• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGAN 1.3 Kerangka Konsep Variabel Pengaruh X

H. DEFINISI OPERASIONAL

I. METODOLOGI PENELITIAN 1.Metode Penelitian

Metode penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah penelitian

eksplanatif kuantitatif.

Metode penelitian eksplanatif bertitik tolak pada pertanyaan

mengapa. Kita tidak puas hanya mengetahui apa yang terjadi dan

bagaimana terjadinya, tetapi juga ingin mengetahui mengapa peristiwa

itu terjadi (Gulo,2003 :19)

Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode

survei yaitu dengan mengumpulkan informasi melalui kuesioner yang

disebarkan kepada reponden (Singarimbun, 1989:3)

2. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah dengan

metode survei yaitu penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh

fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari

keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau

politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Dalam metode survei dilakukan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap

hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau

masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam membuat

rencana keputusan di masa mendatang. (Nazir, 2011:56)

3. Lokasi Penelitian

Lokasi yang dipilih dalam penelitian ialah salah satu store

McDonald’s di Yogyakarta yaitu di Jl. Jendral Sudirman. Peneliti

memilih lokasi ini karena merupakan store pertama McDonald’s di

Yogyakarta yang memiliki pelayanan lengkap seperti adanya Drive

Thru, layanan 24 jam, Birthday Party, McKids, McDelivery Service.

4. Populasi dan Sampel

a. Populasi

Populasi diartikan sebagai kumpulan elemen-elemen yang

mempunyai karakteristik tertentu yang sama dan mempunyai

kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel

(Umar, 2003: 104). Populasi yang akan diambil dalam penelitian

ialah konsumen yang mengadakan transaksi di store McDonald’s di Yogyakarta yaitu di Jl. Jendral Sudirman Yogyakarta. Jumlah

populasi yang diambil ialah berdasarkan jumlah rata-rata

pengunjung McDonald’s berdasarkan perkiraan dari staf store

b. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diharapkan dapat

member gambaran dari sifat populasi yang bersangkutan.

pengambilan sampel ini menggunakan rumus (Rakhmat, 1984 :

82). Dalam menentukan ukuran sampel, Pengambilan sampel ini

menggunakan rumus Slovin (Rakhmat, 1984 : 82):

n = N / (Nd2+1)

N = populasi

d = Presisi, ditetapkan di antara kurang lebih 10% dengan tingkat kepercayaan 90%

Penelitian yang dilakukan di McDonald’s, didapatkan

sampel sebagai berikut:

n= 500/ ((500. 0,1.0.1)+1)

n= 83.3, dan dibulatkan menjadi

n=84 orang

c. Teknik Pengambilan Sampel

Pengampilan sampel dengan nonprobabilitas yang berarti

semua elemen populasi belum tentu memiliki peluang yang sama

untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara ini sering disebut

sebagai pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan, karena

dalam pelaksanaannya digunakan pertimbangan tertentu oleh

periset. Teknik sampling nonprobabilitas yang akan digunakan

sampel dengan berdasarkan pada kriteria-kriteria tertentu, dimana

peneliti sebelumnya telah menentukan kriteria responden yang

harus diambil. Nonprobability sampling mencakup orang-orang

yang diseleksi atas dasar kriteria tertentu yang dibuat periset

berdasarkan tujuan riset. Kriteria yang disusun peneliti agar sesuai

dengan tujuan riset adalah merupakan konsumen di McDonald’s

yang pernah melakukan pembelian produk McDonald’s Indonesia.

5. Metode Pengumpulan Data

a. Data Primer

Data Primer ialah semua data yang dikumpulkan sendiri

oleh peneliti untuk menjawab suatu permasalahan penelitian. Data

primer diperoleh melalui kuesioner yang berisi daftar pertanyaan

mengenai masalah yang ingin dipecahkan.

b. Data Sekunder

Data Sekunder ialah data yang telah tersedia, namun telah pernah digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian lain.

6. Uji Validitas dan Reliabilitas

a. Uji Validitas

Suatu instrumen dinyatakan valid bila instrumen itu dapat

digunakan untuk mengkur apa yang dimaksudkan untuk diukur melalui

instrument itu. (R, Lerbin, 2007: 144) . Validitas yang digunakan

dalam penelitian ini ialah validitas konstruk adalah kerangka dari suatu

konsep. (Singarimbun & Effendy, 1987:125). Menghitung validitas

dalam pernyataan di kuesioner penelitian akan menggunakan rumus

teknik korelasi “Product Moment”, yang rumusnya:

N(

XY) – (

X

Y) r =

2

2

2

2

)

(

)

(

(N X X N Y Y

  Keterangan :

r XY : koefisien korelasi antara skor masing-masing item dengan Skor total

X : Skor butir

Y : Skor faktor, yaitu skor total pada masing-masing faktor

N : Jumlah responden

Pengambilan keputusannya adalah jika r hitung positif dan

lebih besar dari

Teknik korelasi dengan melihat derajat hubungan yang

terjadi antara satu variabel dengan variabel yang lain. Jika

nilai-nilai suatu variabel menarik sedangakan nilai-nilai-nilai-nilai variabel yang

lain menurun, maka kedua variabel tersebut mempunyai korelasi

negatif. Sebaliknya, jika nilai-nilai suatu variabel menarik dan

diikuti pula dengan menaiknya variabel lain, atau menurunnya nilai

suatu variabel dan diikuti pula dengan menurunnya variabel lain,

kedua variabel tersebut mempunyai korelasi positif. (Nazir,

2011:40).

b. Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang dapat

memberikan hasil pengukuran yang (relatif) sama bila instrumen

itu digunakan untuk mengukur variabel yang sama pada dua atau

lebih waktu yang berbeda dalam keadaan yang kurang lebih

sama(R, Lerbin, 2007: 136). Reliabilitas adalah indeks yang

menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau

dapat diandalkan(Singarimbun & Effendy, 1987:140). Semakin

tinggi angka korelasi maka semakin rendah kesalahan dalam

pengukuran. Pengujian reliabilitas pada penelitian ini

menggunakan koefisien Alpha dari Cronbach. Rumus ini

rentang antara beberapa nilai. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut : (Arikunto,1998:193) K 1-

2b r ii = - k-1 2b  Keterangan : rii : reliabilitas instrumen

k : banyaknya butir pertanyaan

Σα2b : jumlah varians butir α2t : varian total

Pengambilan keputusannya adalah jika ralpha positif dan lebih besar

dari r tabel (r alpha > r tabel) maka reliabel.

7. Metode Pengukuran Data

Penentuan skor pada indeks, digunakan skala likert. Cara

pengukuran dengan menghadapkan seorang responden dengan sebuah

pernyataan dan kemudian diminta untuk memberikan jawaban: “sangat

setuju”, “setuju”, “ragu-ragu”, “tidak setuju”, “sangat tidak setuju”.

Jawaban-jawaban ini diberi skor 1 sampai 5. (Singarimbun, 1989: 111)

8. Metode Analisis Data

Dalam melihat adanya variabel pengaruh dan terpengaruh

peneliti menggunakan metode analisa data dengan regresi. Jika

dependen dengan lebih dari satu variabel ingin diestimasikan, maka

analisis regresi yang berkenaan dengan regresi berganda. (Nazir:,

2011: 463). Analisa regresi berguna untuk melihat besarnya pengaruh

suatu variabel bebas. Bentuk multivariatnya yaitu regresi berganda,

berguna untuk melihat besarnya pengaruh dari sebuah variabel bebas,

lepas dari pengaruh variabel bebas lainnya (Junadi, 1995: 80). Dalam

penelitian ini digunakan analisa regresi berganda karena menggunakan

lebih dari satu variabel (X dan Z) yang mempengaruhi variabel Y.

Pengujian regresi ini dengan menggunakan rumus (Pratisto 2009:148)

Y= α + βX1 + βX2 + e

Keterangan:

Y = nilai prediksi variabel terpengaruh

α = intersep atau konstanta (bilangan konstanta yang menunjukan perpotongan antara garis regresi

dengan sumbu Y) atau harga Y bila XI dan X2 = 0

β = koefisien regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel Y yang didasarkan variabel X1

dan X2

X1 = Variabel pengaruh

X2 = Variabel pengaruh

e = Nilai error

regresi, koefisien regresi tersebut dicocokkan pada pedoman

kategorisasi (Sugiyono, 2008:184) :

TABEL 1.3

Interpretasi Koefisien Regresi Interval Koefisien Tingkatan Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Lemah

0,20 – 0,399 Lemah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Dokumen terkait