Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena peneliti hanya ingin memaparkan situasi dan peristiwa yang ada secara rinci. Penelitian deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu. Riset ini untuk menggambarkan realitas yang sedang terjadi tanpa menjelaskan hubungan antarvariabel (Kriyantono, 2006: 69).
Metode penelitian kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya (Kriyantono, 2006:56). Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2007:6).
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yaitu di shelter Animal Defenders Indonesia yang beralamat di Palem Ganda Asri 2, cluster AA blok C/30, Karang Mulya, Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten 15157.
3. Teknik Pengambilan Sampel
Pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pada purposive sampling tidak ada generalisasi karena pengambilan sampel tidak berdasar atas pertimbangan populasi, namun diarahkan pada sumber data yang dipandang memiliki data yang penting yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti (Sutopo, 2006:46).
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil beberapa orang sebagai informan, yakni dari pihak Animal Defenders Indonesia sebagai Founder dan masyarakat yang mengetahui dan pernah memberikan kontribusi untuk Animal Defenders Indonesia, baik yang sudah menjadi followers ataupun pernah mengunjungi shelter. Adapun informan yang peneliti wawancarai ada 9 orang narasumber, yaitu:
a. Founder Animal Defenders Indonesia yang berjumlah 1 orang.
b. Followers Instagram @animaldefendersindo yang berjumlah 6 orang.
c. Volunteer Animal Defenders Indonesia yang berjumlah 2 orang.
4. Sumber Data
Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain (Lofland dan Lofland dalam Moleong, 2007: 157). Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Data Primer
Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari lapangan melalui proses wawancara pada informan yaitu Animal Defenders Indonesia dan masyarakat yang mengetahui dan pernah memberi kontribusi untuk Animal Defenders Indonesia. Hasil wawancara dengan informan ini kemudian direkapitulasi dan dijadikan sebagai data utama dalam penelitian ini.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang mendukung data primer dan merupakan sumber data yang diperoleh dari mengutip dan mengumpulkan keterangan-keterangan dari sumber lain seperti susunan organisasi Animal Defenders Indonesia yang diperoleh dari anggota Animal Defenders Indonesia dan keterangan lain yang diambil dari web www.animaldefenderisindo.or.id, artikel berita maupun dokumentasi foto dan video.
5. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah sebagai berikut:.
a. Wawancara
Wawancara menggunakan metode indepth interview dilakukan peneliti pada narasumber dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan objek penelitian tanpa mengikutsertakan cara pandang peneliti terhadap objek penelitian. Peneliti menyusun pedoman wawancara
(interview guide) sebelum melaksanakan wawancara dengan narasumber. Pedoman wawancara (interviewguide) disusun agar mempermudah peneliti dalam mendapatkan data ketika wawancara berlangsung.
b. Dokumentasi
Peneliti memanfaatkan dokumentasi sebagai sumber data tambahan yang diperoleh melalui foto-foto kegiatan Animal Defenders Indonesia dan trankskrip hasil wawancara dengan narasumber.
6. Teknik Validitas Data
Dalam penelitian ini data yang telah dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian, harus diusahakan kebenarannya. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan untuk lebih memantapkan data dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi data (Sutopo, 2006: 93-94).
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.
Dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber. Triangulasi sumber menunjuk pada upaya peneliti untuk mengakses sumber-sumber yang lebih bervariasi guna memperoleh data berkenaan dengan persolan yang sama. Peneliti bermaksud menguji data yang diperoleh dari satu sumber untuk dibandingkan dengan sumber lain.
Sehingga data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenerannya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda.
7. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini teknik analisa data yang digunakan adalah model analisis interaktif (interactive models of analysis), seperti apa yang dikemukakan Miles dan Huberman (Sutopo, 2006: 113-116) yang -mana bergerak di tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan di mana aktivitas ketiga komponen tersebut bukan linier namun merupakan siklus dalam struktur kerja interaktif yang diuraikan sebagai berikut:
a. Reduksi Data
Adalah proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi data (kasar) yang dilaksanakan selama berlangsungnya proses penelitian.
Setelah data dari hasil wawancara diperoleh, peneliti kemudian melakukan transkrip wawancara untuk kemudian dijadikan sebagai data penelitian. Peneliti kemudian melakukan analisis terhadap hasil wawancara dengan para informan dari pihak Animal Defenders Indonesia dan masyarakat yang telah ditranskrip untuk mengetahui bagian mana yang sesuai dengan topik penelitian dan bagian mana yang kurang relevan dengan penelitian. Proses ini berlangsung terus sepanjang pelaksanaan penelitian dengan tujuan pokok permasalahan yang diteliti lebih terfokus.
b. Penyajian Data
Setelah memilah dan memilih data yang relevan dan merduksi data yang tidak sesuai dengan penelitian, peneliti melakukan penyajian data,
berupa kutipan hasil wawancara dan data dokumen dalam bentuk gambar/ skema dan tabel. Agar mudah dipahami dan tidak keluar dari penelitian, peneliti menggabungkan data yang sudah direduksi tersebut dengan narasi dari peneliti. Penyajian data yang dikolaborasikan dengan narasi peneliti, selanjutnya dilakukan analisa dengan teori-teori yang relevan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teri-teori yang berkaitan dengan topik penelitian sehingga menghasilkan analisa yang tajam dan dapat dipercaya. Proses analisa yang melibatkan teori dengan data penelitian (hasil wawancara dan data dokumen) tersebut mampu menghasilkan kesimpulan dari penelitian ini.
c. Penarikan Kesimpulan
Dari data yang telah tersusun peneliti mulai mengerti arti dari hal-hal yang ditemui dengan melakukan pencatatan, pernyataan-pernyataan dan proporsi-proporsi sehingga langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. Kesimpulan akhir tidak akan terjadi sampai proses pengumpulan data penelitian berakhir. Dari kesimpulan tersebut, dapat diketahui saran-saran yang sekiranya mampu memberikan masukan positif bagi Animal Defenders Indonesia terkait dalam mengkampanyekan kesejahteraan hidup hewan ini.
Apabila dalam penelitian, data yang terkumpul dirasa masih belum mencukupi untuk menguatkan atau mendukung proses analisis maka peneliti dapat menyusun data kembali. Dengan demikian, diharapkan analisis yang dihasilkan cukup mantap. Adapun untuk memperjelas proses
analisa data model interaktif Miles dan Huberman (Sutopo, 2006: 120) ini dapat digambarkan seperti berikut:
Gambar 1.3 Analisis Data Model Interaktif Miles dan Huberman Pengumpulan data
Reduksi data
Penarikan kesimpulan
Penyajian data