• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN 1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metodologi kuantitatif  analisis atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Metodologi ini mempunyai prinsip objectivist. Prinsip ini mengangap bahwa terdapat keteraturan atau hukum-hukum yang dapat digeneralisasikan dalam fenomena sosial. Dengan demikian tidak  mementingkan kedalaman data atau analisis. Periset lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil riset dianggap sebagai hasil representasi dari seluruh populasi.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey, yaitu meneliti polulasi yang relatif luas dengan cara menentukan sampel yang mewakili (representatif) dari populasi yang diteliti. Metode survey ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner/angket, dokumentasi, dan wawancara.

2. Variabel penelitian.

Variable penelitian yaitu segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (sugiyono, 2010:38).

a. Variabel Independen

Variabel Independen (Variabel bebas) adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahanya atau timbulnya variabel dependen. (Sugiyono, 2009:39). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

X = Exposure Film Laskar Pelangi

b. Variabel Dependen

Variabel Dependen (varibel terikat) adalah variabel yang terpengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. (Sugiyono, 2009:38)

c. Definisi Konseptual

1) Media Exposure, Film Laskar Pelangi

Media exposure didefinisikan sebagai perilaku khalayak  dalam menggunakan media yang dibedakan menjadi 2 macam yaitu khalayak pasif dan khalayak aktif. Dikatakan khalayak pasif  apabila mudah dipengaruhi secara langsung oleh media, sedangkan disebut khalayak aktif apabila membuat keputusan mengenai bagaimana menggunakan media tersebut. Pda penelitian ini khlayak dikategorikan sebagai khalayak aktif karena memilih sendiri film laskar pelangi sebagai tontonannya.

Sedangkan pengertian 2 pokok yang berkaitan dengan konsep (dikutip dari laporan penelitian televisi dan persepsi anak, oleh Arif Wibawa & Edwi Arif Sosiawan, 1997), yaitu:

a) Frekuensi, yaitu banyaknya tingkat keseringan menonton film.

b) Intensitas , yaitu beberapa menit waktu yang dihabiskan untuk menonton film.

c) Exposure, yaitu kegiatan mendengarkan, melihat, dan membaca pesan-pesan. Dalam penelitian ini, exposure diukur berdasarkan frekuensi dan intensitas menonton film laskar pelangi.

2) Motivasi Kunjungan Wisata

McIntosh mengklasifikasikan motif-motif wisata yang dapat diduga itu menjadi empat kelompok, yaitu:

a) Motif fisik, yaitu motif-motif yang berhubungan dengan kebutuhan badaniah.

b) Motif budaya, adalah yang bersifat untuk mempelajari atau sekedar untuk mengenal atau memahami tata cara dan kebudayaan bangsa atau daerah lain serta pemandangan alam yang ada disana.

c) Motif interpersonal, yang berhubungan dengan keinginan untuk bertemu dengan orang lain.

d) Motif status atau motif prestise. Orang yang pernah bepergian ke daerah-daerah lain dianggap atau merasa dengan sendirinya naik gengsinya, naik statusnya.

d. Definisi Operasional Varibel

1) Media Exposure, Film Laskar Pelangi

a) Frekuensi, yaitu banyaknya tingkat keseringan menonton film laskar pelangi pada mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga angkatan 2009-2011.

b) Intensitas , yaitu beberapa menit waktu yang dihabiskan untuk menonton film laskar pelangi pada mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Angakatan 2009-2011.

2) Motivasi kunjungan wisata, indikator motivasi kunjungan wisata: a) Motif fisik, diantaranya adalah olahraga, istirahat, dan

kesehatan.

b) Motif budaya, diantaranya adalah kebiasaan hidup , menikmati kebudayaannya yang berupa bangunan, musik, tarian, bahasa, dan etnis.

c) Motif interpersonal, diantaranya adalah keinginan untuk  bertemu dengan keluarga, teman, tetangga, atau berkenalan dengan orang-orang tertentu, atau berjumpa, atau sekedar dapat melihat tokoh-tokoh terkenal

d) Motif status atau motif prestise, dianggap atau merasa dengan sendirinya naik gengsinya, naik statusnya.

3. Populasi dan sampel a. Populasi

Populasi sebagai keseluruhan objek atau fenomena yang diteliti. Populasi generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh periset untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulan (Kriyantono 2007:149). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah sebagai berikut:

1) Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga angkatan 2009-2011

2) Sudah pernah menonton film laskar pelangi 3) Belum pernah berkunjung ke pulau Belitung 4) Ada keinginan untuk berkunjung ke Belitung.

