METODELOGI PENELITIAN A. Jenis dan Lokasi Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Penelitian deskriptif bertujuan untuk melukiskan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala dan sebagainya yang merupakan obyek penelitian. Dengan kata lain, penelitian ini ditujukan untuk memecahkan masalah. Pelaksanaannya tidak terbatas kepada pengumpulan data saja, melainkan juga meliputi analisis dan interpretasi dari data itu.Kelebihan penelitian kualitatif adalah mempunyai fleksibilitas yang tinggi bagi peneliti ketika menentukan langkah-langkah penelitian.
Metode deskriptif adalah metode yang menggambarkan sebuah peristiwa, benda dan keadaan dengan sejelas-jelasnya tanpa mempengaruhi objek yang ditelitinya.Alasan peneliti menggunakan tipe penelitian deskriptif ialah karena sifat dari penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan suatu keadaan di mana dalam konteks penelitian ini keadaan yang hendak digambarkan ialah mengenai kualitas pelayanan yang diberikan oleh suatu instansi pemerintah kepada masyarakat sebagai penerima pelayanan.Selain itu pelaksanaan dari penelitian ini tidak hanya sekedar mengumpulkan data semata, tetapi juga menganalisis, mengamati suatu fenomena atau peristiwa secara terperinci sehingga dapat menginterpretasikan data-data yang diperoleh di lapangan.Metode kualitatif digunakan dengan alasan agar lebih
51
mudah disesuaikan apabila dihadapkan dengan kenyataan ganda, selain itu metode kualitatif membangun hubungan langsung antara peneliti dengan informan.
Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji terletak di bagian selatan Kecamatan Mamajang Kota Makassar tepatnya di Jalan Dr. Ratulangi No. 81 Makassar dengan mengambil informan yang sesuai dengan karakteristik yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengambilan daerah penelitian tersebut adalah dengan alasan kemudahan untuk mendapatkan responden, mengingat peneliti juga berdomisili di kota Makassar. Penelitian ini dilakukan dengan mewawancarai beberapa informan yaitu para konsumen dan karyawan Rumah Sakit, untuk mendukung telaah literatur yang telah dilakukan. Kemudian lokasi penelitian ditentukan dengan kesepakatan peneliti dengan responden.Lokasi penelitian dapat berubah sewaktu waktu dan disesuaikan dengan keinginan dari informan penelitian agar informan merasa nyaman.
B. Pendekatan Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma interpretif yang menitikberatkan pada pemahaman para informan tersebut. Menurut Gumilar Rusliwa Somantri penelitian kualitatif berusaha mengonstruksi realitas dan memahami maknanya. Sehingga, penelitian kualitatif biasanya sangat memperhatikan proses, peristiwa dan otentisitas. Pada dasarnya penelitian kualitatif kehadiran nilai peneliti bersifat eksplisit dalam situasi yang terbatas, melibatkan subjek dengan jumlah relatif sedikit.
52
Anis Chariri menjelaskan tujuan pendekatan interpretif tidak lain adalah menganalisis realita sosial manusia yang tercipta dalam rangka berinteraksi dengan yang lain dan bagaimana realita sosial ini terbentuk. Penelitian interpretif tidak menempatkan objektivitas sebagai hal terpenting, melainkan mengakui bahwa demi memperoleh pemahaman mendalam, maka subjektivitas para pelaku harus digali sedalam mungkin. Hal ini memungkinkan terjadinya trade-off antara objektivitas dan kedalaman temuan penelitian.
C. Jenis dan Sumber Data Penelitian
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data subjek
(self-reportdata) yang diperoleh dari wawancara dengan informan dan data
dokumenter(documentary data).Sedangkan sumber data dalam penelitian adalah data primer dandata sekunder.Data primer berupa kata-kata, tindakan subjek serta gambaranekspresi, sikap dan pemahaman dari subjek yang diteliti sebagai dasar utamamelakukan interpretasi data. Ada pun data sekunder diperoleh dari berbagai sumbertertulis yang memungkinkan dapat dimanfaatkan dalam penelitian ini akan digunakansemaksimal mungkin demi mendorong keberhasilan penelitian ini.
Dalam penelitian ini istilah yang digunakan untuk subjek penelitian adalahinforman.Penelitian ini memandang representasi informan terwakili oleh kualitasinformasi yang diberikan oleh informan bukan jumlah informan yang dilibatkandalam penelitian ini.Informan penelitian tersebut di atas dipandang cukup cakap danlayak untuk memberikan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini.
53
Oleh karenaitu, Informan tersebut di atas dipilih secara sengaja dengan mempertimbangkankriteria yang bahwainforman merupakan individu yang telah cukup lama dan intensif menyatu dengankegiatan atau medan aktivitas yang menjadi sasaran penelitian. Mereka tidak hanyasekedar tahu dan dapat memberikan informasi, tetapi juga telah menghayati secarasungguh-sungguh sebagai akibat dari keterlibatannya yang cukup lama denganlingkungan atau kegiatan yang bersangkutan.Adapun informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang memberikan informasi tentang segala yang terkait dalam penelitian di lingkungan Rumah Sakit.Disisi lain peneliti mendapatkan dukungan untuk lebih bisa melakukan lebih dalam, dukungan tersebut mengalir dari beberapa karyawan Rumah Sakit diantaranya dari petugas parkir, petugas kebersihan, penjaga kasir, perawat dan pasien maupun pengunjung yang bersedia sebagai informan peneliti.
D. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah: 1. Wawancara Mendalam
Wawancara digunakan sebagai tehnik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Tehnik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self- report atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi. Untuk wawancara mendalam dilakukan secara langsung dengan informan
54
secara terpisah di lingkungannya masing-masing.Wawancara dilakukan dengan informan yang dianggap berkompeten dan mewakili.
2. Observasi
Pengamatan (observasi) adalah suatu proses yang kompleks yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis, dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Atau alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diteliti. Pengamatan observasi dapat juga didefinisikan sebagai “perhatian yang terfokus terhadap kejadian, gejala, atau sesuatu”. Metode observasi (pengamatan) adalah suatu teknik peneletian yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan terhadap obyek, baik secara langsung atau tidak langsung tanpa ada unsur untuk mempengaruhi, mengatur atau memanipulasi.
3. Studi Pustaka
Studi pustaka adalah teknik pengumpulan data dengan menggunakan referensi dari buku,jurnal dan makalah untuk mendapatkan konsep dan data-data yang relevan dengan permasalahan yang dikaji sebagai penunjang penelitian.
4. Studi Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.Misalnya web perusahaan, laporan keuangan, gambar perusahaan, dan lain-lain.Informasi, data
yang diperlukan dalam penelitian ini juga kami peroleh dari studi
55
buku literatur, majalah, jurnal, hasil seminar, artikel baik yang tersedia dalam media
on-line (internet) maupun yang ada dalam perpustakaan. 5. Internet Searching
Selain melalui studi pustaka, peneliti juga menggunakan internet sebagai bahan acuan atau referensi dalam menemukan fakta atau teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
E. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian adalah suatu alat yang mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Adapun alat-alat penelitian yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian sebagai berikut:
1. Perekam suara 2. Handphone 3. Kamera 4. Alat tulis
F. Tehnik Pengolahan dan Analisis Data
Menurut Winarno Surakhmad (Idrus, 2007) teknik pengolahan data merupakan teknik operasional yang dilakukan pada saat setelah data terkumpul. Beberapa tahap pengolahan data pada penelitian ini adalah data yang diperoleh dari proses pengumpulan data dan wawancara adalah sebagai berikut:
1. Inventarisasi data, yakni mengumpulkan data dari hasil studi kepustakaan dan wawancara. Pengumpulan data berupa hasil wawancara peneliti lakukan
56
melalui kegiatan wawancara dengan beberapa informan yang peneliti tentukan dengan metode purposive sampling.
2. Menyeleksi data yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Pada tahapan ini, peneliti memilih data yang diperoleh melalui kegiatan wawancara dan studi kepustakaan agar sesuai dengan fokus penelitian yang telah peneliti putuskan sebelumnya. Proses penyeleksian data ini dimaksudkan agar data yang diperoleh sesuai dengan masalah penelitian sehingga hasil dan pembahasannya dapat menjawab masalah penelitian.
3. Mengklarifikasikan data, tahap ini dilakukan setelah data diseleksi. Hasil dari wawancara yang peneliti lakukan dengan beberapa informan, kemudian dikelompokkan sesuai dengan indikator yang peneliti gunakan untuk melakukan penelitian ini. Sebelumnya peneliti telah membuat panduan wawancara yang setiap pertanyaannya akan dikelompokkan sesuai dengan indikator yang digunakan. Peneliti menggunakan 4 indikator yang setiap indikatornya diwakili oleh minimal empat pertanyaan yang peneliti kembangkan.
4. Menyusun data, yakni memposisikan data yang telah diproses melalui tiga tahapan sebelumnya pada posisi pokok bahasan secara sistematis. Pada tahapan ini, peneliti menyusun data yang didapat tersebut untuk kemudian dipaparkan pada bagian hasil dan pembahasan sehingga pemilihan data tersebut dapat mendeskripsikan hasil penelitian di lapangan.
57
Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milah menjadi satuan-satuan yang dapat dikelola, mencari dan menemukan pola serta memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Analisis data ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan
Green Accounting pada Rumah Sakit yang ada di Kota Makassar. Adapun teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif, mengikuti konsep yang diberikan Miles dan Huberman yaitu suatu aktivitas yang meliputi data reduction, data display dan conclusions drawing verification. Untuk lebih memahami teknik tersebut, maka peneliti akan menjelaskanya sebagai berikut:
a) Data Reduction
Reduksi data merujuk pada proses pemilihan, pemokusan, penyederhanaan, abstraksi, dan pentransformasian “data mentah” yang terjadi dalam catatan – catatan lapangan tertulis. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dalam hal ini, ketika peneliti memperoleh data dari lapangan dengan jumlah yang cukup banyak. Maka perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Adapun hasil dari mereduksi data, peneliti telah memfokuskan pada bidang penerapan Green Accounting pada Rumah Sakit Sektor Publik yang ada di Kota Makassar. Hal ini dilakukan peneliti dengan mengamati serta meninjau kembali hasil wawancara yang akan dilakukan dengan pihak
58
Rumah Sakit dan orang-orang yang bersangkutan dengan pelaksanaan penerapan Green Accounting.
b) Data Display
Setelah data direduksi, selanjutnya peneliti mendisplaykan data yang berarti mengorganisir data, menyusun data dalam suatu pola hubungan sehingga semakin mudah difahami. Dalam hal ini, peneliti memfokuskan pada beberapa metode penerapan Green Accounting pada Rumah Sakit Sektor Publik yang berupa perhatian lingkungan, tanggungjawab lingkungan dan pelaporan akuntansi lingkungan. Hal ini dilakukan /peneliti karena dipandang memiliki kaitan dengan penerapan Green Accounting yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit selaku objek atau lokasi penelitian. Dengan demikian, hasil dari data display ini mampu memudahkan peneliti dalam upaya pemaparan dan penegasan kesimpulan.
c) Conclusions Drawing / Verification
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan. Dalam hal ini, peneliti berusaha dan berharap kesimpulan yang dicapai mampu menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal yaitu yang berkaitan dengan penerapan Green
Accounting yang diterapkan pada Rumah Sakit Sektor Publik yang ada di
Kota Makassar beserta dampak dari penerapan Green Accounting terhadap kinerja lingkungan.
59 G. Pengujian Keabsahan Data
Dalam penelitian ini peneliti memakai pendekatan kualitatif, untuk memeriksa keabsahan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Pemeriksaan terhadap keabsahan data pada dasarnya, selain digunakan untuk menyanggah balik apa yang dituduhkan kepada penelitian kualitatif yang mengatakan tidak ilmiah, juga merupakan sebagai unsur yang tidak terpisahkan dari tubuh pengetahuan penelitian kualitatif. Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep kesahihan (validitas) dan keandalan (realibilitas) selain itu, keabsahan data adalahbahwa setiap keadaan harus memenuhi: mendemonstrasikan nilai yang benar, menyediakan dasar agar hal itu dapat diterapkan, memperbolehkan keputusan luar yang dapat dibuat tentang
Green Accounting.
Teknik yang digunakan adalah Triangulasi yang artinya pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagian perbandingan terhadap data itu. Jadi triangulasi merupakan cara terbaik untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan konstruksi kenyataan yang ada dalam konteks suatu studi sewaktu mengumpulkan data tentang berbagai kejadian dan hubungan dariberbagai pandangan. Maksud dari triangulasi disini adalah data wawancara diperiksa dalam keabsahan data, kemudian dibandingkan dengan hasil pengumpulan data yang lain, seperti observasi dan dokumentasi. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam tahap triangulasi ini adalah:
60
1. Triangulasi sumber data adalah menggali kebenaran informasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. Peneliti melakukan pengecekan tentang hasil dari pengamatan wawancara, maupun hasil data yang diperoleh dengan cara lain (observasi dan dokumen). Pengecekan dilakukan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penerapan Green
Accounting pada Rumah Sakit Sektor Publik di Kota Makassar terutama
ketiga metode yang diterapkan. Tentu masing-masing cara itu akan menghasilkan bukti atau data yang berbeda, yang selanjutnya akan memberikan pandangan (insight) yang berbeda pula mengenai fenomena yang diteliti. Berbagai pandangan itu akan melahirkan keluasan pengetahuan untuk memperoleh kebenaran handal.
2. Triangulasi Teori. Hasil akhir penelitian kualitatif berupa sebuah rumusan informasi atau thesis statement. Informasi tersebut selanjutnya dibandingkan dengan persfektif teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan. Selain itu, triangulasi
teori dapat meningkatkan kedalaman pemahaman asalkan peneliti mampu
menggali pengetahuan teoritik secara mendalam atas hasil analisis data yang telah diperoleh.
62 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Entitas
1. Sejarah Singkat RSUD Labuang Baji Makassar
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji terletak di bagian selatan Kecamatan Mamajang Kota Makassar tepatnya di Jalan Dr. Ratulangi No. 81 Makassar.
Adapun batas-batas geografis RSUD Labuang Baji adalah sebagai berikut:
a. Sebelah utara berbatasan dengan Jalan Landak Lama b. Sebelah timur berbatasan dengan JalanTupai
c. Sebelah selatan berbatasan dengan Perumahan Pendeta Ekss d. Sebelah barat berbatasan dengan Jalan Dr. Ratulangi
RSUD Labuang Baji Makassar didirikan pada tahun 1938 oleh Zending Gereja Genoformaf Surabaya, Malang dan Semarang sebagai Rumah Sakit Zending. RSUD Labuang Baji diresmikan pada tanggal 12 Juni 1938.Pada masa perang dunia ke II, Rumah Sakit ini digunakan oleh pemerintah Kota praja Makassar untuk menampung penderita korban perang.Pada tahun 1946-1948, RSUD Labuang Baji mendapat bantuan dari pemerintah Negara Indonesia Timur (NIT) dengan merehabilitasi gedung-gedung yang hancur akibat perang. Kapasitas tempat tidur yang tersedia pada saat diresmikan adalah 25 tempat tidur. Pada tahun 1949-1951, Zending mendirikan bangunan permanen sehingga kapasitas tempat tidur menjadi 170 tempat tidur (TT). Pada tahun 1952-1955, oleh pemerintah daerah Kotapraja Makassar diberikan tambahan beberapa bangunan ruangan, sehingga kapasitas tempat tidur bertambah
63
menjadi 190 TT. Sejak saat itulah (1955) RSUD Labuang Baji dibiayai oleh pemerintah daerah tingkat I Sulawesi Selatan.
Pada tahun 1960, oleh Zending RSUD Labuang Baji diserahkan kepada pemerintah daerah tingkat I Sulawesi Selatan dan dikelola oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan akreditasi Rumah Sakit tipe C. Terhitung mulai tanggal 16 januari 1996, melalui Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan No. 2 Tahun 1996, kelas Rumah Sakit ditingkatkan menjadi Rumah Sakit kelas B.Peraturan Daerah tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 7 Agustus 1996.Terakreditasi 5 bidang pelayanan pada tahun 2000, dan pada tanggal 13 September 2002 melalui PERDA Prov. Sul-Sel No. 6/Tahun 2002 RSUD Labuang Baji berubah status dari Rumah Sakit kelas B non pendidikan menjadi BP RSUD Labuang Baji yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.Desember 2004 terakreditasi (yg kedua kalinya) 12 bidang pelayanan dengan status akreditasi penuh.
RSUDLabuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan melalui Peraturan Daerah Nomor : 9 Tahun 2008 tanggal 21 Juli 2008 sebagai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007.Februari 2012 terakreditasi (yang ketiga kalinya) 16 bidang pelayanan dengan Predikat Lulus Tingkat Lengkap yang berlaku tanggal 17 Februari 2012 s/d 17 Februari 2015.Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 2130/VIII/2012 tentang Penetapan RSUD. Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Satuan Kerja Perangkat daerah Untuk Menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah secara penuh.
64
2. Fisik Bangunan
a. Alamat :Jl. Dr. Ratulangi No.81 Kota Makassar (90133)
b. Luas tanah :14.404 m2 (pengukuran BPN, sesuai sertifikat)
c. Luas bangunan :22.738,1 m2
d. Luas lahan parker :1.960 m2
3. Struktur Organisasi Rumah Sakit a. Direktur
b. Wakil Direktur Medik dan Keperawatan 1) Bidang Pelayanan Medik
a) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pelayanan Medik b) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medik
2) Bidang Pelayanan Keperawatan
a) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pelayanan Keperawatan b) Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Keperawatan
3) Bidang Fasilitas Medik dan Keperawatan
a) Seksi Perencanaan dan Pengembangan Fasilitasi Medik dan Keperawatan
b) Seksi Monitoring dan Evaluasi Fasilitas Medik dan Keperawatan c. Wakil Direktur Umum, Sumber Daya Manusia dan Pendidikan
1) Bagian Umum
a) Sub Bagian Tata Usaha b) Sub Bagian Rumah Tangga 2) Bagian Sumber Daya Manusia
65
b) Sub Bagian Mutasi dan Kesejahteraan 3) Bagian Pendidikan dan Penelitian
a) Sub Bagian Perencanaan dan Pengembangan b) Sub Bagian Monitoring dan Evaluasi
d. Wakil Direktur Keuangan
1) Bagian Perencanaan dan Anggaran
a) Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran b) Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan
2) Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana a) Sub Bagian Perbendaharaan
b) Sub Bagian Mobilisasi Dana 3) Bagian Akuntansi
a) Sub Bagian Akuntansi Keuangan
b) Sub Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi 4. Tugas Pokok RSUD Labuang Baji Makassar
Tugas pokok RSUD Labuang Baji adalah pelayanan kesehatan dan penyembuhan penderita serta pemulihan keadaan cacat badan dan jiwa sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Untuk menyelenggarakan tugas pokoknya tersebut maka dilakukan usaha-usaha berikut :
a. Melaksanakan usaha pelayanan medis b. Melaksanakan usaha rehabilitasi medik
c. Melaksanakan usaha pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan d. Melaksanakan usaha perawatan
66
f. Melaksanakan usaha pendidikan serta latihan medis dan paramedik g. Sebagai tempat penelitian
5. Fasilitas Pelayanan RSUD Labuang Baji Makassar
Fasilitas pelayanan di RSUD Labuang Baji Makassar meliputi pelayanan medik, pelayanan penunjang medik dan pelayanan non medik.
a. Instalasi rawat jalan Tabel 4.1
Poliklinik Mata Poliklinik Endokrin
Poliklinik Bedah Poliklinik THT
Poliklinik Paru dan TB Poliklinik Kulit & Kelamin
PoliklinikKebidanan &
Kandungan/KB
Poliklinik Konsultasi Gizi
Poliklinik KIA dan Laktasi Poliklinik Jiwa
Poliklinik Penyakit Dalam Poliklinik Anak
Poliklinik Saraf Unit Hemodialisa
Poliklinik Kardiologi Apotek Rawat Jalan
Poliklinik Gigi dan Mulut General Chek Up
67
Poliklinik Paru
Poliklinik Bedah Urologi
Poliklinik Bedah Orthopedi
Sumber: Profil RSUD Labuang Baji Tahun 2017
b. Instalasi rawat inap Tabel 4.2
Ruangan Jumlah Tempat
Tidur
PAVILIUM 3 Tempat tidur
VVIP 4 Tempat tidur
VIP 7 Tempat tidur
Kelas I 44 Tempat tidur
Kelas II 51 Tempat tidur
Kelas III 222 Tempat tidur
ICU 8 Tempat tidur
Hemodialisa 9 Tempat tidur
CVCU 8 Tempat tidur
RPK 6 Tempat tidur
IRD 13 Tempat tidur
Jumlah 374 Tempat tidur
Sumber: Profil RSUD Labuang Baji Tahun 2017
c. Pelayanan penunjang medik 1) Instalasi Rawat Darurat (IRD)
68
2) Instalasi Rawat Intensive (ICU) 3) Instalasi Rehabilitasi Medik 4) Instalasi Bedah Sentral 5) Instalasi Radiologi 6) Instalasi Patologi Klinik 7) Instalasi Patologi Anatomi 8) Instalasi Rawat Intensif 9) Instalasi Farmasi 10) Instalasi Gizi
11) Instalasi Pemeliharaan Sarana RS
12) Instalasi Forensik & Pemulasaran Jenazah 13) Instalasi Rekam Medik
14) Instalasi CSSD
6. Sumber Daya Manusia RSUD Labuang Baji Tabel 4.3
Jenis Tenaga Jlh Jenis Tenaga Jlh
Dokter Umum 19 D3 Gizi 8
Dokter PPDS 4 D1 Gizi 3
Dokter Spesialis Bedah 3 S1 Fisioterapi 1
Dokter Spesalis Interna 5 D3 Fisioterapi 3
Dokter Spesialis Anak 4 D3 Radiografer 8
Dokter Spesialis Obgyn 4 D3 Perekam Medik 1
Dokter Spesialis Radiologi 3 D3 Teknisi Eletromedik 3
Dokter Spesialis Anestes 2 D3 Analis Kesehatan 6
69
Dokter Spesialis Jiwa 1 D3 Kesehatan Gigi 2
Dokter Spesialis Mata 2 Akademi Farmasi 3
Dokter Spesialis THT 4 SPTG 1
Dokter Spesialis Kulit & Kelamin 3 SMAK 10
Dokter Spesialis Jantung 2 SMA Kimia 1
Dokter Spesialis Paru 1 S2 Manajemen 4
Dokter Spesialis Saraf 2 S2 Administrasi Publik 5
Dokter Spesialis Orthoped 1 S2 Administrasi Kesehatan 2
Dokter Spesialis Pa. Anat 1 S1 Ekonomi/Akuntansi 16
Dokter Spesialis Urologi (Part Timer) 1 S1 Administrasi 5
Dokter Gigi Spesialis 1 S1 Sosial 7
Dokter Gigi 8 S1 Hukum 2
Dokter/Dokter Gigi MHA/MARS S1 Komputer 9
Dokter/Dokter Gigi S2/S3 Kes Mas 3 S1 Manajemen Industri 2
Dokter Konsultan Gizi 1 D3 Komunikasi 1
Dokter Konsultan Penyakit dalam 2 D3 Bahasa & Seni 1
Dokter Spesialis Rehab Medik
(Partimer)
1
D3 Pariwisata 2
S1 Keperawatan 68 D3 Tata Boga 1
D4 Keperawatan 15 D3 Sastra 1
D4 Kebidanan 7 D3 Manj. Keuangan 2
Akper/D3 Keperawatan 126 D1 Informatika RS 1
Akbid/D3 Kebidanan 12 Pekarya Kesehaatan 2
SPK 16 SMA/SMU/SLTA 68
Perawat Bidan 2 SMEA 7
SPRG 4 STM 10
Apoteker 12 SMKK / SMTK 24
S1 Farmasi 4 Madrasyah Aliyah (MA) 3
Akademi Farmasi (AKFAR) 3 SMPS 1
SMF 4 SMEP 1
S2 Kesehatan Masyarakat 4 KPAA 1
S1 Kesehatan Masyarakat 9 SMP 19
70
D1 Sanitarian/SPPH 2 SD 10
S2 Gizi 1 S1 Gizi 6
Jumlah (PNS+Titipan+Partimer+Konsultan+Swakelola) : 772
Sumber: Profil RSUD Labuang Baji Tahun 2017
Dalam melakukan kegiatan pelayanan kepada pasien, tenaga-tenaga terampil tersebut akan selalu memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan bermutu yang insya Allah akan menyenangkan dan memuaskan bagi pelanggan. Seluruh tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Bahagia setiap saat mendapat binaan,pelatihan, dan pendidikan agar terus menerus meningkatkan kemampuan danketerampilan dalam memberikan pelayanan yang bermutu.
7. Cara Penentuan Tarif RSUD Labuang Baji a. Survei harga pasar (Disperindag)
b. Keadaan sosial masyarkat (BPS)
c. Penetapan unit cost penyakit oleh setiap SMF d. Status RS umum dan RS khusus (Dinas Kesehatan) e. PERDA Provinsi Sulsel (RS, Dinas Kesehatan, Dispenda) f. Peraturan Gubernur Sulsel
g. Keputusan- keputusan lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan 8. Visi-Misi, Tujuan, Motto, Falsafah dan Nilai
a. Visi
Rumah Sakit unggulanSulawesi Selatan