• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

1.4 Manfaat Penelitian

2.1.3 Model Pembelajaran Kooperatif

2.1.3.1 Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajar kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang saling asuh antar siswa

untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat

menimbulkan permusuhan (Kunandar,2007:359). Menurut Anita Lie pada

bukunya yang berjudul “Cooperative Learning” mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif learning adalah cara belajar-mengajar bebasiskan

Peace-education.

Model pembelajaran koopertif dapat juga diartikan sebagai model

pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan

akademik(academic skill),sekaligus keterampilan sosila ( social skill ) termasuk interpersonal skill (Yatim Riyanto,2008:271). Pembelajaran

Kooperatif (Cooperative Learning ) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama

20

dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan

belajar.(Sugiyanto,2009 : 37)

2.1.3.2 Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif

Menurut Lie (dalam Sugiyanto.2009 : 37) ada 4 unsur ciri-ciri

Pembelajaran Kooperatif Yaitu :

1. Saling ketergantungan Positif

Guru menciptakan suasana yang mendorong agar siswa merasa saling

membutuhkan.hubungan yang saling membutuhkan inilah yang

dimaksud dengan salaing ketergantungan posotif.

2. Interaksi tatap muka

Interaksi tatap muka pada siswa akan mendorong siswa agar bisa

saling bertatap muka dan berdialog didalam kelompok.

3. Akuntabilitas individual

Penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan semua

anggota kelompok secara individual ini yang dimaksud dengan

akuntabilitas individual

4. Keterampilan menjalin hubungan antar pribadi

Keterampilan sosial seperti tenggang rasa,sikap sopan tehadap

teman,mengkritik ide dan bukan mengkritik teman,berani

mempertahankan pikiran logis,tidak mendominasi orang

lain,mandiri,dan berbagai sifat lain bermanfaat dalam menjalin

hubungan antar pribadi (Interpersonal relationship) tidak hanya

21

Dalam model pembelajaran kooperatif, terbagi atas beberapa teknik

pembelajaran. Berikut ini akan diuraikan beberapai teknik dalam pembelajaran

kooperatif.

2.1.3.3Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif tipe mencari Pasangan (make a match)

Teknik belajar mengajar mencari pasangan (Make a Match) dikembangkan oleh Larana Curran (1994).salah satu keunggulan teknik ini

adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau

topic dalam suasana yang menyenangkan.teknik ini bisa digunakan dalam

semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik

(Sugiyanto,2010:37)

1. Langkah-langkah teknik pembelajaran mencari pasangan (Make a Match) a. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi konsep atau topic yang

mungkin cocok untuk sesi reviu(persiapan menjelang tes atau ujian)

b. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

c. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok

dengan kartunya.misalnya ,pemegang kartu yang bertuliskan lima kan

berpasangan dengan kartu Peru.atau pemegang kartu yang berisi nama

Kofil Annan akan berpasangan karu Sekretaris Jenderal PBB.

d. Siswa bia juga bergabung dua atau tiga siswa lain yang memegang

kartu yang cocok.

e. Setiap pasangan siswa mendiskusikan menyelesaikan tugas secara

22

f. Presentasi hasil kelompok

Adapun langkah- langkah dalam model pembelajaran kooperatif teknik

mencari pasanganmenurut (Sugiyanto, 2009:49) antara lain:

a. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi konsep/topik sesuai dengan

materi. Kartu terdiri dari dua jenis, yaitu kartu soal dan kartu jawaban. Kartu

soal dan kartu jawaban saling berkaitan.

b. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

c. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan

kartunya.

d. Siswa bisa juga bergabung dengan dua atau tiga siswa lain yang memegang

kartu yang cocok.

e. Setiap pasangan siswa mendiskusikan menyelesaikan tugas secara

bersama-sama.

f. Presentasi hasil kelompok atau kuis.

Menurut Suprijono (2011: 94) langkah-langkah make a match yaitu: a. Guru membagi komunitas kelas menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama

merupakan kelompok pembawa kartu-kartu berisi pertanyaan-pertanyaan,

kelompok kedua adalah kelompok pembawa kartu berisi jawaban-jawaban, dan

kelompok ketiga adalah kelompok penilai.

b. Aturlah posisi kelompok-kelompok tersebut berbentuk huruf U. Upayakan

kelompok pertama dan kedua berjajar saling berhadapan

c. Jika masing-masing kelompok sudah berada di posisi yang telah ditentukan,

23

kelompok keduasaling bergerak mereka bertemu, mencari pasangan-pasangan

pertanyaan-jawaban yang cocok.

d. Beri kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi. Hasil diskusi oleh

pasangan-pasangan antara anggota kelompok pembawa kartu pertanyaan dan anggota

kelompok pembawa kartu jawaban.

e. Pasangan-pasangan yang sudah terbentuk wajib menunjukkan

pertanyaan-jawaban kepada kelompok penilai. Kelompok penilai kemudian membaca

apakah pasangan pertanyaan-jawaban itu cocok, dan

f. Setelah penilaian dilakukan, aturlah sedemikian rupa kelompok pertama dan

kelompok kedua bersatu kemudian memposisikan dirinya menjadi kelompok

penilai.

Secara teknis gambaran pembelajaran yang dimodifikasi dari skripsi Tarmadi. A.

2011. Peningkatan Prestasi Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Mencari pasangan Dalam Mata Pelajaran IPA Semester 1 Pada siswa Kelas VI A SDN Ngablak 2 Tahun Pelajaran 2010/2011.Yogyakarta : Skripsi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma (Tidak dipublikasikan) dengan

24

Gambar 1.Bagan teknik pembelajaran mencari pasangan.

Guru Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Guru Menjelaskan gambaran Pembelajaran yang akan Dilaksanakan

Guru Menjelaskan Prosedur / Teknis mencari Pasangan

Guru Menyiapkan dan membagikan Kartu Mencari Pasangan Siswa Mengambil Kartu Pasangan Siswa Mencari Pasangan Siswa Berdiskusi dengan pasangan untuk dipresentasikan Guru Menunjuk Pasangan yang benar

untuk Presentasi Siswa Mempresentasikan hasil diskusi Guru Memberi Kesempatan Bertanya dan Menanggapi Kelompok lain atau

grup lain menanggapi Kelompok Presentasi

Memberi Tanggapan Balik

Guru dan Siswa Memberi Kesimpulan

25

CONTOH KARTU PASANGAN TUNGGAL

CONTOH KARTU PASANGAN DOMINO

bulu pada sayap, bulu pada ekor, bulu pada leher, dan arah kepala pada burung garuda,

17 helai pada masing-masing sayap melambangkan tanggal 17

8 helai bulu pada ekor melambangkan bulan 8

45 helai bulu di leher melambangkan tahun 1945

Arah kepala ke kanan melambangkan

hal-Symbol semboyan

MAKNA DARI BULU

PADA SAYAP

26

Gambar 2.Contoh kartu dalam pembelajaran dengan teknik mencari

pasangan.

Bhineka

tunggal ika

Dokumen terkait