Metode penelitian adalah suatu cara tertentu yang digunakan dalam melakukan suatu penelitian. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research).Den gan menggunakan pendekatan kualitatif yang menurut Bogdan dan Taylor adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.71 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis yang merupakan penelitian dengan mengumpulkan data di lapangan dan menganalisa serta menarik kesimpulan darihasil tersebut. Metode deskriptif adalah metode yang meneliti suatu kondisi, suatu pemikiran atau suatu peristiwa pada masa sekarang ini, yang bertujuan untuk membuat deskriptif yaitu gambaran atau lukisan secara sistematis, aktual dan akurat, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena.72
Berdasarkan penjelasan tersebut, diharapkan dengan adanya penelitian ini maka dapat menggambarkan tentang bimbingan keagamaan terhadap pembinaan ibadah mahdhah pada lansia di Unit PelaksanaanTeknis Daerah (UPTD) Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Kota Banda Aceh. Pada penelitian ini, peneliti berusaha menemukan data yang berkenaan dengan fakta, fenomena yang terjadi selama proses pelaksanaan bimbingan keagamaan terhadap pembinaan ibadah
71 Lexy J. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010), hal.4.
mahdhah pada lansia, hambatan serta upaya dalam mengoptimalkan kegiatan tersebut.
Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan adalah data yang bersifat kualitatif. Data kualitatif yang berbentuk berupa data kata-kata bukan dalam bentuk angka. Dalam hal ini, penulis mengumpulkan data berupa data lisan dan tulisan yang menyangkut dengan pembinaan ibadah mahdhah yaitu thaharah dan shalat. Adapun data kualitatif merupakan serangkaian informasi yang digali dari hasil penelitian, fakta verbal berupa keterangan-keterangan saja.73
B. Jenis Data Penelitian
Dalam penelitian ini ada dua jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewatdokumen.74 Dalam pengambilan data penelitian tentang bimbingan dan pembinaan ibadah mahdhah pada lansia, peneliti menggunakan data primer dan sekunder. Peneliti memperoleh data primer dari hasil observasi dan wawancara yang diperoleh langsung dari lokasi penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh dari data dokumentasi di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dan berbagai sumber dukungan lainnya seperti laporan historis yang telah tersusun dalam arsip, jurnal hasil penelitian orang lain, serta dokumentasi kegiatan.
73Lexy J. Moleong, Metode…,hal. 157.
74 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D, Cet Ke 18 (Bandung: Alfabeta, 2013), hal. 225.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel berarti bagian dari populasi baik sebagian atau wakil populasi yang diteliti.75 Populasi pada penelitian ini adalah 21 orang karyawan yang terdiri delapan laki-laki dan 13 perempuan serta orang lansia yang berjumlah 72 orang, Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah satu kepala UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Banda Aceh, enam orang karyawan serta sembilan orang lansia yaitu lima laki-laki dan empat perempuan yang dipilih berdasarkan pada kemampuan berkomunikasi dengan baik. Kemampuan berkomunikasi dengan baik menurut peneliti disini yaitu tersampaikannya pesan yang ingin disampaikan oleh peneliti kepada responden, adanya feedback dalam proses wawancara, responden mengerti apa yang ditanyakan oleh peneliti, dan masih memiliki pendengaran yang baik.
Di dalam pengambilan sampel pada penelitian ini, peneliti menggunakan tehnik purposive sampling, yakni tehnik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.76 Pertimbangan tertentu yang dimaksud peneliti adalah dalam pengambilan sample, peneliti memilih sumber data yang sesuai dengan kriteria serta mendukung dalam pengumpulan informasi yang dibutuhkan pada penelitian. Karyawan yang menjadi sampel adalah mereka yang diberi tanggung jawab terhadap pembinaan lansia, yang mengerti ilmu agama baik secara teori maupun praktek dan yang sudah lama bekerja di panti, yang memahami permasalahan lansia. Lansia yang menjadi sampel adalah mereka yang sudah
75
Sugiyono, Metode Penelitian…, (Bandung: Alfabeta, 2013), hal. 215. 76
lebih dari setahun tinggal di panti, satu di antara lansia yang sudah lama diasramakan merupakan sarjana, dan selebihnya lulusan SD, SMP, dan SMA.
