3.1 Kerangka Penelitian
Berikut merupakan kerangka penelitian yang dapat digunakan untuk menjelaskan secara garis besar alur berjalannya penelitian di PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau.
Gambar 6. Kerangka Penelitian
Institut Teknologi Del
3.2 Langkah-Langkah Penelitian
Metode penelitian adalah salah satu tahapan yang digunakan untuk melakukan pemecahan suatu masalah. Tujuan dibuatnya metode penelitian adalah supaya penelitian yang dilakukan dapat lebih runtut dan terarah sehingga di akhir penelitian dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Berikut merupakan langkah-langkah penelitian yang dilakukan selama melakukan penelitian di lapangan yaitu:
3.2.1 Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan dilakukan untuk menentukan observasi awal sehingga diketahui gambaran dari perusahaan secara umum dan menyeluruh. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di perusahaan.
Observasi awal dilakukan dalam dua bagian yaitu langsung terjun ke lapangan dan melakukan wawancara langsung dengan pihak yang terkait pada perusahaan.
3.2.2 Studi Literatur
Melakukan penelitian dengan membaca buku-buku pedoman atau teori dari penelitian yang sudah ada sebelumnya guna membuka wawasan berpiskir mengenai permasalahan yang mungkin dihadapi di lapangan. Mempelajari riset kepustakaan dari teori-teori penunjang yang berkaitan guna mengetahui data-data yang dibutuhkan yang berasal dari jurnal, internet dan tugas akhir yang menyangkut materi penulisan yakni pengukuran kinerja.
3.2.3 Studi Lapangan
Melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian di PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau dan melakukan wawancara secara langsung mengenai bagaimana kondisi perusahaan saat ini terutama pada pengukuran kinerjanya.
3.2.4 Identifikasi Masalah
Setelah melakukan studi pendahuluan, studi literatur dan studi lapangan terhadap PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau, maka dilanjutkan dengan mengidentifikasi masalah yang ada. Berdasarkan sumber informasi yang telah
Institut Teknologi Del
didapatkan di PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau, maka permasalahan yang ada di perusahaan adalah bahwa perusahaan masih menggunakan pengukuran kinerja yang bersifat tradisional artinya adalah pengukuran kinerja di PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau masih hanya berfokus kepada pengukuran kinerja di perspektif keuangan saja. Perusahaan cenderung mengabaikan pengukuran kinerja di perspektif non-keuangan seperti perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan yang telah didapatkan dari PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau maka perlu diterapkan pengukuran kinerja yang seimbang dan lebih spesiifik terhadap perusahaan yaitu dengan melakukan pengukuran kinerja menggunakan metode Balanced Scorecard.
3.2.5 Tujuan Penelitian
Dalam penulisan Tugas Akhir terdapat beberapa tujuan penelitian yang digunakan untuk menentukan ukuran kinerja yang baik bagi perusahaan PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau berdasarkan permasalahan yang ada di perusahaan dan berdasarkan hasil analisis pengukuran kinerja di perusahaan PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau.
3.2.6 Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang digunakan bertujuan untuk mengolah data dan menganalisis data yang dapat dilakukan dengan melihat dan mengidentifikasi data-data apa saja yang digunakan dan darimana data-data tersebut berasal. Data-data-data yang digunakan didapatkan melalui wawancara, data historis perusahaan, dan kuesioner yang disebarkan. Data perusahaan berupa visi dan misi, strategi perusahaan, dan sasaran strategi perusahaan digunakan untuk melakukan perancangan model Balanced Scorecard. Berikut merupakan penjelasan lebih lanjut mengenai pengumpulan data yang diperlukan untuk penyusunan Tugas Akhir ini yaitu:
1. Gambaran umum perusahaan, meliputi sejarah umum perusahaan, lokasi perusahaan dan visi dan misi perusahaan.
2. Organisasi dan manajemen, meliputi struktur organisasi perusahaan PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau.
Institut Teknologi Del
3. Data keempat perspektif, meliputi:
a. Perspektif keuangan berupa neraca percobaan PT Perkebunan Nusantara II PKS Pagar Merbau tahun 2017 dan tahun 2018.
b. Data perspektif pelanggan berupa data pelanggan yang masuk, data pelanggan yang bertahan di perusahaan, data penjualan untuk mengetahui pangsa pasar, dan data kepuasan pelanggan tahun 2017 dan tahun 2018.
c. Data perspektif proses bisnis internal berupa data produk baru yang diproduksi, proses bisnis dan data pelayanan purna jual tahun 2017 dan tahun 2018.
d. Data perspektif pertumbuhan dan pembelajaran berupa data karyawan yang keluar, data karyawan yang masuk, data karakteristik kepuasan karyawan dan data kepuasan karyawan.
Dari hasil pengumpulan data di atas maka data tersebut dapat digunakan untuk merancang pengukuran kinerja perusahaan yang baru yang berbasis model Balanced Scorecard meliputi perumusan strategi, perancangan strategi, peta strategi, dan penentuan hubungan sebab akibat.
Adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Penerjemahan visi dan misi PT Perkebunan Nusantara II ke dalam perspektif Balanced Scorecard
Pada tahap ini dilakukan penerjemahan visi dan misi perusahaan ke dalam keempat perspektif Balanced Scorecard sehingga dapat menentukan sasaran strategi dari setiap perspektif yang ingin dicapai.
2. Penentuan setiap faktor pendorong kinerja dari setiap perspektif
Pada tahap ini dilakukan penentuan faktor pendorong untuk keberhasilan dari setiap sasaran strategi setiap perspektif yang berkaitan dengan visi, misi, dan tujuan strategi yang sebelumnya telah ditentukan oleh perusahaan.
3. Penyelarasan keterkaitan antara setiap sasaran dan faktor pendorong kinerja Pada tahap ini dilakukan penyelarasan antara strategi dan model Balanced Scorecard dimana pada tahap ini dilakukan penggambaran antara hubungan dari sasaran strategi dengan ukuran keberhasilan yang telah ditentukan.
Institut Teknologi Del
4. Pembuatan Strategy Map
Pada tahap ini digunakan untuk melihat keterkaitan antara sebab akibat dengan visi, misi, dan tujuan strategi dari perusahaan dan ukuran keberhasilan dari perusahaan antara setiap perspektif Balanced Scorecard.
3.2.7 Pengukuran Kinerja dengan metode Balanced Scorecard
Pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Balanced Scorecard memiliki beberapa tahap, yaitu:
1. Penyebaran kuesioner dan pembobotan sasaran strategis
Pada tahap ini, setelah selesai melakukan pengolahan data terhadap sasaran strategi maka dilakukan penyebaran kuesioner pada pihak perusahaan dan pelanggan.
2. Pengukuran kinerja perusahaan
Pada tahap ini, setelah dilakukan pengolahan data maka dilakukan penghitungan berdasarkan nilai dan bobot kepentingannya.
3.2.8 Pembahasan dan Analisis
Setelah dilakukan pengolahan data maka selanjutnya dilakukan analisis terhadap keseluruhan yang berkaitan dengan permasalahan yang ada dimana untuk analisisnya dilakukan analisis terhadap peta strategi, perspektif Balanced Scorecard, dan hasil pengukuran kinerja Balanced Scorecard yang telah diukur.
3.2.9 Kesimpulan dan Saran
Pada tahap ini dilakukan penarikan kesimpulan dan saran untuk mendukung hasil dari penelitian yang telah dilakukan yang mengacu kepada penelitian untuk meningkatkan pengukuran kinerja dengan menghasilkan laba dalam jangka panjang.
Institut Teknologi Del