• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Minat Belajar Pendidikan Agama Islam

Minat yaitu suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasamya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.40 Minat merupakan keinginan yang datang dari nurani untuk ikut serta dalam kegiatan belajar. Makin besar minatnya, makin besar semangat dan makin besar hasil kerjanya.41 Minat adalah kesadaran seseorang bahwa suatu objek, seseorang, suatu hal atau situasi memiliki sangkut paut dengan dirinya.42 Minat dapat menunjukkan kemampuan untuk memberi stimuli yang mendorong kita untuk memperhatikan seseorang, sesuatu barang atau kegiatan, atau sesuatu yang dapat memberi pengaruh terhadap pengalaman yang telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri.43

Secara sederhana, minat (interest) berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.44 Dari beberapa pengertian minat diatas dapat peneliti simpulkan bahwa minat adalah suatu keinginan yang kuat dari diri seseorang terhadap suatu objek yang berkaitan dengan kegiatan dirinya.

Cara mengembangkan minat yaitu : a) Pembimbing atau pendidik harus menunjukkan antusias yang tulus untuk menyukseskan kursus dan

___ f

Slameto, Belajar dan Faktor—faktor yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta, 1991, him. 182

41 Suprijanto, Pendidikan Orang Dewasa: Dari Teori Hingga Aplikasi, Bumi Aksara, Jakarta, 2007, hlm.25

42 Noerhadi Djamal, IlmuJiwa Pendidikan, STAIN Press, Salatiga, 2004, hlm.63

43 Lester D Crow, Educational Psychology, terj Z. Kasijan, Psikologi Pendidikan, Bina Ilmu, Surabaya, 1984, hlm351

44 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1995, him.136

27

kegiatan pendidikan lain, b) Peserta didik harus diberi kesempatan untuk mengetahui secara jelas jalan pikirannya sendiri tentang subjek yang dipelajari, kegiatan yang dilakukan akan membantu mereka secara pribadi dalam kehidupan sehari-hari atau membantu masyarakat secara keseluruhan, c) Peserta didik harus memperoleh pengetahuan pokok yang berhubungan dengan topik yang dipelajari dan harus mempunyai pengertian yang jelas mengenai hubungan antara topik dengan pengetahuan utama tersebut, d) Pengetahuan yang terkait tersebut harus dibiarkan berkembang selama kursus, e) Rasa tertarik yang tinggi harus dipertahankan di setiap pertemuan kelompok : Cek, apakah peserta didik memang telah memperoleh pengetahuan yang mereka inginkan, hubungkan materi yang diajarkan dengan hal-hal diluar kursus yang menarik, gunakan materi audiovisual yang sesuai, dan pertahankan sedapat mungkin agar peserta didik tetap berpikir, f) Pendidik atau pembimbing harus membantu peserta didik untuk mengukur kemajuan mereka sendiri, g) Pendidik harus menunjukkan rasa senang terlibat dalam proses belajar bersama peserta didik daripada menonjolkan pendapatan pribadinya, h) Suasana belajar pada setiap pertemuan harus akrab, gembira, senang, sopan, dan demokratis.43

Menurut James O. Whittaker, belajar dapat didefinisikan sebagai proses tingkah laku diubah melalui latihan atau pengalaman. Belajar merupakan proses dasar dari pada perkembangan hidup manusia. Dengan 45

belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga berkembang.46 Dapat peneliti simpulkan bahwa belajar merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kemampuan diri dengan cara melalui proses latihan atau perbuatan langsung.

a. Beberapa aktivitas belajar yaitu :

1) Mendengarkan: Dalam pembelajaran, seorang guru memberikan pengajaran dengan melalui ceramah. Tugas siswa dalam hal ini adalah mendengarkan apa yang disampaikan guru mengenai materi tersebut. Mendengarkan yang secara aktif akan memberikan manfaat bagi siswa dalam perkembangan keilmuan.

2) Memandang: Alam sekitar kita, termasuk juga sekolah dengan segenap kesibukannya, merupakan obyek-obyek yang memberi kesempatan untuk belajar. Apabila kita memandang segala sesuatu dengan set (arah atau sikap terhadap pekerjaan) tertentu untuk mencapai tujuan yang mengakibatkan diri kita, maka dalam hal yang demikian kita sudah belajar.

