• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 KAJIAN TEORI

2.6. Miskonsepsi Siswa Terhadap Konsep Gerak dan Gaya dalam Hukum-

Pieter Licht seperti yang dikutip oleh Euwe van den Berg (1991:39-40) menggunakan beberapa miskonsepsi umum dalam mekanika yang berkaitan dengan Hukum-hukum Newton tentang gerak, seperti dipaparkan berikut ini.

1) Kalau saya tidak mengerjakan gaya pada suatu benda, bendanya akan tetap diam atau (jika sedang bergerak) cenderung akan berhenti.

2) Gaya sebanding dengan kecepatan (∑F = mv).

3) Agar benda bergerak dengan kecepatan tetap, harus ada gaya resultan denga besar yang tetap (> 0) dan arahnya sejajar dengan arah gerak.

4) Semakin besar kecepatan benda (yang tetap) semakin besar gaya resultan yang bekerja padanya.

5) Kecepatan akan bertambah hanya jika gaya resultan pada benda bertambah.

FA = - FB atau FB = - FA

6) Jika saya mengerjakan gaya pada benda, dapat terjadi gaya reaksi.

Gaya saya harus lebih besar daripada gaya reaksi untuk mempertahankan gerak bendanya. Sebaliknya, jika saya tidak berhasil menggerakkan bendanya, maka gaya reaksi (gesekan) lebih besar daripada gaya saya.

25 BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian in menggunakan penelitian deskriptif dengan data penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif data yang diperoleh berupa angka. Sedangkan pada penelitian kualitatif deskriptif data yang diperoleh berupa keterangan. Gabungan kedua jenis penelitian ini akan saling memperjelas satu sama lain. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh akan dianalisis untuk menjelaskan tingkat pemahaman, terjadinya miskonsepsi dan penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa kelas XI MIIA SMA mengenai konsep gaya dan gerak dalam Hukum Newton.

Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan soal-soal mengenai konsep gaya dan gerak pada Hukum-hukum Newton. Hasil tes siswa akan dianalisis untuk mengetahui apakah terjadi miskonsepsi pada konsep gerak dan gaya pada Hukum-hukum Newton.

3.2. Waktu dan Tempat

Waktu Penelitian : Mei 2019

Tempat Penelitian : SMA Negeri 2 Yogyakarta

3.3. Subjek dan Objek Penelitian 3.3.1. Subjek Penelitian

Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIIA SMA Negeri 2 Yogyakarta. Dalam penelitian ini dipilih siswa kelas XI MIIA karena materi ini telah dipelajari di kelas X. Siswa diharapkan memahami materi mengenai konsep gaya dan gerak pada Hukum-hukum Newton.

3.3.2. Sampel Penelitian

Sampel penelitian yang diambil pada penelitian ini adalah siswa kelas XI MIIA 1, 2, dan 3 SMA Negeri 2 Yogyakarta yang berjumlah 96 orang. Namun dalam penelitian ini, sampel yang hadir pada saat peneliti melakukan penelitian hanya berjumlah 84 orang, 12 orang lainnya tidak hadir karena berhalangan.

3.3.3. Objek Penelitian

Objek penelitian ini yaitu pemahaman dan miskonsepsi siswa kelas XI MIIA 1, 2, dan 3 mengenai konsep gerak dan gaya dalam Hukum-hukum Newton menggunakan tes tertulis pilihan ganda beralasan.

3.4. Desain Penelitian

Penelitian ini akan dimulai dengan memberikan tes pilihan ganda yang disertai dengan CRI (Certainity of Respinse Index) kepada siswa.

Pada CRI partisipan diminta menyatakan derajat kepastian mereka dalam menyeleksi dan memanfaatkan pengetahuan, konsep, atau hukum dalam menjawab suatu item soal. Ada 6 skala CRI yaitu (Masril dan Nur Asma, 2002):

1) 0 untuk jawaban yang seluruhnya hasil tebakan (totally guess answer).

2) 1 untuk jawaban yang hampir sebagai tebakan (almost a guess).

3) 2 untuk jawaban yang tidak yakin (not sure).

4) 3 untuk jawaban yakin (sure).

5) 4 untuk jawaban hamper pasti (almost certain).

6) 5 untuk jawaban pasti (certain).

Skala CRI hanya mengandalkan kejujuran siswa. Bisa saja yang dituliskan siswa tidak sesuai kenyataan. Oleh karena itu, setelah tes tertulis serta analisis data mengenai tes selesai, perlu dilakukan wawancara kepada partisipan untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan peneliti dalam penelitian. Tes tertulis berupa pilihan ganda dilakukan dengan tujuan

untuk mengetahui tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa mengenai konsep gerak dan gaya pada Hukum-hukum Newton. Siswa diharapkan menyelesaikan tes tersebut berdasarkan kemampuan siswa mengenai konsep gerak dan gaya pada Hukum-hukum Newton.

Dalam penelitian ini, peneliti menyederhanakan skala CRI atas tiga skala keyakinan terhadap kepastian jawaban, yaitu:

1) 1 untuk jawaban tidak yakin;

2) 2 untuk jawaban ragu-ragu;

3) 3 untuk jawaban yakin.

3.5. Instrumen

Instrumen yang digunakan yaitu: tes pilihan ganda beralasan.

3.5.1. Tes Pilihan Ganda

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes denga soal pilihan ganda dan alasan. Pilihan dari soal pilihan ganda harus memiliki pengaruh terhadap siswa dalam memilih jawaban. Oleh karena itu, pilihan jawaban dalam soal itu harus terdiri dari jawaban yang benar dan jawaban pengecoh. Yang dimaksud jawaban pengecoh adalah jawaban yang mungkin akan dipilih siswa jika tidak menguasai materinya. Tujuan dari penggunaan soal pilihan ganda adalah agar mudah dalam melakukan analisis data. Selain itu soal pilihan ganda merupakan salah satu tes yang mampu mengukur seluruh bagian dari materi yang akan diujikan.

Jumlah soal tes dalam penelitian ini adalah 20 butir soal mengenai konsep gerak dan gaya dalam Hukum-hukum Newton. Dalam penelitian ini soal disusun berdasarkan kisi-kisi materi dan data miskonsepsi mengenai setiap sub materi yang biasanya terjadi pada siswa. Bentuk tes tertulis ini adalah soal pilihan ganda dan alasan yang dilengkapi dengan CRI (Certainty of Response Index). Pada CRI ini siswa diminta untuk menentukan tingkat keyakinan siswa dalam menggunakan konsep-konsep untuk menyelesaikan soal tes tersebut. Hal ini akan menunjukkan apakah terjadi miskonsepsi atau tidak dalam materi tersebut.

28

Kisi-kisi soal yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1 Kisi-kisi Soal

No Topik Indikator Contoh Soal

1. Hukum I Newton Siswa mampu menganalisa tentang Hukum I Newton.

1. Seorang anak berusaha mendorong sebuah meja. Meja tersebut tidak bergerak. Bagaimana peristiwa ini dapat dijelaskan dalam fisika?

2. Hukum III Newton Siswa mampu menganalisa tentang Hukum III Newton.

2. Sebuah truk menabrak sebuah tembok, namun tembok tersebut tidak bergeser sedikitpun. Hal ini terjadi karena

….. bekerja pada benda ketika di udara.

 Siswa mampu menganalisa gaya aksi rekasi yang terjadi pada benda.

 Siswa mampu menentukan gaya gesek yang bekerja pada benda.

 Manakah pernyataan yang benar tentang gaya normal?

 Sebuah kotak berisi makanan terletak di atas meja.

Benda tersebut diam. Apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut? Kecuali…..

 Anggra menarik sebuah mobil mainan dengan gaya konstan sehingga kotak tersebut bergerak ke arah mendatar dengan kecepatan konstan. Jika tiba-tiba anggra menghentikan gaya yang diberikan pada mobil mainan, maka mobil mainan tersebut akan …..

 Seorang pemain tenis memukul bola sehingga bola tenis

tersebut melambung ke udara. Ketika bola tenis berada di udara, gaya apa saja yang bekerja pada bola tersebut?

 Beby berusaha mendorong sebuah lemari yang berada pada sebidang lantai kasar. Lemari tersebut tidak bergerak sama sekali. Hal yang menyebabkan peristiwa tersebut terjadi adalah…….

 Dua buah benda yang massanya sama digantungkan pada sebuah katrol seperti gambar dibawah, jika sistem dalam keadaan setimbang, maka pasangan aksi reaksi adalah kecuali...

4. Gerak  Siswa mampu menganalisa geraks uatu benda.

 Siswa mampu menganalisa gerak jatuh bebas susatu benda.

 Siswa mampu menganalisa gerak dua buah benda yang bertumbukan .

 Ridho mendorong sebuah meja di atas lantai. Meja bergerak lurus ke kanan menjauhi Ridho. Agar meja tersebut tetap bergerak ke kanan maka yang harus dilakukan Ridho adalah kecuali……

 Bola A dan B dengan massa yang sama bergerak secara bersamaan. Bola A bergerak dari kiri ke kanan dan bola B beregerak dari kanan ke kiri kemudian bertumbukan, maka pernyataan yang sesuai dengan peristiwa tersebut adalah….

Melalui CRI dapat diketahui siswa menyelesaikan soal karena menerka atau karena sungguh-sungguh paham dengan materi tersebut.

Selain itu, dapat diketahui apakah siswa mengalami miskonsepsi atau tidak dalam konsep gerak dan gaya. Jika skala CRI rendah dapat diketahui bahwa siswa kurang memahami konsep gerak dan gaya. Jika skala CRI tinggi maka dapat diketahui siswa benar-benar yakin dengan jawaban tersebut. Dengan menggunakan diagram penghubung antara jawaban siswa dengan nilai CRI yang dipilih oleh siswa dapat dikatahui apakah siswa benar-benar memahami materi, atau apakah siswa telah mengalami miskonsepsi mengenai konsep gerak dan gaya.

Misalnya pada kisi-kisi soal nomor 4 tentang gaya normal pada bidang miring.

4. Manakah pernyataan yang benar mengenai gaya normal yang bekerja pada bidang miring?

a. Gaya normal sama besar dengan berat benda.

b. Gaya normal lebih besar dari berat benda.

c. Gaya normal lebih kecil dari berat benda.

d. Gaya normal dipengaruhi oleh gaya berat.

e. Gaya normal mempunyai besar yang sama dengan gaya gesek.

Alasan : ………

Keyakinan : ………

3.6. Validitas

Validitas menentukan atau mengukur apakah tes sungguh-sungguh mengukur apa yang mau diukur yaitu apakah sesuai dengan tujuan khususnya pemehaman siswa tentang konsep gerak dan gaya. Validitas menunjuk pada kesesuaian, kepenuh-artian, bergunanya kesimpulan yang dibuat peneliti berdasarkan data yang dikumpulkan. Suatu instrumen dikatakan valid apabila memang mengukur apa yang mau diukur. Untuk menjamin suatu instrument valid, dilakukan validasi. Validasi instrumen dilakukan minimal dengan dua cara yaitu:

1) Dengan meminta penilaian ahli, apakah memang tes itu sungguh sesuai dengan isi yang mau dites.

2) Dengan menggunakan kisi-kisi yang menunjukkan bahwa instrument itu memang memuat semua tes yang mau diteskan, bukan hanya sebagian saja.

Dalam penelitian ini soal tes dibuat sesuai dengan materi konsep gerak dan gaya dalam Hukum-hukum Newton serta kisi-kisi soal tes materi konsep gerak dan gaya dalam Hukum-hukum Newton. Validitas isi instrumen penelitian ini telah dilakukan oleh Bapak Drs. Domi Severinus, M. Si. yang merupakan dosen fisika di Universitas Sanata Dharma.

3.7. Metode Analisis Data

3.7.1. Analisis Tes Pilihan Ganda

Data miskonsepsi diperoleh dari hasil pemberian tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan alasan yang telah dilengkapi dengan skor CRI. Pada instrumen dijelaskan keterangan keyakinan partisipan dalam mengerjakan soal. Pilihan tingkat keyakinan berfungsi untuk mengetahui apakah partisipan mengerjakan soal tersebut berdasarkan pemahaman konsep atau menerka. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil tes CRI, jawaban siswa dinilai dengan kriteria sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kriteria Penilaian Soal

Bentuk Soal Nilai Keterangan

Pilihan Ganda

1 Jika Jawaban Benar

0 Jika Jawaban Salah

Jawaban siswa dianalisis dengan metode CRI. Bentuk jawaban siswa dan pengkategorian adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3 Contoh Kombinasi antara Setiap Pertanyaan yang Diberikan dengan CRI

No Kriteria Jawaban Kriteria CRI Keterangan

1 2 3

Berdasarkan pengkategorian tersebut maka dapat diketahui jumlah miskonsepsi untuk setiap nomor soal pada seluruh siswa yang mengikuti tes tertulis. Untuk mengetahui jumlah digunakan format sebagai berikut:

Tabel 3.4 Format Analisis Data dan Tes Tertulis untuk Seluruh Siswa

1 : Tidak yakin 2 : Ragu-ragu 3 : Yakin

Berdasarkan hasil analisa diatas dapat diketahui jumlah miskonsepsi dari setiap soal. Untuk memperoleh tingkat miskonsepsi dalam persen dapat digunakan persamaan sebagai barikut

 Persentase untuk setiap soal:

X = x 100 (1)

 Persentase untuk setiap sub topik:

X = x 100 (2)

Keterangan:

X : Persentase M : Miskonsepsi P : Pemahaman Spt : Soal Per Topik

: Jumlah

Setelah menghitung tingkat presentase, maka ditentukan kategori tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa mengenai materi yang diujikan yakni dengan menggunakan statistika distribusi frekuensi grup (interval).

Berdasarkan data presentase tingkat pemahaman dan miskonsepsi siswa mengenai konsep gerak dan gaya pada Hukum-hukum Newton, maka kita akan membagi dalam tiga kategori, yaitu: kategori tinggi, sedang, dan rendah. Pertama harus ditentukan terlebih dahulu rangenya yaitu dengan rumus (Suparno, 2011):

Range = Nilai tertinggi – Nilai terendah (3)

Setelah menentukan ranngenya, kita akan menentukan lebar interval, yaitu dengan rumus (Suparno, 2001) :

Lebar Interval = Range/3 (4)

Untuk data tingkat pemahaman terbanyak, nilai terendah 0, dan nilai tertinggi 32 maka Range = 32-0 = 32. Setelah itu intervalnya diketahui dari 32 dibagi 3 = 10,67, dapat dibulatkan 11. Maka kategori dapat dibagi seperti pada tabel berikut :

Tabel 3.5 Kategori Pemahaman Siswa

Nilai Keterengan

22–32 Tinggi

12–21 Sedang

0–11 Rendah

3.7.2. Analisis Alasan

Pada tes tertulis siswa memberi alasan mengapa siswa memilih jawaban tersebut. Dari data tersebut peneliti menganalisisalasan siswa memilih jawaban tersebut kemudian diberi tanda/kode (coding). Alasan yang diberikan siswa tersebut untuk mengetahui atau mendeteksi adanya miskonsepsi yang dialami siswa tersebut. Data-data yang sama kodenya disatukan sehingga kita mengetahui pola yang sering muncul dari jawaban partisipan terhadap pertanyaan-partanyaan yang diajukan dalam wawancara. Pola yang sama tersebut kemudian diberi nama dengan konsep tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian kita. Dengan coding kita dapat mengetahui miskonsepsi seperti apa yang dialami siswa terhadap topik tersebut; seperti apa pemahaman siswa terhadap topik tersebut; serta alasan siswa mengalami miskonsepsi.

