• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Swasta Sutomo 2 yang terletak di Jalan Deli Indah IV No.6, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. Waktu yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah ± 8 bulan dimulai dari bulan Juli 2013 sampai Februari 2014.

3.3 Populasi dan Sampel

Populasi pada penelitian ini adalah murid SMP Sutomo 2 yang berjumlah 894 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu murid SMP kelas VII, VIII, dan IX yang berumur antara 12 -14 tahun. Pemilihan sampel murid SMP kelas VII,VIII, dan IX dilakukan dengan teknik random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Adapun kriteria inklusi dan eksklusi dalam penyeleksian sampel adalah sebagai berikut:

Kriteria inklusi:

 Anak berumur antara 12-14 tahun

 Gigi permanen sudah tumbuh semua kecuali M3

 Belum pernah dirawat ortodonti (pesawat lepasan/ cekat/ fungsional)

 Anak dengan kriteria gemuk, normal dan kurus

 Bersedia mengikuti penelitian

Kriteria eksklusi:

 Jawaban pertanyaan tidak jelas/ tidak diisi

Besar sampel pada penelitian ini ditentukan dengan rumus :

n =�����

(1− ��) + �����(1− ��)�2

(�� − ��)2

Keterangan:

n = Besar sampel minimum pada penelitian

��= Nilai distribusi normal baku (Tabel Z) pada � = 5% adalah 1,96

�� = Nilai distribusi normal baku (Tabel Z) pada � = 10% adalah 1,282

�� = Proporsi dari hasil penelitian sebelumnya adalah 10%

�� = Perkiraan proporsi di populasi adalah 25%

�� − �� = Perkiraan selisih proporsi yang diteliti dengan proporsi di populasi adalah 15% Perhitungan: n =����� (1− ��) + �����(1− ��)�2 (�� − ��)2 n =1,96 0,1(10,1) + 1,282 0,25(10,25) 2 (0,25−0,1)2 n =(1,96 × 0,3) + (1,282 × 0,75) 2 (0,15)2 n =0,588 + 0,555 2 0,0225 n =1,143 2 0,0225

n =1,3064 0,0225 n = 58,064

Besar sampel minimum penelitian ini adalah 60 orang. Pada penelitian ini peneliti mengambil sampel sebanyak 80 orang.

3.3 Variabel dan Definisi Operasional

Variabel independen :

 Status Gizi

Status gizi adalah suatu keadaan gizi seseorang atau keadaan tubuh yang diakibatkan karena konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi tersebut.

Penilaian status gizi dilakukan dengan mengukur Body Mass Index for Age (BMI terhadap Umur). BMI adalah hasil perhitungan berat badan (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (m).

Kriteria BMI for Age ditentukan berdasarkan : 1. Berat Badan (BB)

Berat badan adalah massa tubuh (dalam kilogram) yang diukur dengan menggunakan timbangan berat badan.

2. Tinggi Badan (TB)

Tinggi badan adalah panjang badan dalam posisi tegak (dalam meter) yang diukur dari telapak kaki sampai ujung kepala dengan pengukur tinggi badan.

Setelah nilai BMI diperoleh, perhatikan Z score pada diagram untuk menentukan kriteria BMI anak sesuai dengan umur dan jenis kelamin (Gambar 4). Penentuan kriteria BMI anak sesuai dengan kriteria diagram Z score WHO ada lima kategori, namun pada penelitian ini hanya dibedakan atas tiga kategori, yaitu:

a. Kurus

Kategori kurus terdiri atas anak dengan kategori BMI kurus dan sangat kurus (Standar pengukuran BMI < -2SD). Untuk laki-laki dan perempuan umur 12 tahun

masing-masing skor BMI <15, umur 13 tahun skor BMI <15, dan umur 14 tahun skor BMI < 15,5.

b. Normal

Kategori normal bila mempunyai standar pengukuran BMI dengan kategori normal (Standar pengukuran BMI -2SD sampai dengan 1SD). Untuk laki-laki umur 12 tahun skor BMI 15-19,9 , umur 13 tahun skor BMI 15-20,9 , umur 14 tahun 15,5-21,9 , sedangkan untuk perempuan umur 12 tahun skor BMI 15-20,9 , umur 13 tahun skor BMI 15-20,9 , dan umur 14 tahun skor BMI 15,5-22,9.

c. Gemuk

Kategori gemuk terdiri atas anak dengan kategori BMI gemuk dan obesitas (Standar pengukuran BMI >2SD). Untuk laki-laki umur 12 tahun skor BMI >19,9 , laki-laki umur 13 tahun skor BMI >20,9 , laki-laki umur 14 tahun skor BMI >21,9 , sedangkan untuk perempuan umur 12 tahun skor BMI >20,9 , umur 13 tahun skor BMI >20,9 , dan umur 14 tahun skor BMI >22,9.

Gambar 4. Diagram BMI for Age untuk anak 5-19 tahun a) laki-laki b) perempuan

Variabel terkendali:

 Umur

Dilihat dari tanggal lahir sampai sekarang. Variabel perantara:

 Jenis Kelamin

 Kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk oral adalah tindakan yang terjadi berulang-ulang secara otomatis sebagai akibat dari proses alamiah yang kompleks yang melibatkan kontraksi otot oral dan sekitarnya yang bersifat kontinu yang merupakan salah satu faktor lingkungan penyebab maloklusi. Dapat diketahui dari pemeriksaan mulut dan pertanyaan kuesioner.

 Tingkat sosial ekonomi

Stratifikasi sosial ekonomi anak yang tergantung pada pendidikan, pendapatan dan pekerjaan orang tuanya, dikategorikan dalam kelas menegah ke bawah, menengah dan menengah ke atas. Dapat diketahui dari kuesioner.

Variabel dependen:

 Gigi berjejal ( dental crowding )

Gigi berjejal secara umum dinyatakan sebagai ketidaksesuaian ruang lengkung rahang yang dibutuhkan bagi gigi untuk terletak dalam lengkung yang normal. Diketahui dari pemeriksaan rongga mulut dengan menggunakan derajat keparahan gigi berjejal menurut Proffit, yaitu dikategorikan gigi berjejal bila kekurangan ruang diatas 2 mm.26

3.4 Alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu:

1. Timbangan berat badan merk Kris Model 285199 dengan pengukuran secara digital satu angka dibelakang koma untuk mengukur berat badan dalam satuan kilogram (kg).

2. Pengukur tinggi badan merk GEA Tipe SH-2A High Meter 2M untuk mengukur tinggi badan dalam satuan meter (m).

3. Kaca mulut merk dentica untuk memeriksa rongga mulut dan mengetahui kebiasaan bernafas melalui mulut.

4. Kalkulator merk Casio Tipe ƒx- 570 MS untuk menghitung rumus BMI for Age.

6. Tipe-x merk Inyan CP-8963 untuk mengkoreksi kesalahan pada saat mengisi data.

Gambar 5. Alat penelitian : a)Timbangan berat badan, b)Pengukur tinggi badan, c)Kaca mulut, d)Kalkulator, e)Pulpen, f)Tipe-x.

3.5 Prosedur Penelitian

1. Persiapan alat penelitian yang dibutuhkan untuk meneliti.

2. Pengumpulan data demografi subjek penelitian, yaitu berupa nama, jenis kelamin dan umur dari kelas VII,VIII, dan IX.

3. Murid yang menjadi sampel penelitian dipilih secara random dari daftar nama murid kelas VII,VIII,dan IX.

4. Penjelasan kepada calon subjek penelitian secara lisan maupun tulisan, pembagian lembar persetujuan dan pengumpulan lembar persetujuan.

5. Pembagian kuesioner untuk orang tua setelah surat persetujuan calon penelitian sudah dikumpul.

6. Penyeleksian subjek penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. 7. Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan disekolah selama seminggu dengan menggukur ± 15 murid untuk setiap harinya.

8. Berdasarkan berat dan tinggi badan tiap murid yang menjadi subjek penelitian, dilakukan pengukuran BMI masing-masing murid.

9. Penentuan kriteria BMI murid SMP dengan melihat nilai BMI hasil perhitungan pada diagram BMI for Age kemudian disesuaikan dengan nilai skor Z pada diagram sesuai dengan standar yang ditetapkan WHO. Kriteria BMI disesuaikan dengan jenis kelamin dan umur masing-masing subjek penelitian.

10. Pemeriksaan gigi berjejal dilakukan dengan mengobservasi susunan gigi subjek ketika pemeriksaan rongga mulut.

11. Untuk mengetahui kebiasaan buruk bernafas melalui mulut dapat dilakukan dengan menggunakan kaca mulut yang di letakkan di dekat hidung dengan permukaan kaca menghadap ke hidung ketika subjek dalam keadaan tidak tegang dan untuk mengetahui kebiasaan buruk oral yang lainnya seperti menggisap bibir bawah dan penggunakan botol susu dilakukan dengan mewawancarai sampel mengunakan kuesioner.

12. Untuk mengetahui tingkat sosial ekonomi sampel, peneliti mewawancarai sampel menggunakan kuesioner yang diberi poin pada setiap jawaban pertanyaan.

3.6 Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji statistik inferensial yaitu uji Chi square- 2 atau yang dikenal

dengan uji Kai- Kuadrat untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan gigi berjejal pada gigi permanen.

BAB 4

Dokumen terkait