1. Pengertian Model Pembelajaran Koperatif The Power Of Two (TPT) TPT merupakan bagian dari active learnig yang merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan belajar menjadi aktif dengan pemberian tugas belajar
50Diah Widyatun. ‘’Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share (TPS).” Blog Diah Widyatun,
htt://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/model-pembelajaran-tipe-think-pair.html (14 November
2013).
51Diah Widyatun. ‘’Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share (TPS).” Blog Diah Widyatun,
htt://jurnalbidandiah.blogspot.com/2012/04/model-pembelajaran-tipe-think-pair.html (14 November
yang dilakukan dalam kelompok kecil. Dukungan sesama siswa dan keseragaman pendapat, pengetahuan serta keterampilan mereka, akan membantu menjadikan belajar semakin beriklim di kelas. Namun demikian, belajar bersama tidak selalu efektif. Boleh jadi terdapat partisipasi yang tidak seimbang, komunikasi yang buruk dan tidak seimbang .52
Strategi belajar kekuatan berdua (The Power Of Two) termasuk bagian dari belajar kooperatif adalah belajar dalam kelompok kecil dengan menumbuhkan kerja sama secara maksimal melalui kegiatan pembelajaran oleh teman sendiri dengan anggota dua orang di dalamnya untuk mencapai kompetensi dasar.53
Seperti metode pembelajaran kooperatif lainnya, praktik pembelajaran dengan metode TPT diawali dengan mengajukan pertanyaan yang membutuhkan pemikiran kritis, kemudian mintalah kepada peserta didik secara perseorangan untuk menjawab pertanyaan yang diterimanya, setelah semua menyelesaikan jawabannya, mintalah kepada peserta didik mencari pasangan.54
Metode TPT dikembangkan oleh Russ Frank, metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling sharing ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat dan meningkatkan semangat kerja sama siswa dan dapat digunakan untuk semua mata pelajaran dan tingkatan kelas.55
52Mel Silberman, Active Learning: 101 Strategi Pembelajarn Aktif (Bandung: Nusa media,
2006), h. 151.
53Mafatih, dan Ahmad Bisyri, “Makalah Strategi Belajar Dengan Cara Kooperatif (Bidang
Studi IPS)”. http:/media.diknas.go-id (11 November 2013).
54Agus Suprijono, Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi Pakem (Cet. VIII; Yogyakarta;
Pustaka Pelajar, 2012), h. 100.
Individu-individu yang berpasangan diwajibkan saling menjelaskan jawaban masing-masing, kemudian menyusun jawaban baru yang disepakati bersama. Setelah masing-masing pasangan menulis jawaban mereka, mintalah mereka membandingkan jawaban tersebut dengan pasangan yang lain.56
Model TPT ini dirancang untuk memaksimalkan belajar kolaboratif (bersama) dan meminimalkan kesenjangan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Belajar kolaboratif menjadi popular di lingkungan sekarang. Menempatkan peserta didik dalam kelompok dan memberikannya tugas dimana mereka saling tergantung satu sama lain untuk menyelesaikan pekerjaan adalah cara yang mengagumkan. Mereka condong lebih tertarik belajar karena mereka melakukannya dengan teman-teman kelas mereka. Aktivitas belajar kolaboratif, membantu mengarahkan belajar aktif, meskipun belajar independent dan belajar penuh instruksi juga mendorong belajar aktif, kemampuan untuk mengajar melalui aktivitas kerja kolaboratif dalam kelompok kecil akan memungkinkan anda untuk mempromosikan belajar dan belajar aktif.57
2. Langkah-Langkah Pembelajaran The Power Of Two (TPT)
Sanaky berpendapat bahwa, penerapan model belajar Kekuatan Berdua (The
Power Of Two) dengan langkah-langkah atau prosedur yang dilakukan guru sebagai
berikut :
56Agus Suprijono, Cooperatif Learning Teori dan Aplikasi Pakem (Cet. VIII; Yogyakarta;
Pustaka Pelajar, 2012), h. 100.
57Mafatih, dan Ahmad Bisyri, “Makalah Strategi Belajar Dengan Cara Kooperatif (Bidang
a. Langkah Pertama, membuat problem, dalam proses belajar guru memberikan satu atau lebih pertanyaan kepada peserta didik yang membutuhkan refleksi (perenungan) dalam menentukan jawaban.
b. Langkah kedua, guru meminta peserta didik untuk merenung dan menjawab pertanyaan sendiri-sendiri.
c. Langkah ketiga, guru membagi peserta didik berpasang-pasangan. Pasangan kelompok ditentukan menurut daftar urutan absen atau biasa juga diacak. Dalam proses belajar setelah semua peserta didik melengkapi jawabannya, bentuklah ke dalam pasangan dan mintalah mereka untuk berbagi (sharing) jawaban dengan yang lain.
d. Langkah keempat, guru meminta pasangan untuk berdiskusi mencari jawaban baru. Siswa membuat jawaban baru untuk masing-masing pertanyaan dengan memperbaiki respon masing-masing individu.
e. Langkah kelima, guru meminta peserta didik untuk mendiskusikan hasil sharingnya. Siswa diajak untuk berdiskusi secara klasikal untuk membahas permasalahan yang belum jelas atau yang kurang dimengerti. Semua pasangan membandingkan jawaban dari masing-masing pasangan ke pasangan yang lain, tahap akhir pembelajaran guru bersama-sama dengan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.58
58Ramadhan, Tarmizi. “Strategi Belajar Kekuatan Berdua (The Power Of Two)” (online),
http://tarmizi.wodpress.com/2009/02/09/strategi-belajar -kekuatan-berdua-the-power-of-two-dalam-pembelajaran matematika/.(02 November 2015).
3. Keunggulan Model Pembelajaran The Power Of Two (TPT)
Sebagai suatu strategi pembelajaran, strategi pembelajaran TPT mempunyai beberapa keunggulan diantaranya :
a. Siswa tidak terlalu bergantung pada guru, akan tetapi dapat menambah kepercayaan kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagai sumber dan belajar dari siswa lain.
b. Mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan dengan membandingkan ide-ide atau gagasan-gagasan orang lain.
c. Membantu anak agar dapat bekerja sama dengan orang lain, dan menyadari segala keterbatasannya serta menerima segala kekurangannya.
d. Membantu siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. e. Meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berfikir.
f. Meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.59
4. Kelemahan model pembelajaran The Power Of Two (TPT)
Disamping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran TPT juga memiliki kelemahan diantaranya :
a. guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang, disamping itu memerlukan banyak tenaga, pemikiran dan waktu.
59Irsyadul Alba’ab, “The Power Of Two”, Komposiana. 29 Mei 2012.
b. Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan fasilitas alat dan biaya.
c. Saat diskusi kelas terkadang didominasi seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.60