• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Sistematika Pembahasan

1. Model Environmental Learning

A. Kajian Teori

1. Model Environmental Learning

Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum dan lain-lain. Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarahkan kita ke dalam mendesain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.1

Adapun Soekamto mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.2

Model pembelajaran environmental learning adalah model pembelajaran yang mengedepankan pengalaman siswa dalam hubungannya dengan alam sekitar, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami isi materi yang disampaikan. Artinya, pembelajaran bisa

1 Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik (Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher, 2007), hlm. 5

dilakukan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas dengan tujuan agar siswa lebih nyaman dan aktif dalam proses pembelajaran.3

Model pembelajaran berbasis lingkungan ini menerapkan sistem permainan dan belajar di luar kelas. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam model environmental learning yaitu isi dan prosedur pembelajaran harus sesuai dengan lingkungan pembelajar, pengetahuan yang diberikan harus memberikan jalan keluar dalam menanggapi lingkungan.4

Pembelajaran berbasis lingkungan alam sebenarnya telah digagas pertama kali oleh Jan Lighthart pada tahun 1859. Tokoh ini menyajikan suatu bentuk model pembelajaran yang dikenal dengan ‘pengajaran barang sesungguhnya’. Konsep ini menjadi salah satu akar munculnya konsep pendidikan yang berbasis pada alam atau back to nature school. Ide dasarnya adalah pendidikan pada anak dilakukan dengan mengajak anak dalam suasana sesungguhnya melalui belajar pada lingkungan alam sekitar yang nyata. Bentuk pengajaran ini dilakukan sebagai upaya menantang bentuk pengajaran yang cenderung intelektualisme dan verbalistik. Menurutnya, sumber utama bentuk pengajaran adalah lingkungan sekitar anak. Melalui model ini akan tumbuh keaktifan anak dalam mengamati, menyelidika serta mempelajari lingkungan. Kondisi lingkungan yang sesungguhnya juga akan menarik perhatian spontan anak sehingga anak memiliki pemahaman dan kekayaan pengetahuan yang bersumber dari lingkungannya sendiri. Bahan-bahan pengajaran yang ada pada lingkungan

3 Mohammad Ali, Model Pembelajaran Environmental Learning (Jakarta: Bumi Aksara, 2010) , hlm. 26

sekitar anak akan mudah diingat, dilihat dan dipraktikkan sehingga kegiatan pembelajaran berfungsi secara praktis.5

Selain Jan Ligthart, banyak tokoh-tokoh pendidikan masa lampau yang berpandangan bahwa faktor lingkungan sangat bermakna dan dijadikan sebagai landasan dalam mengembangkan konsep pendidikan dan pengajaran. Misalnya J.J. Rousseau dengan teorinya “Kembali ke Alam” yang menunjukkan betapa pentingnya pengaruh alam terhadap perkembangan anak didik. Karena itu pendidikan anak harus dilaksanakan di lingkungan alam yang bersih, tenang, suasana yang menyenangkan dan segar sehingga sang anak tumbuh sebagai manusia yang baik.6

Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah. Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni

learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk

menjadi jati dirinya), learning to do (belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat

5 Tim Pengembang Pusat Kurikulum, Model Pembelajaran Berbasis Alam

Pendidikan Anak Usia Dini Formal dan Nonformal (Jakarta : Badan Penelitian dan

Pengembangan Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional, 2008), hlm. 3

6Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007), hlm. 194

dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.7

Selain itu, proses belajar mengajar dengan mengaplikasikan lingkungan alam sekitar merupakan upaya mengembangkan kurikulum sekolah yang ada, dengan mengikut sertakan segala fasilitas yang ada di lingkungan alam sekitar yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Hal ini dimaksudkan bahwa pendidikan bagi siswa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari segala aspek-aspek kehidupan di masyarakat serta lingkungan tempat siswa belajar. Dengan lingkungan maka anak dapat terjun langsung dengan lingkungan alam sekitar untuk memperoleh pengalaman langsung dan mengetahui permassalahan-permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan sekitar.8

Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar.9

Lingkungan belajar siswa dapat berupa lingkungan fisik dan geografis. Lingkungan siswa terutama lingkungan yang di dekatnya misalnya keluarga, rumah, kelas, sekolah dan alam sekitarnya. Tujuan

