“TERWUJUDNYA SEMARANG KOTA PERDAGANGAN DAN JASA, YANG BERBUDAYA MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA”
5.3. TUJUAN DAN SASARAN
5.3.3. Mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah
1. Mengembangkan peran koperasi dan UMKM serta lembaga keuangan mikro dalam pemenuhan kebutuhan pasar, serta pengembangan kewirausahaan dan pengembangan lokal untuk mendorong daya saing, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya persentase koperasi aktif mencapai 75%; b. Meningkatnya persentase koperasi sehat mencapai 55%;
c. Prosentase peningkatan jumlah UMKM non BPR/LKM 10% per tahun;
d. Prosentase peningkatan akses permodalan KUMKM mencapai 25%;
e. Prosentase peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM 2% pertahun.
2. Mengembangkan struktur perekonomian daerah melalui
pengembangan investasi, potensi dan produk unggulan daerah yang berdaya saing serta mengembangkan BUMD dan aset-aset daerah untuk mendorong sektor riil dalam rangka memperluas kesempatan kerja, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya persentase iklim investasi yang kondusif di Kota Semarang mencapai 80%;
b. Meningkatnya persentase kerjasama pengelolaan aset dengan investor mencapai 75%.
3. Mengembangkan produktivitas pertanian yang berorientasi pada sistem agribisnis, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 V-16 a. Meningkatnya tingkat kesejahteraan petani;
b. Meningkatnya persentase kualitas dan kuantitas produksi peternakan sebesar 10% per tahun;
c. Meningkatnya persentase kualitas dan kuantitas produksi komoditas tanaman perkebunan 1% per tahun;
d. Mempertahankan luasan lahan pertanian produktif sebesar 90 %; e. Mempertahankan luasan hutan produktif seluas 1.559,7 ha.
4. Mengembangkan produktivitas bahan pangan untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya persentase ketersediaan pangan utama sebesar 10%;
b. Meningkatnya persentase pengembangan Kelurahan mandiri pangan 6%;
c. Meningkatnya persentase cadangan pangan daerah 11%;
d. Meningkatnya kualitas bahan pangan yang memenuhi standar mutu pangan sebesar 5%.
5. Mengembangkan kualitas pariwisata melalui pemanfaatan teknologi, kelembagaan, obyek wisata dan sarana prasarana pendukung, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya tujuan destinasi wisata di Kota Semarang sebesar 20%;
b. Meningkatnya persentase peningkatan kuantitas kunjungan wisata ke Kota Semarang rata-rata sebesar 10 % per tahun;
c. Meningkatnya persentase daya saing dan daya jual destinasi wisata di Kota Semarang mencapai 25%
Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 V-17 d. Meningkatnya persentase kualitas dan kuantitas sarana prasarana
pariwisata serta fasilitas pendukungnya 10%
6. Mengembangkan Produktivitas kelautan dan perikanan yang
berorientasi pada sistem agribisnis, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya tingkat kesejahteraan Nelayan dan petani perikanan; b. Meningkatnya cakupan binaan kelompok pelaku usaha perikanan
dan kelautan rata-rata 20% per tahun;
c. Meningkatnya persentase budidaya perikanan ratra-rata 15% per tahun;
d. Meningkatnya produksi perikanan tangkap rata-rata 5% per tahun; e. Meningkatnya produksi perikanan olahan sebesar 3% per tahun; f. Meningkatnya konsumsi makanan dari ikan sebesar 3% per kapita
per tahun;
7. Rintisan pasar-pasar tradisional modern dan perlindungan bagi keberadaan pasar tradisional serta pengembangan perdagangan dalam negeri dan ekspor, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya persentase Revitalisasi pasar tradisional sebesar 12%;
b. Meningkatnya persentase kontribusi sektor perdagangan terhadap PDRB sebesar 10%
c. Berkembangnya pasar tradisional modern sebanyak 1 buah per tahun;
d. Meningkatnya persentase nilai ekspor komoditi non migas rata-rata 10% per tahun;
Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 V-18 8. Mengembangkan kualitas produk sektor perindustrian melalui
pemanfaatan teknologi, kelembagaan dan sarana prasarana
pendukung, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada : a. Terwujudnya city branding Kota Semarang 100 %
b. Meningkatnya persentase struktur industri yang kuat berbasis pada pendekatan klaster dan berdaya saing tinggi sebesar 50%;
5.3.4. Mewujudkan tata ruang wilayah dan infrastruktur yang berkelanjutan. 1. Meningkatkan penataan lahan kritis, penataan lahan bekas galian C dan penataan kawasan pantai dan pengembangan kegiatan perlindungan dan konservasi, rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumberdaya alam dan pengendalian polusi, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya persentae pengelolaan dan penataan lahan kritis sebesar 30%;
b. Meningkatnya persentase pengendalian dan pemanfaatan bahan galian C dan pengunaan air bawah tanah (ABT) 50%;
c. Meningkatnya persentase cakupan pengawasan pelaksanaan AMDAL 100%;
d. Meningkatnya persentase mitigasi dan adaptasi dampak
perubahan iklim 50%.
2. Peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana pengelolaan sampah serta pengembangan kegiatan penanganan sampah, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya persentase cakupan skala pelayanan penanganan sampah sampai dengan 87%;
b. Meningkatnya persentase kualitas dan kuantitas pengelolaan limbah padat dan limbah cair 50%;
Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 V-19 3. Pengembangan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH),
dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya kualitas dan kuantitas RTH Kawasan Perkotaan 20% dari kawasan perkotaan;
b. Meningkatnya persentase pengelolaan RTH Publik sebesar 100%. 4. Perwujudan struktur tata ruang yang seimbang, peningkatan
pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang yang konsisten dengan rencana tata ruang yang ditetapkan, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada:
a. Meningkatnya persentase pemanfaatan ruang sesuai dengan fungsi kawasan melalui penataan kawasan strategis yang telah ditetapkan dalam Perda RTRW 50%;
b. Meningkatnya persentase penanganan kawasan dan bangunan cagar budaya sebesar 75%;
5. Pengembangan pengelolaan manajemen pelayanan transportasi, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Meningkatnya persentase sarana dan prasarana transportasi massal 50%;
b. Meningkatnya persentase pengelolaan manajemen lalu lintas sebesar 80%;
c. Meningkatnya persentase pengelolaan manajemen perparkiran sebesar 100%.
6. Pengembangan manajemen pola pergerakan angkutan barang yang terintegrasi antar moda angkutan darat dan laut, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada meningkatnya persentase sarana prasarana pola pergerakan angkutan barang sebesar 50%.
Draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2010-2015 V-20 7. Pengembangan struktur jaringan jalan yang sistematis sesuai dengan
Rencana Tata Ruang, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada meningkatnya persentase kualitas dan kuantitas sarana prasarana jaringan jalan sebesar 50%.
8. Pengembangan kelengkapan jalan (street furniture), dengan sasaran pembangunan difokuskan pada meningkatnya persentase sarana prasarana estetika kota mencapai 75%;
9. Penyediaan perumahan yang layak huni bagi masyarakat dan
masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan fasilitas
pendukungnya, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada : a. Meningkatnya persentae peremajaan perumahan di
kawasan-kawasan kumuh mencapai 20%;
b. Meningkatnya persentase pemenuhan kebutuhan tempat
pemakaman umum (TPU) 30%;
10. Pengembangan sarana dan prasarana penanganan system jaringan drainase, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada :
a. Menurunnya persentase luasan genangan banjir dan rob 50%; b. Meningkatnya persentase kualitas dan kuantitas sarana prasarana
penanganan system jaringan drainase mencapai 50%;
11. Pengembangan sarana dan prasarana penyediaan air baku masyarakat dan kerjasama antar wilayah, hulu hilir dan antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kota dalam pengelolaan air baku, dengan sasaran pembangunan difokuskan pada meningkatnya persentase ketersediaan air baku sebesar 60%.