Sasaran VI: Pengurangan risiko pasien jatuh ENAM SASARAN KESELAMATAN PASIEN
MINIMAL QUESTIONS:
1. Jelaskan pengertian dari pemberian obat : injeksi intra vena, injeksi intramuskuler,injeksi intrakutan, injeksi sub kutan!
2. Untuk mengklarifikasi bahwa program pengobatan ini adalah benar, maka tindakan apa yang akan anda ambil dalam pemberian obat !
3. Jelaskan tentang prinsip 6T 1W dalam prosedur pemberian obat yang aman!
4. Jelaskan prosedur pemberian obat : injeksi intra vena, injeksi intramuskuler,injeksi intrakutan, injeksi sub kutan, tetes telinga!
5. Jelaskan cara rekonstitusi obat yang dikemas dalam bentuk serbuk untuk pemberian obat injeksi/parentral !
6. Jelaskan Hitungan Rumus untuk menyediakan larutan injeksi dari sedian obat murni berkekuatan tunggal dan berkekuatan ganda) bentuk serbuk menjadi larutan jadi seuasi dosis yang diinginkan!
TEORI
Larutan adalah campuran yang terdiri dari cairan, padatan, atau gas (dikenal sebagai zat-terlarut atau solute) yang terlarut dalam pengencer (dikenal sebagai pelarut atau solvent). Larutan dapat diberikan secara eksternal (misalnya kompres, rendam, irigasi) atau secara internal (misalnya pengobatan parenteral, formula emulsi).
Larutan dapat disiapkan dari obat berkekuatan penuh atau dari larutan jadi (stock solution). Obat berkekuatan penuh berarti murni 100%, sementara larutan jadi mengandung obat dalam kekuatan larutan tertentu, selalu kurang dari 100%, yang dari larutan tersebut dapat dibuat larutan yang lebih lemah.
Kekuatan larutan dapat dinyatakan dalam format persentase atau format rasio; contohnya larutan berkekuatan 1/2berarti terdapat satu bagian zat-terlarut dalam dua bagian larutan total. Ingatlah:
semakin sedikit pelarut yang ditambahkan, semakin besar kekuatan larutan, dan semakin banyak pelarut ditambahkan, semakin lemah kekuatan larutan.
53
Masalah larutan pada dasarnya adalah masalah yang melibatkan persen yang dapat dilarutkan dengan menggunakan metode rasio dan proporsi. Saat menetapkan rasio dan proporsi untuk larutan yang dibuat dari obat murni atau dari larutan jadi, gunakan kekuatan larutan yang diinginkan terhadap kekuatan larutan yang tersedia sebagai satu rasio, dan zatterlarut terhadap larutan sebagai rasio lainnya. Kekuatan larutan yang diinginkan: kekuatan larutan yang tersedia: jumlah zat-terlarut: jumlah total larutan.
Anda dapat mensubstitusi Metode RUmus saat menggunakan proprosi untuk larutan yang dibuat dari larutan jadi.
Saat menghitung masalah larutan, kedua hal berikut penting untuk diingat:
1. Bekerjalah dalam sistem ukuran yang sama (misalnya miligram dengan mililiter, grain dengan minim).
2. Ubahlah larutan yang dinyatakan dalam format pecahan atau format titik dua menjadi persen (1:2 atau ½ sama dengan 50%)
Rekonstitusi: Menyiapkan obat Injeksi yang dikemas dalam Bentuk Serbuk
Beberapa obat tidak stabil dalam larutan sehingga dikemas dalam bentuk serbuk. Bila jumlah obat yang tersedia berada dalam bentuk zat terlarut (serbuk kering), maka obat perlu dilarutkan atau direkonstitusi dengan menambahkan cairan pengencer (pelarut). Label obat atau petunjuk dalam kemasan akan mencantumkan cara untuk menambahkan pelarut dan mencampur secara sempurna. Pelarut harus selalu steril saat ditambahkan ke serbuk kering.
Contoh pelarut meliputi:
1. Air bakteriostatik
2. Pelarut yang dikemas secara khusus 3. Larutan dekstrosa 5%
4. Natrium klorida (0,9%) 5. Air steril
Obat parenteral yang sudah direkonstitusi tersedia dalam larutan berkekuatan tunggal (vial dosis tunggal atau multipel) atau larutan berkekuatan
55
multipel. Ingatlah: Untuk larutan berkekuatan multipel, kekuatan dosis bergantung pada jumlah pelarut;
contohnya 75 mL pelarut dapat menghasilkan larutan 200.000 U/mL, sementara 30 mL pelarut dapat menghasilkan 500.000 U/mL.
Langkah-Langkah Dasar untuk Rekonstitusi
Ingatlah: selalu baca secara teliti petunjuk di dalam kemasan atau petunjuk dalam label untuk merekonstitusi, karena petunjuk akan bervariasi.
Ikutilah langkah-langkah berikut:
1. Bacalah petunjuk spesifik untuk rekonstitusi.
2. Catatlah lamanya waktu obat tersebut akan teteap stabil setelah rekonstitusi.
3. Pilihlah jenis dan kuantitas pelarut yang direkomendasikan.
4. Estimasilah dosis yang direkonstitusi.
5. Catatlah volume dosis total. Larutan yang direkonstitusi akan selalu melebihi volume pelarut yang ditambahkan.
6. Tentukan banyaknya dosis yang tersedia dalam vial.
7. Beri label obat dengan tanggal dan waktu penyiapan dan kadaluarsa serta dosis yang direkonstitusi bila menggunakan vial dosis multipel.
Perhatikan : beberapa sediaan memungkinkan kuantitas pelarut yang berbeda, yang akan menghasilkan kekuatan larutan yang berbeda.
8. Berilah inisial pada vial yang dilabel.
9. Gunakanlah salah satu dari tiga metode untuk menghitung dosis.
Catatan: Bila Anda memilih untuk menggunakan rasio dan proporsi, yang Anda miliki adalah kekuatan dosis setelah pencampuran obat. Bila Anda memilih untuk menggunakan Analisis Dimensional, kekuatan dosis digunakan sebagai pecahan pertama.
Larutan Parental Berkekuatan Tunggal
CONTOH : Berikan 250 mg Ancef, IM, setiap 8 jam. Obat tersedia sebagai serbuk dalam vial 1 gram
Rekonstitusi
: Petunjuk pada label: Rekonstitusilah dengan menambahkan 2,5 mL air steril untuk injeksi. Kocoklah hingga larut.
Konsentrasi larutan akan setara dengan 330 mg per mL. Volume cairan akan setara dengan 3,0 mL
Larutkan 1 gram serbuk dengan 2,5 mL air steril
Menggunakan Rasio dan Proporsi 250 mg : mL :: 1.000 mg : 3 mL
57 1.000 = 750
Jawaban: 0,75 mL Menggunakan Metode Rumus
Jawaban: 0,75 mL Menggunakan Analisis Dimensional
Jawaban: 0,75 mL CONTOH : Berikan 125 mg Solu-Medrol, IM. Obat tersedia sebagai serbuk dalam vial 500
mg
Rekonstitusi
: Petunjuk pada label : Rekonstitusilah dengan menambahkan 8 mL air steril untuk injeksi. Konsentrasi larutan akan setara dengan 6,25 mg per mL.
Volume cairan kana setara dengan >8 mL.
Larutkan 500 mg serbuk dengan 8 mL air steril
Menggunakan Rasio dan Proporsi 125 mg : mL :: 500 mg : 8 mL 500 = 1000
Jawaban: 2 mL Menggunakan Metode Rumus
59
Jawaban: 2 mL
Menggunakan Analisis Dimensional
Jawaban: 2 mL Larutan Parental Berkekuatan Multipel
CONTOH : Berikan Geopen 1g, IM. Obat tersedia sebagai serbuk dalam vial 2 gram
Rekonstitusi
: Petunjuk pada label: Rekonstitusilah dengan menambahkan 4 mL air steril untuk injeksi IM (8 ML dibutuhkan untuk penggunaan IV). Konsentrasi larutan (g/mL) akan bervariasi sesuai
dengan mL pelarut yang ditambahkan.
Contoh :
4 ml pelarut = 1g / 2,5 mL 5 mL pelarut = 1g / 3 mL 7,2 mL pelarut = 1g / 4mL
Menggunakan Metode Rumus
Jawaban: 2,5 mL
61
TEORI TUJUAN PEMBERIAN OBAT: INJEKSI