Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Dengan ketinggian tempat ± 25 mdpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2013.
Bahan dan Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah autoclave, laminar air flow, timbangan analitik, cawan petri, tabung reaksi, erlenmeyer, beaker glass, bor gabus, jarum inokulum, pemanas bunsen, hot plate, dilutor, preparat glass, deck glass, kamera digital, mikro pipet, dan mikroskop binokuler.
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jamur Metarhizium
anisopliae, media PDA, fungisida (dengan bahan aktif propineb 70 WP,
mankozeb 80 WP, difenokonazol 250 EC dan tebukonazol 25 WP), aquades, aluminium foil, spritus, alcohol 96 % dan cling warp.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan menggunakan RAL non faktorial dengan perlakuan, yaitu :
F0
F
: Kontrol (tanpa fungisida)
1 F : 1000 ppm Propineb 70 WP = 1,43 mg propineb 70 WP/l 2 F : 5000 ppm Propineb 70 WP = 7,14 mg propineb 70 WP/l 3 F : 10.000 ppm Propineb 70 WP = 14,3 mg propineb 70 WP/l 4 F : 15.000 ppm Propineb 70 WP = 21,43 mg propineb 70 WP/l 5 F : 20.000 ppm Propineb 70 WP = 28,57 mg propineb 70 WP/l 6 : 1000 ppm Mankozeb 80 WP = 1,25 mg Mankozeb 80 WP/l
F7 F : 5000 ppm Mankozeb 80 WP = 6,25 mg Mankozeb 80 WP/l 8 F : 10.000 ppm Mankozeb 80 WP = 12,5 mg Mankozeb 80 WP/l 9 F : 15.000 ppm Mankozeb 80 WP = 18,75 mg Mankozeb 80 WP/l 10 F : 20.000 ppm Mankozeb 80 WP = 25 mg Mankozeb 80 WP/l 11 F
: 1000 ppm Difenokonazol 250 EC = 0,004 ml Difenokonazol 250 EC/l
12
F
: 5000 ppm Difenokonazol 250 EC = 0,02 ml Difenokonazol 250 EC/l
13
F
: 10.000 ppm Difenokonazol 250 EC = 0,04 ml Difenokonazol 250 EC/l
14
F
: 15.000 ppm Difenokonazol 250 EC = 0,06 ml Difenokonazol 250 EC/l
15
F
: 20.000 ppm Difenokonazol 250 EC = 0,08 ml Difenokonazol 250 EC/l
16 F : 1000 ppm Tebukonazol 25 WP = 4 mg Tebukonazol 25 WP/l 17 F : 5000 ppm Tebukonazol 25 WP = 20 mg Tebukonazol 25 WP/l 18 F : 10.000 ppm Tebukonazol 25 WP = 40 mg Tebukonazol 25 WP/l 19 F : 15.000 ppm Tebukonazol 25 WP = 60 mg Tebukonazol 25 WP/l 20 Jumlah Perlakuan : 21 : 20.000 ppm Tebukonazol 25 WP = 80 mg Tebukonazol 25 WP/l Jumlah Ulangan : 3 Jumlah Perlakuan Seluruhnya : 63
Perlakuan yang diperoleh adalah sebagai berikut : F0(1) F0(2) F0 F (3) 1(1) F1(2) F1 F (3) 2(1) F2(2) F2 F (3) 3(1) F3(2) F3 F (3) 4(1) F4(2) F4 F (3) 5(1) F5(2) F5 F (3) 6(1) F6(2) F6(3)
F7(1) F7(2) F7 F (3) 8(1) F8(2) F8 F (3) 9(1) F9(2) F9 F (3) 10(1) F10(2) F10 F (3) 11(1) F11(2) F11 F (3) 12(1) F12(2) F12 F (3) 13(1) F13(2) F13 F (3) 14(1) F14(2) F14 F (3) 15(1) F15(2) F15 F (3) 16(1) F16(2) F16 F (3) 17(1) F17(2) F17 F (3) 18(1) F18(2) F18 F (3) 19(1) F19(2) F19 F (3) 20(1) F20(2) F20 Model linier yang digunakan adalah sebagai berikut:
(3)
: Respon atau nilai pengamatan pada perlakuan ke-i dan kelompok ke-j : Nilai tengah umum
: Nilai pengamatan perlakuan ke-i : Nilai pengamatan kelompok ke-j
Apabila hasil analisa sidik ragam menunjukkan nilai berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan.
Pelaksanaan Penelitian Pembuatan Media PDA
Disediakan kentang 200 gr, dextrose 20 gr, dan agar 14 gr, kentang dipotong dadu kecil kemudian direbus hingga kentang matang lalu disaring dan diambil air saringannya dalam beaker glass , kemudian di tambahkan dextrose, agar dan aquades hingga mencapai 1000 ml, diaduk hingga homogen dan dipanaskan di atas hot plate hingga larutan mendidih, setelah mendidih dimasukkan larutan PDA ke dalam erlenmeyer ukuran 200 ml untuk kemudian ditutup dengan menggunakan kapas steril dan aluminium foil lalu dibalut dengan cling warp, selanjutnya dimasukkan kedalam autoklaf untuk disterilkan selama 15 menit dengan suhu 121o
Penyediaan Bahan Aktif Fungisida
C pada tekanan 1,5 atm, kemudian bila diperlukan media PDA siap dituang ke cawan petri sesuai kebutuhan dan dapat disimpan sebagai stok media.
