ANALISIS KOMPARATIF MANAJEMEN QALBU
B. Metodologi Pemikirannya H. Muhammad Arifln Ilham
Dalamnya laut bisa diukur, tapi nasib orang siapa tahu, itulah yang dialami Arifin. Sebagaimana umumnya ia pun belum tahu akan bekeija di mana dan menjadi apa. Setelah lulus dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Nasional (FISIPOL UNAS) Jakarta. Pada suatu maghrib di Paruh, awal April 1997 Arifin menangkap seekor ular. Ular tersebut cakep dan rencananya akan dikasihkan ketemannya yang gemar memelihara ular. Karena kurang hati-hati Arifin digigit binatang melata ini, ia tidak
11 Komarudin Chat i 1, K ia t Sukses m enjadi P em bicara y a n g M enggugah dan Mengubah,
M QS Publishing, Bandung, 2 0 0 5 , Him. 12-2 12 Op. C it., Him. 99
69
menyadari kalau dirinya keracunan. Sewaktu dalam peijalanan dengan mengendarai mobil, ia pun merasakan sesuatu yang tidak biasa, tubuhnya terasa panas, meradang, dan membiru. Melihat keadaan Arifin yang demikian, ibu angkatnya mengambil alih kemudi, kemudian menuju ke rumah sakit. Namun, beberapa rumah sakit menolaknya. Maka Ny Cut mencoba mendatangi RS Saint Caralus (Jakarta Pusat) alhamdulillah pihak rumah sakit menerimanya. Arifin langsung ditempatkan di ruang ICU, infuse pun dipasang ketubuhnya untuk membantu tugas paru-paru, jantung, dan hatinya yang telah sangat lemah. Selama masa kritis ia mendapat pengalaman spiritual yang sangat luar biasa. Di bawah alam sadarnya ia merasa berada di sebuah kampung yang sangat sunyi dan sepi, setelah beijalan keliling kampung ditemuinya sebuah masjid yang kemudian di dalamnya sudah menunggu tiga shaf jam aah dengan mengenakan pakaian putih. Salah satu dari jamaah kemudian memintanya memimpin mereka berzikir mengingat Allah SWT. Keesokan harinya ia kembali bermimpi, yang kali ini ia merasa berada di tengah kampung yang penduduknya berlarian ketakutan karena kedatangan beberapa orang yang dianggap sebagai jelmaan setan. Melihat kehadirannya para penduduk pun berteriak dan meminta dirinya menjadi penolong mereka mengusir setan-setan tersebut. Hari berikutnya ia kembali bermimpi, kali ini ia diminta oleh seorang bapak untuk mengobati istrinya yang sedang kesurupan. Mendengar permintaan bapak tersebut, Arifin bergegas menolong dan mengobatinya.
koma selama 21 hari, kemudian ketahap penyembuhan, Alhamdulillah Arifin sembuh dalam keadaan normal. Sejak itulah, dia melakukan muhasabah (mengevaluasi diri). Arifin sadar betul bahwa selama ini dia hanya beritorika di depan mimbar, "lidah berbicara akhirat, tapi hati ingin Dunia". Katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala yang tertunduk menyesali diri, la Cuma pandai bicara, tapi praktiknya nol besar. Salat di masjid malas apalagi salat tahajud. Ini mubaligh jahiliyah namanya pandai memberi nasihat, namun tak mampu memberi penerangan pada dirinya sendiri, tuturnya dengan suara serak-serak basah. Atas dasar itulah, Arifin semakin memperbanyak zikir. Banyak bicara, menurut Arifin tidak akan menolong nasib bangsa yang sudah terpuruk ini. Jalan terbaik adalah berzikir. Sudah saatnya Indonesia berzikir yaitu mensucikan diri lewat zikir berarti menyelesaikan krisis dari tingkat awal yaitu diri sendiri.15 Zikir yang dilakukannya bukanlah juga karangannya, namun ia mengutip dari Al- Qur'an. Sedangkan Zikir ini didasari atas perintah Allah SWT dalam Al-Quran sebagai b erik u t:
1. QS. Al-Kahfi (18) ayat 24 :
/ ✓ v X ' 'J
"Dan ingatlah kepada Tuhan-mu jika kamu lupa"
14 Achmad N aw aw i Mujtaba, M en ggapai Kenikm atan Zikir "Fenomena M uham m ad Arifin Ilham dan M ajelis Z ikir Az-Zikra", Hikmah, Bandung, 2 0 0 4 ,Him. 39-41
2
. QS. Al-Ahzab (33) ayat 4 1 :"Hai orang-orang yang beriman berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah SWT dengan zikir sebanyak-banyak".
3. QS. Ar-Ra'du (13) ayat 28 :
"Hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah SWT". Dari lataibelakang itulah, Arifin dalam menyampaikan dakwahnya dengan menggunakan cara-cara atau jalan yang berbeda dari dakwah sebelumnya, untuk dapat mencapai suatu tujuan secara efektif dan efisien. Sedangkan tujuan utama Dari zikir yang dilakukan oleh Arifin adalah agar senantiasa bisa secara terus-menerus berhubungan langsung dan mengingat Allah Rabbul 'alamin. Sehingga dimana dan dalam keadaan apapun akan merasa selalu ditatap dan diperhatikan oleh-Nya. Inilah maqam (tingkat) tempat dimana orang-orang yang telah mencapai ihsan. Jika jiw a dan hati kita sudah suci, maka ketika melihat segala ciptaan Allah, yang ada hanyalah keagungan dan kebesaran-Nya. Dengan zikir akan menjadikan jiw a, hati, dan pikiran kita suci dan bersih. Pada saat yang sama, kita akan senantiasa melakukan hal-hal yang suci pula. Itulah yang disebut dengan
"am al saleh" atau kesalehan sosial sebagai perwujudan dari zikir amaliyah.16 Dari kegiatan zikir yang dilakukan oleh Arifin semuanya bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadist yang sasarannya adalah mulai dari
zikir, maka ia akan berkembang atau berpengaruh terhadap lingkungan yang lebih besar yaitu keluarga. Ketika masing-masing keluarga mampu melaksanakan zikir dengan sendirinya akan menggerakkan lingkungan masyarakat Indonesia, sebagai lingkup kehidupan yang lebih luas.17 Setelah Arifin mengamalkan zikir tobat, aktivitas sebagai seorang dai dengan metode ceramah maupun dialogis terus dijalani, tentunya dengan bobot yang berbeda dengan ceramah sebelumnya. Pada garis besarnya, metode dakwah Arifin memakai cara monolog dan dialog. Dari aspek metodologis tersebut Arifin mempunyai pola tersendiri yang merupakan implikasi langsung dari sifat atau akhlaknya, m eliputi:
1. Tidak terkesan menggurui.
Dalam setiap kesempatan ceramahnya, Arifin selalu memposisikan audiensnya sejajar dengan dirinya yaitu sama-sama mencari ilmu dan dalam posisi tempat adakalanya ia di depan dan adakalanya ia ikut membaur dengan audiens. Dia selalu bertanya dengan apa yang dia sampaikan untuk mengonfirmasikan pada audiensnya apabila ditemukan kekeliruan. Dari inilah sosok Arifin yang egaliter semakin tampak. Bahkan dalam pengajian tarbiyah malam rabu, Arifin ikut dengan jam aah lainnya menyimak ustad yang menyampaikan materi. Oleh karena itu, dia selalu mengatakan bahwa
73
pada majelisnya semuanya dianggap setara sebagai pencari ilmu dan kebenaran.
2. Terbuka.
Dalam menyampaikan materi dan dalam mengemukakan pendapatnya, Arifin tidak hitam putih, bahwa yang satu benar dan yang lainnya pasti salah. Dia selalu menyampaikan bahwa ada kemungkinan pendapatnya yang dianggap mengandung kesalahan dan pendapat orang lain bisa jadi mengandung kebenaran.
3. Bersikap Netral
Sebenarnya Arifin terbiasa berpikir rasional serta puritan sebagaimana kalangan Islam modernis. Kecenderungan sangat tampak pada beberapa materi dakwahnya. Dia selalu menjelaskan rasionalitas ajaran Islam, seperti rasionalitas Al-Quran. Sedangkan sikap puritannya tampak pada segi akidah dan ibadah mahdhah, di mana dia selalu berpegang teguh pada teks normative Al-Quran maupun hadis nabi.
4. Inklusif
Sebagai implikasi dari sikap netralnya tersebut, Arifin cenderung membuka diri kepada setiap golongan, bahkan terbuka pada pemeluk lain. Oleh karena itu sikapnya yang tidak frontal dan inklusif itulah, tetangga satu kompleks yang berlainan agama sekalipun tidak merasa terganggu oleh praktik dakwah dan zikir Arifin bersama para jamaahnya.
Dalam kegiatan dakwahnya Arifin tidak hanya pandai ceramah tetapi mampu memberikan keteladanan seperti kebiasaan salat subuh
Zikir Arifin Ilham meliputi empat hal, pertam a, zikir hati yaitu senantiasa ingat Allah dalam hati. Kedua, zikir akal yaitu mampu menangkap bahasa Allah dalam gerak alam semesta. Ketiga, zikir lisan yang berupa ucapan asma Allah teijemahan dari kata hati dan akal. Keempat, zikir amal yang merupakan aplikasi takwa. Namun Arifin keberatan zikir ini disebut metodenya. Ini metode dari Allah. Ia memaparkan sembari menyitir sari pati Al-Quran surah Al-Ahzab ayat
"Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah kalian kepada Allah dengan sebanyak-banyaknya zikir. Bertasbihlah kepada Allah di waktu pagi maupun petang, niscaya Allah merahmati kalian dan malaikat pun mendoakan kalian"
Zikir bisa dilakukan dengan suara lirih (Al-A'raf ayat 205) atau bersuara keras (Al-Baqarah ayat 200). Tapi tidak boleh berlebihan hingga menyebabkan orang lain terganggu. Arifin mengawalinya acara zikir dengan taushiyah, berupa petunjuk dan nasihat tentang pentingnya zikir dan tobat. Usai taushiyah selama 20 menit, jamaah
18 Endang Mintaija, Arifin llham "Tarikat, Zikir, dan Muhammadiyah, Hikmah, Bandung, 2004, Him. 58-60
75
diajaknya bersila dan menghadap kiblat. Lalu, ia mulai menuntun untuk zikir, khusyu. Secara sistemik, zikir tobat yang lazim dilakukan Arifin adalah membaca ta'crwwudz atau isti'adzah. Maksudnya, agar dijauhkan oleh Allah dari godaan setan yang terkutuk. Setelah itu, membaca basmalah, Al-fatihah, ayat kursi dan dua ayat setelahnya, surah Al-Insyirah, Al-Zalzalah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas serta membaca al-asm a’ul husna (99 nama Allah). Selanjutnya, jamaah dituntun membaca tahlil (La Ilaha illallah), bertasbih (subhanallah wa bihamdihi subhanallahil 'azhim), bertahmid (alhamdulillah), bertakbir (Allahu akbar), bersalawat dan salam atas nabi Muhammad SAW, beristigfar, dan bersujud tobat. Selesai sujud tobat, jam aah duduk layaknya duduk di antara dua sujud, lalu berdoa agar tobat dan doanya dikabulkan Allah.19 Sedangkan medianya adalah majelis ilmu atau majelis tarbiyah yang keberadaannya merupakan media yang berfungsi untuk memperdalam dan menguatkan pemahaman keagamaan.20
19 Achmad N aw aw i Mujtaba, Op. C it., Him. 133-135 20 Ibid. Him. 65
76
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
1. Pandangan Aa Gym tentang MQ dapat disimpulkan bahwa MQ Terkait dengan akhlak, sedangkan inti dari akhlak terletak pada qalbu atau hati nurani. Kategori akhlak kepada Allah SWT seperti sabar, ikhlas, jujur, dan dapat dipercaya. Adapun akhlak kepada sesama manusia seperti senyum, bersikap sopan santun, ramah, salam, dan tidak menyakiti perasaan orang lain.
2. Pandangan Arifin Ilham tentang MQ lebih menekankan pada aktivitas zikir. Dalam hal ini, aktivitas zikir dibagi menjadi empat : Pertama,
zikir hati senantiasa mengingat Allah SWT dalam hati. Kedua, zikir akal yang berarti mampu menangkap bahasa Allah SWT dalam gerak alam semesta. Ketiga, zikir lisan yang berupa ucapan asma Allah SWT teijemahan dari kata hati. Keem pat, zikir amal yaitu aplikasi dari taqwa.
3. Persamaann dan perbedaan metodologis pemikiran Aa Gym dan Arifin Ilham sebagai b erik u t:
PERSAMAAN
1. Dalam setiap dakwahnya sama-sama berupaya membersihkan qalbu atau hati atau sama-sama menyampaikan ilmu tentang mensucikan hati.
2. Dalam setiap aktivitas dakwahnya yang menjadi objek keduanya adalah masyarakat Indonesia yang ingin mensucikan qalbu atau hati
3. Keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menjadi manusia yang bertaqwa menjalankan perintah dan menjauhi larangan- Nya.
4. Dalam Aktivitas dakwah keduanya bersumber dari Al-Quran dan hadist Rasul SAW.
5. Keduanya sama-sama menggunakan metode ceramah, muhasabah, dialog atau tanya jawab.
6. Keduanya memiliki usaha pengembangan ekonomi.
7. Keduanya sama-sama menjadi suri tauladan dalam dakwahnya yaitu tidak hanya pandai menyampaikan nasihat tetapi juga mampu melaksanakannya.
8. Dalam berdoa keduanya tidak selalu menggunakan bahasa Arab tetapi juga menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana sehingga mudah dipahami.
9. Sama-sama bersikap netral, terbuka, sederhana, dan rendah hati. 10. Sama-sama memiliki majelis ilmu (Pesantren)
11. Dalam penyampaian dakwahnya keduanya menggunakan sarana multimedia.
78
PERBEDAAN
1. Dari sudut penampilan selalu Penampilan tidak berubah berubah-ubah yaitu kadang yaitu selalu memakai pakaian memakai surban di kepala, yang putih-putih, surban adakalanya memakai jas. dibahu, dan memakai kupluk. 2. Dalam dakwahnya tidak
memakai dramatisasi
Memakai dramatisasi
3. Dalam dakwahnya pernah Dalam dakwahnya belum mengikutsertakan anggota pernah mengikutsertakan keluarga (istri dan anak). anggota keluarga
4. Belum pernah mendapatkan Pernah mendapatkan pendidikan Pesantren. pendidikan Pesantren.
5. Pernah menciptakan lagu Belum pernah menciptakan lagu.
B. Saran
1. Hendaknya pada setiap pribadi manusia agar selalu membersikan, mengelola, mendidik, dan mengarahkan hati supaya potensi positifnya dapat muncul dan berkembang untuk menjadi pribadi unggul, produktif, dan memiliki akhlak mulia.
2. Khususnya bagi para pendidik, ada baiknya dalam aktivitas mendidik tidak hanya menekankan aspek kecerdasan intelektual IQ tetapi juga perlunya memperhatikan aspek kecerdasan emosional
dan spiritual (ESQ) sebagaimana konsep yang telah dikembangkan oleh Aa Gym dan Arifin Ilham.
C. Penutup
Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, nikmat, dan cahaya-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dengan sebaik-baiknya.
Sholawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW yang telah diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, sehingga menjadikan manusia dapat kembali menjalankan tugasnya sebagai rahmat bagi semesta alam.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya ilmiah ini masih kurang sempurna, untuk itu harapan besar agar bagi semu pihak dapat memberikan kontribusi saran dan kritik yang sifatnya membangun sehingga dapat menyempurnakannya dengan baik. Demikianlah karya ilmiah ini penulis menyusunnya dengan sebaik-baiknya, semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan bagi pembaca yang budiman pada umumnya.
Hakiki. Jakarta Selatan : Ciputat Press.
Al-Ghalayani, Mushthafa. 1976. Bimbingan M enuju ke A khlak yang Luhur.
Semarang : CV. Toha Putra. Annida. 2001. A khlak dan M oral
Asmaya, Enung. 2004. A a Gym D ai Sejuk dalam M asyarakat M ajem uk Bandung : Hikmah.
Arief, Armai. 2002. Pengantar Ilm u dan M otodologi Pendidikan Islam. Jakarta : Ciputat Pers.
Al-Ghozali, Imam., Ihya Ulumuddin. 1993 Terjemah As-Syifa Semarang :
Al-Balali, Abdul Hamid. 2003. M adrasah Pendidikan Jiw a.. Jakarta : Gema Insani.
Al Maraghi, Ahmad Mustafa. Tafsir M araghi Juz 30. Semarang : Toko Putra. Chalil, Komarudin. 2005. K iat Sukses m enjadi Pem bicara ya n g M enggugah dan
Mengubah. Bandung : MQS Publishing.
Dadang. 2003. M ajalah Jendela Keluarga. Edisi Spesial. Vol. 1
Departemen Agama Republik Indonesia. 1994. Al-Q uran dan Terjemahnya Juz 1-30. Jakarta.
