Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah Kecamatan Aek Kuasan di Kabupaten Asahan. Ruang lingkup penelitian ini yakni petani kelapa sawit di Kecamatan Aek Kuasan di Kabupaten Asahan. Lokasi ini dipilih karena daerah ini merupakan wilayah petani kelapa sawit. Waktu penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, yaitu di bulan Desember 2014 sampai bulan Februari 2015.
3.2 Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2004). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para petani kelapa sawit yang memiliki Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan berjumlah 430 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple Random Sampling (SRS) merupakan teknik pengambilan sampel probabilistik yang paling sederhana dimana satuan pengamatan mempunyai peluang yang sama untuk terpilih ke dalam sampel. Teknik ini digunakan apabila variabel yang akan diteliti keadaannya relatif homogen dan tersebar merata di seluruh populasi (Kuncoro,2009).
Adapun karakteristik sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini, yaitu: a. Responden berdomisili di Kecamatan Aek Kuasan
b. Responden mampu memahami pertanyaan-pertanyaan di dalam kuesioner dengan baik
c. Populasi adalah petani kelapa sawit
d. Tidak ada responden (petani) yang sama berada dalam satu keluarga.
Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian minimal 10% dari total populasi, yaitu sebagai berikut:
= 10% x 430 orang = 43 orang
Dengan demikian akan ditetapkan total sampel yang mewakili seluruh populasi petani kelapa sawit yang ada di Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan adalah 43 orang. 3.3 Teknik Pengumpulam Data
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelancaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Kuesioner dan wawancara
Penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara, daftar pertanyaannya di buat secara berstruktur dengan bentuk pertanyaan terbuka. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang peran Kredit Usaha Rakyat Terhadap Pendapatan Usaha Tani kelapa sawit di Kecamatan Aek Kuasan.
2. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu pengumpulan data dimana peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, dokumen, peraturan-peraturan, dan sebagainya
(Arikunto, 2002). Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini yakni catatan atau dokumen resmi tertulis dan dikeluarkan oleh Kecamatan dan lembaga lain yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
3.4 Metode Analisis
Metode yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu metode analisis dengan mengumpulkan data secara sistematis, menganalisis dan menginterpretasikan data dengan melalui gambaran-gambaran sehingga mendapatkan kesimpulan.
Untuk mengetahui pengaruh kredit usaha rakyat terhadap pendapatan usaha tani di Kecamatan Aek Kuasan Kabupaten Asahan digunakan analisis regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Adapun alat bantu yang digunakan untuk mengolah data tersebut adalah Program Eviews 5. Analisis regresi bertujuan untuk memprediksi pengaruh antara variable bebas dan variabel terikat.
Dinyatakan dalam fungsi:
Y = f (X1 + X2 + X3 + X4 + X5)……….(1)
Dari fungsi (1) dapat dispesifikasikan fungsi pendapatan model sebagai berikut:
Y = α + β1X1+ β2X2+ β3X3 + β4X4 + β5X5μ………...(2)
Dimana : Y = Pendapatan
α = Konstanta
β1, β2, β3, β4, β5 = Koefisien Regresi X1 = Luas Lahan (Ha)
X2 = Modal (Rupiah) X3 = Tenaga Kerja (Orang) X4 = Hasil Produksi (Kg) X5 = KUR (Rupiah)
μ = Kesalahan Penganggu
3.5 Uji Kesesuaian
3.5.1 Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi yang dinyatakan sebagai R2 bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variasi variabel-variabel bebas mampu menjelaskan variasi terhadap variabel terikat. Nilai R2 berkisar antara 0 sampai 1 (0< R2<1).
Kriteria pengujiannya yaitu sebagai berikut:
1. jika nilai R2 mendekati 1, berarti dapat menjelaskan variabel independen yaitu luas lahan, tenaga kerja, modal dan KUR dengan variabel dependen yaitu pendapatan adalah sempurna dan positif.
2. jika nilai R2 mendekati 0, berarti tidak dapat menjelaskan variabel independen yaitu Luas lahan, Tenaga kerja, modal dan KUR dengan variabel dependen yaitu pendapatan.
3.5.2 Uji F (F-test)
Uji Serempak (F-test) untuk mengetahui signifikansi statistik koefisien regresi secara serempak.
Dimana :
R2 = Koefisien Determinasi k = Banyaknya Variabel Bebas n = Jumlah Sampel
H0 : β1=β2=β3=β4=β5=0, H1: β1≠β2≠β3≠β4≠β5≠0
Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya bahwa ada pengaruh nyata antara variabel bebas dan variabel terikat.
3.5.3 Uji T (T-test)
Uji Parsial (t-test) merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui signifikansi statistik koefisien regresi secara parsial.
Nilai t-hitung dapat diperoleh dengan rumus: t-hitung =
Dimana :
bi = Koefisien Variabel Bebas ke i b = Nilai Hipotesis Nol
Sbi = Simpangan Baku dari Variabel Bebas ke-i Hipotesis yang digunakan :
H0: β1=β2=β3=β4=β5=0, H1: β1≠β2≠β3≠β4≠β5≠0
Jika thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya bahwa ada pengaruh nyata antara variabel bebas dan variabel terikat.
3.6 Uji Penyimpangan Asumsi Klasik
Beberapa uji penyimpangan asumsi klasik yang harus dipenuhi untuk suatu hasil estimasi regresi linier agar hasil tersebut dapat dikatakan baik dan efisien, maka dilakukan pengujian yaitu:
1. Multikolinieritas digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan linier yang sempurna diantara variabel-variabel dalam model regresi. Uji ini digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya korelasi (hubungan) antar variabel bebas yang dapat diketahui melalui R2. Apabila R2dari masing-masing regresi dari variabel kemudian dibandingkan dengan nilai R2 model awal maka didalam regresi parsial tersebut multikolinieritas.
2. Uji Normalitas digunakan untuk menguji apakah normal atau tidaknya faktor pengganggu, dengan menggunakan jarque-Bera Test (J-B Test). Uji ini dapat dilihat melalui angka probability. Apabila angka probability > 0,05 maka data berdistribusi normal, sebaliknya apabila angka probability < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
3. Uji Linieritas ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang kita gunakan sudah benar atau tidak. Dengan menggunakan uji ini dapat diketahui bentuk model empirirs dan menguji variabel yang relevan untuk dimasukkan kedalam model empiris.
4. Heteroskedastisitas digunakan dengan melakukan uji white. Uji tersebut meregresikan nilai residual kuadrat dari model regresi terhadap variable-variabel independentnya. Tahapannya yaitu:
a. Formulasi hipotesis
H0 : distribusi bebas masalah Heteroskedastisitas Ha : distribusi terdapat masalah Heteroskedastisitas
b. Menentukan tingkat signifikansi (α)
c. Menentukan kriteria pengujian H0 ditolak jika prob Obs*R Square < α
H0 diterima jika prob Obs*R Square > α
BAB IV
PEMBAHASAN HASIL