• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II: KAJIAN TEORITIS

C. Model Pembelajaran Kooperatif

1. Model Pembelajaran

Dalam mengahadapi tuntunan masa depan yang penuh dengan tantangan dan perubahan, sekarang telah banyak dikembangkan model-model pembelajaran untuk menunjang mutu suatu pendidikan. Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh sutu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.10

Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengaiaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran, dan pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. Selanjutnya Evendi mengatakan bahwa: “model pembelajaran mengaccu pada pendekatan pembelajaran termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas”11

10Mohammad Surya, Psikologi Pembelajaran dan pengajaran, (Bandung: Pustaka Bumi Quraisy, 2004), h. 7.

11Evendi, Pengembangan Perangkat Pembelajaran fisika SLTP pokok Bahasan Cahaya, (Surabaya: IKIP Surabaya, 1999), h. 16.

Berdasarkan dua pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah sebagai pedoman bagi perancang bagi perancang pengajar dan para guru dalam melaksanakan pembelajaran. Untuk memilih model pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, dan juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut.

Model pembelajaran ini sangat penting dilakukan oleh para-para guru, karena model pembelajaran dapat diartikan sebagai pedoman atau acuan dalam melakukan suatu kegiatan pembelajaran. Apabila dalam proses belajar mengajar tidak adanya suatu model pembelajaran, maka pembelajaran tersebut tidak dapat berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan. Dalam perkembangan zaman sekarang, dengan model pembelajaran yang begitu banyak kita ketahui salah satunya yaitu model pembelajaran kooperatif.

2. Pengertian pembelajaran kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jeniskerja kelompok termasuk bentuk-bentuk lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru.Pembelajaran kooperatif tidak hanya sekedar belajar dalam kelompok, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara terbuka dan hubungan-hubungan yang bersifat interdependensi yang efektif diantara anggota kelompok.

Pembelajaran kooperatif siswa pandai mengajar siswa yang kurang pandai tanpa merasa dirugikan.Siswa kurang pandai dapat belajar dalam suasana yang

menyenangkan karena banyak teman yang membantu dan memotivasinya. Siswa yang sebelumnya terbiasa bersikap pasif setelah menggunakan pembelajaran kooperatif akan terpaksa berpartisipasi secara aktif agar bisa diterima oleh anggota kelompoknya.12

Dalam pembelajaran kooperatif, guru menjadikan pembelajaran yangbermakna dengan cara memandang siswa bukan sebagai objek pembelajaran.Siswa dipandang sebagai seseorang pada saat pembelajaran telah memilikipengetahuan sehingga pada saat proses belajar siswa mengaitkan pengetahuanyang dimiliki dengan informasi baru secara berkelompok. Jadi pembelajaran kooperatif dapat menciptakan kerjasama yang baik antara sesama siswa untuk memperoleh tujuan yang sama.

3. Keunggulan dan kelemahan pembelajaran kooperatif a. Keunggulan pembelajaran kooperatif

1) Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir.

2) Membantu siswa mengevaluasi logika dan bukti-bukti bagi posisi dirinya atau posisi yang lain.

3) Memberikan kesempatan pada siswa untuk memformulasikan penerapan suatu prinsip.

12 Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer (Jakarta Timur: PT Bumi Aksara, 2009), hal. 199

4) Membantu siswa mengenali adanya suatu masalah dan memformulasikannya dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan atau ceramah.

5) Menggunakan bahan-bahan dari anggota lain dalam kelompoknya. 6) Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.13

b. Kelemahan pembelajaran kooperatif

Menurut Lie (1999), siswa yang di bagi dalam kelompok kemudian diberikan tugas, akibatnya siswa merasa ditinggal sendiri dan karena mereka belum berpengalaman merasa bingung dan tidak tahu bagaimana harus bekerjasama menyelesaikan tugas tersebut sehingga menimbulkan kekacauan dan kegaduhan.

4. Unsur-unsur pembelajaran kooperatif

Pembelajaran kooperatif mempunyai unsur-unsur yang perlu diperhatikan. Unsur-unsurnya sebagai berikut:

a. Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka “tenggelam atau berenang bersama”.

b. Para siswa memiliki tanggung jawab terhadap siswa lain dalam kelompoknya, disamping tanggungjawab terhadap dirinya sendiri, juga tanggungjawab dalam mempelajari materi yang dihadapi.

13Herdy, TeoriBelajarKonstruktivismedi ambil dari situs: http://herdy07.wordpress.com/

c. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka semuanya memiliki tujuan yang sama.

d. Para siswa harus membagi tugas dan berbagi tanggungjawab sama besarnya di antara para anggota kelompok.

e. Para siswa akan diberikan satu evaluasi atau penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.

f. Parasiswa berbagi kepemimpinan sementara mereka memperoleh keterampilan bekerjasama selama belajar.

g. Para siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.14

5. Tipe-tipe Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif memiliki beberapa tipe yang perlu diketahui diantaranya yaitu sebagai berikut:

a. Tipe Stad (Student Teams Achievenment Division)

Menurut Hamdani, (2010;35-35-34) menatakan bahwa Student Teams

Achievenment Division (STAD), dikembangkan oleh Robert Slavin dan

teman-temannya di Universitas John Hopkin dan merupakan pendekatan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Kemudian, Ridwan Abdullah Sani (2013;133-134) dalam bukunya Inovasi Pembelajaran mengatakan bahwa pembelajaran

kooperatif tipe STAD memadukan penggunaan metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi.15

b. Tipe Ekspositori

Menurut Wina Sanjaya (2007;179) bahwa “Pembelajaran ekspositori adalah pembelajaran pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Roy Killen menamakan pembelajaran ekspositori ini dengan istilah pembelajaran langsung (Direct Instruction).16

c. Team Accelerated Instruction

Betuk pembelajaran ini merupakan kombinasi antara pembelajaran kooperatif/kolaboratif dengan pembelajaran individu. Secara bertahap, setiap anggota kelompok diberi soal-soal yang harus mereka kerjakan sendiri terlebih dahulu. Setelah itu dilaksanakan penilaian bersama-sama dalam kelompok. Jadi,

Team Accelerated Instruction juga merupakan kombinasi antara pembelajaran

individu dengan kelompok.17

d. TAI (Team Assisted Individualy)

Terjemahan bebas TAI (Team Assisted Individualy) adalah bantuan individual dalam kelompok (Bidak) dengan karakteristik pembelajaran bahwa

15Istarani & Muhammad Ridwan, 50 Tipe Pembelajaran Kooperatif(Medan: CV. Media Persada, 2014) hal 21.

16Istarani & Muhammad Ridwan, 50 Tipe Pembelajaran Kooperatif... hal 31

tanggung jawab belajar adalah pada siswa. Oleh karena itu, siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru.18

e. Tipe Course Review Horay (CRH)

Menurut bahasa Course Review Horay (CRH), terdiri dari tiga kata

“Course” berasal dari bahasa inggris yang berarti jalan, kursus, bimbingan.

Sedangkan “Review” berarti tinjauan, mengulang kembali, dan kata “Horay” berarti teriakan hore atau yel-yel untuk mengisyaratkan kemenangan, keberhasilan atau sesuatu yang dikerjakan.Secara istilah Course Review Horay (CRH) dapat diartikan dengan bimbingan evaluasi mata pelajaran dengan bentuk pengulangan dimana dibutuhkan kata hore bagi yang benar mengerjakannya.Course Review

Horay (CRH) merupakan cara belajar-menajar yang lebih menekankan pada

pemahaman materi yang diajarkan oleh guru dengan menyelesaikan soal dan pertanyaan.19

Course Review Horay (CRH) merupakan salah satu metode dari

pembelajaran kooperatif yaitu suatu kegiatan dengan cara mengulang kembali pembelajaran untuk menguji pemahaman peserta didik dengan menggunakan kotak yang diisi nomor untuk menuliskan jawabannya. Jika jawaban benar, maka nomor dalam kotak diberi tanda yang paling dulu mendapatkan tanda benar secara vertical, horizontal atau diagonal langsung berteriak horay atau yel-yel yang lain.

18Istarani & Muhammad Ridwan, 50 Tipe Pembelajaran Kooperatif... hal 51

Melalui pembelajaran CRH diharapkan dapat melatih peserta didik dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok kecil.20

f. TTW (Think Talk Write)

Suatu strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik siswa adalah straregi Think

Talk Write. Strategi yang diperkenalkan oleh Hunker dan Laughlin ini pada

dasarnya dibangun melalui berpikir, berbicara, dan menulis.21

Berdasarkan paparan diatas menjelaskan beberapa tipe-tipe pembelajaran kooperatif, pada kesempatan ini penulis ingin mengembangkan dan mencoba menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe TTW ini sebagai model pembelajaran yang ingin di terapkan di SMAN 1 Ingin Jaya.

Dokumen terkait