• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS YOUKAI DALAM ANIME GUGURE! KOKKURI-SAN

3.2 Mitos Youkai dalam Anime Gugure! Kokkuri-san

Dalam Anime Gugure! Kokkuri-san juga terdapat beberapa mitos mengenai youkai yang telah disebutkan sebelumnya. Mitos youkai dalam Anime Gugure! Kokkuri-san dianalisis dengan menggunakan teori mitos dan Atropologi sastra. Berikut adalah beberapa mitos berkaitan dengan youkai dalam anime Gugure! Kokkuri-san.

3.2.1 Mitos Youkai Menyerupai Manusia

Youkai yang menyerupai atau berwujud manusia dalam Anime Gugure!

Kokkuri-san yaitu Tengu. Tengu memiliki bentuk wujud seperti manusia dengan sayap hitam besar dan paruh burung, serta kuku tangan dan kaki yang panjang.

Tengu digambarkan memakai baju seorang pendeta yamabushi yang menempa diri di hutan dan gunung (Gambar 12). Selama periode Heian, Tengu dianggap sebagai pasukan misterius yang berada di pegunungan. Umumnya mereka tidak terlihat, tetapi kadang-kadang seseorang tampak seperti burung atau biksu. Tidak sampai periode Kamakura, Tengu benar-benar mulai mendapatkan karakteristik yang lebih mapan. Mereka memiliki tangan manusia, kepala anjing, sepasang sayap, dan mampu terbang dan berjalan. Dianggap inkarnasi setelah kematian seorang kaisar atau pejuang mati, mereka akan muncul sebagai makhluk seperti

burung jahat, biarawan, atau yamabushi (pertapa gunung) yang turun dari gunung untuk menyiksa kekuatan yang ada. Dalam detail zoologi klasik, juga dideskripsikan Tengu sendiri dengan ukuran anak-anak berusia sepuluh tahun, memiliki tubuh dan kepala manusia, ekor pendek, kaki burung, dan sayap sepanjang satu yard (Gambar 21).

3.2.2 Mitos Youkai adalah Kami

Yanagita Kunio menyatakan bahwa makhluk yang dulunya pernah dianggap sebagai kami namun derajatnya turun dari waktu ke waktu disebut dengan youkai. Namun, salah satu peneliti folklor Jepang, Komatsu Kazuhiko melakukan penelitian tentang youkai dengan melihat data-data dari Yanagita Kunio yang merupakan pendahulunya. Beliau mempertanyakan pernyataan Yanagita Kunio bahwa youkai adalah dewa yang turun derajatnya. Menurut Komatsu kazuhiko, youkai adalah makhluk yang sudah ada, layaknya dewa.

Kedudukannya sama setara dengan dewa, tetapi eksistensi nya bukan berasal dari perubahan dewa menjadi youkai. Dalam Anime Gugure! Kokkuri-san youkai yang mengatakan dirinya adalah dewa yaitu Kitsune (kokkuri-san). Dalam animenya, disebutkan bahwa kitsune merupakan mantan dewa dan memiliki kuil nya sendiri, namun kitsune lebih terlihat seperti utusan kami atau dewa paruh waktu (Gambar 22). Kokkuri-san disebut seperti itu dikarenakan youkai ini tidak pernah ke Izumo (tempat pertemuan delapan juta dewa yang berkumpul dari seluruh Jepang) pada bulan kesepuluh dari kalender Jepang. Dari beberapa pernyataan tersebut, hanya pernyataan bahwa kitsune adalah utusan kami lah yang terdapat dalam mitos Jepang. Faktanya kitsune terhubung dengan pemujaan Inari (kami dari padi).Kitsune bukan dewa Inari itu sendiri, melainkan petugas atau utusan dari

dewa dewa Inari. Mereka dipercaya memiliki kekuatan untuk menangkal iblis, dan kadang-kadang bertugas sebagai pelindung arwah. Selain berjaga-jaga di kuil Inari, kitsune diminta agar melindungi penduduk setempat dari rubah liar (nogitsune) yang suka membuat keonaran. Sepasang rubah batu biasanya berjaga di depan kuil Inari di seluruh Jepang.

3.2.3 Mitos Tempat Tinggal Youkai

Menurut mitos Jepang, Youkai cenderung muncul di tempat yang sepi.

Youkai suka jembatan, terowongan, persimpangan jalan, pertemuan jalan dan perbatasan. Menurut Foster (2015) youkai terbagi dalam lima kategori tempat tinggal diantaranya, alam liar seperti gunung dan hutan, didalam air, pedesaan, kota besar, dan pemukiman warga. Dalam Anime Gugure! Kokkuri-san terdapat mitos mengenai tempat tinggal dari youkai yang meliputi hutan, gunung, kuil dan pemukiman warga (rumah). Youkai yang bertempat tinggal di hutan dan gunung yakni Karasu Tengu. Hutan dan gunung tempat tinggal Karasu Tengu dalam Anime ini digambarkan memiliki pohon-pohon yang besar serta lebat, terdapat satu pohon Momiji di puncak gunung yang daunnya selalu berwarna merah setiap musimnya yang dihuni oleh roh terikat (Kureha). Gunung dan hutan adalah tempat bagi Karasu Tengu yang sedang ditempa menjadi pelindung kuil. Lalu youkai yang bertempat tinggal di kuil ialah Kitsune. Diceritakan di dalam anime ini, Kitsune pada mulanya tinggal disebuah kuil yang dibangun untuk memujanya.

Namun seiiring berjalan nya waktu, kuil tersebut ditinggalkan dan hancur (Gambar 3) kemudian ia pindah ke rumah pemanggilnya dari permainan Kokkuri-san. Namun youkai ini tetap tinggal di kuil tersebut dan menunggu untuk dipanggil. Selanjutnya, youkai yang tinggal didalam bangunan rumah ialah

Bakeneko dan Inugami. Dalam Anime Gugure! Kokkuri-san, Bakeneko dan Inugami tinggal didalam bangunan dikarenakan rumah merupakan tempat asal mereka tinggal. Inugami merupakan anjing yang ditumbalkan untuk keperluan santet atau guna-guna. Inugami akan tinggal dirumah tuannya dan melakukan berbagai tugas yang diberikan kepadanya. Youkai ini dapat di turunkan kepada generasi keluarga selanjutnya dari rumah tersebut. Bakeneko asal mulanya ialah kucing rumahan yang hidup dengan lama (umumnya lebih dari 13 tahun), tumbuh ke ukuran tertentu (lebih dari 3,75 kilogram), dengan menjilati sejumlah besar minyak lampu. Menurut mitos, bakeneko akan berubah menjadi manusia yang merawatnya setelah memakannya dan tinggal sebagai manusia yang telah dimakannya tersebut namun tetap bertingkah laku seperti kucing pada umumnya.

3. 2.4 Mitos Permainan Kokkuri-San

Permainan Kokkuri-san adalah permainan ramalan kuno yang berasal dari Eropa. Permainan Kokkuri-san memerlukan kertas kokkuri-san dan alat penunjuk, seperti koin 10 yen, ataupun pensil (Gambar 5). Permainan Kokkuri-san dimainkan secara berkelompok. Cara bermain Kokkuri-san adalah para pesertanya duduk mengelilingi kertas kokkuri-san dan meletakkan satu jari telunjuknya di atas alat penunjuk. Setelah itu, para pemain mengucapkan mantra pemanggil.

Setelah Kokkuri-san bersedia bermain, para pemain kemudian mengajukan pertanyaan. Jika ingin mengakhiri permainan, para pemain harus mengucapkan mantra pengembali roh Kokkuri-san. Selanjutnya para pemain harus merobek-robek kertas permainan kokkuri-san tersebut. Menurut mitosnya, Kokkuri-san merupakan nama dari roh yang dipanggil dalam permainan ini dan akan menjawab segala pertanyaan yang diberikan. Dalam masyarakat Jepang, roh yang

memengaruhi permainan Kokkuri san adalah roh binatang dewa, Kitsune, Tanuki ataupun roh jahat. Roh ini merupakan makhluk yang menyerupai hewan rubah, anjing, dan rakun. Kok = Rubah (Kitsune), Ku = anjing (Inu), dan Kuri = rakun (Tanuki). Rubah melambangkan seorang guru atau penipu, anjing melambangkan loyalitas dan perlindungan, sedangkan rakun melambangkan kejahatan namun juga mamilki nilai simbolik sebagai pembawa berkah atau keberuntungan. Semua makhluk ini bersatu membentuk kokkuri-san. Pada permainan Kokkuri-san, jika ada syarat-syaratnya yang tidak terpenuhi maka para pemainnya akan diganggu oleh roh Kokkuri san tersebut.

Berbeda dengan penjelasan sebelumnya, permainan Kokkuri-san dalam anime Gugure! Kokkuri-san dimainkan oleh satu orang dan dapat memanggil youkai. Youkai yang dipanggil ialah Kitsune, Inugami, dan Tanuki. Ketiga youkai tersebut dipanggil secara bergantian oleh si pemain dan dapat memberi jawaban atas pertanyaan yang diberikan. Cara memainkan sama seperti penjelasan sebelumnya, namun pemain tidak memenuhi syarat yakni seperti kertas permainan yang tidak dirobek dan mantra pengembali tidak berfungsi sehingga ketiga youkai itu tetap berada disekitar pemain dan tidak dapat diusir.

3.2.5 Mitos Pernikahan Rubah (Kitsune)

Dalam anime Gugure! Kokkuri-san terdapat satu mitos terakhir tentang youkai, yaitu Kitsune-no-Yomeiri, "Pernikahan Rubah". Ungkapan ini digunakan untuk menandakan fenomena cuaca yang terjadi yang tampaknya berlawanan ketika matahari bersinar saat hujan. Pada saat-saat misterius dan berlawanan ini rubah sedang menikah, atau sebaliknya, itu adalah kekuatan misterius rubah yang

menyebabkan fenomena meteorologi yang berlawanan seperti itu. Dalam beberapa catatan dari periode Edo, orang mengklaim telah menyaksikan prosesi pernikahan kitsune (Gambar 23). Parade cahaya (fenomena khusus pernikahan rubah pada malam hari) mungkin jarang terjadi, terutama di daerah perkotaan yang cukup terang, tetapi bahkan saat ini setiap kali hujan dan matahari bersinar, seseorang pasti menyebutkan bahwa rubah akan menikah. Legenda dari Kitsune no Yomeiri bergabung dengan cerita-cerita yang ada tentang sihir kitsune dan mantra. Orang-orang yang mencoba mengikuti prosesi lentera rubah ini akan menemukan bahwa jejak mereka menghilang segera setelah orang-orang mendekat, meskipun pada kesempatan langka jejak upacara dapat ditemukan. Kuil Shunjitsu di prefektur Saitama dikatakan sebagai tempat populer untuk pesta pernikahan rubah. Setiap kali sebuah Kitsune no Yomeiri menerangi malam, jalan gunung menuju ke kuil ditutupi dengan kotoran rubah pada hari berikutnya.

Dalam kisah-kisah pernikahan seperti ini, fenomena alam serta supernatural seperti yang ditulis di atas disebut "Kitsune no Yomeiri", pernikahan yang berlangsung di siang hari sering terjadi di sunshower (hujan panas), dan yang terjadi di malam hari ialah sering terjadi parade cahaya atau lentera rubah.

Dalam anime Gugure! Kokkuri-san pernikahan rubah (Kitsune no Yomeiri) hanya diceritakan secara singkat. Dalam anime ini diceritakan kitsune (kokkuri-san) terkena kutukan yang merubahnya menjadi wanita. Dalam usaha untuk berubah kembali menjadi seorang pria, youkai ini pergi ke pemandian air panas yang di percaya dapat melepas kutukan apapun bersama Shigaraki Tanuki. Namun walau sudah berendam di pemandian tersebut, kutukan itu tidak juga terlepas.

Shigaraki Tanuki yang merupakan youkai Tanuki menyarankan Kitsune untuk

menerima keadaan dan melakukan pernikahan agar terlepas dari kutukan tersebut.

Tanuki menyebutkan jika pernikahan rubah terjadi maka akan menyebabkan hujan di saat matahari bersinar terang atau sering disebut hujan panas.

3.2.6 Mitos Boneka Ichimatsu

Dalam anime Gugure! Kokkuri-san terdapat salah satu peran utama yang bernama Ichimatsu Kohina yang selalu mengatakan dirinya adalah sebuah boneka.

(Gambar 24) “Ichimatsu wa ningyo na no desu” (Ichimatsu adalah boneka).

Kohina (Gambar 25) juga dapat melakukan hal seperti diam tanpa bergerak seperti boneka, melepas matanya seperti boneka, dan diakibatkan sifat nya ini kohina tidak dapat bersosialisasi dengan baik. Di Jepang juga terdapat boneka yang disebut Ichimatsu (Gambar 26). Boneka ini merupakan boneka tradisional Jepang yang memiliki bentuk anak kecil, bisa laki-laki ataupun perempuan. Boneka ini digambarkan memiliki mata yang berkilau karena terbuat dari kaca, kulit dan wajahnya dicat menyerupai warna kulit manusia. Boneka ini sangat mencerminkan budaya tradisional Jepang, jika dilihat dari pakaian tradisional yang dikenakannya yaitu kimono, model rambutnya dan wajah khas anak-anak Jepang dengan mata sipit, hidung kecil dan mulut yang mungil. Boneka Ichimatsu ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan saja, tapi juga dapat dimainkan. Selain itu, boneka ini juga terkenal sebagai hadiah yang istimewa. Dahulu boneka ini sempat dijadikan “Duta Persahabatan”, dimana boneka ini dikirim ke Barat dan dihadiahkan kepada pendatang yang merupakan orang-orang penting.

Namun jika Ichimatsu Kohina dalam anime Gugure! Kokkuri-san memiliki kesan yang imut dan lucu, tidak halnya dengan boneka Ichimatsu yang asli. Boneka Ichimatsu yang sesungguhnya memiliki kesan yang seram. Ditambah

lagi, boneka jenis ini memang sering muncul di anime, manga atau film horror sebagai boneka kutukan yang punya kekuatan magis dan rambutnya bisa memanjang seperti rambut manusia. Boneka ini dimitoskan tidak boleh dibuang sembarangan jika memang tidak dibutuhkan lagi, ada kuil-kuil tertentu di Jepang yang akan menerima boneka ini dan ada upacara-upacara tertentu untuk mengeluarkan jiwa yang bersemayam di jasad boneka Ichimatsu.

Dokumen terkait