BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.8 Model Pembelajaran Quantum tipe VAK dengan Media Audio
2.1.8.1Pengertian
Model pembelajaran Quantum tipe VAK dengan media audio visual didasarkan pada teori belajar konstruktivisme. Salah satu tokoh aliran
kontruktivisme, Slavin (1994: 225) mengngkapkan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak sesuai. Bagi siswa agar dapat benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala seuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide.
Dengan mengadopsi pengertian model pembelajaran Quantm tipe VAK yang dikemukakan oleh DePorter yaitu pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar. Dalam hal ini interaksi yang dimaksud adalah hanya mencakup tiga hal, yaitu visual, audio, dan kinestethic
(VAK) serta media pembelajaran yang berupa audio visual, maka dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum tipe VAK dengan media audio visual adalah pembelajaran Quantum dengan melalui tiga pilar pemerolehan informasi anak (visual, auditory, kinestethic), dengan berbantuan media berupa audio visual.
2.1.8.2Karakteristik
1. Sintak/langkah-langkah
Dalam pelaksanaannya, sintaks pembelajaran dari model ini juga
memodifikasi dari pembelajaran Quantum dan VAK yang dipadukan dengan
media audio visual, agar dapat sesuai dengan keadaan yang terjadi di lapangan, adapun sintak tersebut adalah sebagai berikut:
Sintaks model pembelajaran
Quantum tipe VAK
Sintaks pembelajaran
media audio visual
Sintaks model
pembelajaran Quantum
tipe VAK dengan media
audio visual 1. Tahap persiapan (kegiatan
pendahuluan) a.Memotivasi siswa b.Menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Tahap Penyampaian a.Penyampaian dengan gaya belajar visual
b.Penyampaian dengan gaya belajar auditory
3. Tahap Pelatihan
Mengintegrasi dan menyerap pengetahuan serta keterampilan baru dengan menerapkan gaya belajar kinestethic
4. Tahap penampilan hasil Membantu siswa dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan maupun keterampilan baru
1. Guru mempersiapkan VCD player beberapa waktu sebelumnya 2. Guru mengondisikan
peserta didik agar siap memulai KBM
3. Guru menjelaskan apa saja yang harus dilakukan peserta didik.
4. Guru menyalakan VCD player dengan VCD yang isinya sesuai dengan materi yang akan disampaikan 5. Peserta didik melihat
dan mendengar VCD tersebut, dan mencatat hal-hal yang penting. 6. Guru memberikan
pertanyaan yang
1. Guru menayangkan media video di dalam kelas (gaya belajar
visual dan auditory) 2. Siswa mengamati
media yang telah ditayangkan guru (gaya belajar visual) 3. Guru mengajukan
pertanyaaan atau masalah yang dikaitkan dengan materi yang akan dibahas sesuai dengan media yang telah ditayangkan sehingga
siswa dapat
mengetahui konsep dari meteri (gaya belajar auditory) 4. Siswa berkelompok
yang mereka dapatkan, pada kegiatan belajar, sehingga hasil belajar mengalami peningkatan.
berkaitan dengan materi yang ada pada VCD itu. 7. Mengevaluasi proses KBM yang sudah berlangsung untuk berdiskusi 5. Siswa melakukan pembuktian secara berkelompok dari konsep yang telah didapatnya di sekitar lingkungan sekolah (gaya belajar kinestethic) 6. Siswa mempresentasikan hasil pengamatan atau pembuktiannya. 7. Guru memberikan
pemahaman yang benar kepada siswa tentang konsep yang telah dipelajari. 8. Siswa dibantu oleh
guru menarik kesimpulan.
2. Sistem Sosial
Dalam pelaksanaannya model pembelajaran ini masih masih sangat menekankan modalitas dalam pembelajaran Quantum serta gaya belajar VAK yang menjadi dasar dalam model pembelajaran Quantum tipe VAK dengan media audio visual. Dalam pelaksanaan model pembelajaran ini guru membantu siswa untuk dapat memperoleh sebuah ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan dan efektif. Serta memberikan kebebasan kepada siswa untuk dapat berpendapat dan memberikan pengakuan terhadap setiap kegiatan dan hasil karya dari siswa. Sementara siswa dengan bimbingan guru akan menggali, mencari tahu dan menganalisa sendiri informasi yang harus mereka ketahui.
