Belajar mengandung pengertian terjadinya perubahan dari persepsi danperilaku, termasuk juga perbaikan perilaku. Belajar menurut Slameto(2003) ialah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Ciri-ciri perubahan tingkah laku dalam pengertian belajar antara lain: 1)
Terjadi secara sadar; 2) Bersifat kontinu dan fungsional; 3) Positif dan aktif; 4) Bukan bersifat sementara; 5) Memiliki arah atau bertujuan; 6) Mencakup seluruh aspek tingkah laku.
2 Fase-Fase Dalam Proses Belajar
Belajar merupakan aktivitas yang berproses, sudah tentu terjadi perubahan-perubahanbertahap melalui fase-fase yang berurutan. Menurut Jerome S.Bruner dalam Syah ( 2010) peserta didik menempuh tiga episode dalam proses belajar yakni
1) Fase Informasi (tahap penerimaan materi).
Peserta didik memperoleh informasi berfungsi menambah, memperhalus, dan memperdalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
2) Fase Transformasi (tahap pengubahan materi).
Informasi yang telah diperoleh dianalisis, diubah atau ditransformasikan menjadi bentuk abstrak.
3) Fase Evaluasi (tahap penilaian mater).
Peserta didik akan menilai sejauh mana pengetahuan dapat dimanfaatkan gunamemahami atau memecahkan masalah lain.
3 Pengertian Minat Belajar
Minat diartikan sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan–kebutuhannya sendiri. Minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang kepada seseorang biasanya disertai rasa senang, karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. Menurut Bernard, minat timbul tidak secara tiba-tiba atau spontan,
melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan waktu belajar atau bekerja (Sardiman, 2010).
Minat tidak hanya diekspresikan melalui pernyataan yang menunjukkan bahwa peserta didik lebih menyukai sesuatu dari pada yang lainnya, tetapi dapat juga diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam suatu kegiatan. Peserta didik yang berminat terhadap sesuatu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminati itu dan sama sekali tak menghiraukan sesuatu yang lain (Djamarah, 2006).
4 Aspek-Aspek Minat
Hadis (2008) menjelaskan aspek-aspek yang terdapat dalam minat belajar meliputi, kemauan belajar, aktifitas belajar, perhatian dan perasaan senang.
a. Perhatian
Perhatian sangatlah penting dalam mengikuti kegiatan dengan baik dan hal ini akan berpengaruh pula terhadap minat peserta didik dalam belajar. Perhatian adalah banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan (Suryabrata, 2010).
Perhatian peserta didik diartikan sebagai pemusatan tenaga peserta didik yang tertuju kepada sajian materi yang dijelaskan oleh pengajar pada saat roses pembelajaran dikelas sedang berlangsung. Seorang peserta didik dianggap memiliki perhatian belajar terhadap materi pelajaran yang diajarkan oleh pengajar dikelas, jika peserta didik tersebut memusatkan perhatiannya dengan cara memfokuskan pandangannya kedepan untuk memperhatikan materi yang disajikan oleh pengajar dengan memusatkan
kesadaran dan daya jiwanya untuk mengetahui dan memahami materi pelajaran yang disajikan oleh pengajar dikelas (Hadis, 2008).
Macam–macam perhatian menurut Suryabrata (2010) : 1) Aktivitas atau pengalaman batin
a) Perhatian intensif b) Perhatian tidak intensif.
2) Atas dasar cara timbulnya, perhatian dibedakan menjadi:
a) Atas dasar intensitasnya, yaitu banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai suatu Perhatian spontan (perhatian tidak sekehendak, perhatian tidak disengaja).
b) Perhatian sekehendak (perhatian disengaja, perhatian refleksif) c) Atas dasar luasnya objek yang dikenai perhatian, dibedakan menjadi
Perhatian terpencar (distributif), dan perhatian terpusat (konsentratif). b. Perasaan Senang
Perasaan didefinisikan sebagai gejala psikis yang bersifat subjektif yang umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal dan dialami dalam kualitas senang atau tidak senang dalam berbagai taraf (Suryabrata, 2010).
Perasaan senang akan menimbulkan minat, yang diperkuat dengan sikap yang positif. Sedangkan perasaan tidak senang akan menghambat dalam mengajar, karena tidak adanya sikap yang positif sehingga tidak menunjang minat dalam belajar (Winkel, 2009).
c. Kemauan Belajar
Kemauan untuk belajar, berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini lebih baik bila dibandingkan segala kegiatan yang tanpa maksud. Kemauan untuk belajar berarti pada diri peserta didik itu memang ada dorongan untuk belajar, sehingga hasilnya tentu lebih baik (Sardiman, 2010).
d. Aktivitas Belajar
Sudjana (2009) mengatakan belajar adalah proses yang aktif. Aktifitas belajar yang dimaksud adalah aktifitas yang bersifat fisik maupun mental. Piaget dalam Sardiman (2010) menerangkan bahwa seorang anak itu berpikir sepanjang ia berbuat, tanpa perbuatan berarti anak itu tidak berpikir. Berpikir pada taraf verbal baru akan timbul setelah anak itu berpikir pada taraf perbuatan.
5 Cara Mendapatkan Data Minat Belajar Peserta didik
Sardiman (2010) menguraikan beberapa cara yang dapat pengajar lakukan untuk mendapatkan data minat peserta didik, diantaranya sebagai berikut:
1) Melakukan Observasi
Mengadakan pengamatan terhadap perilaku peserta didik didalam kelas, merupakan suatu langkah yang sangat baik untuk memperoleh data tentang pribadi dan tingkah laku setiap individu peserta didik. Pengajar tidak hanya memerhatikan hasil–hasil pelajaran, melainkan perlu juga memerhatikan minat, bakat, sifat–sifat, watak, kebebasan, keterbukaan dan cara kerja setiap anak.
2) Menggunakan Angket
Untuk mengetahui data pribadi dan latar belakang serta bakat dan minat dapat juga dilakukan dengan cara pengisian angket. Jadi pengajar membuat suatu angket yang
sudah didesain sedemikian rupa sesuai dengan data yang dibutuhkan, kemudian disuruh mengisi atau menjawab oleh peserta didik.
6 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuhnya Minat
Menurut hadis (2008), minat belajar peserta didik dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
1) Objek belajar
Minat peserta didik akan bangkit bila suatu bahan diajarkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Maslow berkeyanin bahwa minat seseorang akan muncul bila sesuatu itu terkait dengan kebutuhannya.
2) Metode pembelajaran
Dalam kegiatan belajar mengajar, pengajar tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode, tetapi sebaiknya menggunakan metode yang bervariasi agar jalannya pengajaran tidak membosankan tetapi menarik perhatian peserta didik.
3) Pendeketan pembelajaran yang digunakan oleh pengajar
Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan ancaman, pendekatan kebebasan, pendekatan perubahan tingkah laku dan lain sebagainya.
4) Variasi mengajar
Keterampilan dalam mengadakan variasi dalam proses belajar mengajar meliputi 3 aspek yaitu, variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam menggunakan media diantara media audio, media visual, dan media audiovisual.
5) Fasilitas dan sumber belajar yang tersedia
Pengajar bukan merupakan satu-satunya sumber belajar agar hasil belajar yang dicapai optimal, kelas harus diusahakan sebagai laboratorium belajar bagi peserta didik.
6) Lingkungan belajar
Konsep lingkungan belajar meliputi tempat belajar, metode, media, sistem penilaian, serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mengemas pembelajaran dan mengatur bimbingan belajar sehingga memudahkan peserta didik belajar.
7 Menumbuhkan Minat Belajar
Sardiman (2010), mengemukakan beberapa macam cara yang dapat pengajar lakukan untuk membangkitkan minat peserta didik meliputi:
a. Membandingkan adanya suatu kebutuhan pada diri peserta didik, sehingga dia rela belajar tanpa paksaan.
b. Menghubungkan bahan pelajaran yang diberikan dengan persoalan
c. Pengalaman yang dimiliki peserta didik, sehingga peserta didik mudah menerima bahan pelajaran.
d. Menggunakan berbagai macam bentuk dan teknik mengajar dalam konteks perbedaan individual peserta didik
e. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dengan cara menyediakan lingkungan belajar yang kreatif dan kondusif.
E. Ruang Lingkup Mata Kuliah Konsep Kebidanan