• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain penelitian yang dilakukan peneliti adalah deskriptif korelatif dengan desain cross-sectional untuk mengamati data yang diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap variabel subjek pada saat pemeriksaan.

4.2 Populasi dan Sampel Penelitian 4.2.1 Populasi Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan USU program reguler stambuk 2011.

4.2.2 Sampel Penelitian

Penentuan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kesempatan yang sama pada setiap individu sebagai sampel (Arikunto, 2010). Untuk menentukan jumlah sampel digunakan formula sederhana untuk menetukan jumlah sampel (Notoatmodjo, 2005) yaitu :

� = + � n = besar sampel N = besar populasi

d = tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan 0,05

Berdasarkan rumus di atas maka didapatkan jumlah sampel yaitu: � =

+

� =

+ , = , atau orang

4.3 Waktu dan Tempat Penelitian

Tempat yang menjadil lokasi penelitian adalah Fakultas Keperawatan USU. Penelitian ini dimulai dari bulan Januari – Mei 2015.

4.4. Pertimbangan Etik

Pertimbangan etik dalam penelitian ini bertujuan agar peneliti dapat menjaga dan menghargai hak asasi para respondennya. Penelitian ini dilakukan setelah mendapat surat rekomendasi dari bagian pendidikan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU). Penelitian akan dilaksanakan dengan menekankan pertimbangan etik meliputi : (1) Otonomi, peneliti memberi kebebasan kepada responden untuk menentukan apakah bersedia atau tidak untuk mengikuti kegiatan penelitian; (2) Informed Consent, peneliti menanyakan kesediaan menjadi responden setelah peneliti memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan, dan manfaat penelitian. Jika responden bersedia menjadi responden penelitian maka responden diminta menandatangani lembar persetujuan; (3)

Anonimity, peneliti tidak mencantumkan nama responden pada lembar pengumpulan data, tetapi akan memberikan kode pada masing-masing lembar persetujuan tersebut; (4) Confidentiality, peneliti menjamin kerahasiaan informasi responden dan kelompok data tertentu yang dilaporkan sebagai hasil penelitian; (5) Beneficience, selalu berupaya bahwa kegiatan yang diberikan kepada responden mengandung prinsip kebaikan bagi responden guna mendapatkan suatu metode atau konsep baru untuk kebaikan responden; (6) Nonmalaficience,

apalagi sampai mengancam jiwa bagi responden; (7) Veracity, penelitian yang dilakukan dijelaskan secaras jujur tentang manfaat, efek dan apa yang didapat jika responden terlibat di dalam penelitian tersebut; (8) Justice, peneliti harus berusaha semaksimal mungkin untuk tetap melaksanakan prinsip keadilan pada saat melakukan penelitian.

4.5 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari kuesioner Safaria dan Saputra (2009) tentang tingkat stres dengan menggunakan skala likert dan berdasarkan metode food frequency yang di adopsi dari kuesioner penelitian Syifa Puji Suci.

Bentuk pertanyaannya adalah pertanyaan tertutup agar memudahkan responden untuk memilih jawaban yang telah disediakan dan membatasi jawaban yang telah disediakan dan membatasi jawaban yang akan diberikan oleh responden sehingga hasil penelitian ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Instrumen ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian pertama berisi tentang data demografi, yang terdiri dari : kode responden, jenis kelamin dan umur.

Bagian kedua berisi tentang stres yang dialami responden terdiri dari 20 pertanyaan dengan mengikuti skala likert. Jawaban tidak pernah diberi nilai 0, jarang diberi nilai 1, kadang-kadang diberi nilai 2, sering diberi nilai 3 dan selalu diberi nilai 4. Jadi nilai tertinggi yang diperoleh adalah >53 dan nilai terendah adalah 0 (nol). Berdasarkan rumus statistika menurut Sudjana (1992),

� = � ��

Dimana, p merupakan panjang kelas, dengan rentang (nilai tertinggi dikurangi nilai terendah) sebesar 80 dan banyak kelas dibagi atas 3 kategorik (rendah, sedang, tinggi), maka akan diperoleh panjang kelas sebesar 26.

Dengan p= 25 dan nilai terendah 0 sebagai batas bawah kelas interval pertama, maka stres mahasiswa tingkat akhir dikategorikan atas interval sebagai berikut:

0-25 = stres rendah 26-52 = stres sedang >53 = stres tinggi

Bagian terakhir berisi tentang pola makan responden menggunakan formulir metode frekuensi makanan. Pola makan diberi bernilai 1 (baik) jika pola makan sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang (makanan pokok 3-4 porsi/hari, lauk-pauk 2-4 porsi/hari, sayuran 3-4 porsi/hari dan buah 2-3 porsi/hari) (Kemenkes, 2014). Pola makan diberi nilai 0 (buruk) jika pola makan tidak sesuai dengan Pedoman Gizi Seimbang.

4.6 Validitas dan Reabilitas 4.6.1 Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat – tingkat ke validan atau kesahinan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2010). Pada penelitian ini digunakan validitas isi. Validitas isi selanjutnya dikonsultasikan kepada dosen yang berkompeten. Dilakukan dengan menguji setiap butir instrumen pengumpulan data. Kuesioner dikatakan valid jika bernilai >0,7.

Nilai kuesioner pada kuesioner stres adalah 1 yang berarti instrumen telah valid.

4.6.2 Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban – jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataanya, maka berapa kalipun diambil tetap akan sama (Arikunto,2010). Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha

untuk kuesioner stres, dimana jika alpha > 0,70 maka butir – butir pertanyaan dikatakan reliabel dan untuk pola makan digunakan uji reliabel Kuder Richardson-21 dimana jika hasil >0,70 artinya pertanyaan dapat dikatakan reliabel.

Uji reliabilitas ini dibantu dengan menggunakan teknik komputerisasi. Besar sampel untuk uji reliabilitas penelitian ini berjumlah 30 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Keperawatan USU. Hasil uji reliabilitas pada kuesioner stres adalah 0,8 dan hasil uji reliabilitas pada kuesioner pola makan adalah 0,81. Maka dapat dikatakan bahwa instrumen sudah reliabel.

4.7Pengumpulan Data dan Pengolahan Data

4.7.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengajukan izin penelitian terlebih dahulu ke Fakultas Keperawatan USU, setelah izin penelitian diperoleh proses pengumpulan data dimulai. Sebelumnya peneliti membuat kuesioner untuk stres dan pola makan sebagai alat pengumpul data. Kemudian peneliti menjelaskan tujuan penelitian kepada calon responden, jika kriteria responden sesuai dengan pertimbangan pengambilan responden maka selanjutnya peneliti meminta kesediaan calon responden untuk menjadi subjek penelitian. Setelah responden setuju menjadi subjek penelitian, peneliti mengajukan surat persetujuan menjadi responden. Setelah itu, peneliti meminta kesediaan responden untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti sesuai dengan kuisioner. Sebelum kegiatan pengisian kuesioner, peneliti memberikan penjelasan mengenai cara pengisian kuesioner dan responden diberikan kesempatan untuk bertanya apabila ada pertanyaan di dalam kuesioner yang belum jelas atau tidak dipahami. Setelah itu, barulah melakukan analisa dari semua data yang terkumpul.

4.7.2 Pengolahan Data 1. Editing

Data yang telah dikumpul diperiksa kelengkapannya terlebih dahulu. Data dicek dan diperiksa untuk memastikan semua variabel sudah diisi lengkap.

Sebelum dimasukkan ke computer, dilakukan proses pemberian kode pada setiap variabel yang telah terkumpul untuk memudahkam dalam pengolahan selanjutnya. Coding digunakan untuk mempermudah analisis dengan melakukan perubahan data yang berbentuk huruf menjadi angka.

1. Untuk variabel dependen pengkodingan digunakan untuk mengetahui pola makan baik atau buruk pada responden. Coding 0 untuk pola makan buruk, Coding 1 untuk pola makan baik (makanan pokok 3-4 porsi/hari, lauk-pauk 2-4 porsi/hari, sayuran 3-4 porsi/hari dan buah 2-3 porsi/hari).

2. Untuk stres, 1 = stres ringan jika rentang jawabannya (0-25), 2= stres sedang jika nilainya (26-52), 3= stres tinggi jika nilainya (>53) dalam 20 pertanyaan.

3. Jenis kelamin, 1= laki-laki, 2= perempuan. Terdapat 1 pertanyaan untuk jenis kelamin.

4. Usia, 1= 19-20 tahun, 2= 21-22 tahun, 3= 23-24 tahun. Terdapat 1 pertanyaan.

3. Entry

Memasukkan data dengan menggunakan komputer. Untuk pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner yang telah diisi berdasarkan kode-kode yang telah ada oleh responden dimasukkan kedalam software statistic. Data pola makan pada FFQ dilihat satu-persatu kemudian dimasukkan pada software statistic untuk dikategorikan hasil dari formulir FFQ untuk melihat frekuensi makanan sesuai atau tidak dengan PGS. Data

responden yang berkaitan dengan stres dimasukkan kedalam software statistic, kemudian hasilnya dikategorikan menjadi stres ringan, sedang dan tinggi.

4. Cleaning

Pengecekkan kembali, untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan pada data tersebut, baik pengkodean maupun dalam kesalahan dalam membaca kode. Dengan demikian data telah siap dianalisis.

4.8 Analisa data

Analisis data yang akan peneliti lakukan adalah analisa univariat dan bivariat, yaitu sebagai berikut:

4.8.1 Analisis Univariat

Analisis ini umtuk mendapatkan gambaran pada masing-masing variabel. Gambaran yang didapat akan dimasukkan ke dalam bentuk tabel frekuensi dan akan digunakan untuk uji analisis deskriptif. Tabel frekuensi pada analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti.

4.8.2 Analisis Bivariat

Analisis ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan variabel independen (Stres) dengan variabel dependen (Pola makan) dengan menggunakan uji statistik korelasi spearman. Analisa dilakukan secara komputerisasi menggunakan SPSS.

Uji spearman digunakan karena variabel independen (stres) berskala kategorik (ordinal) dan variabel dependen (pola makan) berskala kategorik (ordinal). Uji spearman dapat digunakan untuk uji korelasi variabel ordinal dengan ordinal.

Tabel 4.1 Kriteria Penafsiran Korelasi Menurut Burns & Grove (1993) Nilai r Penafsiran >- 0.5 -0.3 – (- 0.5) -0.1 – (- 0.3) 0 0.1 – 0.3 0.3 – 0.5 >0.5

Korelasi negatif tinggi.

Hubungan negatif, interpretasi kuat. Korelasi negatif sedang.

Hubungan negatif, interpretasi sedang. Korelasi negatif rendah.

Hubungan negatif, interpretasi lemah. Tidak ada korelasi

Korelasi positif rendah.

Hubungan positif, interpretasi lemah. Korelasi positif sedang.

Hubungan positif, interpretasi sedang. Korelasi positif kuat.

Hubungan positif, interpretasi kuat.

BAB 5

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait