Seperti yang dikutip oleh suryosubroto (1993:193) menyatakan bahwa bahwa discovery merukan bagian dari inquiry, atau inquiriy merupakan perlusan proses discovery yang di gunakan yang lebih mendalam, inkuiri dalam bahasa inggris inquiry, berarti pertanyaan, atua pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri sebagia suatu proses umum yang di lakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi.
(Wina Sanjaya, 2011 : 196) pembelajaran inkuiri berangkat dari asumsi bahwa sejak manusia lahir kedunia, manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang keadaan alam disekekelilinginya merupakan kodrat manusia sejak dia lahir ke dunia. Sejak kecil
manusia memiliki keinginan untuk mengenal segala sesuatu melalui indera pengecapan, pendengaran, penglihatan dan indera-indera lainnya. Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus menerus berkembang dengan mengunakan otak dan pikirannya, dalam rangka itulah strategi inkuiri dikembangkan.
Lebih lanjut (Wina Sanjaya 2011 :195) menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran; sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.
Pembelajaran inkuiri dirancang untuk mengajak siswa secara langsung ke dalam proses ilmiah dengan waktu yang relatif singkat. Hasil penelitian Schlenker, dalam (Joyce dan Weil 1992: 198), menunjukkan bahwa latihan inkuiri dapat meningkatkan pemahaman sains, produktif dalam berpikir kreatif, dan siswa menjadi terampil dalam memperoleh dan menganalisis informasi. Dewasa ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kesejahteraan masyarakat dan negara bergantung pada sumbangan kretif dari masyarakat, untuk itu perlulah sikap dan perilaku kreatif dipupuk sejak dini pada peserta didik yang kelak mampu menghasilkan pengetahuan baru, yang salah satu caranya ialah dengan startegi pembelajaran inkuiri ini.
Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang
menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan.
Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa.
Strategi pembelajaran ini juga sering dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa yunani ,yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.
Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri yaitu : pertama; strategi inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar, dalam proses pembelajaran, kedua; seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diharapkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri dari apa yang dipertanyakan, sehingga menumbuhkan sikap percaya diri pada siswa, dan ketiga; tujuan dari pengguanaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.
Strategi pembelajaran inkuiri akan efektif manakala guru mengharapkan siswa dapat menemukan sendiri jawaban dari suatu permasalahan yang ingin dipecahkan: pertama; jika bahan pelajaran yang akan diajarkan tidak berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, akan tetapi sebuah kesimpulan yang perlu pembuktian, kedua; jika proses pembelajaran berangkat dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu, ketiga; juka jumlah siswa yang belajar tak terlalu banyak
sehingga bisa dikendalikan oleh guru, keempat; jika guru memiliki waktu yang cukup untuk menggunakaan pendekatan yang berpusat pada siswa.
2. Prinsip-Prinsip Pengguaan Strategi Pembelajaran Inkuiri
(Wina Sanjaya,2011 : 198) Ada lima prinsip dasar dalam strategi pembelajaran inkuiri yaitu: pertama; berorientasi pada perkembangan intelektual, tujuan utama dari strategi inkuiri adalah pengembangan kemampuan berpikir. Dengan demikian, strategi pembelajarn ini selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi pada proses belajar. Karena itu, kriteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat mnguasai materi pelejaran, akan tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu, kedua; Prinsip interaksi, proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi anatar siswa maupun interaksi siswa dengan guru, bahkan interaksi siswa dengan lingkungan.
Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri, ketiga; prinsip bertanya, peranan guru yang harus dilakukan dalam mengunakaan strategi pembelajaran inkuiri adalah guru sebagai penanya. Sebab kemampuan siswa untuk setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan bagian dari proses berpikir, keempat; prinsip belajar untuk berpikir, belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta, akan tetapi belajar adalah proses berpikir, (learning how to think) yakni proses pengembangan seluruh otak baik otak kiri mapun kanan. Pembelajaran berpikir
adalah pemanfataan dan penggunaan otak secara maksimal, kelima; prinsip keterbukaan, belajar merupakan suatu proses mencoba berbagai kemungkinan, segalah sesuatu mungkin terjadi. Oleh sebab itu anak diperlukan memberikan kebebasan untuk mencoba sesuatu dengan perkembangan kemampuan logika dan nalarnya
3. Kelemahan strategi pembelajarn inkuiri
(Hardini 2012: 35-36)Disamping memiliki keunggulan strategi pembelajaran inkuiri mempunyai kelemahan diantaranya: pertama; jika strategi pembelajaran inkuiri digunakan sebagai strategi pembelajaran maka akan sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa, kedua; strategi ini sulit merancang pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar, ketiga; kadang-kadang dalam mengiplemtasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuakikannya dengan waktu yang telah ditentukan, keempat; selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka strategi pembelajaran inkuiri sulit di implementasikan oleh setiap guru.
4. Langkah-langkah dalam pembelajaran inkuiri . a) Rumusan Masalah.
Langkah awal adalah menentukan masalah yang ingin didalami atau dipecahkan dengan metode inkuiri. Persoalan dapat disiapkan atau diajukan oleh guru. Persoalan sendiri harus jelas sehingga dapat dipikirkan, didalami, dan dipecahkan oleh siswa. Persoalan perlu diidentifikasi dengan jelas tujuan dari seluruh proses pembelajaran atau
penyelidikan. Bila persoalan ditentukan oleh guru perlu diperhatikan bahwa persoalan itu real, dapat dikerjakan oleh siswa, dan sesuai dengan kemampuan siswa. Persoalan yang terlalu tinggi akan membuat siswa tidak semangat, sedangkan persoalan yang terlalu mudah yang sudah mereka ketahui tidak menarik minat siswa. Sangat baik bila persoalan itu sesuai dengan tingkat hidup dan keadaan siswa.
b) Menyusun hipotesis
Langkah berikutnya adalah siswa diminta untuk mengajukan jawaban sementara tentang masalah itu. Inilah yang disebut hipotesis. Hipotesis siswa perlu dikaji apakah jelas atau tidak. Bila belum jelas, sebaiknya guru mencoba membantu memperjelas maksudnya lebih dahulu.
Guru diharapkan tidak memperbaiki hipotesis siswa yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah, tetapi cukup memperjelas maksudnya saja. Hipotesis yang salah nantinya akan kelihatan setelah pengambilan data dan analisis data yang diperoleh.
c) Mengumpulkan data
Langkah selanjutnya adalah siswa mencari dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya untuk membuktikan apakah hipotesis mereka benar atau tidak. Dalam bidang biologi, untuk dapat mengumpulkan data, siswa harus menyiapkan suatu peralatan untuk pengumpulan data. Maka guru perlu membantu bagaimana siswa mencari peralatan, merangkai peralatan, dan mengoperasikan peralatan sehingga berfungsi dengan baik. Langkah ini adalah langkah percobaan atau eksperimen. Biasanya dilakukan
dilaboratorium tetapi kadang juga dapat di luar sekolah. Setelah peralaran berfungsi, siswa diminta untuk mengumpulkan data dan mencatatnya dalam buku catatan.
d) Menganalisis data
Data yang sudah dikumpulkan harus dianalisis untuk dapat membuktikan hipotesis apakah benar atau tidak. Untuk memudahkan menganalisis data, data sebaiknya diorganisasikan, dikelompokkan, diatur sehingga dapat dibaca dan dianalisis dengan mudah. Biasanya disusun dalam suatu tabel.
e) Menyimpulkan
Dari data yangtelah dikelompokkan dan dianalisis, kemudian diambil kesimpulan dengan generalisasi. Setelah diambil kesimpulan, kemudian dicocokkan dengan hipotesis asal, apakah hipotesa kita diterima atau tidak.
5. Teori pendukung strategi pembelajaran inkuiri a) Teori-teori Psychoanalytic
Salah satu teori yang sangat terkenal dalam kelompok teori ini adalah Psychoanalytic Theory (Psychosexual Theory) yang dikemukakan oleh Freud (1856-1939) yang menyatakan bahwa semua tindakan atau perilaku merupakan hasil dari naluri (instinct) biologis internal yang terdiri dari dua kategori, yaitu hidup (sexual) dan mati (aggression). Erik Erikson yang merupakan murid Freud yang menentang pendapat Freud, menyatakan dalam Theory of Socioemotional Development (atau Psychosocial Theory)
bahwa yang paling mendorong perilaku manusia dan pengembangan pribadi adalah interaksi sosial
b) Teori-teori Humanistik
Teori yang sangat berpengaruh Theory of Human Motivationyang dalam teori humanistic ini adalah dikembangkan oleh Abraham Maslow (1954).Maslow mengemukakan gagasans hirarki kebutuhan manusia, yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu deficiency needs dan growth needs.
Deficiency needs meliputi (dari urutan paling bawah) kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki, dan kebutuhan akan penghargaan. Dalam deficiency needs ini, kebutuhan yang lebih bawah harus dipenuhi lebih dulu sebelum ke kebutuhan di level berikutnya. Growth needs meliputi kebutuhan kognitif, kebutuhan estetik, kebutuhan aktualisasi diri, dan kebutuhan self-transcendence. Menurut Maslow, manusia hanya dapat bergerak ke growth needs jika dan hanya jika deficiency needs sudah terpenuhi. Hirarki kebutuhan Maslow merupakan cara yang menarik untuk melihat hubungan antara motif manusia dan kesempatan yang disediakan oleh lingkungan.
c) Teori Social Learning
Social Learning Theory yang diajukan oleh Julian Rotter menaruh perhatian pada apa yang dipilih seseorang ketika dihadapkan pada sejumlah alternatif bagaimana akan bertindak. Untuk menjelaskan pilihan, atau arah tindakan, Rotter mencoba menggabungkan dua pendekatan utama dalam psikologi, yaitu pendekatan stimulus-response atau reinforcement dan pendekatan cognitive atau field. Menurut Rotter,
motivasi merupakan fungsi dari expectation dan nilai reinforcement. Nilai reinforcement merujuk pada tingkat preferensi terhadap reinforcement tertentu.
d) Teori Social Cognition
Tokoh dari Social Cognition Theory adalah Albert Bandura. Melalui berbagai eksperimen Bandura dapat menunjukkan bahwa penerapan konsekuensi tidak diperlukan agar pembelajaran terjadi. Pembelajaran dapat terjadi melalui proses sederhana dengan mengamati aktivitas orang lain. Bandura menyimpulkan penemuannya dalam pola 4 langkah yang mengkombinasikan pandangan kognitif dan pandangan belajar operan, yaitu pertama : Attention, memperhatikan dari lingkungan, kedua : Retention, mengingat apa yang pernah dilihat atau diperoleh, ketiga : Reproduction, melakukan sesuatu dengan cara meniru dari apa yang dilihat, keempat : Motivation, lingkungan memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinan perilaku yang akan muncul lagi (reinforcement and punishment.