7 Mohammad Ali, op.cit, hlm. 28

8 Lily Barlia, Mengajar Dengan Pendekatan Alam Sekitar (Jakarta: Depdiknas 2006), hlm. 3

secara umumnya agar siswa dapat mengenal yang ada di sekitarnya dan lingkungan yang merupakan objek atau sumber belajar yang akan diajarkan pada siswa. Sumber belajar lingkungan yang tidak akan habis untuk dipelajari dan juga untuk mendapatkan pengetahuan.10

Pembelajaran dengan lingkungan alam sekitar adalah suatu pendekatan di dalam proses belajar mengajar dalam rangka menuju keberhasilan tujuan kurikulum yang meliputi: 11

a. Pengembangan dan perluasan ruangan kelas menuju kepenggunaan lingkungan alam sekitar sebagai laboratorium belajar.

b. Serangkaian pemenuhan pengalaman langsung untuk segala tingkat kurikulum dengan bahan-bahan belajar yang bersifat alami dan dalam. c. Situasi kehidupan yang sebenarnya. Sehingga diharapkan dapat

meningkatkan kesadaran siswa akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan dan segala untuk kehidupan yang ada di dalamnya.

d. Program yang melibatkan siswa, guru dan sumber-sumber lainnya untuk merencanakan dan bekerja sama di dalam mengembangkan iklim belajar mengajar yang optimal.

Pembelajaran berbasis lingkungan mengarah pada pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar. Dalam hal ini, guru dalam proses pembelajaran harus dapat mengaitkan materi dengan situasi dunia nyata siswa, sehingga dapat mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam

10 Lily Barlia, loc.cit, hlm. 3

kehidupan sehari-hari. Guru akan mengajar lebih baik lagi apabila materi pelajaran tersebut lebih sesuai diajarkan di luar kelas.12

Dalam suatu kegiatan pembelajaran, langkah-langkah yang terdapat dalam model pembelajaran yang ditentukan sangat berpengaruh terhadap jalannya proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus memahami langkah-langkah pembelajaran dengan baik. Adapun langkah-langkah model environmental learning adalah sebagai berikut: 13

a. Guru mengamati kebutuhan lingkungan belajar.

b. Guru menyusun tema dan materi ajar sesuai dengan lingkungan pembelajar.

c. Siswa diminta untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan lingkungan tempat mereka tinggal secara singkat.

d. Siswa dan guru bersama-sama melakukan kegiatan belajar-mengajar di luar kelas.

e. Siswa menyimak materi ajar yang disampaikan oleh guru.

f. Guru menyelipkan masalah-masalah lingkungan dalam bahan ajar yang disampaikan.

g. Guru mengajak siswa untuk merenungkan kelalaian mereka terhadap lingkungan.

h. Siswa melaksanakan tes.

i. Siswa dan guru mengevaluasi kegiatan pembelajaran.

12 Ibid., hlm. 4

Syarat-syarat yang dituntut dalam penerapan model environmental learning antara lain:14

a. Isi dan prosedur ada hubungan antar materi, lingkungan dam pembelajar.

b. Pengetahuan yang diberikan harus memberikan jalan keluar dalam menanggapi lingkungan.

c. Tema sebaiknya sesuai dengan kebutuhan lingkungan pembelajar. Beberapa manfaat yang diperoleh dari pembelajaran berbasis lingkungan antara lain:15

a. Lingkungan dapat dipelajari siswa. b. Kegiatan pembelajaran lebih menarik. c. Proses embelajaran lebih menarik. d. Aktivitas belajar siswa lebih meningkat. e. Terjadi pembentukan pada pribadi siswa.

Setiap model pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda. Hal tersebut diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan siswa dan kesiapan guru. Adapun yang menjadi kelebihan penggunaan model environmental learning adalah siswa tidak bosan dengan apa yang dipelajari, siswa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dengan cara mengamati sendiri, dan menumbuhkan kecintaan siswa terhadap lingkungan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dengan model environmental learning siswa akan lebih memahami dirinya

14 Ibid., hlm. 31

15 Uin S Winataputra, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Universitas Terbuka 2006), hlm.

sendiri dan lingkungannya. Selain itu, siswa juga akan memiliki kecintaan terhadap lingkungan sekitar mereka.16

Selain memiliki kelebihan, model environmental learning juga memiliki kelemahan. Kelemahan environmental learning di antaranya yaitu membutuhkan tenaga yang lebih dan hanya dapat digunakan dalam beberapa materi pembelajaran. Tenaga lebih yang dimaksud yaitu keahlian guru dalam menyusun tema materi pembelajaran yang harus disesuaikan dengan lingkungan belajar siswa.17

2. Adiwiyata

Adiwiyata berasal dari 2 kata yaitu “Adi” dan “Wiyata”. Dimana Adi memiliki makna besar, agung, baik ideal dan sempurna. Sedangkan Wiyata memiliki makna tempat dimana seorang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan sosial.18 Adiwiyata mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan iseal dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar menusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembanguan berkelanjutan.19

16 Mohammad Ali. Op.cit, hlm. 34

17 Ibid., hlm. 34

18 Tanpa nama, Panduan Adiwiyata “Sekolah Peduli dan Berbudaya

Lingkungan” (Jakarta: Kerjasama Kementrerian Lingkungan Hidup dengan Kementrian

Pendidikan dan Kebudayaan), hlm. 4

Tujuan program Adiwiyata itu sendiri adalah mewujudkan warga belajar yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola yang baik untuk mendukung pembangunann berkelanjutan.

Pelaksanaan program Adiwiyata diletakkan pada dua prinsip dasar berikut ini:20

a. Partisipatif

Komunitas sekolah terlibat dalam manajemen sekolah yang meliputi keseluruhan proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peran.

b. Berkelanjutan

Seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif.

Untuk mencapai tujuan program Adiwiyata, maka ditetapkan empat komponen program yang menjadi satu kesatuan utuh dalam mencapai sekolah Adiwiyata. Keempat komponen tersebut adalah:21

a. Kebijakan berwawasan lingkungan.

b. Pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan. c. Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif.

d. Pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. 3. Kepedulian Lingkungan

20 Ibid., hlm. 5

Ada dua istilah yang erat kaitannyan tetapi berbeda secara gradual, ialah ‘alam sekitar’ dan ‘lingkungan’. Alam sekitar mencakup segala hal yang ada di sekitar kita, baik yang jauh maupun yang dekat letaknya, baik masa silam maupun yang akan datang tidak terikat pada dimensi waktu dan tempat. Sedangkan lingkungan adalah sesuatu yang ada di alam sekitar yang memiliki makna dan/atau pengaruh tertentu kepada individu.22

Lingkungan adalah keadaan sekitar yang mempengaruhi perkembangan dan tingkah laku makhluk hidup.23 Segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung merupakan pengertian lingkungan.24

Lingkungan hidup dapat didefinisikan sebagai: 1) Daerah tempat suatu makhluk hidup berada, 2) keadaan atau kondisi yang melingkupi suatu makhluk hidup, 3) keseluruhan keadaan yang meliputi suatu makhluk hidup atau sekumpulan makhluk hidup.25 Sedangkan menurut seorang pakar lingkungan, Otto Soemarno mendefinisikan lingkungan hidup sebagai berikut: lingkungan adalah semua benda dan kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita.26

Menurut Emil Salim (1985) dalam bukunya: Lingkungan Hidup dan Pembangunan, menyatakan bahwa lingkungan hidup adalah segala benda, daya, kondisi keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang

22 Oemar Hamalik, op.cit, hlm. 195

23 Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 2005), hlm. 877

24 Bahrudin Supardi. Berbakti Untuk Bumi (Bandung: Rosdakarya, 2009), hlm. 3

25 Ibid., hlm. 11

26 Harum M. Husein, Lingkungan Hidup: Masalah Pengelolaan dan penegakan

yang kita tempati dan mempunyai hal-hal yang hidup termasuk kehidupan manusia.27 Lingkungan hidup menurut Mohamad Soerjani dan Surna T. Djajadiningrat (1985) dikaji oleh ilmu lingkungan yang landasan pokoknya adalah ekologi, serta dengan mempertimbangkan disiplin lain, terutama ekonomi dan geografi.28

Selain alam sekitar, terdapat juga istilah lain yang erat kaitannya dengan lingkungan yaitu ‘ekologi’ atau yang sering disebut dengan lingkungan hidup. Lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, dan sebaliknya manusia dapat mengubahh ekologi itu, baik secara positif (konstruktif) ataupun negatif (destruktif). Ekologi yang rusak pada gilirannya dapat merusak kehidupan manusia itu sendiri, padahal kerusakan lingkungan tersebut sebagai akibat ulah dan perilaku manusia yang tak bertanggung jawab.29

Dari berbagai pengertian lingkungan yang pada adasarnya sama itu perlu disadari bahwa pengelolaan lingkungan harus sesuai dengan etika lingkungan. Etika lingkungan dibutuhkan untuk menyeimbangkan lingkungan agar lingkungan tidak rusak.

Etika adalah sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma dalam menentukan perilaku manusia. sedangkkan etika lingkungan merupakan kebijakan moral manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya. Etika lingkungan sangat diperlukan agar setiap

27 Amos Noelaka. Kesadaran Lingkungan (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2008), hlm. 27

28 Ibid., hlm 30

kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.30

Di dalam etika lingkungan terdapat prinsip-prinsip yang digunakan, di antaranya adalah:31

a. Sikap hormat terhadap alam b. Prinsip tanggung jawab c. Solidaritas kosmis

d. Kasih sayang dan kepedulian terhadap alam e. Tidak merugikan

f. Hidup sederhana dan serasi dengan alam g. Keadilan

h. Demokrasi i. Integritas moral

Selain prinsip-prinsip etika lingkungan, terdapat juga nilai-nilai pembentuk karakter yang disebutkan oleh Pusat Kurikulum, Pengembangan dan Pendidikan Budaya & Karakter Bangsa, di antaranya adalah:32

a. Religius

30 Najmuddin Ramly. Membangun Lingkungan Hidup yang Harmonis &

Berperadaban (Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu, 2005), hlm. 22

31 Prabang Setyono. Etika, Moral dan Bunuh Diri Lingkungan dalam Perspektif

Ekologi (Solusi Berbasis Environmental Insight Quotient) (Surakarta: UNS Press dan

LPP UNS, 2011), hlm. 8

32 Sri Narwati. Pendidikan Karakter Pengintegrasian 18 Nilai Pembentuk

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

b. Jujur

Perilaku yang dilaksanakan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. c. Toleransi

Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. d. Disiplin

Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

e. Kerja Keras

Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sabaik-baiknya.

f. Kreatif

Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

g. Mandiri

Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

Cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

i. Rasa ingin tahu

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat dan didengar

j. Semangat kebangsaan

Cara berpikir, bertindak dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

k. Cinta tanah air

Cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan politik bangsa.

l. Menghargai prestasi

Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

m. Bersahabat dan komunikatif

Tindakan yang memperhatikan rasa senang berbicara, bergaul dan bekerja sama dengan orang lain.

n. Cinta damai

Sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

o. Gemar membaca

Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan pada dirinya.

p. Peduli lingkungan

Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakkan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang terjadi.

q. Peduli sosial

Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberikan bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

r. Tanggung jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk mellaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara, Tuhan Yang Maha Esa.

Salah satu prinsip dari etika lingkungan dan nilai-nilai pembentuk karakter adalah kasih sayang dan kepedulian terhadap alam atau lingkungan. Kata peduli adalah menaruh perhatian, mengindahkan, memperhatikan dan menghiraukan. Sedangkan kepedulian adalah perilaku yang sangat peduli atau sikap mengindahkan.33

Kepedulian terhadap lingkungan hidup dapat ditinjau dengan tujuan utama: pertama, dalam hal tersedianya sumber daya alam, sampai

sejauh mana sumber-sumber tersebut secara ekonomik menguntungkan untuk digali dan kemudian dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan guna membiayai kegiatan pembangunan. Kedua, jika kekkayaan yang dimiliki memang terbatas dan secara ekonomik tidak menguntungkan untuk digali dan diolah, maka untuk selanjutnya strategi apa yang perlu ditempuh untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan pembangunan bangsa yang bersangkutan.34

Peduli terhadap lingkungan berarti ikut melestarikan lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya, bisa dengan cara memlihara, mengelola, memulihkan serta menjaga lingkungan hidup. Pedoman yang harus diperhatikan dalam kepedulian atau pelestarian lingkungan antara lain:35 a. Menghindarkan dan menyelamatkan sumber bumi dari pencemaran dan

kerusakan.

b. Menghindari tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan pencemaran, merusak kesehatan dan lingkungan.

c. Memanfaatkan sumber daya alam yang renewable (yang tidak dapat diganti) dengan sebaik-baiknya.

d. Memelihara dan memperbaiki lingkungan untuk generasi mendatang. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan siswa menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang untuk menjadikan siswa mengenal dan menyadari serta menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku. Kepekaan dan kepedulian siswa

34 Nadjmuddin Ramly. Op.cit, hlm. 28

akan lingkungan sekitar perlu ditingkatkan lagi dengan adanya pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup pada program adiwiyata.36

Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup pada program adiwiyata dengan semua komponen sekolah ternyata hanya menunjang penguasaan konsep yang baik pada siswa dan kurang dapat membentuk sikap peduli lingkungan dikalangan siswa. Terintegrasinya pendidikan lingkungan hidup kedalam program sekolah diharapkan dapat menjadi proses pembiasaan sehingga diharapkan adanya pengembangan perilaku, sikap dari siswa untuk menghargai, mencintai dan memelihara lingkungan hidup yang dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.37

Pendidikan lingkungan hidup tidak hanya cukup dikembangkan melalui mata pelajaran saja, program perbaikan cepat, atau hanya slogan yang ditempelkan di dinding sekolah, namun menjadi bagian dari integral dari kehidupan sekolah, terus menerus dilatihkan dan dijadikan budaya keseharian sekolah.38

Selain itu, sikap peduli lingkungan adalah kesadaran untuk mengarahkan sikap dan pengertian masyarakat terhadap pentingnya

36 Kemendiknas. 2011. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter. Kementrian Pendidikan Nasional Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum dan Perbukuan.

37 Surakusumah, Wahyu. Konsep Pendidikan Lingkungan di Sekolah: Model Uji

Coba Sekolah Berwawasan Lingkungan

(http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._BIOLOGI/197212031999031WAH YU_SURAKUSUMAH/Konsep_Pendidikan_Lingkungan_Hidup.pdf, diakses 1 November 2014 jam 07.30 WIB)

38 Holil, dkk. Bunga Rampai Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Generasi

lingkungan yang bersih, sehat dan sebagainya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepedulian lingkungan adalah sebagai berikut:39

a. Faktor ketidaktahuan

Tidak tahu berlawanan dengan kata tahu. Poedjawijatna menyatakan bahwa sadar dan tahu itu sama (sadar = tahu). Jadi apabila berbicara tentang ketidaktahuan maka hal itu juga membicarakan ketidaksadaran. Seseorang yang tahu akan arti pentingnya lingkungan sehat bagi makhluk hidup, maka orang tersebut akan senantiasa menjaga dan memelihara lingkungan.

b. Faktor kemiskinan

Kemiskinan membuat orang tidak peduli dengan lingkungan. Kemiskinan adalah keadaan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum. Dalam keadaan miskin, sulit sekali berbicara tentang kesadaran lingkungan, yang dipikirkan hanya cara mengatasi kesulitannya, sehingga pemikiran tentang pengelolaan lingkungan menjadi terabaikan.

c. Faktor kemanusiaan

Kemanusiaan diartikan sebagai sifat-sifat manusia. manusia adalah bagian dari alam atau pengatur alam. Pengatur atau penguasa di sini diartikan manusia memiliki sifat serakah, yaitu sifat yang menganggap semuanya untuk dirinya dan keturunannya. Adapun sifat dasar

manusia yang ingin berkuasa maka manusia tersebut mengesampingkan sifat peduli terhadap sesama.

d. Faktor gaya hidup

Dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) dan teknologi informasi serta komunikasi yang sangat pesat, tentunya berpengaruh pula terhadap gaya hidup amnusia. Gaya hidup yang mempengaruhi perilaku manusia untuk merusak lingkungan adalah gaya hidup hedonisme (berfoya-foya), materialistik (mengutamakan materi), sekuralisme (mengutamakan dunia), konsumerisme (hidup konsumtif), serta individualisme (mementingkan diri sendiri).

Predikat adiwiyata sebelum tahun 2012 menjadi sebuah lomba, tujuan akhir, dan tidak menjadi program kegiatan rutin. Oleh karena itu perlu bagi warga sekolah untuk bekerja sama agar dapat menjalankan program adiwiyata sesuai dengan prinsip adiwiyata yakni secara partisipatif dimana seluruh warga sekolah ikut terlibat dan berkelanjutan yakni seluruh kegiatan harus dilakukan secara terencana dan terus menerus secara komprehensif. Peran guru dan seluruh warga sekolah sangat menentukan pelaksanaan serta penerapan program adiwiyata di sekolah