Jenis metode penelitan ini termasuk dalam metode penelitian kuantitatif karena menggunakan data penelitian yang berupa angka-angka dan analisis dengan menggunakan statistik, metode ini juga disebut metode discovery, Karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dapat dikembangkan berbagai iptek baru44.
Sifat penelitian ini adalah penelitian asosiatif interaktif yaitu penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan saling mempengaruhi antara variabel dalam populasi45.
B. Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Waktu
Penelitian ini dilakukan kurang lebih satu bulan, dari bulan Juni sampai bulan Juli 2014
2. Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian dilakukan di kota Makassar pada Nasabah BNI Syariah cabang Makassar.
C. Subjek dan Objek 2. Subjek dan Objek
Dalam penelitian ini, objek yang dijadikan konsentrasi penelitian adalah tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan produk wadia’ahyadadh-dhamanahpada PT BNI Syariah cabang Makassar.
44
Sugiyono. Statistika untuk penelitian (Bandung; Alfabeta, 2010), h. 7
45
48
Adapun subjek penelitian ini adalah nasabah pada PT. BNI Syariah yang menggunakan produk “wadiah yad adh-dhamanah”.
3. Populasi dan Sampel
Populasi merupakan suatu himpunan di dalamnya terdapat beberapa individu yang lengkap dalam sebuah perusahaan atau lembaga yang karakteristiknya ingin kita ketahui. Populasi disini mengunakan tingkat pekerjaan individual (seseorang). Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah seluruh nasabah pada PT. BNI Syariah yang menggunakan produk “wadiah yad adh-dhamanah”.
Sampel merupakan sebagian anggota atau populasi dalam perusahaan maupun lembaga yang memberikan keterangan data yang diperlukan untuk suatu penelitian. Jadi sampel ini merupakan perwakilan atau bagian dari jumlah kelompok dengan karakteristik tertentu yang dimiliki oleh populasi46.
4. Teknik Pengambilan Sampel
a. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Teknik ini dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, misalnya alasan keterbatsan waktu, tenaga, dan dana sehingga tidak dapat mengambil sampel yang besar dan jauh. Walaupun cara ini diperbolehkan, yaitu peneliti bisa menentukan sampel berdasarkan tujuan tertentu, tetapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi47. 1) Pengambilan sampel harus didasarkan ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik
tertentu, yang merupakan karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
46
Andriani, Durri dkk. MetodePenelitian. Edisi Kesatu. (Tangerang selatan; Universitas Terbuka, 2012), h. 44
47
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta; Rineka Cipta, 2010), h. 183
49
2) Subyek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi (key subjectis).
3) Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan.
5. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis mengunakan dua macam data menurut klarifikasi metode dan sumbernya yaitu:
a. Teknik pengumpulan data primer adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan dengan instrumen:.
1) Kuesioner (Questionary)
Yaitu teknik pengumpulan data yang dilaksanakan dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan atau pernyataan yang tertulis kepada responden penelitian yang dilengkapi dengan beberapa alternatif jawaban yang sudah tersedia48.
Angket penelitian digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yang berupa pertanyaan yang diberikan kepada responden BNI Syariah cabang makassar dengan skala likert. Menurut Kinnear sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad skala likert adalah skala yang berhubungan dengan pertanyaan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu49. Menurut Kinnear sebagaimana yang dikutip oleh
48
Andriani, Durri dkk. MetodePenelitian. Edisi Kesatu. (Tangerang selatan; Universitas Terbuka, 2012), h. 5-6
49
Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, Ed. I, (Cet. II; Yogyakarta:Ekonisia, 2005),h. 154
50
Muhammad skala likert adalah skala yang berhubungan dengan pertanyaan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu, dengan ukuran sebagai berikut50:
a) Sangat Puas diberi skor 5 b) Puas diberi skor 4
c) Cukup Puas diberi skor 3
d) Tidak Puas menunjukan angka diberi skor 2 e) Sangat Tidak Puas diberi skor 1
2) Observasi (Observation)
Yaitu kegiatan mengamati secara langsung dengan mencatat gejala gejala yang ditemukan dilapangan serta menjaring data yang tidak terjangkau. Teknik observasi yang dilakukan secara tidak terstruktur yaitu tidak menggunakan instrumen baku tetapi hanya berupa pengamatan sekilas terhadap responden dan mencatatnya jika dipandang perlu.
Teknik pengumpulan data sekunder adalah pengumpulan data yang dilakukan melalui studi kepustakaan yang terdiri dari:
3) Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah. Pendapat para ahli yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.
4) Studi Dokumenter (Documentary)
Bentuk yang digunakan dengan menelaah catatan tertulis, dokumen, arsip yang menyangkut masalah yang diteliti yang berhubungan dengan instansi terkait.
50
Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, Ed. I, (Cet. II; Yogyakarta:Ekonisia, 2005),h. 154
51 6. Metode Analisis Data
a. Pengujian instrument 1) Validitas
Uji validitas merupakan alat untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dapat dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner51. Untuk mengukur validitas dapat dilakukan dengan tiga cara :
a) Melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.
b) Dapat juga dilakukan dengan melakukan korelasi bivariate antara masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk.
c) Dapat dilakukan uji dengan confirmatory factor analysis (CFA). Analisis faktor konfirmatori digunakan untuk menguji apakah suatu kontruk mempunyai unidimesionalitas atau apakah indikator-indikator yang digunakan dapat mengkonfirmasikan sebuah konstruk atau variabel52.
Untuk menguji apakah masing-masing indikator dikatagorikan valid, apabila terdapat suatu kriteria umum yakni memiliki parameter signifikansi nilai p <0,0553. Sehingga konsekuensi logis agar data dikatakan valid hendaknya mencapai batas di bawah indeks angka 0,05.
51
Ghozali, Imam. AplikasiAnalisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21.Edisi Ketujuh. (Semarang; Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013), h. 52
52
Ghozali, Imam. AplikasiAnalisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21.Edisi Ketujuh. (Semarang; Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013), h. 52-55
53 Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. (Jakarta; Rineka Cipta, 2010), h. 212
52 2) Reliabilitas
Reliabilitas merupakan alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu54. Untuk pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
a) Repeated measure atau pengukuran ulang merupakan pertanyaan yang disodorkan kepada seseorang yang sama pada waktu yang berbeda. Dan kemudian dapat dilihat apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya.
b) One shot atau pengukuran sekali saja cara pengukurannya dapat dilakukan sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistik Cronbach Alpha (α). Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha >0.70.
3) Teknik Analisis Regresi Linier Berganda
Teknik analisis ini mengunakan model analisis regresi linier berganda yang dimaksud dengan model analisis regresi linier berganda atau disebut dengan multiple adalah bentuk persamaan regresi linier dengan variabel bebas lebih dari satu.
Persamaan regresi linear berganda sebagi berikut : = + + + ₄ + ₅ Keterangan :
: Kepuasan Nasabah
: koefisien regresi
54 Ghozali, Imam. AplikasiAnalisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21.Edisi Ketujuh. (Semarang; Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2013), h. 47
53 : Tangible : Reliability : Responsiveness : Assurance X₅ : Emphaty b. Pengujian Hipotesis
1) Uji Signifikansi Parameter Individual ( Uji statistik t)
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (β) sama dengan nol, atau
Ho : β = 0
Artinya variabel tersebut bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Dalam hal ini, variabel independen (X) yang terdiri dari secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (Y) yaitu tingkat pembiayaan yang disalurkan. Hipotesis alternatifnya (Hɑ) parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, atau:
Hɑ : β ≠ 0
Artinya variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.
Dalam menentukan tingkat signifikan penelitian ini adalah menggunakan alpha 5%, artinya risiko kesalahan mengambil keputusan adalah 5%. Dalam pengambilan keputusan, jika probabilitas (sig t) > α secara parsial dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Jika probabilitas (sig t) < α
54
(0,05) maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen (X).
2) Uji Signifikansi Simultan ( Uji statistik F)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas atau independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat atau dependen.
Jika tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 atau 5% maka model yang digunakan dalam kerangka pikir teoritis layak untuk digunakan, sementara jika tingkat signifikansi lebih besar dari 0,05 atau 5% maka model yang digunakan dalam kerangka pikir teoritis tidak layak untuk digunakan.
3) Koefisien Determinasi
Koefisien Determinasi ( R² ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
55 BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN