• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Penelitian 1. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Menurut Saifuddin Azwar (2004:7), penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan menggambarkan secara sitematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai suatu bidang tertentu. Sedangkan metode dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Studi kasus adalah jenis penelitian terhadap suatu gambaran yang mendetail mengenai latar belakang serta sifat-sifat khas dari suatu kasus ataupun peristiwa. Kasus atau peristiwa yang menjadi objek penelitian merupakan peristiwa kontemporer di kehidupan nyata dimana peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki (Yin, 2014:1).

Berdasarkan pendapat tersebut maka penelitian ini berusaha untuk menggambarkan situasi atau kejadian berdasarkan data yang ada. Sehingga penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai pola jaringan komunikasi yang terbentuk di Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta berdasarkan fakta yang ada. Peneliti menggunakan studi kasus dengan metode pengambilan melalui interview diharapkan mampu membedah secara mendalam mengenai proses komunikasi yang terjadi antar anggota di dalam Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta.

31 Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan diperoleh dari proses wawancara yang dilakukan kepada seluruh anggota Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta termasuk tim kerja HAK paroki. Kemudian kegiatan wawancara tersebut akan dibagi ke dalam enam kelompok yaitu yang pertama wawancara dilakukan kepada pengurus Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta yang terdiri dari ketua, sekretaris, dan para koordinator di setiap daerah. Selanjutnya wawancara akan dilakukan kepada tim kerja di masing-masing daerah yang terdiri dari tim kerja HAK di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunung Kidul kemudian yang terakhir tim kerja HAK paroki yang berada di daerah Kulon progo.

2. Sumber Data

Terdapat dua jenis data dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder:

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dalam penelitian dilapangan yang berupa hasil wawancara. Dalam penelitian ini data primer melalui wawancara akan diperoleh dari seluruh anggota Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta. wawancara dilakukan kepada seluruh anggota dengan tujuan agar pola jaringan komunikasi yang terbentuk tidak terputus dan dapat dilihat secara menyeluruh.

b. Data Sekunder

Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan, seperti buku, web, dan dokumen tertulis lainnya yang berkaitan dengan komunikasi yang terjadi di dalam Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta. Data sekunder ini dilakukan karena adanya keterbatasan waktu, biaya, maupun tenaga. Selanjutnya, data tersebut dapat digunakan untuk melengkapi dan memperkuat analisis serta kesimpulan hasil penelitian nantinya.

32

3. Metode Pengumpulan Data

Ada dua jenis data dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan wawancara. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan observasi. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini akan dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu sebagai berikut:

a. Wawancara

Wawancara merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang akurat dan mendalam. Wawancara dalam penelitian ini akan dilakukan kepada seluruh pengurus Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta. Ada tiga kelompok pertanyaan yang akan diajukan, yaitu kelompok identitas, kelompok pertanyaan pokok, pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh masing-masing pengurus atau anggota. D.I.Yogyakarta. Hasil dari wawancara ini nantinya akan mampu menunjukkan hubungan yang terjalin dari seluruh pengurus Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta.

b. Observasi

Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan langsung secara intensif di lapangan. Data yang diobservasi merupakan data yang dibutuhkan dalam penelitian, sesuai dengan penelitian, dan fokus penelitian. Dalam observasi ini, peneliti melakukan pengamatan yang intensif dan pencatatan yang sistematis terhadap fenomena-fenomena dan gejala-gejala yang diteliti yaitu mengenai pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Selain itu, observasi juga dilakukan untuk mengamati keadaan Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta maupun Timja Paroki. Melalui observasi ini maka peneliti nantinya mampu menggambarkan keadaan sesuai fakta yang dapat dilihat selama melakukan proses penelitian.

33 c. Studi Kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan metode mengumpulkan dan menganalisis data-data tertulis yang meliputi buku, dokumen tertulis, koran, web, laporan tahunan, dan lain-lain yang berhubungan dengan penelitian. Di samping itu, studi kepustakaan juga digunakan untuk mendapatkan data mengenai profil umum dari Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta. Data dari studi kepustakaan dimaksudkan untuk menelusuri dan mempelajari konsep atau teori yang relevan dengan penelitian tersebut yang nantinya dapat memperkuat kesimpulan terhadap hasil penelitian yang diperoleh.

4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini digunakan untuk menganalisis data-data yang berbentuk kata-kata, kalimat, skema, gambar, dan foto yang diperoleh dalam penelitian. Data-data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa gambaran hubungan komunikasi antara anggota Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta. Data tersebut dapat berupa tabel yang menunjukkan pengelompokkan anggota maupun hubungan antara anggota. Kemudian data tersebut diberikan penjelasan secara teoritis yang disesuaikan dengan hasil penelitian, yaitu mengenai pola jaringan komunikasi yang terbentuk di dalam Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta.

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui empat tahap, yaitu :

a. Reduksi Data

Dalam tahap ini, peneliti melakukan langkah awal yaitu menuliskan dan mengetik data yang telah terkumpul dari lapangan, baik melalui wawancara maupun studi kepustakaan. Reduksi data dimaksudkan untuk memilah data yang kurang sesuai dan tidak relevan dengan

34 penelitian. Namun, tidak menutup kemungkinan peneliti untuk melakukan penambahan terhadap data penelitian yang dirasa masih kurang. Melalui reduksi ini diharapkan data dapat dipilah sesuai dengan fokus penelitian, yaitu pola jaringan komunikasi yang terbentuk berdasarkan hubungan-hubungan yang dijalin oleh semua anggota Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta.

b. Penyajian Data

Setelah data direduksi, langkah selanjutnya yaitu melakukan penyajian data. Data yang telah direduksi kemudian dikelompokkan secara rapi, terperinci, dan sistematis. Hal tersebut dimaksudkan agar data dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan fokus penelitian. Sehingga data yang telah dikelompokan dapat digunakan untuk menyusun hasil penelitian.

c. Interpretasi Data

Tahap selanjutnya yang dilakukan dalam proses analisis data yaitu melakukan interpretasi terhadap data yang telah dikelompokan sesuai dengan fokus penelitian. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencari makna atas data yang telah diperoleh, baik itu melalui wawancara maupun studi kepustakaan. Data-data yang sudah dikelompokkan dapat berupa kata, gambar, tabel maupun sebuah bentuk jaringan. Data yang telah dikelompokkan kemudian ditafsirkan secara deskriptif. Melalui tahap ini maka peneliti dapat mendeskripsikan dan menjelaskan mengenai proses komunikasi yang dilakukan oleh seluruh anggota Komisi HAK Kevikepan D.I.Yogyakarta. Dalam tahap ini pula, hasil penelitian dijelaskan sesuai dengan kondisi yang terjadi dan fokus penelitian.

d. Penarikan Kesimpulan

Tahap terakhir dalam proses analisis data, yaitu penarikan kesimpulan atas hasil penelitian. Data yang telah digambarkan dan dijelaskan dalam tahap interpretasi kemudian disimpulkan sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu mengenai pola jaringan komunikasi

35 yang terbentuk di dalam Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Kevikepan D.I.Yogyakarta.

Dokumen terkait