35 BAB 4

DATA DAN ANALISIS

4.1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Yogyakarta pada tanggal 9 dan 10 Mei 2019. Peneliti memilih sekolah ini sebagai tempat untuk melakukan penelitian karena peneliti pernah praktek lapangan di sekolah ini. Selain itu sekolah ini merupakan salah satu sekolah Negeri terbaik dan terfavorit di Yogyakarta. Sekolah ini mempunyai kedisiplinan yang cukup tinggi sehingga siswanya tertib dan bisa diatur. Suasana sekolah dan kelas sangat kondusif sehingga proses pengambilan data dapat berjalan dengan baik.

Di sekolah ini terdapat empat guru fisika. Dua diantaranya merupakan Guru Pamong peneliti waktu praktek lapangan yang mempunyai karakter yang berbeda karena perbedaan usia yang cukup jauh. Kedua guru ini juga menggunakan metode yang berbeda dalam penyampaian materi di kelas. Guru fisika di sekolah inipun sangat akrab dengan muridnya, sehingga relasi antara guru dengan murid terjalin sangat baik.

Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan data tes tertulis pilihan ganda beralasan. Dalam penelitian ini, peneliti tidak melakukan treatment apapun sehingga peneliti tidak mempengaruhi hasil tes tertulis.

Peneliti terlebih dahulu mengambil data tes tertulis. Pengambilan data dilakukan selama dua hari dengan jumlah 20 soal selama 90 menit. Pada saat pengambilan data tes tertulis hari pertama dilakukan di kelas XI MIIA 2 dan XI MIIA 3, tidak semua siswa hadir. Terdapat 6 siswa dari 32 siswa yang tidak hadir dari kelas XI MIIA 2, begitupun dari kelas XI MIIA 3.

Pengambilan data tes tertulis hari kedua dilakukan di kelas XI MIIA 1, semua siswa hadir.

Penelitian ini dilakukan dalam dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama yaitu tanggal 9 Mei 2019, peneliti melakukan tes tertulis kepada siswa kelas XI MIIA 2, dan kelas XI MIIA 3 SMA Negeri 2 Yogyakarta.

Pada pertemuan kedua yaitu pada tanggal 10 Mei 2019, peneliti melakukan tes tertulis kepada siswa-siswa kelas XI MIIA 1.

4.2. Data dan Analisis

Setelah melakukan tes tertulis, peneliti kemudian mengoreksi jawaban pertisipan berdasarkan kriteria yang telah dibuat dalam bab 3.

Peneliti mengoreksi jawaban partisipan dengan menggunakan format tabel (3.6) yang terdapat pada bab 3. Data hasil penelitian tersebut ada pada lampiran.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam tes tertulis yang terdapat pada lampiran, dapat diketahui jumlah partisipan yang memahami konsep tersebut serta yang jumlah partisipan yang mengalami miskonsepsi untuk setiap soal yang diberikan. Dari jumlah tersebut dapat diperoleh persentase partisipan yang paham dan mengalami miskonsepsi untuk setiap soal yang diberikan. Cara untuk mengetahui persentase pemahaman dan miskonsepsi siswa kelas XI MIIA 1, 2, dan 3 dari setiap soal yaitu dengan menggunakan persamaan (1) dan (2) pada bab 3.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diperoleh persentase pemahaman dan miskonsepsi siswa kelas XI MIIA 1, 2, dan 3 untuk setiap soal dan setiap sub topik seperti yang disajikan dalam tabel.

Tabel 4.1 Persentase Dan Kategori Siswa yang Paham untuk Setiap Soal

12 12 37,5 Sedang

Tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa dari 20 butir soal persentase siswa yang paham tertinggi sebesar 71,87 % dari 32 partisipan yaitu, pada butir soal nomor 13. Sedangkan persentase siswa yang paham terendah adalah 0 % yaitu pada soal nomor 5, 11, dan 15. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada soal yang benar-benar dipahami oleh seluruh partisipan di kelas XI MIIA 1. Hanya 23 siswa dari seluruh siswa di kelas XI MIIA 1 yang benar-benar memahami konsep yang diujikan pada soal nomor 13 yaitu konsep gaya gesek pada benda bergerak. Selain itu tidak ada siswa yang memahami konsep yang diujikan pada soal nomor 5, 11, dan 15 mengenai Hukum I Newton; konsep gerak vertikal ke atas; konsep gerak jatuh bebas. Namun, tingkat pemahaman partisipan pada setiap soal yang diujikan hanya berkisar 6,25 % - 53,12 % saja dari 32 siswa.

Tabel 4.2 Persentase Dan Kategori Miskonsepsi Siswa untuk Setiap Soal

13 1 3,12 Rendah

Tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa partisipan paling banyak mengalami miskonsepsi dalam kategori sedang tertinggi pada soal nomor 15 dengan persentase 65,62 %. Sedangkan partisipan paling sedikit mengalami miskonsepsi pada soal nomor 13 dengan persentase 3,12 %.

Hal ini menunjukkan untuk setiap soal terdapat partisipan yang mengalami miskonsepsi.

Tabel 4.3 Jumlah Persentase Tingkat Pemahaman dan Miskonsepsi untuk Seluruh Soal pada Setiap Siswa Kelas XI MIIA 1

No.

24 X 6 18,75 7 21,87

Tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa siswa yang memiliki tingkat pemahaman tertinggi yakni 10 atau setara dengan 31,25% adalah partisipan U dan D1. Sementara partisipan yang memiliki miskonsepsi tertinggi yakni 17 atau setara dengan 53,12 % adalah partisipan I.

Sedangkan partisipan yang memiliki tingkat pemahaman terendah yakni 1 atau setara dengan 3,12 % adalah partisipan Q, Y, Z, dan F1. Sementara partisipan yang memiliki miskonsepsi terendah yakni 1 atau setara dengan 3,12 % adalah partisipan B, K, A1, dan D1.

Tabel 4.4 Persentase Pemahaman Siswa Berdasarkan Sub Topik pada Kelas XI MIIA 1

10. Perlambatan dan gaya gesek

6 14 43,75

11. Resultan gaya dan gaya gesek

14. Gaya aksi rekasi pada berdasarkan sub topik yang diujikan peneliti dalam penelitian. Sub topik yang memiliki tingkat pemahaman tinggi adalah gaya gesek pada benda bergerak dengan persentase sebesar 71,87 %. Sedangkan topik yang paling sedikit dipahami partisipan yaitu Hukum I Nerwton; gerak vertikal ke atas;

gerak jatuh bebas dengan persentase tingkat pemahaman sebesar 0 %.

Tabel 4.5 Persentase Miskonsepsi Siswa Berdasarkan Sub Topik Kelas XI

10. Perlambatan dan gaya gesek

Tabel 4.5 diatas merupakan persentase miskonsepsi berdasarkan sub topik yang diujikan dalam penelitian. Siswa paling banyak mengalami miskonsepsi pada dua sub topik gerak jatuh bebas dengan persentase

sebesar 65,62 %. Sedangkan yang paling sedikit mengalami miskonsepsi adalah pada topik gaya gesek pada benda bergerak sebesar 3,12 %.

Tabel 4.6 Persentase Dan Kategori Siswa yang pahamuntuk Setiap Soal kategorisedang sebesar 38,46 % dari 26 siswa yaitu, pada butir soal nomor 2, 13, 19, dan 20. Sedangkan persentase siswa yang paham terendah adalah 0 % yaitu pada soal nomor 11, 12, dan 15. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada soal yang benar-benar dipahami oleh seluruh siswa di kelas XI MIIA 2. Hanya 10 siswa dari 26 siswa di kelas XI MIIA 2 yang memahami konsep yang diujikan pada soal nomor 2, 13. 19, dan 20 yaitu konsep Hukum III Newton; gaya gesek pada benda bergerak; Hukum I

Newton; serta gerak lurus dan gaya. Selain itu tidak ada siswa yang memahami konsep yang diujikan pada soal nomor 11, 12, dan 15 yaitu mengenai gaya vertikal ke atas; gaya aksi reaksi; serta gerak jatuh bebas.

