• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Hipotetik Manajemen Layanan Informasi Karir Berbasis ICT

Model manajemen layananan informasi karir berbasis ICT dinilai baik oleh subyek ujicoba. Berdasarkan hasil uji coba telah dilakukan revisi terhadap manajemen layanan yaitu tampilan rangkaian alur cara kerja informasi karir pada saat peserta didik melakukan eksplorasi, agar mempermudah peserta didik. Revisi yang lain yaitu melakukan koordinasi dengan operator sekolah untuk mentautkan link website informasi karir kedalam website sekolah, sehingga dapat diakses bersamaan dengan informasi sekolah.

Program layanan informasi karir berbasis ICT dilakukan perubahan tulisan tampilan website sehingga memudahkan pengguna yaitu peserta didik dalam mengaksesnya serta penambahan link download panduan penggunaan website.

Penambahan materi informasi karir tentang eksplorasi yang lebih luas terutama eksplorasi pemilihan jenis perguruan tinggi, ditambahkan perguruan tinggi kedinasan dan eksplorasi profesi ditambahkan lebih banyak profesi pekerjaan. Berdasarkan

101

hasil revisi tersebut, diperoleh model hipotetik manajemen layanan informasi berbasis ICT untuk peserta didik SMA.

4.3 Pembahasan

Model manajemen layanan informasi karir berbasis ICT dikembangkan berdasarakan dengan merujuk pada Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor (SKAKK) sebagai tuntutan profesionalisasi profesi guru BK yang tidak bisa ditawar dalam rangka peningkatan kualitas dan mutu pelayanan BK, khususnya layanan informasi karir. Pemanfaatan teknologi informasi komunikasi dalam menyelenggarakan informasi karir merupakan suatu upaya pengembangan kompetensi melalui proses manajamen perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi sehingga diharapkan mampu menunjang kinerja guru bimbingan dan konseling dalam menampilkan kinerja yang profesional, efektif, efisian dan praktis dalam penyelenggaraan layanan bimbingan karir.

102

Model manajemen layanan informasi karir berbasis ICT diharapkan dapat mengatasi hambatan-hambatan layanan yang telah dilaksanakan dengan metode konvensional atau bertatap muka langsung. Penggunaan layanan informasi karir secara online memungkinkan peserta didik dapat secara mandiri bereksplorasi karir dengan waktu yang tidak terbatas dan dimanapun peserta didik berada. Sejalan dengan penelitian Hartono (2009) yang berjudul “Efektifitas Bimbingan Karir Berbantuan Komputer Terhadap Kemandirian Pengambilan Keputusan Karir Siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Surabaya” bahwa keberhasilan kemandirian peserta didik SMA dalam hal membuat keputusan karir dengan dibantu media ICT telah mengalami peningkatan secara signifikan.

Winkel & Hastuti (2006: 316) memaparkan bahwa tujuan pemberian layanan informasi karir yaitu terlaksanaya penyampaian informasi memberikan gambaran faktual nyata yang terjadi dalam kehidupan menghadapi luasnya pekerjaan atau karir yang meliputi berbagai macam pekerjaan , tahapan posisi kedudukan suatu pekerjaan, syarat-syarat kerja yang harus

103

dipenuhi, macam pendidikan, pengelompokan tugas jabatan, serta gambaran jelas pekerjaan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat dimasa depan. Penyampaian layanan informasi karir berbasis ICT secara online adalah bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk memberikan bekal pemahaman diri tentang karir, pengetahuan tentang pilihan karir, meminati pilihan karirnya dan membuat keputusan karir yang sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Sejalan dengan Pelling (2009) yang menyatakan bahwa usaha eksplorasi karir sangat mungkin untuk bisa dilakukan, karena dengan mengakses internet, maka peserta didik dapat mengeksplorasi informasi dalam penentuan pilihan program studi lanjut bersama keputusan karirnya. Program layanan informasi karir melalui perangkat komputer dengan akses internet berbasis ICT dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling karir dapat digunakan oleh guru BK untuk membantu peserta didik dalam merencanakan karir melalui proses yang bertahap, berkelanjutan sampai dengan memiliki pemahaman yang kuat sehingga mampu memutuskan karir yang tepat untuk dirinya.

