KAJIAN PUSTAKA
4) FILSAFAT PENDIDIKAN ESENSIALISME
2.1.8 Model Pembelajaran
Model pembelajaran adalah pola yang digunakan sebagai pedoman dan mencanangkan pembelajaran di kelas (Suprijono, 2009:46). Menurut Soekamto dan Trianto (2009:22) model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan konsep atau pedoman yang memuat prosedur pembelajaran untuk mencapai tujuan belajar.
2.1.8.1Model Pembelajaran Konseptual
Pembelajaran koseptual adalah konsep belajar yang membantu guru mangkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual, yakni: konstruktivisme, bertanya, inkuiri, masyarakat belajar, pemodelan, dan penilaian autentik (Trianto,2008:20).
Dalam kelas kontekstual tugas guru adalah membantu siswa mencapai tjuannya. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas. pembelajaran kontekstual menempatkan siswa dala konteks bermakna yang menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konseptual merupakan pembelajaran yang mengkaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari siswa agar siswa dapat lebih mudah memahami materi pelajaran.
2.1.8.2Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Sunal dan Hans (dalam Isjoni, 2009:15) model pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan strategi yang khusus dirancang peserta didik agar bekerja sama selama proses pembelajaran. menurut Jhonson (2010:4) pembelajaran kooperatif adalah proses belajar mengjar yang melibatkan penggunaan kelompok-kelompok kecil yang memungkinkan siswa untuk bekerja sama didalamnya guna memaksimalkan pembelajaran mereka sendiri dan pembelajaran kooperatif menekankan kerja sama antar peserta didik dala pembelajarannya. Melali bekerjasama dengan temannya, peserta didik memperoleh kesempatan saling berinteraksi. Slavin (dalam Lie, 2008:8) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang berarti
sisw abelajar dan bekerja dalam kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang dengan heterogen.
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif merupaka pembelajaran yang menekankan pada kerja sama secara berkelompok selama proses pembelajaran.
2.1.8.3Model Pembelajaran Berbasis Masalah
Menurut Suprijono (2009) model pembelajaran berbasis masalah dikembangkan berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh J. Bruner yaitu belajar penemuan atau discovery learning yakni pembelajaran yang menekankan pada aktivitas pedidikan. Proses pembelajaran meliputi proses informasi, transformasi, dan evaluasi. Pada tahap informasi peserta didik memperoleh informasi mengenai materi yang dipelajari dan memberikan respon. Pada tahap transformasi peserta didik melakukan identifikasi, analisis, mengubah, mentransforasikan informasi yang diperoleh. Pada tahap evaluasi peserta didik menliai sendiri informasi yang telah ditransformasikan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah.
Kunandar (2007:35) menyatakan bahwa pembelajarn berbasis masalah adalah suatu pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konsep yang sesuai dengan mata pelajaran. Dalam Problem Based Learning, masalah dibahas dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam pembahasan ini mereka catat apa saja yang sudah mereka ketahui untuk menjawab masalah dan apa saja yang belum mereka ketahui. Mereka mengumpulkan data dan pengetahuan yang
belum mereka ketahui itu dengan menggunakan berbagai sumber.Mereka menganalisis seluruh data dan pengetahuan yang terkumpul, untuk menjawab masalah. Tugas guru adalah mengamati seluruh proses, dan memberikan bantuan bila diperlukan (Haris Mudjiman, 2007 : 55).
Berdasarka uraian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang memberikan konsep permsalahan yang berkaitan dengan materi pelajaran untuk selanjutnya siswa mencari informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut.
2.1.8.4Model Pembelajaran Tematik
Menurut Kunandar (2007:226) Tema merupakan alat untuk mengedepankan berbagai konsep kepada anak didik secara utuh. Dalam pembelajaran, tema diberikan dengan maksud berbagai menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh, memperkaya perbendaharaan bahasa anak didik dan membuat pembelajaran yang melibbatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada ssiwa. Pembelajaran tematik dikemas dalam suatu tema. Pendekatan tematik ini merupakan satu usaha untuk mengintergrasikan pengetahuan, kemahiran dan nilai pembelajaran serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema. Dengan kata lain pembelajaran tematik adalah pembelaajaran yang menggunakan tema dalam mengkaitkan beberapa
mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar bagi pembelajaran.
Adapun ciri khas pembelajaran tematik diantaranya:
1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan siswa sekolah dasar. 2) Kegiatan yang dipilih dalam pembelajaran tematik bertitik
tolak dari minat dan kebutuhan siswa
3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi peserta didik sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir belajar
siswa
5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui peserta didik di lingkungannya.
6) Mengembangkan keterampilan siswa misalnya: toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap orang lain.
Berdasarkan uraian diatas, disimpulkan bahwa model pembelajaran tematik erupakan suatu konsep pembelajaran yang menggunakan tema tertentu dalam mengkaitkan mata pelajaran sesuai dengan Standar kompetensi dan Indikator
2.1.8.5Model Pembelajaran PAIKEM
Pembelajaran PAIKEM adalah kependekan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Aktif, dan Menyenangkan. PAIKEM dapat didefinisikan sebagai pendekatan mengajar yang digunakan dalam berbagai media pengajaran yang disertai dengan penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Metode yang sangat memungkinkan mengimplementasikan model PAIKEM yaitu metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi dan metode simulasi. Karakteristik model PAIKEM diantaranya:
a) Berpusat pada siswa
b) Belajar yang menyenangkan
c) Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu d) Belajar secara berkesinambungan
e) Belajar sesuai dengan pembelajaran kontekstual
Bersadarkan penjelasan diatas, disimpulkan bahwa model pembelajaran PAIKEM merupakan modle pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dengan memanfaatn media lingkungan sekitar.