3) Meraba, membau, dan mencicipi/ mencecap: Meraba, membau dan mencecap dikatakan sebagai aktivitas belajar apabila didorong oleh kebutuhan, motivasi untuk mencapai tujuan dengan menggunakan set (arah atau sikap terhadap pekerjaan) tertentu memperoleh perubahan tingkahlaku.

46 Wasty Soemanto, Psikologi Pendidikan: Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan,

29

4) Menulis atau menacatat: Dalam kegiatan ini siswa belajar menulis terhadap materi yang dipelajari dari buku-buku pelajaran sebagai sarana untuk mengingat dimasa selanjutnya. Penjelasan yang disampaikan guru akan menjadi bahan belajar dengan cara dicacat dalam buku.

5) Membaca: Misalnya siswa belajar membaca materi pelajaran disekolah atau belajar membaca dirumah.

6) Membuat ringkasan, dan menggaris bawahi: Ringkasan dari berbagai kerterangan yang disampaikan guru dalam pembelajaran ditulis siswa dalam buku catatan. Atau siswa menggaris bawahi materi pelajaran yang penting untuk mempermudah mengingat dalam belajar.47

b. Unsur-unsur belajar

Cronbach (954 h.49-50), mengemukakan adanya tujuh unsur utama dalam proses belajar, yaitu:

1) Tujuan: Belajar dinilai karena adanya sesuatu tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu muncul untuk memenuhi sesuatu kebutuhan. Perbuatan belajar diarahkan kepada pencapaian sesuatu tujuan dan untuk memenuhi suatu kebutuhan. Sesuatu perbuatan belajar akan efisien apabila terarah kepada tujuan yang jelas dan berarti bagi individu.

47

2) Kesiapan: Untuk dapat melakukan perbuatan belajar dengan baik anak atau individu perlu memiliki kesiapan, baik kesiapan fisik dan pshikis, kesiapan yang berupa kematangan untuk melakukan sesuatu, maupun penguasaan pengatahuan dan kecakapan- kecakapan yang mendasarinya.

3) Situasi: Kegiatan belajar berlangsung dalam situasi belajar. Dalam situasi belajar ini terlibat tempat, alam dan bahan yang dipelajari, orang-orang yang turut bersangkut dalam kegiatan belajar serta kondisi siswa yang belajar.

4) Interpretasi: Dalam menghadapi situasi individu mengadakan interpretasi yaitu melihat hubungan diantara komponen-komponen situasi belajar, melihat makna dari hubungan situasi tersebut dan menghubungkannya dengan kemungkinan pencapaian tujuan. 5) Respon: Berpegang kepada hasil dari intrepretasi apakah individu

mungkin atau tidak mungkin mencapai tujuan yang diharapkan, maka ia memberikan respons. Respon ini mungkin berupa suatu usaha coba-coba (trial and error), atau usaha yang penuh perhitungan dan perencanaan atau menghentikan uasahanya

mencapai tujuan. . .

6) Konsekuensi: Setiap usaha akan membawa hasil, akibat atau konsekuensi itu keberhasilan atau kegagalan.

7) Reaksi terhadap kegagalan: Kegagalan bisa menurunkan semangat, dan memperkecil usaha-usaha belajar selanjutnya, tetapi bisa juga

31

sebaliknya, kegagalan membangkitkan semangat yang berlipat ganda untuk menebus dan menutupi kegagalan tersebut.48

c. Metode belajar 1) Metode ceramah

Metode ceramah yaitu teknik penyampaian pesan pengajaran yang sudah lazim dipakai oleh guru di sekolah. Ceramah diartikan sebagai suatu cara penyampaian bahan secara lisan oleh guru di muka kelas.

Untuk menggunakan metode ceramah secara baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berukit:

a) Dalam menerangkan pelajaran hendaknya digunakan kata-kata yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh para siswa b) Gunakan alat visualisasi, seperti penggunaan papan tubs atau

media lainnya yang tersedia untuk menjelaskan pokok bahasan yang disampaikan

c) Mengulang kata atau istilah-istilah yang digunakan secara jelas, dapat membantu siswa yang kurang atau lambat kemampuan dan daya tangkapnya

d) Perinci bahan yang disampaikan, dengan memberikan ilustrasi, menghubungkan materi dengan contoh-contoh yang konkrit e) Carilah umpan balik sebanyak mungkin sewaktu ceramah

berlangsung

48 Nana Syaodih Sukmadinata, Landasn Psikologi Proses Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2004, hlm.157-158

f) Adakan rekapitulasi dan ulang kembali rumusan-rumusan yang dianggap penting.

2) Metode diskusi

Yaitu suatu cara mempelajari materi pelajaran dengan memperdebatkan masalah yang timbul dan saling mengadu argumentasi secara rasional dan objektif. Metode diskusi ini sangat sesuai digunakan bilamana:

a) Materi yang disajikan bersifat law concensus problem artinya bahan yang akan disajikan tersebut banyak mengandung permasalahan yang tingkat kesepakatannya masih rendah

b) Untuk pengembangan sikap atau tujuan-tujuan pengajaran yang bersifat afektif

c) Untuk tujuan-tujuan yang bersifat analisis sintesis, dan tingkat pemahaman yang tinggi.

3) Metode tanyajawab

Metode tanya jawab ialah penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban, atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru yang menjawab pertanyaan. Metode tanyajawab layak dipakai bila dilakukan:

a) Sebagai ulangan pelajaran yang telah lalu b) Sebagai selingan dalam menjelaskan pelajaran

33

c) Untuk merangsang siswa agar perhatian mereka lebih terpusat pada masalah yang sedang dibicarakan

d) Untuk mengarahkan proses berfikir siswa 4) Metode demontrasi dan eksperimen

Demontrasi yaitu salah satu teknik mengajar yang dilakukan oleh seorang guru atau orang lain yang dengan sengaja diminta atau siswa sendiri ditunjuk untuk memperlihatkan kepada kelas tentang suatu proses atau cara melakukan sesuatu. Metode eksperimen ialah cara pengajaran dimana guru dan murid bersama- sama melakukan suatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari suatu aksi. Metode ini cocok digunakan bilamana:

a) Memberikan latihan tertentu kepada siswa

b) Memudahkan penjelasan yang diberikan agar siswa langsung mengetahui dan dapat terampil melakukannya

c) Membantu siswa dalam memahami suatu proses secara cermat dan teliti.

5) Metode Resitasi

Metode resitasi bisa disebut metode pekerjaan rumah, karena siswa diberi tugas-tugas di luar jam pelajaran. Metode resitasi cocok digunakan bilamana:

a) Ditujukan untuk mendapatkan keterampilan khusus dalam mengerjakan sesuatu.

b) Untuk memantapkan pengetahuan yang diterima oleh siswa 6) Metode kerja kelompok

Metode kerja kelompok dilakukan atas dasar pandangan bahwa anak didik merupakan suatu kesatuan yang dapat dikelompokkan sesuai dengan kemampuan dan minatnya untuk mencapai suatu tujuan pengajaran tertentu dengan sistem gotong royong. Metode ini cocok digunakan bilamana:

a) Kekurangan alat atau fasilitas pelajaran di kelas

b) Terdapatnya beberapa unit pekerjaan yang perlu diselesaikan dalam waktu yang sama atau bila suatu tugas pekerjaan lebih tepat untuk dirinci, maka kelas dibagi beberapa kelompok menurut jenis kebutuhan, dan masing-masing kelompok bertanggungjawab terhadap tugas khusus yang diberikan49

2. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam adalah materi pelajaran agama, yaitu materi pelajaran yang terdiri dari fiqih, aqidah akhlak, Al-Qur’an Hadits, dan sejarah kebudayaan Islam.

Materi fiqih membahas tentang kaidah hukum Islam, materi Al- Qur’an Hadits mengenai pembahasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan ayat Al-Qur’an dan Hadits. Sedangkan materi Aqidah Akhlak tentang kepercayaan pada Tuhan dan budi pekerti atau perangai. Sedang

49 Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, Ciputat Pers, Jakarta, 2002, hlm.34-50

35

sejarah kebudayaan Islam membahas tentang sejarah perjuangan Nabi hingga generasi berikutnya.

C. Pengaruh Keharmonisan Hubungan Guru dan Siswa Terhadap Minat

Dokumen terkait