104

Perencanaan layanan informasi karir dalam bimbingan dan konseling oleh guru BK merupakan fungsi awal suatu tindakan kegiatan dalam memberikan materi layanan BK karir. Gambaran kegiatan yang akan dilakukan oleh seorang guru BK hendaknya tersusun secara testruktur dan sistematis dalam memberikan layananan kepada peserta didiknya di kelas atau diluar kelas, sehingga perencanaan mempuyai peranan penting dan mendasar dalam mencapai tujuan bimbingan konseling. Terry(2006)

Perencanaan layanan informasi karir berbasis ICT adalah kegiatan yang terarah,terukur dan sistemik menggambarkan penyusunan alur suatu tindakan yang runtut dalam mencapai tujuan dengan memperhatikan segala daya upaya dan material yang dapat disediakan. Daya dan upaya tersebut meliputi kemampuan manusia dalam mengupayakan sesuatu dan material sebagai sarana untuk upaya tersebut menjadi tujuan yang diharapkan. Keterlibatan guru BK, peserta didik, dan web adminsitrator, sedangkan untuk sumber daya non manusia tersedianya fasilitas komputer, jaringan internet, materi, dan media layanan informasi karir. Penentuan tujuan dan penyusunan

105

tindakan-tindakan tersebut didasarkan pada hasil analisis kebutuhan layanan informasi karir agar perencanaan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Asesmen dalam BK adalah rangkaian proses mengukur, mengumpulkan data, menganalisis data dan menginterpretasikan data informasi diri peserta didik dilingkungan. Asesmen kebutuhan merupakan kunci bagi perencanaan yang sukses pada tujuan, sasaran dan prosedur bagi pencapaian tujuan. Gibson (2008) mengungkapkan bahwa asesmen kebutuhan merupakan kegiatan dasar yang digunakan untuk pengembangan program yang bisa diukur akuntabilitasnya. Sedangkan asesmen yang hasilnya akurat terhadap kebutuhan peserta didik sangat kristis bagi penetapan dan kelangsungan relevansi program dan pengasuhan akuntabilitas dan evaluasi program.

Vinluan (2011) mengungkapkan bahwa penggunaan ICT dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling mempunyai tujuan sebagai berikut yaitu menolong peserta didik untuk memahami diri dalam pemilihan karir karena langsung bereksplorasi diri secara online melalui website informasi karir,

106

serta memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk menggunakan secara online berbagai fasilitas teknologi informasi komunikasi demi tercapainya perkembangan diri pribadi.

Hasil analisis data dari angket kebutuhan layanan informasi karir menunjukan bahwa peserta didik membutuhkan layanan informasi karir yang dapat dikembangkan. Pelaksanaanya meliputi empat fungsi yaitu: (1) menajemen perencanaan;

(2)manajemen pengorganisasian: (3) manajemen pelaksanaan (4) manajemen pengawasan atau evaluasi.

Hambatan-hambatan layanan informasi karir yang dialami peserta didik selama ini adalah layanan informasi karir hanya diberikan secara konvensional. Distribusi frekuensi angket

“pemahaman dan keputusan karir” peserta didik kelas XII, responden sebanyak 36 peserta didik kelas XII MIPA yang menjadi subjek penelitian, 63,88% atau sejumlah 23 peserta didik berada pada kriteria sangat rendah, 33,33% atau sejumlah 12 peserta didik berada dalam kriteria rendah, 2,77% dan 1 peserta didik masuk pada kriteria tinggi. waktu layanan yang terbatas dan tidak dimanfaatkannya media informasi karir, sehingga

107

dibutuhkan model layanan infromasi karir untuk meningkatkan pemahaman karir peserta didik meliputi pemahaman aspek kognitif, afektif dan motorik dalam mengambil keputusan merencanakan karir yang tepat. Melalui layanan informasi karir berbasis ICT ini, peserta didik dapat mengakses informasi melalui komputer atau smartphone yang terhubung dengan jaringan internet. Peserta didik dapat mengakses informasi dengan tampilan media yang menarik, tanpa batas waktu dimanapun dan kapanpun juga.

Bentuk layanan informasi karir ini adalah secara online dengan menggunakan platform Wordpress yang dimodifikasi menjadi website untuk mengakses informasi karir dengan alamat http//:tesbakat.top. Pemilihan platform Wordpress karena Wordpress menyediakan banyak fasilitas atau fitur yang nantinya akan digunakan untuk mengakses informasi karir, disamping itu juga platform Wordpress berbiaya murah, bahkan bisa gratis dan mudah digunakan oleh guru BK. Diharapkan dengan media ini peserta didik pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pemahaman karirnya sehingga membantu pengambilan keputusan

108

karir yang tepat. Tampilan website tesbakat.top seperti dalam gambar 4.2

Gambar 4.2 Tampilan website informasi karir berbasis ICT Langkah awal dalam penggunaan website oleh peserta didik yaitu dengan mengunduh pedoman pemakaian website informasi karir, selanjutnya peserta didik membaca dengan cermat langkah-langkah untuk mengikuti rangkaian eksplorasi karir.