3. Prinsip Reaksi
Untuk dapat melaksanakan model pembelajaran ini modal awal bagi guru
dalam pembelajaran dengan model Quantum tipe VAK dengan media audio
visual ini adalah guru harus bisa memasuki dunia siswa terlebih dahulu, untuk mendapatkan hak mengajar pada siswanya, hal ini merupakan prinsip yang
digunakan dalam model pembelajaran Quantum. Kemudian setelah guru berhasil
memasuki dunia siswa maka guru akan dengan mudah untuk dapat menerapkan semua pembelajaran baik dalam gaya visual, auditory, maupun kinestethic. Dalam pembelajarannya siswa akan disuguhkan sebuah media pembelajaran yang telah dipersiapkan oleh guru yaitu media audio visual, yang menggambarkan materi pelajaran yang tengah dipelajari. Kemudian guru akan sedikit menjelaskan tentang media dan materi yang ditayangkan, agar siswa dapat memahami lebih dalam
tentang materi. Setelah siswa memperoleh pemahaman siswa akan diajak untuk melakukan sebuah pembuktian dari materi yang telah dipelajari tadi.
Adapun keterampilan guru dalam model pembelajaran Quantum tipe VAK dengan media audio visual adalah sebagai berikut: (1) melaksanakan pra pembelajaran, (2) memberikan apersepsi, (3) menyampaikan tujuan pembelajaran, (4) mengajukan pertanyaan kepada siswa, (5) menayangkan media video di kelas, (6) mengadakan kegiatan pembuktian/percobaan, (7) memberikan petunjuk pelaksanaan kegiatan, (8) memberikan penguatan kepada siswa, (9) pengelolaan kelas dalam pembelajaran VAK dengan media audio visual, (10) membimbing siswa dalam diskusi kelompok, (11) menutup pelajaran.
4. Sistem pendukung
Sistem pendukung atau sarana pendukung dalam model pembelajaran ini adalah segala sesuatu yang dapat memberikan kesan yang lebih mendalam kepada dalam mengikuti sebuah pembelajaran, sehingga dalam pembelajaran akan tercipta suasana belajar yang menyenangkan, kondusif, serta efektif untuk anak dalam menerima pengetahuan-pengatahuan, beberapa sistem pendukung tersebut
adalah: penggunaan media audio visual dalam pembelajaran, adanya
pembuktian/praktikum, adanya diskusi serta kerja kelompok.
5. Dampak pengiring dan dampak instruksional
Setelah pembelajaran yang dilakukan dengan model pembelajaran Quantum tipe VAK dengan media audio visual, diharapkan dapat menyerap pengetahuan yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta dapat mencapai karakter yang diharapkan dalam pembelajaran.
2.1.8.3Kelebihan dan kekurangan
Dalam penerapan model pembelajaran ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
1. Dapat mengaktifkan tiga pilar pokok pemerolehan informasi.
2. Memberikan kesempatan pada siswa untuk membuktikan informasi yang
didapatnya
3. Pembelajaran akan terasa menyenangkan dan bermakna
4. Mampu melibatkan siswa secara maksimal dalam menemukan dan memahami
suatu konsep melalui kegiatan fisik seperti demonstrasi, percobaan, observasi, dan diskusi aktif.
5. Penyajian pesan tidak terlalu bersifat verbalistis.
Setiap model pembelajaran selain memiliki kelebihan pasti juga memiliki kekurangan, adapun kekurangan dari model pembelajaran ini adalah membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan menerapkan model pembelajaran yang lain.
Meskipun demikian solusi yang diambil guna memecahkan permasalahan tersebut adalah dengan membagi satu sintak pembelajaran yang semestinya dilakukan dalam satu pertemuan pembelajaran akan dilakukan menjadi dua kali pertemuan.