Menurut Wiradi, “Metode adalah seperangkat langkah (apa yang harus dilakukan) yang disusun secara sistematis (urutan
logis).”9Sedangkan metodologi penelitian adalah cara untuk mencapai suatu maksud sehubungan dengan upaya tertentu, maka metode menyangkut masalah kerja yaitu untuk memahami objek.10
Bentuk penelitian skripsi ini adalah penelitian lapangan (field research). Dimana penulis melakukan penelitian langsung ke lapangan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini. a. Model dan Desain Penelitian.
Pada penelitian ini penulis menggunakan model dan desain penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Karena pendekatan kuantitatif dapat menghasilkan data yang akurat setelah melakukan perhitungan angka yang tepat. Selain itu pendekatan ini merupakan salah satu pendekatan dalam penelitian yang lebih ditekankan pada data yang dapat dihitung untuk menghasilkan penafsiran kuantitatif yang kokoh.11 Pendekatan kuantitatif juga merupakan pendekatan yang
9
E. Zainal Arifin, Penulisan Karya Ilmiah Dengan Bahasa Indonesia Yang Benar (Jakarta : Mediatama Sarana Perkasa, 1993), cet. ke-5, h. 56.
10
Anis Sudirjana, Metode Riset dan Bimbingan Menulis Skripsi (Yogyakarta : UD Rama, 1980), h. 16.
11
Syamsir Salam dan Jaenal Arifin, Metodelogi Penelitian Sosial (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2006), h. 36.
bersifat objektif karena penulis dapat melihat langsung sebuah keadaan yang sebenarnya terjadi.
Selain itu, penulis juga memilih format deskriptif dalam penelitian ini. Format deskriptif adalah format yang bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul dimasyarakat yang menjadi objek penelitian itu berdasarkan apa yang tejadi.12 Dan untuk melengkapi penelitian ini, penulis juga menggunakan metode survei. Metode survei adalah metode (penelitian) yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama untuk mengumpulkan data.13
Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan format deskriptif survei.
b. Subjek dan Objek Penelitian.
Adapun subjek dari penelitian ini adalah jamaah majlis ta’lim At- Tarbiyyah, terutama para pegawai Dinas P&K Kota Tangerang, Kepala Cabang Dinas P&K Kota Tangerang, Kepala Sekolah SMPN, SMAN dan SMKN se-Kota Tangerang, serta pengawas dan penilik. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah metode dakwah yang digunakan oleh Kyai H. Edi Junaedi Nawawi.
12
M. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2008), Edisi Pertama, Cet. Ke. 3, h. 36.
13
Prasetya Irawan, Logika dan Prosedur Poenelitian: Pengantar Teori dan Panduan Praktis Penelitian Sosial bagi Mahasiswa dan Peneliti Pemula, (Jakarta: STIA-LAN, 2000), Cet. Ke-1, h. 68.
c. Waktu dan Lokasi Penelitian.
Penulis melakukan penelitian dengan menghadiri Majlis Ta’lim At-Tarbiyah. Adapun tempat penelitian dilakukan di gedung aula kantor Diknas Kota Tangerang yang bertempat di Jalan K.S. Tubun Kota Tangerang yang merupakan tempat dilaksanakannya majlis ta’lim. Serta di rumah tinggal Kyai H. Edi Junaedi Nawawi yang berada di belakang masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang Jalan Satria Sudirman Kota Tangerang.
d. Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data. 1) Sumber Data
Sumber data ada dua macam, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang langsung diambil dari responden yang bersangkutan. Sedangkan data sekunder adalah data yang didapat dari pihak kedua, tidak secara langsung dari subjek penelitian.14
Dan dalam penelitian ini penulis menggunakan data primer, yaitu menyebarkan angket kepada responden yang dituju. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian adalah: a. Observasi
Observasi adalah alat pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala
14
Nana Danapriyatna dan Roni Setiawan, Pengantar Statistika (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005), cet. Ke-1, h.8.
yang diselidiki.15 Penulis ikut secara langsung dalam majlis ta’lim At-Tarbiyyah.
b. Angket atau Quesioner.
Angket atau quesioner adalah alat pengumpulan data yang berisi daftar pertanyaan secara tertulis yang ditujukan kepada responden penelitian. Pertanyaan-pertanyaan pada angket bisa berbentuk tertutup (berstruktur) dan bisa juga berbentuk terbuka (tidak berstruktur).16 Penulis memberikan angket yang berisi pertanyaan mengenai respon terhadap metode dakwah Kyai H. E. Junaedi Nawawi kepada jamaah majlis ta’lim At-Tarbiyah.
c. Wawancara.
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab antara pewawancara dengan penjawab (responden) dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).17 Penulis melakukan wawancara terhadap Kyai H. E. Junaedi Nawawi
dan pimpinan majlis ta’lim At-Tarbiyah, yaitu Bapak Ustadz Hilman Supendi.
15
Drs. Kholid Narkubo, Metodelogi Penelitian, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), cet. Ke-4, h. 70.
16
Faisal Sanafiah, Format-Format Penelitian Sosial (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), h.122.
17
d. Dokumentasi
Yaitu pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian. Dapat berupa buku, majalah, artikel, foto, gambar, dan lain-lain.18
2) Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto:
”Apabila subjek kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya, jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10% sampai 15% atau lebih, tergantung setidak-tidaknya dari kemampuan peneliti, dilihat dari segi waktu, tenaga dan dana”19
Jama’ah majelis ta’lim At-Tarbiyyah terdiri lebih dari 300 orang. Namun untuk mempermudah penelitian, peneliti mengambil sampel dengan teknik purposive sampling. Teknik sampling ini digunakan pada penelitian-penelitian yang lebih mengutamakan tujuan penelitian dari pada sifat populasi dalam menentukan sampel penelitian.20 Maka peneliti hanya mengambil sampel pada pegawai Dinas P&K, Kepala Cabang Dinas P&K, Kepala Sekolah SMPN, SMAN, dan SMKN, dan pengawas serta penilik se-Kota Tangerang yang seluruhnya berjumlah 10%. Maka jumlah responden adalah 30 orang.
18
Nana dan Roni, Pengantar Statistika, hal. 9.
19
Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), h. 107.
20
M. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana, 2008), Edisi Pertama, Cet. Ke. 3, h. 115.
3) Teknik Pengolahan Data
Data yang diperoleh melalui angket kemudian diolah melalui tahapan yaitu:
a) Editing, yaitu memeriksa jawaban-jawaban responden untuk diteliti, ditelaah dan dirumuskan pengelompokkannya untuk memperoleh data yang benar-benar sempurna.
b) Tabulating, yaitu mentabulasikan atau memindahkan jawaban-jawaban responden dalam tabel kemudian dicari prosentasi untuk dianalisa. Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut: 1. Rumus Prosentasi21 P = N F × 100 % P = Besarnya prosentase
F = Frekuensi (jumlah jawaban responden) N = Jumlah responden seluruhnya
2. Rumus Uji Rank Spearman22
r
s= − + 2 2 2 2 2 2 x y di y x rs = Ranking Spearmandi = Beda (selisi) setiap pasang rank
2 x = Jumlah variabel x 2 y = Jumlah variabel y 3. Rumus t-test23 2 1 2 s s r n r t − − = t = t-test n = jumlah sampel rs = ranking spearman 21
Ana Sarjono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 1997), cet. ke-8, h. 40.
22
Ali Mauludi, Statistika I Penelitian Ekonomi Islam dan Sosial (Ciputat: PT. Prima Heza Lestari, 2006), cet. Ke-1, h. 158.
23
F. Hipotesis
Jika metode dakwah bi al hikmah K.H. Edi Junaedi Nawawi disampaikan dengan cara yang sangat baik, maka jamaah majlis ta’lim At-Tarbiyah akan memiliki respon kognitif, respon afektif, dan respon konatif yang sangat baik pada dakwahnya.