Penyediaan bahan aktif fungisida didapatkan dengan menambahkan bahan aktif fungisida kedalam media PDA sesuai dengan perlakuan, yaitu :
Pada F0 dilakukan tanpa adanya penambahan b.a. fungisida pada 1 liter media PDA. Pada F1 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 1,43 mg propineb 70 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F2 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 7,14 mg propineb 70 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F3 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 14,3 mg propineb 70 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F4 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 21,43 mg propineb 70 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F5 didapat dengan mengambil
1 ml dari larutan fungisida 28,57 mg propineb 70 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F6 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 1,25 mg Mankozeb 80 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F7 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 6,25 mg Mankozeb 80 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F8 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 12,5 mg Mankozeb 80 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F9 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 18,75 mg Mankozeb 80 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F10 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 25 mg Mankozeb 80 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F11 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 0,004 ml Difenokonazol 250 EC/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F12 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 0,02 ml Difenokonazol 250 EC/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F13
dilakukan dengan menambahkan 0,04 ml Difenokonazol 250 EC/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F14 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 0,06 ml Difenokonazol 250 EC/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F15 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 0,08 ml Difenokonazol 250 EC/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F16 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 4 mg Tebukonazol 25 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F17 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 20 mg Tebukonazol 25 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F18 didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 40 mg Tebukonazol 25 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F19
WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA. Pada F20
Penyediaan Sumber Inokulum
didapat dengan mengambil 1 ml dari larutan fungisida 80 mg Tebukonazol 25 WP/l ditambahkan dengan 9 ml media PDA.
Biakan M. anisopliae. diperoleh dengan menumbuhkan jaringan tubuh serangga yang diduga terserang gejala entomopatogen M. anisopliae di lapangan
pada media PDA dan dilakukan pengamatan setiap hari. Jamur yang diduga M. anisopliae yang tumbuh, diisolasi pada media PDA yang baru hingga didapat
biakan murni. M. anisopliae dapat dilihat dengan pengamatan morfologi jamur yaitu dengan melihat warna biakan. Kemudian dilakukan pengamatan mikroskopis untuk memastikan jamur yang tumbuh adalah M. anisopliae.
Pengujian di Laboratorium
Pengujian dilakukan dengan menggunakan cawan petri berdiameter 9 cm yang telah diisi dengan media PDA + bahan aktif fungisida sesuai dengan dosis perlakuan (Gambar 9a) dan inokulum M. anisopliae diinokulasi pada bagian tengah cawan petri (Gambar 9b).
a b
Gambar 9 : Bagan peletakan M. anisopliae pada cawan petri (a) Media PDA + b.a fungisida (b) Inokulum M. anisopliae.
Selanjutnya cawan petri diinkubasi di dalam ruangan pada suhu kamar. Pengamatan dilakukan setiap hari hingga pertumbuhan M. anisopliae pada cawan petri di media kontrol atau pada salah satu cawan petri di media yang diberi perlakuan fungisida penuh.
Pengamatan Mikroskopis M. anisopliae
Pengamatan mikroskopis jamur dilakukan dengan metode mikrokultur. Kertas tisu, object glass, dan cover glass dimasukkan ke dalam cawan petri steril lalu disterilkan di dalam autoclaf. Setelah steril, dipotong media PDA yang telah diberi perlakuan bahan aktif fungisida dengan bentuk kubus dan diletakkan di atas object glass, kemudian diinokulasikan spora jamur M. anisopliae pada bagian atas potongan PDA lalu ditutup dengan cover glass. Mikrokultur ini diinkubasi pada suhu kamar selama 3x24 jam lalu diamati dengan mikroskop binokuler.
Parameter Pengamatan
1. Diameter koloni M. anisopliae
Perbandingan diameter koloni media M. anisopliae yang diberi perlakuan dengan kontrol dilakukan dengan cara membandingkan diameter koloni pertumbuhan koloni M. anisopliae pada cawan petri tiap-tiap perlakuan yang ditambahkan bahan aktif fungisida dengan kontrol.
2. Luas pertumbuhan Koloni M. anisopliae
Luas pertumbuhan M. anisopliae dilakukan dengan cara menggambar pola luas pertumbuhan koloni jamur pada cawan petri menggunakan plastik transparan, digunting sesuai pola pertumbuhan dan ditimbang beratnya, selanjutnya nilai berat timbangan koloni tersebut ditransformasikan ke satuan cm. Pengamatan
dihentikan jika pertumbuhan M. anisopliae pada cawan petri di media kontrol atau pada salah satu cawan petri di media yang diberi perlakuan fungisida penuh. 3. Makroskopis M. anisopliae
Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati secara langsung meliputi warna, bentuk, margin, dan elevasi koloni M. anisopliae pada cawan petri untuk tiap-tiap perlakuan.
HASIL DAN PEMBAHASAN