Adapun perinciannya sebagai berikut:

Tabel 1

Jumlah Populasi Penelitian

NO I.KOM Angkatan Jumah

1 2009 90

2 2010 110 3 2011 145 Jumlah 345

Sumber : Bagian Tata Usaha FISHUM UIN Sunan Kalijaga Maret 2012

b. Sampel

Sampel adalah sebagian dari keseluruhan objek atau fenomena yang akan diamati (Kriyantono 2007:149). Untuk menentukan sampel penilitian, peneliti menggunakan sampling purposif ( Purposive Sampling) teknik sampling ini mencakup orang-orang yang diseleksi

penelitian ini adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga yang pernah menonton film laskar pelangi dan memiliki keinginan untuk berkunjung ke pulau Belitung. Teknik penarikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  purposive sampling, yaitu pengambilan sampel bertujuan, istilah penelitian yang berarti pengambilan sampel dari populasi yang sudah dikenal sifat-sifatnya, berdasrkan pertimbangan-pertimbangan tertentu dan berlandaskan tujuan penelitian (Effendy, 1989:296). Untuk menentukan jumlah sampel akan ditentukan dengan menggunakan rumus Yamane sebagai berikut :

n = 

Keterangan :

n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

E = Kelonggaran ketidatelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolelir.

n =  =   =   = 

= 77,52 = 78

Setelah diketahui jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian, yaitu responden, maka langkah selanjutnya adalah membagi sampel-sampel tersebut untuk seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2009-2011UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tabel 2

Jumlah Sampel Penelitian

NO I.Kom Angkatan Jumlah 1 2009 21 2 2010 24 3 2011 33 Jumlah 78

Sumber : Bagian Tata Usaha FISHUM UIN Sunan Kalijaga Maret 2012

4. Teknik dan Instrumen pengumpulan data. a. Jenis Data

1) Data Primer

Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama. Data-data primer ini menggunakan data cross section, yaitu sekumpulan data untuk meriset fenomena tertentu dalam satu

dari hasil kuisioner yang telah diisi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga yang dijadikan responden. Setelah data kuisioner terkumpul, kemudian data tersebut dianalisa secara statistik. Cara penghitungan data yang menggunakan komputer dengan bantuan program software SPSS 17.

2) Data Sekunder

Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini adalah kepustakaan: buku, artikel, jurnal, dan internet.

b. Instrument pengumpulan data

Metode pengumpulan data adalah cara yang dilakukan peneliti dalam memperoleh data dari lapangan. Instrument pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu:

1) Kuisioner (angket)

Menurut Arikunto (2010:194), angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari responden dalam arti laporan tentang dirinya atau hal-hal yang ia ketahui. Sedangkan menurut Sugiyono (2010:145), kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Jenis angket yang digunakan peneliti

angket tertutup sehingga responden tinggal memilih jawaban yang sudah disediakan. Dan metode alat pengukuran pada angket ini menggunakan skala  Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap seseorang tentang sesuatu objek sikap. Penilain skala interval dengan jawaban pertanyaan menggunakan skor 1-5 dengan keterangan 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = kurang setuju, 4 = setuju, 5 = sangat setuju.

2) Dokumentasi

Menurut (Arikunto) (2010:201), dalam pelaksanaan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan , notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Peneliti menggunakan metode dokumentasi guna mencari data berupa statistik yang terdiri dari jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke pulau belitung.

5. Metode analisis data. a. Uji Validitas

Menurut Arikunto (1993:219), validitas adalah keadaan yang menggambarkan tingkat instrument yang bersangkutan mampu mengukur apa yang akan diukur. Ada dua jenis validitas untuk instrumen penelitian yaitu validitas logis dan empiris.

aspek yang diukur sudah memiliki validitas konsturksi. Untuk  menguji setiap validitas setiap butir, maka skor-skor yang ada pada butir dikorelasikan dengan skor total. Skor butir dipandang sebagai nilai X dan skor total dipandang sebagai nilai Y. Rumus korelasi yang digunakan adalah yang dikemukakan oleh peason yang dikenal dengan rumus korelasi product moment .

()   ∑   (∑ )(∑ )

√ ( ∑ 

 (∑ )

( ∑ 

 (∑ )

)

Keterangan :

r(x) : Koefisien korelasi antara skor butir dengan skor total

N : Jumlah subjek uji coba

∑x : Jumlah skor butir (x)

∑x² : Jumlah skor butir kuadrat (x)

∑y : Jumlah skor total (y)

∑y² : Jumlah skor total kuadrat (y)

b. Uji reliabilitas.

Pada penelitian uji realibilitas yang digunakan yaitu menggunakan alat ukur dengan teknik  Alpha Cronbach dari Arikunto (2002:171)

Rumus :

 

    ,  ∑(*



+

-Keterangan :

R = Koefisien reliabilitas yang dicari

K = Jumlah butir pertanyaan



= Variasi butir-butir pertanyaan

 = Variasi Skor

6. Teknik analisis data

Penelitian ini menggunakan analsisi regresi linear sederhana dilandaskan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel dependen (Sugiyono, 2009:243). Persamaan umum regresi linear sederhana adalah:

Keterangan :

Y = Subjek dalam variabel dependen

a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan)

b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada varibel indenpen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi penurunan.

X = Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.

I. Sistematika Pembahasan

Untuk memberikan gambaran secara umum dan mempermudah pembahasan, maka penyusunan menyajikan susunan penelitian ini kedalam 4 bab.

BAB I Merupakan bab pendahuluan membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan, telaah pustaka, kerangka teoritik, metode penelitian, dan terkhir sistematika pembahasan.

BAB II Membahas Gambaran umum lokasi penelitian di Prodi Ilmu Komunnikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

BAB III Berupa hasil dari penelitian dan pembahasan tentang mahasiswa Ilmu komunikasi dalam hal motivasi kunjungan wisata ke pulau Belitung yang pernah menonton Film Laskar Pelangi, yang terdiri dari deskiptif  kualitatif, persebaran data, uji hipotesis.

BAB IV merupakan penutup yang terdiri dari kesimpulan seluruh rangkaian yang telah dikemukakan dan merupakan jawaban atas permasalahan yang ada dan saran-saran yang dapat diajukan sebagai rekomendasi lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran.

Ardianto, Elvinaro, Dr., M.si. 2010.  Metode Penelitian untuk Public Relations kuantitatif dan Kualitatif, Bandung : Simbiosa Rekatama Media.

Ardianto, Elvinaro & Lukiata Komala Erdianaya. 2004. Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Bandung : Simbiosa Rekatama Media

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta

Mulyana, Dedy. 2000.  Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , Bandung : Remaja Rosdakarya

Effendy, Onong Uchjana. 1993.  Dimensi Komunikasi, Bandung : Remaja Rosdakarya

Effendy, Onong Uchjana. 1993.  Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi, Bandung : PT Citra Aditya Bakti

Gde, I Pitana, Prof., Dr., MSi. 2005. Sosiologi Pariwisata, Yogyakarta : Andi

Imanjaya, E, 2003. Andai Ia Tahu, Kupas Tuntas Proses Pembuatan Film, Jakarta : PT. Lestari Adhivisitama Estetika

Kriyantono, Rachmat, S.Sos., M.Si. 2008. Teknik Praktis Riset Komunikasi, Jakarta: Kencana

Moore, Frazier Ph.D. 2004. Humas, Membangun Citra Dengan Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya

Rakhmat Jalaluddin, Drs., M.Sc. 2007. Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya

Rakhmat Jalaludin, Drs., M.Sc. 1999.  Metode Penelitian Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya

Severin, Werner J. & James W. Tankard, Jr, 2008. Teori Komunikasi : Sejarah,  Metode, & Terapan Di Dalam Media Massa, Jakarta: Kencana

Siregar, A. 1985. Film Sebuah Pengantar , Yogyakarta : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada

Soekadijo, R.G. 1996. Anatomi Pariwisata (Memahami Pariwisata Sebagai “Systemic Linkage”), Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Sugiyono, Prof.,Dr. 2009.  Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: Alfabeta

Sumarno, M. 1996. Dasar-Dasar Apresiasi Film, Jakarta : Gramedia

Yuti, Oka A, Drs. MBA. 2005. Perencanaan Strategi Pemasaran Daerah Tujuan Wisata, Jakarta: Pradnya Paramita

Widagno, Bayu & Winastawan Gora. 2007  Bikin Film Itu Mudah, Yogyakarta: Penerbit Andi

Dokumen terkait