Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengambilan data berbasis pengetahuan dan paradigma-nya merupakan interpretasi, jadi bukan merupakan hubungan sebab akibat. Demikian pula variabelnya kompleks yang memiliki ciri berupa fenomena yang sulit diukur secara statistik dan bukan menguji tingkat perbedaan (Keramas, 2008:19-20). Dijelaskan pula oleh Noorhadi (1997) dan Moleong (2000) bahwa penelitian kualitatif bekerja dengan kata-kata, konsep dan informasi tanpa simbol-simbol aljabar dan diperoleh dari orang-orang atau perilakunya yang sedang diamati. Lebih jauh dijelaskan oleh Keramas (2008:29) bahwa pemakaian metode kualitatif digunakan untuk penelitian sejarah budaya. Penelitian ini lebih dikembangkan lagi selain sejarah dan budaya yaitu sosial dan antropologi karena objek yang diteliti adalah eksistensi warisan budaya dan perilaku masyarakat, oleh karena itu maka pendekatan penelitian adalah studi sosio-antropologis.
3.2 Jenis dan Sumber Data
Jenis data penelitian berupa data kualitatif yaitu berupa kata-kata, ungkapan dan kalimat. Jenis data kualitatif diperoleh untuk menjawab bagaimanakah eksistensi Pura seperti struktur, fungsi dan makna menurut perspektif sosio-antropologis. Data tersebut
berupa kata-kata, ungkapan atau kalimat, laporan, tabel, catatan, gambar denah bahkan dokumentasi foto.
Dalam hal ini data dari informan berdasarkan wawancara, data hasil observasi, data dokumen sejarah dan laporan yang sudah teruji keakuratannya tergolong sumber data primer, sedangkan yang tergolong data sekunder yaitu data yang diperoleh berdasarkan telaah kepustakaan dan fotografi. Data tentang eksistensi Pura dari masa ke masa dan peran Pura dalam kehidupan umat Hindu di Bali dapat saja berasal dari sumber data primer maupun data sekunder.
3.3 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di di Banjar Karang Dawa, Desa Pakraman Dwi Kukuh Lestari yang merupakan salah satu bagian dari kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Kelungkung propvinsi Bali, yang merupakan letak lokasi dari Pura Paluang ( Pura Mobil).
3.4 Penentuan Informan
Data penelitian berupa data kualitatif yaitu berupa kata-kata, ungkapan dan kalimat. Sumber data disebut informan yang dipilih secara purposive sampling dan dengan teknik snowball atau bola salju bergulir. Cara ini dilakukan dengan menentukan informasi kunci yang dipilih berdasarkan kriteria yangditetapkan, yaitu (1) mereka yang tergolong masih berkecimpung atau terlibat pada kegiatan yang tengah diteliti; (2) mereka yang menguasai dan memahami sesuatu melalui proses enkulturasi, sehingga sesuatu informasi bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihayati; (3) mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasinya; (4) mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil kemasannya sendiri; (5) mereka yang pada mulanya tergolong cukup asing dengan penelitian sehingga lebih menggairahkan untuk dijadikan semacam guru atau narasumber (Sugiyono, 2009:221).
3.5 Instrumen Penelitian
Alat untuk mengumpulkan data penelitian disebut dengan Instrumen penelitian atau alat pengumpul data
1. Human Instrumen yaitu peneliti itu sendiri sebagai instrumen utama
2. Daftar Pertanyaan Dilakukan wawancara yang mendalam dengan tujuan untuk mendapatkan data secara mendetail terhadap fokus masalah yang sedang diteliti. 3. Kamera dan alat perekam, telepon serta buku catatan
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data melalui beberapa tahapan yaitu: observasi partisipan, wawancara mendalam, studi kepustakaan dan dokumentasi.
3.6.1 Observasi
Metode ini menggunakan pengamatan atau pengindraan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi atau perilaku. (Faesal, 2001:52). Observasi merupakan kegiatan yang merekam dan mencatat peristiwa, sikap dan benda-benda atau barang yang ada pada objek penelitian (Marshal dan Rossman, 1994). Pengamatan tersebut digunakan untuk mendapatkan interaksi kompleks dalam tatanan sosial yang kemudian diungkapkan dengan kata-kata secara cermat dan tepat pada apa yang diamati. Observasi Partisipan menurut Nasution (2000) berarti peneliti merupakan bagian dari kelompok yang ditelitinya misalnya termasuk suku bangsa atau perkumpulan maupun ia menjadi pekerja dalam institusi yang ditelitinya. Sebagai contoh dalam hal ini peneliti sendiri adalah orang yang bekerja di sebuah instansi di kota Mataram yang beragama Hindu, dimana objek penelitiannya adalah Pura Paluang ( Pura Mobil ), subjek penelitian adalah informan yang dapat memberikan data secara valid.
3.6.2
Wawancara Mendalam (In Dept Interview)Dalam melakukan wawancara menggunakan daftar pertanyaan yang terkait dengan tujuan penelitian serta mengadakan kegiatan wawancara secara mendalam
sehingga diperoleh data primer. Wawancara mendalam dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data secara lebih mendetail terhadap fokus masalah yang diteliti. Menurut Spreadly dalam Riyanto (2003) bahwa yang perlu diperhatikan dalam wawancara adalah peneliti secara pelan-pelan memasuki serta mengalami suasana baru dalam membantu informan agar dapat menyampaikan persepsinya. Diusahakan untuk menghindari wawancara yang terburu-buru.
3.6.3 Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik sederhana yang memiliki kelebihan dalam menggunakan suatu nilai dan kepercayaan sebagai bukti partisipasi peneliti dalan setting penelitian. Dokumentasi meliputi kegiatan saat-saat pertemuan, focus group discussion, buku harian pengumuman, surat-surat, surat keterangan dan lain-lain yang bermanfaat untuk mengembangkan pemahaman tentang setting sesuai fokus penelitian (Marshal dan Rossman, 1994). Pengumpulan data melalui teknik ini digunakan untuk melengkapi data atau sebagai data utama sesuai dengan tujuan penelitian.
3.6.4 Library Research
Library research atau metode kepustakaan adalah cara pengumpulan data yang ada di dalam kepustakaan. Metode ini menekankan pada telaah kepustakaan dengan cara membaca dan menekuni literatur-literatur baik berupa buku-buku, majalah maupun lontar. Dimana bagian yang dianggap penting akan dikutip sesuai dengan yang diperlukan.
3.7 Penyajian data
Setelah data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan kemudian dipilah-pilah untuk diseleksi dan disusun secara sistematis. Data yang tumpang tindih dan meragukan maka diuji dengan triangulasi data, dengan cara recek melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Kemudian data disajikan dalam bentuk uraian kalimat dan tabel sesuai dengan item-item tujuan penelitian.
3.8 Teknik Analisis Data dan Pembahasan
Setelah data dikumpulkan maka dianalisis dengan beberapa metode yaitu metode deskriptif, analisa kualitatif dengan beberapa teori-teori sosiologi yang sesuai dengan pokok permasalahan yang diteliti, dan menarik kesimpulan dengan metode induktif-argumentatif.
Metode deskriptif yaitu pengolahan data dengan cara menyusun data-data secara sistematis tentang fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Mengelompokkan data disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Melalui metode analisa data dengan teori perspektif sosiologi sehingga dapat mengungkap konsep, struktur, sejarah dan fenomena perilaku dalam masyarakat. Cara menarik kesimpulan dengan teknik induktif argumentatif dengan cara menyebutkan fakta-fakta yang khusus sebelum menyimpulkan. Pada saat menarik kesimpulan dengan cara memberikan komentar argumentatif sehingga kesimpulan akhir dapat dirumuskan.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN