• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN Identifikasi Variabel

Dalam dokumen T1 802008018 Full text (Halaman 26-36)

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel penelitian yang digunakan, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerimaan diri, sedangkan variabel terikat adalah penyesuaian diri.

Definisi Operasional

1. Penerimaan Diri : kemampuann menerima apapun keadaan yang dimilikinya.

2. Penyesuaian Diri : respon-respon mental dan tingkah laku,yang merupakan usaha individu agar berhasil mengatasi kebutuhan,ketegangan,konflik,dan frustasi yang dialami didalam dirinya.

Partisipan

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang bersekolah di SLB Wahid Hasyim (SD, SMP, SMA) yang berjumlah 50 orang. Dalam penelitian ini, partisipan yang digunakan adalah semua anak yang menderita tuna daksa dengan usia sekolah yang bersekolah di SLB ABCD Wahid Hasyim berjumlah 30 orang, yang semuanya duduk di bangku SD-SMA. Dikarenakan sekolah tersebut tidak menggolongkan antara tingkat tuna daksa ringan, sedang, dan berat maka dalam penelitian tidak ada pembagian anak dengan tuna daksa ringan, sedang dan berat.

Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan skala sebagai alat ukur. Populasi dalam penelitian ini adalah murid tuna daksa di Sekolah Luar Biasa Wahid Hasyim yang berjumlah 50 orang, dengan sampel sebanyak 30 orang. Teknik

dengan kekurangan kondisi fisik (tuna daksa); (b) siswa sedang dalam usia wajib belajar 12 tahun (SD, SMP, SMA).

Dikarenakan sekolah tidak menggolongkan antara tingkat tuna daksa ringan, sedang, dan berat maka dalam penelitian tidak ada pembagian anak dengan tuna daksa ringan, sedang dan berat.dalam penelitian iniadalah dengan menggunakan teknikanalisis korelasi.

Alat Ukur Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua alat ukur berupa skala penerimaan diri Sheerer yang diadaptasi Berger (Denmark, 1973), sedangkan skala penyesuaian diri dibuat sendiri oleh peneliti. Namun didasarkan pada aspek yang diambil dari teori yang dikemukakan oleh Schneider. Jumlah item yang diuji dalam skala penerimaan diri, peneliti menggunakan skala Sheerer yang dimodifikasi oleh Berger. Jumlah item dalam skala penerimaan diri sebanyak 36 item dan yang sudah diuji menjadi 19 item dengan daya diskriminasi bergerak antara 0,382-0,781 dengan alpha cronbach‟s sebesar 0,887. Sedangkan skala penyesuaian diri dari 22 item menjadi 7 item dengan daya diskriminasi dari 0,332 sampai dengan 0,524. Salah satu contoh item skala penerimaan diri yang diambil dari item nomor 1 sebagai berikut: jika ada yang mendukung, saya berani untuk melakukan sesuatu. Sedangkan salah satu contoh item skala penyesuaian diri yang diambil dari item nomor 1 sebagai berikut : saya tetap tegar walau sering dihina oleh orang lain atas kekurangan pada diri saya.

Prosedur Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4Agustus 2015.Jumlah skala psikologi yang disebar sebanyak 30 buah skala psikologi yang dibagikan pada penderita tuna daksa.30 responden merupakan jumlah keseluruhan anak yang menderita tuna daksa yang bersekolah di SLB Wahid

Hasyim, yang berada pada tingkat SD-SMA. Sebelumnya, terlebih dahulu peneliti memperkenalkan diri dan memberikan penjelasan mengenai maksud dan tujuan peneliti melakukan penelitian kepada siswa tuna daksa dan meminta partisipasi siswa penderita tuna daksa tersebut untuk berperan serta dalam penelitian ini dengan mengisi skala yang disebarkan kepada mereka. Selama pengisian skala, subjek diperkenankan bertanya jika ada materi yang terdapat di dalam skala dianggap sulit dipahami atau tidak jelas.Selama pengisian skala, peneliti berada di dalam ruangan untuk memberikan penjelasan jika terdapat persoalan yang tidak dimengerti subjek.Setelah pengisian skala selesai, skala langsung diberikan kepada peneliti dan peneliti langsung mengecek skala yang telah diisi subjek.Selama pelaksanaan penelitian, subjek-subjek dapat bekerjasama dengan baik meskipun ada beberapa subjek-subjek yang meminta bantuan peneliti untuk menjelaskan semua materi di dalam skala psikologi dari awal hingga akhir.Pada penelitian ini, penulis menggunakan try out terpakai yaitu subjek yang digunakan untuk try out digunakan sekaligus untuk penelitian. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian diolah menggunakan bantuan program SPSS 16.0 for windows.

Teknik Analisis Data

Metode analisis menggunakan uji korelasi untuk melihat hubungan signifikan antara penerimaan diri dengan penyesuaian diri pada penderita tuna daksa. Analisis data dilakukan dengan bantuan program bantu computer SPSS 16.0 for windows

Hasil Penelitian

Analisis deskriptif hasil pengukuran penyesuaian diri dan penerimaan diri Tabel 4.1 Kategorisasi Pengukuran Skala Penerimaan Diri

No. Interval Kategori Mean N Persentase

1. x ≥ 89 Tinggi 75.20 4 13,33% 2. 62 ≤ x < 89 Sedang 24 80% 3. x < 62 Rendah 2 6,67% Jumlah 30 100% SD = 13,84 Min = 44 Max = 110 Keterangan: X = penerimaan diri

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dapat dilihat bahwa 4 subjek memiliki skor penerimaan diri berada pada kategori tinggi dengan persentase 13,33%, 24 subjek memiliki skor penerimaan diri yang berada pada kategori sedang dengan persentase 80%, dan 2 subjek yang berada pada kategori rendah dengan persentase 6,67%. Berdasarkan rata-rata sebesar 75.20, dapat dikatakan bahwa rata-rata penerimaan diri berada pada kategori sedang. Skor yang diperoleh subjek bergerak dari skor minimum 44 sampai dengan skor maksimum sebesar 110 dengan standard deviasi 13.84.

Tabel 4.1 Kategorisasi Pengukuran Skala Penyesuaian Diri No. Interval Kategori Mean N Persentase

1. x ≥ 63 Tinggi 55.76 3 10% 2. 48 ≤ x < 63 Sedang 25 83.33% 3. x < 48 Rendah 2 6,67% Jumlah 30 100% SD = 7.26 Min = 45 Max = 75 Keterangan: X = penyesuaian diri

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dapat dilihat bahwa 3 subjek memiliki skor penyesuaian diri yang berada pada kategori tinggi dengan persentase 10%, 25 subjek memiliki skor penyesuaian diri yang berada pada kategori sedang dengan persentase 83.33%, dan 2 subjek yang berada pada kategori rendah dengan persentase 6,67%. Berdasarkan rata-rata sebesar 55.76, dapat dikatakan bahwa rata-rata penerimaan diri berada pada kategori sedang. Skor yang diperoleh subjek bergerak dari skor minimum 45 sampai dengan skor maksimum sebesar 75 dengan standard deviasi 7,26.

Uji Asumsi

Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui distribusi sebaran data penelitian variabel penerimaan diri dan penyesuaian diri mengikuti sebaran distribusi normal atau tidak normal.

Tabel 4.3 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

Kolmogorov-Smirnov Z –

Penerimaan Diri

.415

Asymp. Sig. (2-tailed) .995

Kolmogorov-Smirnov Z –

Penyesuaian Diri

.546

Asymp. Sig. (2-tailed) .927

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Berdasarkan hasil uji normalitas pada variabel penerimaan diri diperoleh nilai Kolmogorov-Smirnov Z = 0.415; signifikansi = 0.995 (p> 0.05). Sedangkan hasil uji normalitas pada variabel penyesuaian diri diperoleh nilai Berdasarkan hasil tersebut Kolmogorov-Smirnov Z = 0.546; signifikansi = 0.927 (p> 0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebaran data variabel penerimaan diri dan variabel penyesuaian diri memenuhi distribusi normal. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa subjek dapat mewakili populasinya.

Tabel 4.4 Uji Linieritas Tests of Between-Subjects Effects Dependent Variable: Penerimaan_Diri

Source Type III Sum

of Squares Df Mean Square F Sig. Corrected Model 2405.967a 17 141.527 .539 .881 Intercept 146415.002 1 146415.002 557.978 .000 Penyesuaian_di ri 2405.967 17 141.527 .539 .881 Error 3148.833 12 262.403 Total 175206.000 30 Corrected Total 5554.800 29

a. R Squared = .433 (Adjusted R Squared = -.370)

Berdasarkan data dalam table tersebut dihasilkan nilai Fbeda linieritas = 557.978 dengan signifikansi (p) = 0.000 (p < 0,000). Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel penerimaan diri mempunyai hubungan yang searah (positif) dengan variabel penyesuaian diri.

Uji Hipotesis

Analisis data untuk uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson. Tabel 4.3 Uji Korelasi Correlations Penyesuaian_diri Penerimaan_Diri Penyesuaian_diri Pearson Correlation 1 .361* Sig. (1-tailed) .025 N 30 30 Penerimaan_Diri Pearson Correlation .361* 1 Sig. (1-tailed) .025 N 30 30

*. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).

Berdasarkan tabel tersebut dihasilkan nilai korelasi (r) = 0.361 dengan signifikansi (p) = 0.025 (p < 0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dan positif antara penerimaan diri dengan penyesuaian diri anak tuna daksa di SLB Wahid Hasyim Bringin. Dengan hasil ini, maka hipotesis yang diajukan oleh peneliti diterima, yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antara penerimaan diri dengan penyesuaian diri anak tuna daksa.

PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini menguatkan penelitian yang dilakukan oleh Wardhani(2012) yang menemukan bahwa terdapat hubungan yang sangat tinggi antara penerimaan diri dengan penyesuaian diri terhadap anak yang mengalami cacat fisik (tuna daksa). Penelitian yang dilakukan oleh Agung Septian (2005) juga menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif yang berarti antara penerimaan diri dan penyesuaian diri.

Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa seorang anak dengan tuna daksa jika memiliki penerimaan diri yang positif akan menaikkan penyesuaian diri dalam diri sendiri. Sehingga anak tuna daksa yang memiliki penerimaan diri yang positif akan lebih bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan bisa menerima diri apa adanya, tidak merasa berbeda dengan anak-anak lainnya.

Hal ini disebabkan oleh anak tuna daksa yang mempunyai penerimaan diri yang baik akan lebih mudah memahami realitas yang ada pada dirinya, yang disebabkan oleh anak tuna daksa dapat menerima kekurangan dan kelebihan yang dmilikinya serta mampu mengembangkannya. Anak tuna daksa seperti ini akan mampu membuka diri terhadap jejaring sosial, sebab mereka memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Hubungan antara penerimaan diri dengan penyesuaian diri sesuai dengan pendapat yang dilakukan oleh Cathoun dan Acocella (dalam Carson, 2006) bahwa penerimaan diri merupakan asset pribadi yang sangat berharga, oleh karena itu penerimaan diri akan membantu dalam hal penyesuaian diri sehingga seimbang dan terintegritas. Diperkuat oleh pendapat Sari (2002) yang menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah penerimaan diri,yaitu

pula dalam memandang dan memahami keadaan dirinya, sehingga akan menimbulkan perasaan, memiliki kepercayaan serta rasa aman di dalam diri jika seseorang dapat diterima dalam lingkungannya. Hal ini menjelaskan apabila anak tuna daksa dapat menerima kenyataan-kenyataan yang dirasakan pada setiap keaadaan, maka anak tuna daksa tersebut dapatmemberikan kesempatan pada dirisendiri untuk menyadari sepenuhnyaserta menyadari pilihan dan tindakanyang diambil, sehingga anaktunadaksa tidak terhambat atau tidak merasakesulitan dalam hal penyesuaian diri.

Hasil penelitian ini menujukkan bahwa penerimaan diri dengan segala aspek yang terkandung di dalamnya memang memberikan kontribusi untuk penyesuaian diri pada anak tuna daksa, meskipun penyesuaian diri anak tuna daksa tidak hanya dipengaruhi oleh variabel tersebut. Penerimaan diri memberikan kontribusi positif terhadap penyesuaian diri, yang artinya semakin tinggi penerimaan diri maka akan semakin tinggi pula penyesuaian diri, sebaliknya semakin rendah penerimaan diri maka akan semakin rendah pula penyesuaian diri. Sehingga hal tersebut mencerminkan bahwa memiliki penerimaan diri yang tinggi menjadi salah satu hal yang dapat memunculkan perilaku penyesuaian diri yang tinggi pada anak tuna daksa.

Sesuai yangdikemukakan oleh Sheerer (dalamSambu, 2011) anak tuna daksa yang mampu menerima diri adalah anak yang bisa mempunyai perasaan sederajat,percaya kemampuan sendiri,bertanggungjawab, berorientasi keluar,berpendirian, menyadari keterbatasan,dan menerima sifat kemanusiaan. Perasaan sederajat adalah individu menganggap bahwa dirinya berharga sebagai manusia yang sederajat dengan orang lain. Percaya terhadap kemampuan diri adalah individu yang memiliki kemampuan untuk menghadapi kehidupan terlihat dari sikap individu yang percaya diri, mengembangkan sikap baiknya dan menghindari sikap buruknya, serta puas menjadi dirisendiri. Bertanggung jawab adalah individu yang mampu bertanggung

jawab terhadap perilakunya. Orientasi keluar diri adalah individu yang senang dan tidak malu untuk mengaktualisasikan diri.

Dalam dokumen T1 802008018 Full text (Halaman 26-36)

Dokumen terkait