Departemen Agama Republik Indonesia. 1967. Al-Q uran dan Terjemahnya. Juz 21-30. Jakarta : Percetakan dan Offset.
Departemen Agama Republik Indonesia. 1967. Al-Q uran dan Terjemahnya. Juz 11-20.. Jak arta: Percetakan dan Offset
Departemen Agama Republik Indonesia. 1967. Al-Q uran dan TerjemahnyaJuz 1- 10. Jakarta : Percetakan dan Offset.
Departemen Agama Republik Indonesia. 1994. Al-Q uran dan Terjemahnya Juz 1-30. Jakarta;
Faisal. 1999. Islam Idealitas Ilahiyah dan Realitas Insyaniyah. Yogyakarta : Adi Wacana.
Gymnastiar, Abdullah. 2004. A a Gym Apa Adanya sebuah Q al buy rafi. Bandung : MQ Publishing.
Gymnastiar, Abdullah. 2004. Jagalah Hati. Bandung : MQS Publishing.
Gymnastiar, Abdullah. 2004. Bangkit M anajemen Qalbu U ntuk M eraih Sukses.
B andung: MQS Publishing.
Gymnastiar, Abdullah. 2002. M eraih H ati Bening Dengan M anajemen Qalbu..
Jak arta: Gema Insani.
Gymnastiar, Abdullah. 2001 K iat Praktis M anajemen Waktu.. Bandung MQS Pustaka Grafika
Gymnastiar, Abdullah. 2004. Sebuah N asehat Kecil. Jakarta : Republika.
Gymnastiar, Abdullah. 2004. M anajemen Qalbu Untuk M elejitkan Potensi.
B andung: MQS. Publishing.
Herwono, Deden Ridwan. 2003A a Gym dan Fenomena D aarut Tauhid. Bandung : Mizan Pustaka
Hadjar, Ibnti. 1996. D asar-dasar M etodologi Penelitian K u a lita tif Dalam Pendidikan. Jakarta : Raja Gfafinda.
Nasution, Harun. 1995. Islam Rasional. Bandung : Mizan.
Ilham, Muhammad Arifin. 2004. Renungan-renungan Zikir. Depok: Intuisi Press. Ilham, Muhammad Arifin. 2004. M enzikirkan M ata Hati. Depok : Intuisi Pres. Ilham, Muhammad Arifin. 2004. Indonesia Berzikir "Risalah Anak Bangsa Untuk
N egeri Tercinta.Jakarta Timur : Intuisi Press.
Mintaija, Endang. 2004. A rifin Ilham "Tarikat, Zikir, dan Muhammadiyah,
B andung: Hikmah.
Mujtaba, Achmad Nawawi. 2004. M enggapai Kenikm atan Zikir "Fenomena M uham m ad A rifin Ilham dan M ajelis Zikir Az-Zikra". Bandung : Hikmah. Ilham, Arifin. 2004. H akikat Zikir. Jakarta : Intuisi Pres.
Setia.
Mujtaba, Achmad Nawawi. 2004. M enggapai Kenikm atan Zikir "Fenomena M uham m ad Arifin Ilham dan M ajelis Z ikir Az-Zikra". B andung: Hikmah. Mintaija, Endang. 2004. A rifin Uham"Tarikat, Zikir, dan Muhammadiyah.
B andung: Hikmah.
Muhaimin, Abdul Mujib. 1993. Pem ikiran Pendidikan Islam (Kajian Psikologis dan Kerangka D asar Operasional). Bandung : Trigenta Karya.
Nasution, Harun. 1992.Ensiklopedia Islam. IAIN Syarif Hidayatullah. Jakarta : Pramuko, Yudi. 2003. Aa Gym Wajah Sejuk Islam Asia.Jakarta : Taj Mahal. Sudarto. 1997. M etodologi Penelitian Filsafat. Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada.
Shiddiegy, Hasbi Ash. 1965. Tafsir Al-Q uranul M adjid "An-Anur". Jakarta : Bulan Bintang.
Tim Penyusun. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka. Triyono. 2005. Konsep M anajemen Qalbu dalam M oral Masyarakat. Salatiga. Zuhdi, Masjfiik. 1993. Pengantar Ulumul Quran. Surabaya : CV. Karya Aditama.