a. Pengertian Minat
Minat adalah kecenderungan jiwa yang relatif menetap kepada diri seseorang dan biasanya disertai dengan perasaan senang. Menurut Berhard “minat” timbul atau muncul tidak secara tiba-tiba, melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja, dengan kata lain, minat dapat menjadi penyebab kegiatan dan penyebab partisipasi dalam kegiatan.22
Minat merupakan suatu sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Keterlibatan siswa dalam belajar erat kaitannya dengan sifat-sifat murid baik yang bersifat-sifat kognitif seperti kecerdasan dan bakat maupun yang bersifat afektif seperti motivasi, rasa percaya diri, dan minatnya. Crow dan Crow mengatakan bahwa minat berhubungan dengan
21
Abu Ahmadi, Sosiologi Pendidikan…, 92.
22
gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, dan pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan tersebut.23
Menurut William James bahwa minat siswa merupakan faktor yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. Seorang tokoh pendidikan dari Belgia Ovide Decroly, mendasarkan sistem pendidikan pada pusat minat yang pada umumnya dimiliki oleh setiap orang yaitu minat terhadap makanan, perlindungan, terhadap tempat tinggal, bekerja sama dan olah raga.24
Menurut The Liang Gie, minat penting kaitannya dengan pelaksanaan study adalah minat melahirkan perhatian secara spontan, minat memudahkan konsentrasi, minat mencegah gangguan dari luar, minat memperkuat meletakkan materi pelajaran dalam ingatan, minat memperkecil kebosanan belajar.25
Minat adalah aspek psikologis seseorang yang menampakkan diri dari dalam beberapa gejala seperti gairah, keinginan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman, dengan kata lain minat siswa itu adalah perhatian, rasa suka, ketertarikan siswa terhadap belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan, partisipasi, dan keaktifan siswa
23
Djaali, Psikologi Penendidikan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011),121.
24
Moch. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya,2009), 27. 25
dalam belajar.26 Perhatian, rasa suka atau perasaan senang, ketertarikan, keterlibatan/partisipasi siswa dalam belajar inilah menjadi indikator dikatakan siswa tersebut berminat. Hal ini diperkuat oleh Syafari yang juga mengungkapkan indikator minat ada empat yaitu perasaan senang, keterlibatan siswa, ketertarikan siswa, dan perhatian siswa. Dari beberapa definisi yang dikemukakan mengenai indikator minat tersebut di atas, dalam penelitian ini menggunakan indikator minat yaitu:
1) Perasaan Senang
Apabila seorang siswa memiliki perasaan senang terhadap pelajaran tertentu maka tidak akan ada rasa terpaksa untuk belajar. Contohnya yaitu senang mengikuti pelajaran, tidak ada perasaan bosan, dan hadir saat pelajaran.
2) Keterlibatan Siswa
Keterlibatan seseorang akan obyek yang mengakibatkan orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari obyek tersebut. Contohnya aktif dalam diskusi, aktif bertanya, dan aktif menjawab pertanyaan dari guru.
3) Ketertarikan
Berhubungan dengan daya dorong siswa terhadap ketertarikan pada suatu benda, orang, kegiatan atau bisa berupa pengalaman afektif
26
yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Contohnya antusias dalam mengikuti pelajaran, tidak menunda tugas dari guru.
4) Perhatian Siswa
Minat dan perhatian merupakan dua hal yang dianggap sama dalam penggunaan sehari-hari, perhatian siswa merupakan konsentrasi siswa terhadap pengamatan dan pengertian, dengan mengesampingkan yang lain. Siswa memiliki minat pada obyek tertentu maka dengan sendirinya akan memperhatikan obyek tersebut. Contohnya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat materi.27
b. Macam-macam Minat
Setiap individu peserta didik memiliki berbagai macam minat dan potensi. Secara konseptual, Krapp mengkategorikan minat peserta didik menjadi tiga dimensi besar.
1) Minat Personal
Minat personal terkait erat dengan sikap dan motivasi atas mata pelajaran tertentu, apakah dia senang atau tidak senang, dan apakah dia mempunyai dorongan keras dari dalam dirinya untuk menguasai mata pelajaran tersebut.
27
Widya Cipta, “Analisis Peran Dosen Pembimbing Akademik (PA) terhadap Peningkatan
2) Minat Situasional
Minat situasional menjurus pada minat peserta didik yang tidak stabil dan relatif berganti-ganti tergantung dari faktor rangsangan dari luar dirinya. Misalnya, cara mengajar guru, dorongan keluarga dan sebagainya.
3) Minat Psikologikal
Minat psikologikal erat kaitannya dengan adanya sebuah interaksi antara minat personal dengan minat situasional yang terus menerus dan berkesinambungan.28
c. Ciri-Ciri Timbulnya Minat
1) Semua hasrat untuk memperoleh nilai-nilai yang baik dalam semua mata pelajaran.
2) Suatu dorongan batin untuk memuaskan rasa ingin tahu dalam satu atau lain bidang studi.
3) Hasrat siswa untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
4) Hasrat untuk menerima pujian dari orang tua, guru, atau teman-teman. 5) Gambaran diri di masa mendatang untuk meraih sukses suatu bidang
khusus tertentu.29
28
Euis Karwati dan Donni Juni Priansa, Manajemen (Classroom Management) Guru Profesional yang Inspiratif, Kreatif, Menyenangkan, dan Berprestasi (Bandung: Alfabeta, 2014), 150.
29
d. Menbaca dan Menulis Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan Kitab Suci sempurna sekaligus paripurna. Ia terdiri dari 30 juz, 114 surah, 6666 ayat (menurut Ibnu Abbas: 6616 ayat), 77.934 (tujuh puluh tujuh sembilan ratus tiga puluh empat) kosa kata, dan 333.671 (tiga ratus tiga puluh tiga ribu enam ratus tujuh puluh satu) huruf.30
Al-Qur’an didefinisikan sebagai kalam Allah SWT, yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad SAW, melalui perantara malaikat Jibril, yang merupakan mukjizat, yang diriwayatkan secara mutawatir, yang ditulis di mushaf, dan membacanya adalah ibadah.31
Diantara pendidikan yang diberikan pada anak, pendidikan paling mulia yang dapat diberikan orang tuanya adalah pendidikan Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an merupakan lambang agama Islam yang paling asasi dan hakiki. Dengan memberikan pendidikan Al-Qur’an pada anak, orang tua akan mendapatkan keberkahan dan kemuliaan Kitab Suci tersebut. Memberikan pendidikan Al-Qur’an pada anak termasuk bagian dari menjunjung tinggi supremasi nilai-nilai spiritualisme Islam. Mendidik Al-Qur’an sendiri merupakan hak dan kewajiban utama anak yang harus ditunaikan sesegera mungkin oleh orang tuanya. Artinya, selama orang tua
30
Ahmad Syarifuddin, Mendidik Anak Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an(Jakarta: Gema Insani, 2005), 15.
31
belum menunaikannya pada anak, sedangkan anak telah cukup umur dan orang tua sendiri mampu, maka orang tua berdosa karena belum memenuhi hak dan kewajibannya.32
Membaca Al-Qur’an merupakan pekerjaan yang utama, yang mempunyai berbagai keistimewaan dan kelebihan dibandingkan dengan membaca bacaan yang lain. Sesuai dengan arti Al-Qur’an secara etimologi adalah bacaan karena Al-Qur’an diturunkan memang untuk dibaca. Membaca Al-Qur’an adalah membaca firman-firman Allah dan berkomunikasi dengan Allah, maka seseorang yang membaca Al-Qur’an seolah-olah berdialog dengan Allah.
Selain menyeru mendidik anak membaca Al-Qur’an, Rosulullah saw. juga menekankan pentingnya mendidik anak menulis huruf-huruf Al-Qur’an. Anak diharapkan memiliki kemampuan menulis (Khitabah) aksara Al-Qur’an dengan baik dan benar dengan cara imla’ “dekte” atau setidak-tidaknya dengan menyalin (naskh) dari mushaf. Kitab suci Al-Qur’an sendiri diberikan nama Al-Kitab yang berarti sesuatu yang tertulis. Tersirat dari nama ini pentingnya memelihara Al-Qur’an dengan menggalakan kegiatan tulis-menulis. Bila mendidik anak membaca Al-Qur’an menjadi hak anak yang harus ditunaikan orang tuanya, maka
32
mendidik anak menulis al-Qur’an juga menjadi hak yang wajib ditunaikan oleh orang tuanya.33
Keutamaan Membaca dan menulis Al-Qur’an diantaranya adalah menjadi manusia yang terbaik, mendapat kenikmatan tersendiri, derajat yang tinggi, bersama para malaikat, memperindah pembacanya, penerang bagi hati, bermanfaat bagi pembaca dan orang tuanya, memberi syafa’at bagi pembacanya, dan mengharumkan pendengarnya dengan minyak dan misik (minyak kasturi).34
3. Hubungan Latar Belakang Sosial Keluarga Siswa dengan Minat Siswa