A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Adapun lokasi penelitian akan dilakukan di Kota Makassar, pelaksanaannya pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan Jl. A.P. Pettarani Makassar dengan waktu penelitian yang akan dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Juni 2014.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. Deskripsi dalam kosakata Indonesia artinya adalah menjelaskan atau menggambarkan. Menurut Vardiansyah (dalam Leksono, 2013:181) penelitian deskriptif adalah upaya pengolahan data menjadi sesuatu yang dapat diutarakan secara jelas dan tepat dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya sendiri. Dalam penelitian ini peneliti akan berupaya mengutarakan secara jelas tentang sistem pengelolaan barang milik negara dan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh obyek penelitian.
C. Metode Pengumpulan data
Sesuai dengan prosedur penulisan ilmiah pada umumya, maka data yang terkumpul dalam penelitian ini diperoleh dengan metode sebagai berikut:
60
1. Penelitian Kepustakaan (library research), yaitu penelitian yang menggunakan data yang diperoleh dari tulisan-tulisan ilmiah yang ada maupun buku-buku literatur lain yang diperlukan sebagai landasan teoritis dalam penelitian ini.
2. Penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data-data dan informasi yang intern pada perusahaan yang bersangkutan. Data yang diambil sebagian besar diperoleh dengan metode pengumpulan sebagai berikut:
a. Observasi, yaitu suatu metode yang digunakan oleh peneliti dengan cara pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan pada perusahaan/organisasi khususnya untuk kegiatan pengelolaan barang milik negara.
b. Wawancara, yaitu metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara bebas baik terstruktur maupun tidak terstruktur dengan tujuan untuk memperoleh informasi secara luas mengenai obyek peneliatian. (Sunyoto, 2011;23).
c. Dokumentasi, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari catatan-catatan yang dimiliki satuan kerja, metode ini digunakan untuk memperoleh data, dokumen, serta catatan yang berhubungan dengan pengelolaan barang milik negara pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.
61
3. Analisis dan pengolahan data, untuk membandingkan keadaan di obyek penelitian dengan landasan teori hasil kepustakaan.
D. Jenis dan Sumber Data
Ada beberapa jenis data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian dilihat dari berbagai sudut pandang. Jenis Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dilihat dari cara memperolehnya terdiri dari:
1. Data primer, merupakan data yang diperoleh dari sumber aslinya . Data primer ini berupa hasil wawancara dan observasi langsung terhadap obyek penelitian.
2. Data sekunder, merupakan data yang diperoleh dari pihak luar obyek penelitian yang berasal dari hasil pencatatan, dokumen, laporan, dan studi kepustakaan.
Jenis data menurut sumbernya, kita dapat mengklasifikasikan data atas data internal dan data eksternal.
1. Data internal merupakan data yang didapat dari internal obyek penelitian atau data yang dikumpulkan dari dalam suatu perusahaan/lembaga yang dijadikan objek penelitian misalnya laporan, sistem pengelolaan bmn serta kebijakan akuntansi yang diterapkan pada lembaga tersebut.
2. Data eksternal merupakan data yang diperoleh dari pihak lain artinya bahwa data penelitian telah dikumpulkan oleh pihak diluar perusahaan /lembaga misalnya departemen pemerintahan dan peneliti lain.
62
E. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional pada penelitian adalah unsur penelitian yang terkait dengan variabel yang terdapat dalam judul penelitian atau yang tercakup dalam paradigma penelitian sesuai dengan hasil perumusan masalah. Kalau ada pertanyaan tentang apa yang akan diteliti maka jawabannya berkenaan dengan variabel penelitian, jadi variabel penelitian pada dasarnya adalah suatu atrtibut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 20013:38). Untuk setiap variabel yang digunakan dalam suatu penelitian, harus didefinisikan secara jelas. Sesuai dengan judul yaitu Analisis Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara sebagai Dasar dalam Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban, maka terdapat variabel yang menjadi dimensi pengukuran dalam penelitian ini, yaitu:
1. Sistem Pengelolaan Barang Milik Negara
Sistem pengelolaan barang milik negara adalah suatu rangkaian kegiatan dan tindakan yang meliputi kegiatan perencanaan kebutuhan dan pengganggaran;
pengadaan; penggunaan; pemanfaatan; pengamanan dan pemeliharaan; penilaian;
penghapusan; pemindahtanganan; penatausahaan; pembinaan, pengawasan dan pengendalian. Pengeloaan Barang Milik Negara diselenggarakan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan yang mengatur barang milik negara.
Aturan mendasar mengenai pengelolaan Barang Milik Negara diatur secara umum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang
63
Milik Negara/ Daerah serta perubahannya (PP No.38 Tahun 2008), selanjutnya tata cara pelaksanaan diatur secara khusus dalam Peraturan menteri Keuangan.
2. Kebijakan Akuntansi atas Barang Milik Negara
Kebijakan akuntansi BMN mencakup masalah pengakuan, pengukuran, penilaian dan pengungkapan. Pada dasarnya kebijakan akuntansi Barang Milik Negara (BMN) dan Pelaksanaan pelaporannya dilaksanakan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah dan Sistem Akuntansi Instansi, hal ini sesuai dengan PP No.24/2005 sebagaimana yang telah diubah dengan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan Permenkeu No.171 Tahun 2007 Tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat.
3. Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Perundang-undangan
Standar Akuntansi Pemerintahan yang selanjutnya disingkat SAP adalah prinsip-prinsip akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan pemerintah, yang diatur dalam PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Sedangkan peraturan perundang-undangan yang dimaksud disini adalah dasar hukum tentang pengelolaan barang milik negara.
Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi (Sugiyono 2013:39) :
1. Variabel Independen : Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa Insonesia sering disebut sebagai varabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang
64
mempengaruhi, atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Yang termasuk dalam variabel ini adalah a. Sistem pengelolaan barang milik negara; dan
b. Kebijakan akuntansi barang milik negara
2. Variabel Dependen : Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Yang termasuk dalam variabel ini adalah Standar Akuntansi Pemerintahan dan Peraturan Perundang-undangan.
F. Metode Analisis
Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode Analisis Deskriptif. Analisa ini memberikan penjelasan atau gambaran tentang keadaan yang diteliti, yaitu untuk memperoleh penjelasan atau gambaran tentang sistem pengelolaan Barang Milik Negara yang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku serta kebijakan akuntansi terhadap pengelolaan barang milik negara yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan.
65
BAB IV