• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORETIS

D. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)

1. Pengertian Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Salah satu tipe pembelajaran kooperatif adalah tipe Think Pair Share. Think Pair Share merupakan model pembelajaran kooperatif atau kelompok yang pertama kali dikembangkan oleh Frang Lyman dari University Maryland pada tahun 1985. Pembelajaran Think Pair Share ini memiliki prosedur yang telah ditetapkan secara ekspilist untuk memberikan siswa kesempatan lebih banyak untuk berpikir secara sendiri, berdiskusi, saling membantu dalam kelompok, dan diberi kesempatan untuk berbagi dengan siswa yang lain.

Model pembelajaran Think Pair Share merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif sederhana. Dengan model pembelajaran ini siswa dilatih bagaimana mengutarakan pendapat dan siswa juga belajar menghargai pendapat orang lain dengan tetap mengacu pada materi/tujuan pembelajaran. Think Pair Share dirancang untuk mempengaruhi interaksi siswa. Struktur ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok-kelompok kecil.

Think Pair Share dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi dan seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Selain itu, think pair share juga dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan berpartisipasi dalam kelas.19 Ciri-ciri think pair share yaitu adanya pengutaran masalah oleh guru, tersedianya waktu untuk berpikir bagi siswa, kerja berpasangan, dan berbagi dengan seluruh kelas.

____________

2. Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS)

Langkah-langkah atau sintaks model pembelajaran Think Pair Share ada 5 langkah. Dimana 3 langkah utama merupakan ciri utama dari model pembelajaran kooperatif Think Pair Share. Adapun tahap-tahap dalam model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yaitu:

1) Berpikir (Thinking)

Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri mencari jawaban atau masalah. Siswa membutuhkan penjelasan bahwa berbicara atau mengerjakan bukan bagian berpikir.

2) Berpasangan (Pairing)

Selanjutnya, guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah diperoleh. Interaksi selama waktu disediakan dapat menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi. Secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4-5 menit untuk berpasangan.

3) Berbagi (Sharing)

Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk secara sederhana berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan yang mendapatkan kesempatan untuk melaporkan.20

Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dibagi atas 5 fase, yakni:

____________

1) Penyajian materi 2) Berpikir bersama

3) Transisi ke pasangan/tim 4) Monitoring dan

5) Berbagi jawaban.

Adapun langkah-langkah think pair share sebagai berikut: Tabel 2.1 Sintak Model Think Pair Share (TPS)

No Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

1 Tahap 1

Pendahuluan/penyajian materi

Pada tahap ini, guru menjelaskan materi yang terkait yaitu bentuk aljabar dan unsur-unsur yang terkandung dalam bentuk aljabar serta operasi hitung (penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) bentuk aljabar. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai oleh siswa.

Guru menjelaskan aturan main dan batasan waktu untuk tiap kegiatan, memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah. 2 Tahap 2

Think

Guru menggali pengetahuan awal siswa melalui kegiatan demonstrasi.

Guru memberikan LKPD kepada seluruh siswa yang berisi sebuah permasalahan terkait materi bentuk aljabar dan operasi hitung bentuk aljabar.

Siswa mengerjakan LKPD tersebut secara individu.

Pada tahap ini, siswa diharapkan telah mencapai indikator menyatakan ulang suatu konsep, mengklasifikasikan objek menurut sifat tertentu sesuai dengan konsepnya dan mampu memberi contoh dan noncontoh dari konsep.

3 Tahap 3 Pair

Siswa dikelompokkan dengan teman sebangkunya.

Siswa berdiskusi dengan pasangannya mengenai jawaban tugas (bentuk aljabar) yang telah dikerjakan secara individu.

Pada tahap berpasangan, siswa diharapkan telah mencapai indikator mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup suatu konsep dan menggunakan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu bersama pasangan diskusinya.

4 Tahap 4 Share

Satu pasangan siswa dipanggil secara acak untuk berbagi pendapat kepada seluruh siswa di kelas tentang penyelesaian dari masalah (bentuk aljabar) yang telah mereka diskusi dengan pasangannya dan dipandu oleh guru. Pada tahap ini, siswa diharapkan telah mencapai indikator menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis

5 Tahap 5 Penghargaan

Siswa dinilai individu dan kelompok.

Sumber: Modifikasi dari buku Istarani21

3. Kelebihan dan Kekurangan Model Think Pair Share (TPS)

Model pembelajaran think pair share baik digunakan dalam rangka melatih berfikir siswa secara baik. Untuk itu, model pembelajaran think pair share ini menekankan pada daya nalar siswa, daya kritis siswa, daya imajinasi siswa, dan daya analisis terhadap suatu permasalahan. Dengan demikian, adapun kelebihan dari model think pair share yaitu:

1) Dapat meningkatkan daya nalar siswa, daya kritis siswa, daya imajinasi siswa, dan daya analisis terhadap suatu permasalahan.

2) Meningkatkan kerjasama antara siswa karena mereka dibentuk dalam kelompok.

____________

3) Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan menghargai pendapat orang lain.

4) Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat sebagai implementasi ilmu pengetahuannya.

5) Guru lebih memungkinkan untuk menambahkan pengetahuan anak ketika selesai diskusi.

Sedangkan kelemahan/kekurangan yang perlu diperhatikan dari model pembelajaran ini ialah :

1) Sulit menentukan permasalahan yang cocok dengan tingkat pemikiran siswa. 2) Bahan-bahan yang berkaitan dengan membahas permasalahan yang ada tidak

dipersiapkan dengan baik oleh guru maupun siswa.

3) Pengalaman siswa dalam menyelesaikan masalah relative terbatas.22

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai pembelajaran yang maksimal dengan model think pair share diperlukan kesiapan perencanaan yang seksama dari guru, terutama dalam hal penggunaan ruang kelas agar dapat meminimalkan jumlah waktu yang terbuang.

Dokumen terkait