• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

E. Minat Melakukan Pencatatan Transaksi

Latar belakang pendidikan yang kurang memadai 12 17.6%

Belum pernah mengikuti pelatihan akuntansi mengenai pencatatan transaksi 7 10.3% Belum adanya kebutuhan untuk mencatat transaksi pada usaha yang

dijalankan 45 66.2%

Sudah pernah melakukan pencatatan transaksi, namun tidak ada waktu

untuk melanjutkan 4 5.9%

Jumlah 68 100%

E. Minat Melakukan Pencatatan Transaksi

Berminat melakukan pencatatan transaksi 22 35.5%

Tidak berminat melakukan pencatatan transaksi 40 64.5%

Jumlah 62 100%

Sumber : Data Primer yang diolah, 2015

18

Analisis Crosstabs

Perbedaan Pencatatan Transaksi pada UMKM Berdasarkan Karakteristik Perusahaan

Berdasarkan hasil pengujian Crosstabs antara omzet usaha dengan pencatatan transaksi yang dilakukan pada 97 responden penelitian, diperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara omzet usaha dengan pencatatan transaksi dengan

asymp.sig = 0,027 yang lebih kecil dari sig. 0,05 yang artinya Ha diterima dan H0

ditolak. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan pencatatan transaksi pada UMKM berdasarkan omzet usaha. Kebanyakan pemilik UMKM yang mencatat transaksi adalah UMKM dengan omzet kurang dari Rp 25.000.000 perbulan.

Kemudian hasil pengujian Crosstabs antara umur perusahaan dengan pencatatan transaksi, menghasilkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur perusahaan dengan pencatatan transaksi dengan asymp.sig = 0,691 yang lebih besar dari sig. 0,05 yang artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Ini berarti tidak terdapat perbedaan pencatatan transaksi yang dilakukan oleh pemilik usaha berdasarkan umur perusahaan. Hasil olah data dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.5 : Hasil Pengujian Crosstabs untuk Karakteristik Perusahaan*Pencatatan Transaksi Omzet Usaha

Pencatatan Transaksi

Total

Ya Tidak

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

< Rp 25.000.000 24 68.6% 54 87.1% 78 80.4% ˃ Rp 25.000.000 - Rp 210.000.000 11 31.4% 8 12.9% 19 19.6% Total 35 100% 62 100% 97 100% Pearson Chi-Square 4,874a Df 1 Asymp.Sig (2-sided) 0,027

19

Tabel 4.5 : Hasil Pengujian Crosstabs untuk Karakteristik Perusahaan*Pencatatan Transaksi

Lanjutan Umur Perusahaan

Pencatatan Transaksi

Total

Ya Tidak

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 bulan - ≤ 5 tahun 11 31.4% 20 32.3% 31 32.0% ˃ 6 - ≤ 10 tahun 13 37.1% 19 30.6% 32 33.0% > 11 - ≤ 15 tahun 7 20.0% 9 14.5% 16 16.5% > 16 - ≤ 20 tahun 2 5.7% 6 9.7% 8 8.2% > 20 tahun 2 5.7% 8 12.9% 10 10.3% Total 35 100% 62 100% 97 100% Pearson Chi-Square 2,246b Df 4 Asymp.Sig (2-sided) 0,691

a. 0 cells (.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 6.86. b. 2 cells (20.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2.89.

Sumber : Data Primer yang diolah, 2015

Perbedaan Pencatatan Transaksi pada UMKM Berdasarkan Karakteristik Pelaku Usaha

Berdasarkan hasil pengujian Crosstabs antara tingkat pendidikan dengan pencatatan transaksi yang dilakukan pada 97 responden penelitian, diperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pencatatan transaksi dengan asymp.sig = 0,009 yang lebih kecil dari sig. 0,05 yang artinya Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan pencatatan transaksi yang dilakukan pemilik UMKM berdasarkan tingkat pendidikan.

Selanjutnya hasil pengujian Crosstabs antara pengalaman usaha dengan pencatatan transaksi, diperoleh hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman usaha dengan pencatatan transaksi dengan asymp.sig = 0,466 yang lebih besar dari sig. 0,05 yang artinya H0 diterima dan Ha ditolak. Hasil tersebut menunujukkan tidak terdapat perbedaan pencatatan transaksi pada UMKM berdasarkan pengalaman usaha (lamanya pemilik mengelola usahanya). Hasil pengolahan data dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut :

20

Tabel 4.6 : Hasil Pengujian Crosstabs untuk Karakteristik Pelaku Usaha*Pencatatan Transaksi Tingkat Pendidikan Pencatatan Transaksi Total Ya Tidak

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

SD 6 17.1% 21 33.9% 27 27.8% SMP 3 8.6% 12 19.4% 15 15.5% SMA 13 37.1% 20 32.3% 33 34.0% Diploma 1 2.9% 4 6.5% 5 5.2% Sarjana 12 34.3% 5 8.1% 17 17.5% Total 35 100% 62 100% 97 100% Pearson Chi-Square 13,425a Df 4 Asymp.Sig (2-sided) 0,009 Pengalaman Usaha Pencatatan Transaksi Total Ya Tidak

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 bulan - ≤ 5 tahun 12 34.3% 20 32.3% 32 33.0% ˃ 6 - ≤ 10 tahun 13 37.1% 19 30.6% 32 33.0% > 11 - ≤ 15 tahun 7 20.0% 9 14.5% 16 16.5% > 16 - ≤ 20 tahun 2 5.7% 6 9.7% 8 8.2% > 20 tahun 1 2.9% 8 12.9% 9 9.3% Total 35 100% 62 100% 97 100% Pearson Chi-Square 3,581b Df 4 Asymp.Sig (2-sided) 0,466

a. 2 cells (20.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 1.80.

b. 2 cells (20.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 2.89.

Sumber : Data Primer yang diolah, 2015

Pembahasan

Setelah melakukan pengujian crosstab antara karakteristik perusahaan terhadap pencatatan transaksi, diperoleh hasil bahwa yang membedakan pencatatan transaksi pada UMKM di Kelurahan Tingkir Kota Salatiga adalah omzet usaha. Hal ini

21

menunjukkan semakin besar omzet usaha yang dihasilkan, semakin besar kebutuhan informasi mengenai transaksi yang terjadi dalam usaha, sehingga pemilik usaha cenderung melakukan pencatatan transaksi dalam pengelolaan usaha meskipun pencatatan yang dilakukan secara sederhana. Hal ini dikarenakan jenis transaksi belum beragam dan frekuensi masih jarang sehingga dirasa cukup untuk membuat pencatatan transaksi secara sederhana, yang terpenting bagi pemilik UMKM dapat mengetahui laba atau rugi setiap periode.

Disisi lain, tidak terdapat perbedaan pencatatan transaksi pada UMKM berdasarkan umur perusahaan. Dari hasil penelitian terlihat pencatatan transaksi dilakukan pada usaha yang berumur antara 6-10 tahun, ini dimungkinkan karena pemilik UMKM sedang merintis usaha sehingga cenderung melakukan pencatatan transaksi agar dapat mengetahui perkembangan usahanya, semakin lama umur perusahaan tidak menjamin pelaku usaha melakukan pencatatan transaksi pada usaha yang dijalankan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Astuti (2007) dan Hariyadi (2013) yang menyatakan bahwa umur perusahaan tidak mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi.

Hasil pengujian crosstabs menunjukkan yang membedakan pencatatan transaksi berdasarkan karakteristik pelaku usaha adalah tingkat pendidikan, sedangkan pengalaman usaha tidak membedakan pencatatan transaksi pada UMKM di Kelurahan Tingkir Kota Salatiga. Tingkat pendidikan menjadi salah satu faktor UMKM melakukan pencatatan transaksi. Semakin tinggi tingkat pendidikan, pemilik cenderung melakukan pencatatan transaksi usaha. Hasil penelitian menunjukkan pencatatan transaksi lebih banyak dilakukan oleh pelaku usaha dengan pendidikan SMA walaupun pencatatan dilakukan masih sederhana. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Samuj (2007) tingkatan pendidikan formal pemilik usaha kecil dan menengah sangat mempengaruhi penggunaan informasi akuntansi. Tingkat pendidikan formal yang rendah (SD sampai dengan SMP), maka pemilik akan rendah dalam penggunaan informasi akuntansi dibandingkan dengan tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan pemilik UMKM dengan pengalaman usaha antara 6-10 tahun melakukan pencatatan transaksi, ini dimungkinkan pelaku usaha belum berpengalaman mengelola usaha, sehingga agar dapat mengetahui perkembangan usaha

22

yang dijalankan, mereka melakukan pencatatan transaksi. Hal ini menunjukkan semakin lama pengalaman usaha pemilik UMKM, belum tentu mereka membutuhkan pencatatan transaksi dalam usahanya. Berbeda dengan Fitriyah (2006) dimana semakin banyak pengalaman pemilik usaha, semakin membutuhkan informasi yang diperlukan dalam operasional usaha, yaitu informasi akuntansi.

Dokumen terkait