Catatan 30 September 2016 31 Desember 2015
20. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 30 September 2016 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 19. TAMBAHAN MODAL DISETOR
30 September
2016 31 Desember 2015 Hasil penjualan 933.333.000 saham di atas nilai nominal
melalui IPO pada tahun 1995 1.446 1.446
Selisih lebih harga penjualan kembali 215.000.000 saham yang diperoleh kembali pada tahap II atas biaya
perolehannya (Catatan 20) 576 576
Selisih lebih harga penjualan kembali 211.290.500 saham yang diperoleh kembali pada tahap I atas biaya
perolehannya (Catatan 20) 544 544
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
(Catatan 2d) 478 478
Selisih lebih harga pengalihan saham yang diperoleh kembali untuk program kepemilikan saham karyawan atas
biaya perolehannya (Catatan 20) 228 228
Selisih lebih harga penjualan kembali 22.363.000 sisa saham yang diperoleh kembali pada tahap III atas biaya
perolehannya (Catatan 20) 36 36
Selisih lebih harga penjualan kembali 864.000.000 saham yang diperoleh kembali pada tahap IV atas biaya
perolehannya (Catatan 20) 1.996
-Kapitalisasi menjadi 746.666.640 saham Seri B pada tahun
1999 (373) (373)
Jumlah bersih 4.931 2.935
Saldo selisih transaksi restrukturisasi dan transaksi lainnya entitas sepengendalian berjumlah Rp478 miliar berasal dari terminasi dini hak eksklusif Perusahaan sebagai penyelenggara layanan sambungan tidak bergerak lokal dan jarak jauh dalam negeri, dimana Perusahaan diwajibkan oleh Pemerintah untuk menggunakan dana kompensasi ini untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Pada tanggal 30 September 2016 dan 31 Desember 2015, akumulasi pembangunan infrastruktur yang terkait masing-masing sebesar Rp537 miliar.
20. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI
Maksimum pembelian
Tahap Dasar Jangka waktu Lembar Nilai
I RUPSLB 21 Desember 2005 – 20 Juni 2007 1.007.999.964 Rp5.250 II RUPST 29 Juni 2007 – 28 Desember 2008 215.000.000 Rp2.000 III RUPST 20 Juni 2008 – 20 Desember 2009 339.443.313 Rp3.000 - BAPEPAM - LK 13 Oktober 2008 – 12 Januari 2009 4.031.999.856 Rp3.000 IV RUPST 19 Mei 2011 – 20 November 2012 645.161.290 Rp5.000 Mutasi modal saham yang diperoleh kembali adalah sebagai berikut:
30 September 2016 31 Desember 2015 Jumlah saham % Rp Jumlah saham % Rp Saldo awal 2.601.779.800 2,58 3.804 2.624.142.800 2,60 3.836
Penjualan atas saham yang diperoleh
kembali (864.000.000) (0,86) (1.263) (22.363.000 ) (0,02) (32)
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 30 September 2016 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 20. MODAL SAHAM YANG DIPEROLEH KEMBALI (lanjutan)
Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 11 Juni 2010, para pemegang saham Perusahaan menyetujui perubahan rencana Perusahaan atas saham yang diperoleh kembali dari hasil pembelian kembali saham tahap I, II, dan III, sebagai berikut: (i) dijual baik di bursa efek maupun di luar bursa efek; (ii) ditarik kembali dengan cara pengurangan modal; (iii) pelaksanaan konversi efek bersifat ekuitas; dan (iv) untuk keperluan pendanaan.
Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 19 Mei 2011, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pelaksanaan pembelian kembali modal saham tahap IV.
Pada tahun 2012, Perusahaan melakukan pembelian kembali sejumlah 237.270.500 lembar saham (setara dengan 1.186.352.500 lembar saham setelah pemecahan saham) yang beredar di publik (sebagai bagian dari proses program pembelian kembali saham tahap IV) sebesar Rp1.744 miliar. Berdasarkan keputusan RUPST Perusahaan tanggal 19 April 2013, para pemegang saham Perusahaan menyetujui perubahan rencana Perusahaan atas saham yang diperoleh kembali tahap III untuk digunakan sebagai pelaksanaan program kepemilikan saham karyawan atau Employee Stock Ownership Program (“ESOP”) tahun 2013.
Pada tanggal 30 Juli 2013, Perusahaan telah menjual kembali sebanyak 211.290.500 saham yang diperoleh kembali (setara dengan 1.056.452.500 lembar saham setelah pemecahan saham) yang merupakan saham yang diperoleh kembali dari program pembelian kembali saham tahap I yang memiliki nilai wajar keseluruhan Rp2.368 miliar (bersih setelah dikurangi biaya-biaya terkait penjualan saham). Selisih lebih atas nilai penjualan atas pembelian kembali saham dengan nilai perolehan saham yang dibeli kembali tersebut sebesar Rp544 miliar dicatat sebagai tambahan modal disetor (Catatan 19).
Pada tanggal 13 Juni 2014, Perusahaan telah menjual kembali sebanyak 215.000.000 saham yang diperoleh kembali (setara dengan 1.075.000.000 lembar saham setelah pemecahan saham) yang merupakan saham yang diperoleh kembali dari program pembelian kembali saham tahap II yang memiliki nilai wajar keseluruhan Rp2.541 miliar (bersih setelah dikurangi biaya-biaya terkait penjualan saham). Selisih lebih nilai penjualan atas pembelian kembali saham dengan nilai perolehan saham yang dibeli kembali tersebut sebesar Rp576 miliar dicatat sebagai tambahan modal disetor (Catatan 19).
Pada tanggal 21 Desember 2015, Perusahaan telah menjual kembali sebanyak 4.472.600 saham yang diperoleh kembali (setara dengan 22.363.000 lembar saham setelah pemecahan saham) yang merupakan sisa saham yang diperoleh kembali dari program pembelian kembali saham tahap III yang memiliki nilai wajar keseluruhan Rp68 miliar (bersih setelah dikurangi biaya-biaya terkait penjualan saham). Selisih lebih nilai penjualan atas pembelian kembali saham dengan nilai perolehan saham yang dibeli kembali tersebut sebesar Rp36 miliar dicatat sebagai tambahan modal disetor (Catatan 19).
Pada tanggal 29 Juni 2016, Perusahaan telah menjual kembali sebanyak 172.800.000 saham yang diperoleh kembali (setara dengan 864.000.000 lembar saham setelah pemecahan saham) yang merupakan saham yang diperoleh kembali sebagian dari program pembelian kembali saham tahap IV yang memiliki nilai wajar keseluruhan Rp3.258 miliar (bersih setelah dikurangi biaya-biaya terkait penjualan saham). Selisih lebih nilai penjualan atas pembelian kembali saham dengan nilai perolehan saham yang dibeli kembali tersebut sebesar Rp1.996 miliar dicatat sebagai tambahan modal disetor (Catatan 19).
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 30 September 2016 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 21. KOMPONEN EKUITAS LAINNYA
30 September 2016
31 Desember 2015
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas asosiasi 386 386
Laba belum direalisasi atas kepemilikan efek yang tersedia
untuk dijual 51 38
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 447 543
Selisih transaksi akuisisi kepemilikan kepentingan
nonpengendali pada entitas anak (637) (508)
Komponen ekuitas lainnya 49 49
Jumlah 296 508 22. PENDAPATAN 2016 2015 Pendapatan telepon Selular Pendapatan pemakaian 28.108 26.367
Pendapatan abonemen bulanan 250 324
Fitur 4 761
28.362 27.452
Tidak bergerak
Pendapatan pemakaian 2.944 3.466
Pendapatan abonemen bulanan 2.484 2.171
Call center 214 207
Lain-lain 66 72
5.708 5.916
Jumlah pendapatan telepon 34.070 33.368
Pendapatan interkoneksi
Interkoneksi internasional 1.655 1.403
Interkoneksi domestik 1.383 1.990
Jumlah pendapatan interkoneksi 3.038 3.393
Pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika
Internet dan data selular 20.364 13.809
Short Messaging Services (“SMS”) 12.003 11.154
Internet, komunikasi data dan jasa teknologi informatika 11.245 9.560
TV berbayar 804 227
Lain-lain 113 105
Jumlah pendapatan data, internet, dan jasa teknologi
informatika 44.529 34.855
Pendapatan jaringan
Sewa transponder satelit 401 423
Sewa sirkit 295 429
Jumlah pendapatan jaringan 696 852
Pendapatan telekomunikasi lainnya
Penjualan handset 1.119 1.146
Sewa Menara 541 551
CPE dan terminal 477 13
Call center service 250 606
Pendapatan retail 100 321
Lain-lain 1.368 654
Jumlah pendapatan telekomunikasi lainnya 3.855 3.291
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)
PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Tanggal 30 September 2016 dan untuk Periode Sembilan Bulan
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut (tidak diaudit)
(Angka dalam tabel dinyatakan dalam miliaran Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 22. PENDAPATAN (lanjutan)
Rincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Grup dari transaksi keagenan pada tanggal 30 September 2016 dan 2015 adalah sebagai berikut:
2016 2015
Pendapatan bruto 12.020 10.077
Kompensasi kepada penyedia jasa nilai tambah (775) (517)
Pendapatan neto 11.245 9.560
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi. 23. BEBAN KARYAWAN
Rincian dari beban karyawan adalah sebagai berikut:
2016 2015
Gaji dan tunjangan 4.028 2.952
Cuti, insentif dan tunjangan lainnya 2.721 3.257
PPh karyawan 1.262 1.277
Beban pensiun berkala bersih (Catatan 30) 846 406
Program pensiun dini 562 699
Beban perumahan 157 161
Beban imbalan kesehatan pasca kerja bersih (Catatan 30) 135 183
Beban penghargaan masa kerja (Catatan 31) 80 67
Beban imbalan pasca kerja lainnya (Catatan 30) 37 35
Beban manfaat karyawan lainnya (Catatan 30) 36 38
Lain-lain 190 132
Jumlah 10.054 9.207
Lihat Catatan 32 untuk rincian transaksi dengan pihak berelasi.