Peserta didik melakukan registrasi account yang nantinya digunakan untuk mengikuti tes minat dan kepribadian. Kemudian setelah memasukkan identitas, email dan sekolah untuk pengisian profile serta mengaktifkan account, maka peserta didik harus

109

membuka email untuk mengaktifasi account tesbakat.top.

Tampilan aktivasi account tesbakat.top dalam gambar 4.3

Gambar 4.3 Tampilan aktivasi account tesbakat.top Metode layanan informasi secara online mengedepankan adanya interaksi antara peserta didik dan guru BK. Pemilihan metode layanan perlu memperhatikan perbedaan peserta didik dalam cara mempelajari materi, motivasi dan gaya belajar yang berbeda-beda. Peserta didik yang mengakses infromasi karir difasilitasi dengan fitur pengenalan diri, konsultasi guru BK melalui WebWhatsapp, komentar dan diskusi yang memungkin

110

untuk saling berinteraksi antara guru BK dengan peserta didik, dan fitur pertemanan diantara peserta didik.

Gambar 4.4 Tampilan profile peserta didik.

Keaktifan peserta didik dalam eksplorasi diri mengikuti tes minat dan kepribadian juga sangat tinggi dalam rangka mengenal minatnya melalui inventori tes minat dan kepribadian John Holland. Aktifitas keaktifan peserta didik ditampilkan dalam gambar 4.5

111

Gambar 4.5 Tampilan peserta didik dalam tesminat Komunikasi antara guru BK dengan peserta didik yang akan melakukan konsultasi karir juga dapat langsung ditampilkan melalui wigdet WebWhatsapp yang nantinya secara langsung akan menghubungkan ke nomor Whatsapp guru BK. Ketika peserta didik menemukan kendala terhadap masalah karir atau dalam mengakses website bisa langsung melakukan chatting melalui fitur Whatsapp yang telah tersedia. Aktifitas konsultasi melalui Web.whatsapp.com

112

Gambar 4.6 Aktifitas konsultasi melalui webwhatsapp.com Media informasi berfungsi sebagai pembawa informasi dan sumber informasi kepada penerima informasi sehingga mempunyai peran penting dalam proses eksplorasi perguruan tinggi dan eksplorasi karir jenis-jenis profesi. Melalui media yang berbentuk visual maka obyek dapat direkam, digambar, atau disimpan pada saat yang berbeda waktunya. Tampilan media video dengan audio yang jelas akan mudah diingat oleh peserta didik, terutama pada saat mencoba mengeksplorasi macam-macam perguruan tinggi dan macam-macam-macam-macam profesi. Tampilan media dalam website tesbakat.top digambar 4.7

113

Gambar 4.7 Tampilan media dalam website tesbakat.top Aktifitas yang dilakukan dalam website tesbakat.top dalam penelitian ini secara keseluruhan peserta didik melakukan kunjungan ke website tesbakat.top, melakukan registrasi, mengaktifkan account untuk login, serta mengikuti tes minat dan kepribadian. Tampilan halaman tipe-tipe kepribadian, eksplorasi perguruan tinggi dan evaluasi diri menggambarkan peserta didik sudah mengakses layanan informasi karir.

114

Gambar 4.8 Tampilan jumlah pengakses halaman tesbakat.top

Program layanan informasi karir berbasis ICT ini dilaksanakan secara online, tanpa bertatap muka terlebih dahulu.

Interaksi antara personil yang terlibat dalam layanan informasi karir dilaksanakan secara online, sehingga diperlukan buku pedoman penggunaan website sebagai bahan penuntun dalam melaksanakan layanan. Pedoman penggunaan program tersebut dapat diunduh dalam website tesbakat.top.

Kendala yang dihadapi bagi guru BK dalam hal membuat website dalam layanan informasi karir adalah terkesan mahal dan rumit, akan tetapi dengan kemajuan teknologi saat ini, Platform

115

Wordpress menyediakan berbagai fitur yang memudahkan pengguna untuk membuat media web yang disesuaikan dengan peserta didik. Platform gratis dari Wordpress apabila tidak memerlukan domain nama bahkan bisa gratis, dapat dirancang oleh guru BK tergantung kebutuhan peserta didik, sehingga tampilan website dapat lebih menarik, kreatif, interaktif dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Manajemen layanan informasi karir yang baik memerlukan pengorganisasian yang baik pula dengan menghimpun dan menyusun semua sumber sehingga pelaksanaan kegiatan layanan informasi karir dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Segala daya dan upaya mengkomunikasikan dan memberikan arahan berkoordinasi antar personil yang dilibatkan sesuai dengan kemampuan serta keahlian bidang dalam tugas yang sudah disusun dan direncanakan. Proses saling berkesinambungan antara perencanaan dengan pengorganisasian dalam layanan akan saling mendukung tujuan. Pembahasan rencana kerja pasti juga akan berhubungan dengan orang yang diberikan tugas sesuai dengan kemampuannya sehingga

116

menggerakan suatu kesepakatan bersama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terry (2009:9)

Pencapaian tujuan dalam organisasi dapat terwujud seuai dengan tujuan yang ditetapkan seiring dengan upaya dalam menggabungkan personil dengan kemampuan dan tugas masing-masing yang harus dilakukan dengan melihat kaidah, aturan dan cara kerjanya yang saling berkesinambungan satu dengan lain.

Kegiatan pengorganisasian layanan informasi karir meliputi : (1) menyusun struktur organisasi informasi karir (2) menyusun jabaran tugas (3) pengorganisasian sarana dan prasarana (4) pengorganisasian sasaran layanan. Struktur organisasi layanan informasi karir berbasis ICT meliputi (1) koordinator Guru BK (2) pengembang website dan web administrator (3) guru BK sebagai operator dan (4) peserta didik SMA sebagai pengguna. Masing-masing personil memiliki jabaran tugas yang berbeda. Pengorganisasian sarana dan prasarana terdiri dari desain web, hosting, modem, laptop atau komputer yang terhubung dengan internet. Pengorganisasian dengan sasaran layanan adalah koordinasi dengan peserta didik

117

SMA. Pengorganisasian yang baik diciptakan dengan hubungan komunikasi dan kerjasama timbal balik yang harmonis antar semua personil yang dilibatkan. Apabila dalam pelaksanaan informasi karir terdapat masalah atau kendala maka web administrator dan web developer akan segera berkonsultasi kepada koordinator guru BK. Peserta didik yang mengalami kendala teknis dalam mengakses informasi karir dapat berinteraksi langsung dengan guru BK atau web administrator disekolah.

Pelaksanaan layanan informasi karir merupakan upaya untuk memotivasi personil dan peserta didik sebagai sasaran pemberian layanan dengan sepenuh hati untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pengarahan atau penggerakan dalam pelaksanaan layanan informasi karir merupakan suatu kegiatan yang mendasar untuk mendapatkan kontribusi pada setiap personil organisasi dalam melakukan kegiatan sehingga tujuan tercapai.

Sugiyo (2016:33).

Terkait dengan pernyataan tersebut maka pelaksanaan informasi karir yang dilakukan oleh Koordinator BK, Guru BK,

118

website administrator dan peserta didik hendaknya selalu melakukan interaksi dan komunikasi yang baik, memberikan penjelasan tentang petunjuk penggunaan website, dan memberikan bimbingan secara berkelanjutan. Apabila seluruh personil dapat berkontribusi sesuai jabaran tugasnya maka tujuan dari layanan infromasi karir dapat tercapai secara optimal.

Pelaksanaan layanan informasi karir berbasis ICT terbagi menjadi 4 tahap yaitu : (1) tahap persiapan berkoordinasi dengan koordinator BK, guru BK dan pengembang website untuk mempersiapkan saran dan prasarana; (2) tahap pra layanan informasi karir melalui online dengan Whatsapp group kelas dengan memberikan penjelasan, tujuan, manfaat dan tugas-tugas bagi peserta didik sebelum melaksanakan aktivitas eksplorasi karir; (3) tahap pelaksanaan layanan informasi karir online, peserta didik membuka halaman website, mempelajari panduan penggunaan, melakukan registrasi account, mengikuti tes minat dan kepribadian, melakukan eksplorasi perguruan tinggi, melakukan eksplorasi karir, menuliskan komentar, berdiskusi dengan teman, dan melakukan konsultasi karir dengan guru BK

119

dengan menggunakan fasilitas wigdet WebWhatsapp; (4) tahap evaluasi dan refleksi yaitu menyampaikan kesan, pesan, dan refleksi diri tentang karir peserta didik yang meliputi pemahaman kognitif, afektif, dan psikomotrik dalam mengambil keputusan karir yang tepat. Apabila ditemukan permasalahan yang harus segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

Hasil layanan informasi karir dapat dijadikan sebagai pendukung untuk melengkapi pemberian bantuan konsultasi karir.

Pengawasan (Controlling) dalam pelaksanaan layanan informasi karir perlu dilakukan untuk mengetahui, dan menentukan keberhasilan tujuan layanan yang sudah direncanakan serta menganalisi kemungkian hambatan dalam pelaksanaan kegiatan. Lebih lanjut, Sugiyo (2016:34) kegiatan pengawasan mencakup elemen berikut yaitu; 1) penetapan standarisasi kinerja 2)pengukuran kinerja 3) pengambilan tindakan korektif saat ditemukan penyimpangan terhadap tujuan.

Penetapan standar layanan informasi karir untuk mengukur pelaksanaan dalam menyelesaikan kegiatan yang bersifat kualitatif yaitu motivasi, kerjasama, dan hasil layanan informasi

120

sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pengukuran kinerja layanan informasi karir diharapkan juga ada balikan dari peserta didik sehingga memungkinkan setiap personil yang terlibat mengetahui seberapa baik layanan informasi yang telah dilakukan.

Sedangkan tindakan yang perlu dilakukan pada saat mengetahui adanya penyimpangan dalam penggunaan layanan informasi karir, maka koordinator guru BK harus segera mengambil sikap untuk melakukan tindakan perbaikan agar tujuan layanan informasi karir dapat tercapai.

Pelaksanaan evaluasi layanan informasi karir dilakukan oleh koodinator BK dan guru BK yang memberi layanan informasi. Evaluasi program layanan informasi karir masih ada keterkaitan yang erat dengan perencanaan, pengorganisasian serta pelaksanaan yang tergabung dalam fungsi manajemen. Melalui kegiatan penilaian suatu program, akan diketahui keberhasilan program dan kelemahan-kelemahannya sehingga hasil penilaian tersebut dijadikan sebagai masukan untuk perbaikan dan peningkatan ketercapaian tujuan. Sedangkan tujuan evaluasi

121

program layanan informasi karir adalah untuk mengetahui efisiensi dan efektifitas kegiatan.

Aspek yang dinilai berhasil dalam manajemen layanan informasi karir berbasis ICT pada saat proses perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi hasil layanan informasi karir antara lain; 1) efektif, tercapainya ketepatan antara program layanan informasi karir dan pelaksanaannya dengan tujuan yang diharapkan yaitu mengembangkan program layanan sesuai dengan identifikasi kebutuhan, merumuskan tujuan, mengembangkan satuan layanan informasi karir dan materi BK karir, pengembangan website layanan informasi karir 2) efisien, terselenggaranya program layanan informasi karir yang hemat biaya, waktu dan berdaya guna selama proses layanan informasi karir, 3) praktis, layanan informasi karir dapat digunakan dengan mudah melalui media komputer dan smartphone 4) peningkatan kemampuan karir peserta didik, ditinjau dari ranah kognitif, afektif dan psikomotorik pasca mengikuti layanan informasi karir sampai dengan berani mengambil keputusan untuk memilih

122

perguruan tinggi, program studi yang tepat dan karir yang baik dimasa depannya.

Sejalan dengan penelitian pengembangan evaluasi pendidikan berbasis android oleh Kocakoyun, S. & Bicen, H.

(2017) menunjukkan bahwa peserta didik dengan mudah beradaptasi dengan mobile learning dalam mengeksplorasi serta memenuhi kebutuhan informasi akademik dan karir bagi peserta didik. Program layanan informasi karir berbasis ICT dalam menggunakan website tesbakat.top, peserta didik mudah memahami diri terhadap pilihan karir. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peserta didik memperoleh manfaat positif akan informasi yang disampaikan melalui program informasi karir yang terintegrasi dengan internet secara online.

Penelitian yang berhubungan dengan penggunaan website dalam bimbingan karir dilakukan oleh Opeyemi (2015) yang meneliti tentang “A Web Based Carreer Online Guidance System”

mendiskripsikan penggunaan website berhasil diimplementasikan dan diuji dengan 50 siswa dan 76% dari mereka menemukan sistem karier sangat berguna untuk memilih pekerjaan yang ingin

123

dicapainya. Terbukti peserta didik yang menggunakan program informasi karir berbasis ICT dapat mendukung untuk menemukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan yang diinginkan.

Program layanan informasi karir perlu dilakukan evaluasi karena melalui evaluasi akan diketahui faktor-faktor penunjang dan penghambat layanan informasi karir, dapat diketahui hasil layanan secara optimal sehingga diperoleh gambaran yang utuh dan luas kegiatan layanan yang telah dilaksanakan.

Dokumen terkait