Penelitian yang akan dilakukan bersifat Diskriptif kualitatif, eksploratif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini akan memberikan penjelasan dan mendiskripsikan keadaan subyek yang diteliti khususnya pemahaman siswa tentang penerapan Hukum II Newton tentang gerak benda pada suatu bidang, perubahan konsep yang terjadi pada siswa. Penelitian ini lebih dahulu akan mencari dan menyelidiki pemahaman awal siswa, mengelompokkan gagasan-gagasan siswa dan melihat miskonsepsi yang terjadi. Peneliti akan cenderung menganalisa data secara induktif, tidak mencari data / bukti untuk membuktikan atau tidak membuktikan hipotesa yang dipunyai sebelumnya. Data yang diperoleh akan lebih banyak berupa kata-kata, gambar-gambar, keadaan, hasil tes dari pada bilangan /angka. Yang termasuk data yaitu hasil tes tertulis, transkip wawancara, fieldnotes. Penelitian ini bersifat kuantitaif karena pemahaman siswa selain didiskripsikan juga akan dinyatakan dengan skor.
2.2 Desain Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti akan melakukan observasi kelas lebih dahulu untuk melihat situasi kelas dan juga untuk menjalin komunikasi dengan pihak sekolah terutama dengan siswa sehingga akan terjalin keakraban, hal ini dilakukan agar dapat memperlancar dalam memperoleh data penelitian. Siswa pertama kali akan diminta untuk mengerjakan soal tertulis yang dibuat oleh peneliti (diberi
pretest). Pretest dilakukan untuk melihat pemahaman awal siswa tentang penerapan Hukum II Newton tentang gerak benda pada suatu bidang. Hasil tes tertulis pada pretest ini akan diperiksa lebih dulu dan dilihat hasilnya, bagaimana pemahaman awal siswa, apakah terjadi salah konsepsi.
Berdasarkan hasil tes ini kemudian dilakukan wawancara. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal pretest ini selama 90 menit. Wawancara ini dilakukan untuk mengungkap pemahaman siswa secara mendalam dan untuk mengetahui miskonsepsi siswa. Dalam wawancara ini akan dipilih beberapa siswa saja, pemilihan siswa ini berdaarkan persentase skor dan miskonsepsi siswa. Wawancara yang dilakukan selama kurang lebih 30 – 45 menit. Hasil wawancara juga akan direkam menggunakan tape recorder. Bila peneliti sudah dapat melihat miskonsepsi siswa dengan jelas maka wawancara ini tidak dilakukan secara khusus, kemudian peneliti akan merancang kegiatan pembelajaran untuk membantu perubahan konsep siswa. Namun wawancara akan dilakukan disetiap awal pembelajaran untuk melihat miskonsepsi siswa dengan lebih jelas.
Setelah mengetahui pemahaman awal siswa dan salah konsep yang dimiliki siswa, maka akan dilakukan kegiatan pembelajaran dengan metode demonstrasi di laboratorium. Demonstrasi ini dilakukan sendiri oleh siswa dan peneliti hanya membimbing siswa dalam melakukan langkah-langkah percobaan, bimbingan dapat dilakukan dengan mengajak diskusi, memberikan pertanyaan-pertanyaan penyelidikan, menimbulkan tanggapan, mencari penyelesaian lebih lanjut dan membantu siswa mencapai kesimpulan atas dasar bukti yang mendasar dari hasil demonstrasi. Demonstrasi ini dilakukan untuk memberikan data anomalli kepada
siswa, khususnya bagi siswa yang mengalami miskonsepsi. Data anomalli yang ditunjukkan pada siswa yaitu data yang berlawanan dengan pemahaman awal siswa. Metode pembelajaran ini dirancang agar membantu siswa dalam merubah konsep mereka yang salah. Media pembelajaran yang dipakai sebagian dibuat sendiri oleh peneliti misalnya papan luncur, balok. Sedangkan media pembelajaran yang lain meminjam di lab pendidikan fisika USD misalnya dinamo meter, beban, katrol. Dalam pembelajaran siswa diajak berdemonstrasi untuk memperoleh data, dan memperoleh kesimpulan atas hasil demonstarsi mereka.
Setelah kegiatan pembelajaran dengan metode demonstrasi dilaksanakan, maka siswa akan diberikan tes tetulis lagi / postest untuk soal tertulis yang mirip dengan soal pretes. Dari hasil posttes dapat dilihat dan akan diperiksa bagaimana pemahaman akhir siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode demonstrasi. Data posttes akan diperiksa dulu dan diberi skor untuk setiap siswa, dan dilihat konsep siswa, salah konsep yang terjadi bila masih ditemukan. Dari data pemahaman awal siswa (pretes) akan dibandingkan dengan data pemahaman akhir siswa (posttes), kemudian dilihat apakah ada perubahan konsep yang terjadi sehingga siswa memiliki pemahaman benar dan apakah masih terjadi salah konsep pada hal yang sama.
2.3 Subyek Penelitian
Untuk subyek penelitian ini akan memilih siswa SMU Panggudi Luhur Sedayu, Bantul, Yogyakarta kelas XI IPA.
2.4 Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data penelitian ini akan menggunakan tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pemahaman siswa tentang penerapan Hukum II Newton pada gerak benda pada suatu bidang. Bentuk tes tertulis berupa soal esai yang disertai dengan skala CRI. Peneliti memilih tes esai karena ingin memberikan kebebasan dalam menjawab sehingga siswa dapat mengungkapkan konsep yang mereka punyai. Tes tertulis ini dibuat sendiri oleh peneliti.
Sedangkan wawancara dilakukan untuk mengungkap pemahaman siswa secara mendalam setelah melihat hasil tes tertulis. Wawancara yang akan dilakukan bersifat bebas terstruktur yaitu bebas berarti peneliti bebas menanyakan apa saja yang diperlukan dan siswa dapat dengan bebas menjawab, sedangkan terpimpin berarti pertanyaan sudah dipersiapkan dan urutannya pun secara garis besar telah dipersiapkan lebih dahulu sehingga peneliti dapat secara sistematis bertanya dan mengorek pemikiran siswa. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemacetan saat wawancara dilakukan. Hasil wawancara akan direkam menggunakan tape recorder.
Setelah mengetahui pemahaman awal siswa, salah konsep yang terjadi. Kemudian siswa diajak untuk demonstrasi di labortorium IPA (pembelajaran dengan metode demonstrasi), setelah siswa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode demonstrasi, kemudian siswa akan di berikan tes lagi (posttes) dengan soal esai yang mirip dengan saat pretest dilakukan. Dengan kata lain data penelitian yang telah dikumpulkan akan berupa :
a. Data hasil pretest. b. Data hasil wawancara.
c. Data hasil Posttest (setelah pembelajaran dilakukan).
Soal esai yang dibuat juga dilengkapi dengan CRI (Certainty or response
index). CRI ini digunakan untuk mengetahui tingkat keyakinan siswa akan jawabannya. Selain itu CRI digunakan untuk membedakan jawaban siswa yang menjawab karena menerka, siswa yang kurang pengetahuannya, siswa yang miskonsepsi, siswa yang benar-benar mengerti konsep. Jika derajat kapastiannya rendah (skala CRI 0 – 2) ini menunjukkan bahwa penentuan jawaban lebih signifikan dengan kira-kira baik jawaban itu benar atau salah, yang pasti
disebabkan karena kekurangan pengetahuan siswa. Jika CRInya tinggi (3 – 5)
responden ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi pada hukum dan metode yang digunakan untuk sampai pada jawaban, kalau jawaban itu salah, ini menunjukkan kesalahan menerapkan pengetahuannya dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Kesalahan menerapkan metode atau hukum sehubungan dengan pertanyaan yang diberikan ini menunjukkan indikasi adanya
miskonsepsi. Pada CRI ini siswa diminta untuk memberikan derajat kepastian mereka dalam menyeleksi dan memanfaatkan pengetahuan, konsep, atau hukum untuk menjawab suatu item soal.
2.5 Instrumen penelitian
Intrumen yang akan dipakai dalam penelitian ini berupa soal-soal esai tentang Hukum II Newton pada gerak benda secara nyata yang dibuat sendiri oleh peneliti
dan disertai dengan CRI. Namun CRI yang digunakan hanya mengandalkan kejujuran siswa, bisa saja skala CRI yang dituliskan oleh siswa tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam penelitian ini juga memerlukan peralatan seperti : papan luncur, kayu untuk memiringkan bidang, stopwatch, mistar, balok, dinamometer, busur, beban, tali, tape recorder. Berbagai peralatan ini digunakan saat kegiatan pembelajaran dengan metode demonstrasi yang dilakukan dilaboratorium.
Adapun kisi-kisi soal esai yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :
Tabel 1. Kisi-kisi soal esai Soal esai
No Pretes Posttes Konsep
1 c, d, f c Persamaan Hukum II Newton
2 e d Benda dapat bergerak
3 g f Resultan gaya
4 a a Gaya berat (W)
5 b b Menggambarkan arah W, N, T, Fg
6 h, i e, g, h Penerapan Hukum II Newton
7 j, k, l, m, i, j, k, l Percepatan benda
8 n, o, p,q m, n, o Pengaruh gaya dan massa terhadap percepatan
Untuk mengetahui siswa dalam menjawab setiap soal menggunakan konsep / pengetahuan yang mereka punyai atau hanya menerka saja maka untuk setiap item soal siswa diminta untuk mengisi skala CRI dengan ketentuan sebagai berikut :
Tabel 2. Keyakinan jawaban siswa berdasarkan CRI
Skala Keyakinan siswa
0 Jawaban sepenuhnya menerka
1 Jawaban menerka dengan
mempertimbangkan pengetahuan yang dimiliki
2 Jawaban dengan menggunakan pengetahuan
dan pikiran tetapi tidak yakin akan kebenaran jawaban
Kekurangan pengetahuan
3 Jawaban dengan menggunakan pengetahuan
dan pikiran dan yakin akan kebenaran jawabannya
4 Jawaban dengan menggunakan pengetahuan
dan pikiran dan sangat yakin akan kebenaran jawabannya
5 Jawaban dengan menggunakan pengetahuan
dan pikiran dan sangat yakin sekali akan kebenaran jawabannya.
Memiliki pengetahuan
Untuk mengetahui siswa yang memiliki pemahaman benar, siswa yang mengalami kurang pemahaman dan siswa yang mengalami miskonsepsi digunakan ketentuan sebagai berikut :
Tabel 3. Kriteria pengelompokkan siswa berdasarkan CRI
Jawaban siswa Skala CRI rendah (≤2,5) Skala CRI tinggi (> 2,5)
Benar Kurang pemahaman Pemahaman benar
Salah Kurang pemahaman Miskonsepsi
2.6 Validitas intrumen dan Reliabilitas instrumen a. Validitas instrumen
Validitas mengukur atau menentukan apakah test yang dibuat sungguh mengukur apa yang mau diukur, yaitu apakah sesuai dengan tujuan (valid untuk) khususnya pemahaman siswa tentang penerapan Hukum II Newton tentang gerak benda pada suatu bidang. Validitas menunjukkan pada kesesuian, penuh arti, bergunanya kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan. Untuk menjamin instrumen penelitian valid dilakukan validasi. Validasi instrumen dilakukan dengan cara dua cara yaitu uji coba instrumen dan konsultasi dengan guru dan dosen pembimbing. Uji coba instrumen dilakukan tanggal 8 Mei 2006, dengan responden siswa kelas XII SMA Panggudi Luhur Sedayu. Validasi instrumen penelitian juga dilakukan dengan cara mengkonsultasikan dengan dosen pembimbing dan guru bidang studi fisika.
b. Reliabilitas instrumen
Reliabilitas menunjuk pada level konsistensi internal alat ukur sepanjang waktu atau konsistensi skor yang diperoleh untuk tiap individu. Reliabilitas
instrumen yang digunakan akan diketahui setelah digunakan untuk melakukan penelitian. Intrumen dapat dikatakan reliabel bila mampu membantu menunjukan hasil yang diinginkan oleh peneliti. Instrumen akan diujikan pada suatu kelas terlebih dulu, baru digunakan untuk mencari data penelitian. Instrumen yang tidak reliabel, tidak akan valid.
2.7 Analisis Data ¾ Data Pretest
Setelah data terkumpul dari siswa yang telah mengerjakan soal-soal pretest. Maka hasil tes / data tersebut akan diperiksa dan dilihat langkah-langkah yang dipakai siswa dalam menyelesaikan soal dan diberi skor sesuai dengan tingkat kebenaran jawaban. Dari data pretes dilihat juga konsep siswa dan salah konsepsi yang tejadi. Untuk setiap nomor / item soal pretes maupun posttes memiliki skor yang berbeda. Ketentuan pemberian skor setiap nomor soal pada soal pretes sebagai berikut : untuk nomor c, d, e, f, j, l bila jawaban siswa benar akan diberi skor maksimal 1. Untuk nomor a, b, g, k, n, m, o, p, q bila jawaban siswa benar akan diberi skor maksimal 2. Untuk nomor h, i bila jawaban siswa benar akan diberi skor maksimal 3. Sedangkan bila siswa tidak memberikan jawaban akan diberi skor 0. Presentase skor yang diperoleh siswa akan menunjukkan tingkat pemahaman siswa.
Sedangkan Ketentuan pemberian skor setiap nomor soal pada soal posttes sebagai berikut : untuk nomor c, d, I, j, k, l bila jawaban siswa benar akan diberi skor maksimal 1. Untuk nomor a, b, e, f, m, n, o bila jawaban siswa benar akan
diberi skor maksimal 2. Untuk nomor g, h bila jawaban siswa benar akan diberi skor maksimal 3. Bila siswa tidak memberikan jawaban akan diberi skor 0. Untuk menentukan jawaban benar dan salah dari soal esai beralasan bukan hanya berdasarkan skor yang diperolah siswa, tetapi juga berdasarkan tabel 4.
Tabel 4. Menentukan jawaban benar dan salah untuk soal dengan disertai alasan sebagai berikut :
Skor yang diperoleh siswa Alasan Jawaban
Skor maksimal jawaban soal Benar Benar
75% Skor maksimal jawaban soal Benar Benar
50% Skor maksimal jawaban soal Benar Benar
25% Skor maksimal jawaban soal Benar Benar
0 Benar Salah
Skor maksimal jawaban soal Salah Salah
75% Skor maksimal jawaban soal Salah Salah
50% Skor maksimal jawaban soal Salah Salah
25% Skor maksimal jawaban soal Salah Salah
Adapun interval skor yang dipakai untuk menentukan kualifikasi pemahaman siswa sebagai berikut :
Tabel 5. Intervel Skor Kualifikasi Pemahaman Siswa
Interval skor (%) Kualifikasi pemahaman siswa
87 - 100 Sangat baik 71 - 86 Baik 56 - 70 Cukup 31 – 55 Kurang ≤ 30 Sangat kurang Persentase skor (X %) = x100% maksimal skor siswa diperoleh yang skor jumlah
Dari data pretest ini diharapkan akan menunjukkan pemahaman awal siswa (pemahaman benar, miskonsepsi maupun kurang pemahaman). Dari skala CRI yang diisikan oleh siswa pada lembar jawab akan digunakan untuk melihat apakah siswa mengalami miskonsepsi atau kurang pemahaman saja maupun pemahaman beanr, berapa banyaknya siswa yang mengalami hal tersebut. Data pemahaman awal siswa juga akan disajikan dalam tabel.
¾ Data Wawancara
Setelah diperolah data pretest dan sudah dikoreksi maka untuk melihat pemahaman siswa secara mendalam, miskonsepsi dilakukan wawancara. Data wawancara ini akan dicatat dan digabungkan dengan data pretest. Dari data ini juga akan digunakan untuk menentukan metode pembelajaran dengan demonstrasi
yang lebih tepat sehingga mampu membantu mengubah salah konsep yang terjadi pada siswa.
¾ Data Posttest
Data posttest ini akan diolah seperti pengolahan data pada data pretest. Dari data posttest dan pretest akan dibandingkan dan dilihat apakah ada perubahan konsep yang terjadi pada siswa. Data dalam penelitian ini akan diolah lebih secara kualitif.
Bab III
DATA, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN