KUD Mina. Primer dan Sekunder.
3. Rencana jangka pendek dan jangka panjang dalam pengembanga n perikanan tangkap.
• Upaya dalam rangka pelestarian sumberdaya perikanan
• Upaya untuk menigkatkan pendapatan dan syarat hidup nelayan dan daerah
• Upaya pengembangan perikanan tangkapgillnet. • PEMDA • Dinas Perikanan dan Kelautan. Sekunder. 29
3.4.3 Analisis produktivitas gillnet
Analisis produktivitas gillnet digunakan untuk mengetahui produktivitas dari unit penangkapan gillnet yang digunakan, terkait dengan potensi sumberdaya perikanan yang ada di wilayah perairan tersebut. Penilaian produktivitas gillnet dilakukan dengan penilaian hasil tangkapan gillnet per upaya penangkapan. Data yang diperlukan berupa data hasil tangkapan (catch) gillnet dan upaya penangkapan (effort) (Syamsuddin, 1995).
3.4.4 Analisis penanganan dan pengolahan
Analisis penanganan dan pengolahan di tempat penelitianan dilakukan pengamatan secara langsung proses penanganan dan pengolahan hasil perikanan.
3.4.5 Analisis pemasaran
Analisis pemasaran dilakukan untuk melihat pasar dan peluang pemasaran dan hasil tangkapan yang didaratkan. Analisis pemasaran dapat dijelaskan secara deskriptif, dengan mengamati dan melakukan wawancara terhadap pedagang pengumpul pada saat pelelangan ikan. Kriteria yang digunakan adalah sesuai dengan permintaan pasar, dimana alat penangkapan ikan
gillnet menguntungkan secara teknis dan ekonomis apabila alat tangkap gillnet tersebut mampu manghasilkan hasil tangkapan yang sesuai dengan keinginan masyarakat sebagai konsumen (bernilai ekonomis tinggi). Kriteria yang sesuai dengan permintaan pasar ini dinilai dari harga dan jumlah hasil tangkapan yang dihasilkan dari alat tangkap gillnet yang digunakan.
3.4.6 Analisis ekonomi dan finansial
Analisis aspek ekonomi dan finansial dilakukan untuk mengetahui nilai ekonomi dan finansial dari kegiatan penangkapan yang dilakukan. Kriteria yang digunakan dalam penilaian secara ekonomi yaitu :
Meningkatkan wirausaha dan investasi : Kemudahan dalam melakukan investasi pada alat tangkap gillnet serta biaya investasi yang tidak terlalu tinggi dan kemudahan perijinan akan memancing para wirausaha dan investor untuk menanamkan modalnya. Kriteria ini dinilai berdasarkan biaya investasi, biaya operasi, biaya perawatan serta serta perijinannya.
Peningkatan pendapatan daerah : Alat tangkap gillnet dikatakan bernilai teknis dan ekonomis tinggi, salah satunya dilihat dari kemampuan penyerapan tenaga kerja, mendatangkan keuntungan yang besar bagi daerah serta berwawasan lingkungan sehingga usaha ini dapat berkelanjutan.
Peningkatan kesejahteraan nelayan : Alat tangkap gillnet membantu nelayan memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para nelayan. Analisis keuntungan usaha dilakukan dengan menghitung keuntungan melalui analisis ekonomi dan finansial (BEP, net B/C, NPV dan IRR).
3.4.7 Analisis komponen penunjang perikanan gillnet
Analisis Komponen penunjang perikanan gillnet terdiri dari tempat pelelangan ikan (TPI), perusahaan perikanan, lembaga keuangan, koperasi unit desa (KUD), Pemerintah daerah Kabupaten (Pemda) Serang, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Serang serta kebijakan perikanan tangkap Kabupaten Serang.
3.4.8 Analisis kebijakan dan kelembagaan (pengembangan)
Analisis kebijakan dan kelembagaan (pengembangan) dilakukan untuk menentukan alternatif pengembangan perikanan gillnet yang sesuai di Perairan Karangantu, Kabupaten Serang-Provinsi Banten. Pada analisis kebijakan dan kelambagaan digunakan metode SWOT
untuk pembangkitan strategi pengembangan perikanan gillnet, selanjutnya untuk pemilihan prioritas strategi pengembangan perikanan gillnet di Perairan Pantai Karangantu, Kabupaten Serang-Provinsi Banten dengan menggunakan metode AHP.
Gambar 3. Skema analisis pengembangan perikanan gillnet dengan metode AHP.
Nelayan
Pengembangan Perikanan Gillnet
Pengolah Ikan Pedagang PEMDA Dinas Perikanan dan
Kelautan
Biologi
(Potensi dan produktivitas) Teknik
Ekonomi Penanganan dan
pengolahan Pemasaran
PPP dan TPI