D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk menggali data di lapangan adalah :
a. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran. Orang yang melakukan observasi disebut pengobservasi (observer) dan bagi pihak yang diobservasi disebut terobservasi (observe).77 Observasi dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Adapun aspek yang diobservasi adalah sarana, prasarana, dan program aktivitas serta perilaku.
Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi observasi partisipan dan observasi non-partisipan. Adapun dalam penelitian ini, peneliti menggunakan observasi partisipan. Observasi partisipan yaitu peneliti ikut langsung dalam kegiatan yang dilaksanakan di panti, peneliti ikut melaksanakan apa yang dikerjakan oleh sumber data, sehingga data yang peneliti peroleh akan lebih lengkap.
b. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diberikan oleh yang diwawancara.78 Dalam
77
Sugiyono, Metode Penelitian…, (Bandung: Alfabeta, 2013), hal. 225.
penelitian ini wawancara dilakukan dengan menggunakan daftar wawancara yang telah dipersiapkan secara detail guna mendapatkan informasi menyangkut penelitian ini. Dalam wawancara ini peneliti mewawancarai lansia berjumlah sembilan orang yaitu lima laki-laki dan empat perempuan yang dipilih berdasarkan kemampuan berkomunikasi dengan baik, yaitu satu kepala Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang dan enam orang karyawan.
Dalam teknik pengumpulan data dengan wawancara, peneliti menggunakan wawancara semiterstruktur.Wawancara semiterstruktur adalah wawancara yang termasuk dalam in-dept interview, di mana dalam proses pelaksanaannya lebih bebas dari wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara ini yaitu peneliti bisa menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana peneliti akan menanyakan ide-ide dan pendapat dari sumber data.79 Pada penelitian ini, peneliti akan meneliti tentang bimbingan keagamaan terhadap pembinaan ibadah mahdhah pada lansia di panti jompo. Oleh karena itu, pada studi pendahuluan, peneliti sudah melakukan wawancara kepada pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan pembinaan tersebut.
c. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, sketsa dan lain-lain.80Dokumen yang peneliti gunakan dalam penelitian ini berbentuk tulisan seperti arsip, kebijakan/peraturan dan jurnal-jurnal hasil penelitian sebelumnya.
79
Sugiyono, Metode Penelitian…, (Bandung: Alfabeta, 2013), hal. 235.
E. Teknik Analisis Data
Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif, maka pengolahan dan penafsiran data yang telah terkumpul dilakukan melalui proses analisis data. Pengolahan data dimulai sejak di lapangan penelitian sehingga keakuratan data dan objektivitas data dapat terjamin dan data yang diperoleh dapat diklasifikasikan menurut fokus permasalahan dan data tersebut diolah dan dianalisis berdasarkan tujuan penelitian kemudian hasilnya dikumpul. Menurut Sugiyono, analisis data ditekankan untuk menganalisis makna yang ada dibalik data yang telah dikumpulkan. Analisis data dilakukan ketika pengumpulan data dan setelah selesai pengumpulan data, yang dilakukan dengan tiga cara yaitu :81
Pertama; Reduksi data. Reduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal
yang pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian tema yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.
Kedua; Penyajian data. Dalam penelitian ini, penyajian data dilakukan dalam
bentuk uraian singkat, dengan menyajikan data, maka akan mudah untuk memahami apa yang terjadi, dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.
Ketiga; Kesimpulan/verifikasi. Langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan dari data yang dikumpulkan sehingga dapat memberikan jawaban mengenai bimbingan keagamaan terhadap pembinaan ibadah mahdhah pada lansia.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN