Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan yang bertujuan untuk membuat penjelasan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu (Arikunto, 2006). Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas tidur pada lansia di komunitas Desa Basilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. 2.Populasi dan Sampel Penelitian
2.1.Populasi
Populasi adalah sejumlah besar subyek yang mempunyai karakteristik tertentu (Sastroasmoro & Ismael, 2008). Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di DesaBasilam Bukit Lembasa, kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Data dari kantor Kepala Desa di Desa Basilam Bukit Lembasa, menyatakan bahwa terdapat 230 lansia yang tersebar dalam sembilan dusun di Desa Basilam Bukit Lembasa, kecamatan Wampu Kabupaten Langkat.
2.2. Sampel
Sampel adalah bagian (subset) dari populasi yang dipilih dengan cara tertentu hingga dianggap dapat mewakili populasi (Sastroasmoro & Ismael,
35
2008). Sampel penelitian ini adalah lansia yang tinggal di DesaBasilam Bukit Lembasa, kecamatan Wampu Kabupaten Langkat berjumlah 70 orang.
Pengambilan sampel penelitian ini secara probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk dapat dipilih menjadi sampel. Pendekatan teknik
probability sampling ini dengan cara multistage random
sampling(Notoatmodjo, 2010). Besaran sampel dapat dihitung dengan rumus Slovin : � = � 1 +�(�2 ) n = 230 1 + 230(0,12 ) n = 69,69 n = 70
Jadi sampel yang didapat adalah 69,69, dibulatkan menjadi 70 orang. Keterangan:
n : besar sampel N : besar populasi
d : tingkat kepercayaan/ketetapan yang diinginkan 90% (0,1)
Proses pengambilan sampel pada penelitian ini akan dilakukan dengan memililih secara random sampel dari dusun di Desa Basilam Bukit Lembasa
yang digunakan sebagai lokasi penelitian. Kemudian, memilih sampel secara proporsional dari masing-masing dusun dengan menggunakan rumus:
n1 =N1 x n N Keterangan:
n1 N
= jumlah sampel tiap dusun 1
N = jumlah populasi
= jumlah populasi di dusun
n = jumlah sampel
Mengacu pada pertimbangan tersebut, besar sampel di setiap dusun yaitu: Dusun Karya Sakti = 6/230 x 70 = 2
Dusun Karya Husada = 15/230 x 70 = 5 Dusun Lembasa = 20/230 x 70 = 6 Dusun Karya Kencana = 2/230 x 70 = 1 Dusun Karya Citra = 12/230 x 70 = 4 Dusun KP Kilang = 6/230 x 70 = 2 Dusun Bukit Dinding = 54/230 x 70 = 16 Dusun Sumber Rejo = 64/230 x 70 = 19 Dusun Indah Sari = 51/230 x 70 = 15 3. Kriteria Sampel Penelitian
37
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau yang akan diteliti (Notoatmodjo, 2010). Kriteria inklusi dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Responden tinggal di Desa Basilam Bukit Lembasa;
2. Memiliki kesadaran penuh atau tidak mengalami disorientasi waktu, tempat, dan orang;
3. Responden memiliki umur ≥ 55 tahun;
4. Responden yang tidak menderita demensia;
5. Responden yang bersedia menandatangani informed consent. 3.2. Kriteria Ekslusi
Kriteria ekslusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan objek yang tidak memenuhi kriteria inklusi karena berbagai sebab sehingga tidak menjadi responden penelitian (Notoatmodjo, 2010). Kriteria ekslusi penelitian ini, yaitu responden yang nomaden atau berpindah tempat tinggal dari Desa Basilam Bukit Lembasa.
4. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Basilam Bukit Lembasa, kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2015. Adapun alasan peneliti memilih lokasi ini menjadi lokasi penelitian karenamemiliki kriteria sampel penelitian, disamping itu lokasi ini mudah dijangkau
peneliti dan penelitian tentang gambaran kualitas tidur pada lansia belum pernah dilakukan di Desa Basilam Bukit Lembasa ini.
5. Pertimbangan Etik
Dalam melakukan penelitian, peneliti mengajukan permohonan izin kepada institusi pendidikan Fakultas Keperawatan USU, kemudian mengajukan surat permohonan kepada kepala desa Basilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat untuk mendapatkan persetujuan penelitian. Setelah mendapatkan persetujuan, peneliti memulai penelitian dengan menekankan masalah etik. Lembar persetujuan diberikan dan dijelaskan kepada responden tentang tujuan, manfaat, resiko, dan hak-hak sebagai subjek penelitian. Bila responden bersedia, maka responden dipersilahkan menandatangani lembar persetujuan (informed concent) tersebut. Tetapi bila responden tidak bersedia, maka peneliti tidak memaksa dan menghormati hak-hak responden (self determination), karena responden dianggap kompeten dan mampu mengambil keputusan sendiri (autonomy).
Penelitian ini tidak beresiko bagi individu yang menjadi responden, baik resiko fisik maupun psikologis. Untuk menjaga kerahasiaan identitas responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama jelas responden pada lembar penelitian melainkan hanya mencantumkan inisial dari responden (anonymity). Dan kerahasiaan informasi mengenai responden dijamin peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan sebagai hasil penelitian (confidentiality) (Nursalam, 2009).
39
6. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner adalah beberapa pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden (Arikunto, 2006). Kuesioner untuk wawancara (form for questioning) adalah jenis kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara. Alat ini digunakan untuk memperoleh jawaban yang akurat dari responden (Notoatmodjo, 2010).
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 bagian yaitu: Kuesioner Data Demografi (KDD) dan Kuesioner Kualitas Tidur (KKT).
6.1. Kuesioner Data Demografi (KDD)
Kuesioner Data Demografi yang digunakan untuk mengkaji data demografi pasien meliputi usia dan jenis kelamin.
6.2. Kuesioner Kualitas Tidur (KKT)
Kuesioner Kualitas Tidur yang digunakan adalah untuk mengidentifikasi kualitas tidur lanjut usia berupa pertanyaan terstruktur. Kuesioner Kualitas Tidur (KKT) pada penelitian ini diadopsi dariSleep Quality Questionnaires(SQQ) Karota-Bukit (2003). Kuesioner ini dimodifikasi dari The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) (Buysse, et al.,1988) dan St.Mary’s Hospital (SMH) SleepQuestionnaires (Ellis et al., 1981). PSQI terdiri dari 7 komponen dengan 21 pernyataan, 3 komponen dimodifikasi untuk penggunaan SQQ yaitu pernyataan no.2, tidur laten (waktu yang dibutuhkan untuk tertidur pada malam hari), pernyataan no.3, total jam tidur dan pernyataan no.7,
mengantuk di siang hari. Sedangkan St.Mary’s Hospital (SMH) Sleep Questionnaireterdiri dari 14 pernyataan dan 4 pernyataan dimodifikasi untuk penggunaan SQQyaitu frekuensi terbangun malam, perasaan segar bangun pagi, kedalaman tidur, dan kepuasan tidur.
Kuesioner ini merupakan kuesioner yang dapat digunakan untuk mengkaji tentang kualitas tidur populasi lansia baik di rumah (komunitas) maupun di Rumah Sakit. Kuesioner Kualitas Tidur ini terdiri dari 7 pertanyaan tertutup dengan jawaban pilihan berganda (skala bertingkat) dengan skor penilaiannya 1-4 untuk pertanyaan 1-7. Dimana a=1; b=2; c=3; dan d=4. Tujuh (7) pertanyaan tersebut meliputi: total jam tidur malam (Pertanyaan nomor 1), waktu memulai tidur (Pertanyaan nomor 2), frekuensi terbangun malam (Pertanyaan nomor 3), perasaan segar saat bangun pagi (Pertanyaan nomor 4), kedalaman tidur (Pertanyaan nomor 5), kepuasan tidur/kualitas tidur secara subjektif (Pertanyaan nomor 6), dan perasaan mengantuk pada siang hari (Pertanyaan nomor 7).
Dari 7 pertanyaan tersebut, skor dari setiap pertanyaan akan dijumlahkan untuk mendapatkan total skor dengan range 7-28. Semakin tinggi skor yang di peroleh, maka semakin baik pula kualitas tidurnya.
7. Uji Validitas dan Reliabilitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen, instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi dan sebaliknya,
41
instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan (Arikunto, 2006). Sedangkan Menurut Hungler,et.,al (2001) valid artinya sejauh mana instrumen mampu mengukur apa yang akan diukur, akurat dan tepat.
Alat pengumpulan data atau instrumen yang dapat diterima sesuai standar adalah instrumen yang telah melalui uji validitas (Hidayat, 2009). Uji validitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu content validity (uji validitas isi) dan construct validity/ validitas konstruk (Hungler,et.,al 2001).
Kuesioner Kualitas Tidur (KKT) yang digunakan pada penelitian ini diadopsi dari Sleep Quality Questionnaires(SQQ)yang telah divalidkan oleh 3 ahli Sleep and Medical, Psychological Nursing, & Gerontological Nursingdari Prince of Songkla University, Thailandsehingga peneliti tidak melakukan uji validitas kembali.
Reliabilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali
atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama (Notoatmodjo, 2010).
Analisa data untuk uji reliabilitas menggunakan komputerisasi dengan uji analisa datanya adalah Cronbach’s Alpha dengan nilai reliabelnya 0.7 sampai 0.9. Kuesioner ini telah dilakukan uji realibilitas oleh parah ahli, didapatkan internal konsistensi Cronbach’s Alpha Coefficient kuesioner kualitas tidur ini adalah 0.89.Maka, kuesioner ini reliabel untuk digunakan dan peneliti tidak melakukan uji reliabilitas kembali.
8. Teknik Pengumpulan Data
Prosedur awal dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan peneliti mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada institusi pendidikan Fakultas Ilmu Keperawatan USU. Kemudian rekomendasi dari Fakultas Keperawatan USU diserahkan kepada Kepala Desa di Desa Basilam Bukit Lembasa, Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat. Setelah mendapat izin dari pihak Kepala Desa, peneliti melaksanakan pengumpulan data.
Selanjutnya Peneliti menjelaskan kepada calon responden tentang tujuan, manfaat dan prosedur pengisian kuesioner. Calon responden diminta untuk menandatangani informed consentapabila bersedia menjadi responden. Kemudian responden didampingi keluarga diminta untuk mengisi kuesioner data demografi dan kualitas tidur yang telah diberikan oleh peneliti. Selama pengisian kuesioner, peneliti mendampingi responden untuk memberikan kesempatan kepada responden untuk bertanya kepada peneliti bila ada pertanyaan yang sulit dipahami. Jika calon responden bersedia diteliti tetapi tidak mampu untuk membaca sendiri pertanyaan dalam kuesioner, maka pengumpulan data dibantu oleh keluarga dan peneliti dengan menanyakan kepada responden langsung tentang kualitas tidur responden. Setelah peneliti mendapatkan jumlah sampel yang diinginkan dan telah mengisi kuesioner penelitian. Selanjutnya, peneliti mengumpulkan seluruh data penelitian dan melakukan pengolahan dan analisa data untuk ditindaklanjuti.
43
9. Analisa Data
9.1. Metode Pengolahan Data
Setelah data terkumpul maka data diolah melalui komputerisasi dengan empat tahapan yaitu:
1. Editing
Editing adalah kegiatan untuk pengecekan dan perbaikan isian kuesioner (Notoatmodjo, 2010). Peneliti telah melakukan pemeriksaan atau pengecekan pada kuesioner untuk memastikan jawaban dari responden dalam kuesioner sudah lengkap, jelas, relevan, dan konsisten (Hastono, 2007).
2. Coding
Coding adalah mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan (Notoatmodjo, 2010). Peneliti memberikan tanda atau kode tertentu pada setiap jawaban responden dalam kuesioner yang bertujuan untuk lebih memudahkan peneliti saat menganalisis data.
3. Entry
Entry adalah proses memasukkan jawaban-jawaban dari masing-masing responden dalam bentuk kode ke dalam program atau software komputer (Notoatmodjo, 2010). Peneliti memasukkan hasil penelitian yang ada di kuesioneryang telah diberi kode tertentu ke dalam program
yang terdapat di komputer yaitu SPSS (Statistical Product and Service Solution).
4. Cleaning
Cleaningadalah proses pembersihan data (Notoatmodjo, 2010).Cleaningmerupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau tidak (Hastono, 2007).
9.2. Analisis Data
Data yang telah diolah baik secara manual maupun menggunakan bantuan komputer, tidak akan ada maknanya tanpa dianalisis (Notoatmodjo, 2010).Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif univariat yaitu suatu prosedur untuk menganalisa data dari satu variabel yang bertujuan untuk mendeskripsikan suatu hasil penelitian (Hungler,et.,al 2001). Pada penelitian ini, analisa data dengan metode statistik univariat digunakan untuk mengidentifikasi gambaran Kualitas Tidur Pada Lansia, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi Frekuensi dan Persentase.
45 BAB 5
HASIL DAN PEMBAHASAN