Namun, siswa yang paham pada setiap soal yang diujikan hanya berkisar 3,84 % - 30, 76 % saja dari 26 siswa.

Tabel 4.7 diatas menunjukkan bahwa partisipan paling banyak mengalami miskonsepsi dengan kategori sedang pada soal nomor 5 dengan persentase 34,61 %. Sedangkan partisipan paling sedikit mengalami miskonsepsi pada soal nomor 3, 9, dan 19 dengan persentase 0

%. Hal ini menunjukkan bahwa ada 3 soal dari 20 soal yang diujikan terdapat partisipan yang tidak mengalami miskonsepsi.

Tabel 4.8 Jumlah Persentase Tingkat Pemahaman dan Miskonsepsi untuk Seluruh Soal pada Setiap Siswa Kelas XI MIIA 2

No.

Tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa partisipan yang memiliki tingkat pemahaman tertinggi yakni 11 atau setara dengan 42,30 % adalah partisipan L dan X. Sementara partisipan yang memiliki miskonsepsi tertinggi yakni 7 atau setara dengan 26,92% adalah partisipan D, H, Q dan X. Sedangkan partisipan yang memiliki tingkat pemahaman terendah yakni 0 atau setara dengan 0 % adalah partisipan C, I, N, O, S, T, Y, dan Z. Sementara partisipan yang memiliki miskonsepsi terendah yakni 0 atau setara dengan 0 % adalah partisipan C, E, I, K, N, O, S, W, Y, dan Z.

Tabel 4.9 Persentase Pemahaman Siswa Berdasarkan Sub Topik Kelas XI paham berdasarkan sub topik yang diujikan peneliti dalam penelitian. Sub topik yang tingkat pemahamanya tinggi adalah topik gaya gesek pada benda bergerak dengan persentase sebesar 38,46 %. Sedangkan tingkat pemahaman sub topik yang paling rendah adalah 0 % pada topik gerak jatuh bebas.

Tabel 4.10 Persentase Miskonsepsi Siswa Berdasarkan Sub Topik pada

Tabel 4.10 diatas merupakan persentase miskonsepsi berdasarkan sub topik yang diujikan dalam penelitian. Siswa paling banyak mengalami miskonsepsi padasub topik, yaitu Hukum I Newton dengan persentase sebesar 34,61 %. Sedangkan yang paling sedikit mengalami miskonsepsi adalah pada topik resultan gaya dan gaya gesek sebesar 0 %.

Tabel 4.11 Persentase Dan Kategori Siswa yang Paham untuk Setiap Soal

Tabel 4.11 diatas menunjukkan bahwa dari 20 butir soal persentase tingkat pemahaman partisipan dalam kategori tinggi sebesar 80,76 %, dari 26 partisipan yaitu, pada butir soal nomor 13. Sedangkan persentase tingkat pemahaman terendah adalah 0 % yaitu pada soal nomor 5 dan15.

Hanya beberapa dari seluruh siswa di kelas XI MIIA 1 yang benar-benar memahami konsep yang diujikan pada soal nomor 13 yaitu gaya gesek.

Namun, tingkat pemahaman partisipan pada setiap soal yang diujikan hanya berkisar 7,69 % - 76,92 % dari 26 partisipan.

Tabel 4.12 Persentase Dan Kategori Miskonsepsi Siswa untuk Setiap Soal

Tabel 4.12 diatas menunjukkan bahwa partisipan paling banyak mengalami miskonsepsi dalam kategori tinggi pada soal nomor 15 dengan

Tabel 4.12 diatas menunjukkan bahwa partisipan paling banyak mengalami miskonsepsi dalam kategori tinggi pada soal nomor 15 dengan

Dokumen terkait