BAB II LANDASAN TEOR
2. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran merupakan sebuah komponen utama yang medukung dalam suatu proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan sebuah langkah awal atau model pembelajaran guna memberikan proses pembelajaran menjadi lebih baik dan efektif.
Menurut Abidin (2014:117) model pembelajaran adalah suatu konsep yang membantu menjelaskan proses pembelajaran, baik menjelaskan pola pikir,
31
maupun pola tindakan pembelajaran tersebut. Pada penelitian ini peneliti menggunakan model pengembangan sistem pembelajaran menurut Kemp, dimana model pembelajaran menurut Kemp terdiri dari beberapa unsur, unsur- unsur tersebut adalah sebagai berikut (Trianto 2010:82-89):
Gambar 2. Siklus pengembangan perangkat pembelajaran model Kemp
1. Identifikasi Masalah Pembelajaran
Tujuan dari tahap ini adalah mengindentifikasi adanya kesenjangan antara tujuan menurut kurikulum yang berlaku dengan fakta yang terjadi di lapangan baik yang menyangkut model, pendekatan, metode, teknik maupun strategi yang digunakan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Bahan kajian, pokok bahasan, atau materi yang dikembangkan, selanjutnya alternatif atau cara
32
pembelajaran yang sesuai dalam upaya pencapaian tujuan seperti yang diharapkan dalam kurikulum.
2. Analisis Siswa
Analisis siswa dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakteristik yang meliputi ciri, kemampuan, dan pengalaman baik individu maupun kelompok. Analisis siswa tersebut adalah:
a. Tingkah Laku Awal Siswa
Tingkah laku awal siswa perlu diidentifikasi keterampilan-keterampilan khusus yang dimiliki oleh siswa sebelum melaksanakan proses pembelajaran. b. Karakteristik Siswa
Analisis ini dilakukan dengan memperhatikan ciri, kemampuan, dan pengalaman siswa baik sebagai individu maupun kelompok. Menurut Ibrahim dalam Trianto (2009:180), mengatakan analisis karakteristik ini meliputi: kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata pelajaran, pengalaman, keterampilan psikomotor, kemampuan bekerja sama, keterampilan sosial, dan sebagainya. Hasil analisis ini dapat digunakan untuk menyiapkan perangkat pembelajaran.
3. Analisis Tugas
Kemp dalam Trianto (2010:83-84), mengatakan analisis tugas adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi suatu pengajaran. Analisis tugas ini dilakukan untuk mengetahui dan menentukan model pembelajaran untuk mencapai tujuan, sehingga analisis ini mencakup analisis struktur isi, analisis konsep, analisis prosedural, analisi pemrosesan informasi, yang digunakan
33
untuk mengelompokan tugas-tugas yang dilaksanakan siswa selama pembelajaran dengan mempertimbangkan waktu.
4. Merumuskan Indikator
Indikator adalah tujuan pembelajaran yang diperoleh dari hasil analisis tujuan pada tahap 1 yaitu identifikasi tingkah laku awal siswa. Secara spesifik tujuan pembelajaran dilakukan untuk mengkonversikan analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan pembelajaran khusus yang lebih operasional.
5. Penyusunan Instrumen Evaluasi
Penyusunan tes evaluasi hasil belajar merupakan alat evaluasi untuk mengukur ketuntasan indikator dan ketuntasan penguasaan siswa setelah berlangsungnya proses pembelajaran yang didasarkan pada jumlah soal yang dijawab benar. Menilai hasil belajar atau evaluasi adalah unsur terakhir dalam proses perancangan pembelajaran. Harus ada hubungan langsung antara sasaran belajar dengan soal ujian.
6. Strategi Pembelajaran
Pada tahap ini dipilih strategi mengajar yang sesuai dengan tujuan. Kegiatan ini meliputi: pemilihan model, pendekatan dan metode pemilihan format, yang dipandang mampu memberikan pengalaman yang berguna untuk mencapai tujuan pembelajaran.
7. Pemilihan Media atau Sumber Pembelajaran
Pemilihan media dan sumber belajar didasarkan hasil analisis tujuan, karakteristik siswa, dan analisis tugas. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada pemilihan sumber belajar dan media pembelajaran. Jika
34
sumber belajar dan media pembelajaran dipilih dengan benar maka dapat memenuhi tujuan pembelajaran antara lain memotivasi siswa dengan cara menarik dan menstimulus perhatian pada materi pembelajaran, melibatkan siswa, menjelaskan dan menggambarkan isi pelajaran, membantu pembentukan sikap dan pengembangan rasa menghargai (apresiasi), serta memberikan kesempatan untuk menganalisis sendiri kinerja individual. 8. Pelayanan Pendukung
Pelayanan pendukung tidak berhubungan langsung dengan substansi pengembangan perangkat, namun sangat menentukan keberhasilan pengembangan perangkat. Pelayanan pendukung terdiri dari: kebijakan kepala sekolah, guru mitra, tata usaha, tenaga terkait laboratorium dan perpustakaan, dana, fasilitas, bahan, perlengkapan, pelayanan tenaga kerja, jadwal penyelesaian tahap perencanaan dan pengembangan.
9. Evaluasi Formatif
Evaluasi formatif berfungsi sebagai pemberi informasi kepada pengajar atau tim pengembang seberapa baik program telah berfungsi dalam mencapai berbagai sasaran. Penilaian formatif dilaksanakan selama pengembangan dan uji coba. Penilaian ini berguna untuk menentukan kelemahan dalam perencanaan pengejaran sehingga kekurangan dapat dihindari sebelum program terpakai secara luas
10. Evaluasi Sumatif
Evaluasi sumatif secara langsung mengukur tingkat pencapaian tujuan-tujuan utama pada akhir pembelajaran. Sumber informasi utama kemungkinan besar
35
didapatkan baik dari hasil posttes dan ujian akhir pembelajaran. Penilaian sumatif meliputi; hasil ujian akhir unit, dan uji akhir untuk pelajaran tertentu. 11. Revisi Perangkat Pembelajaran
Kegiatan revisi dilakukan secara terus menerus pada setiap langkah pengembangan yang dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat. Revisi dibuat berdasarkan masukan dan penilaian yang diperoleh dari kegiatan validasi perangkat pembelajaran oleh pakar, simulasi terbatas dan uji coba terbatas, sehingga validasi ini lebih pada tujuan kebenaran dan kesesuaian isi pada saat menerapkannya sebagai perangkat pembelajaran di sekolah.
Unsur-unsur di atas diperlukan bagi pengembangan bahan ajar agar dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan identifikasi kebutuahan awal akan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa kelas IV SD. Bahan ajar yang baik tidak hanya mengacu pada unsur-unsur di atas, perlu adanya suatu instrumen untuk mengevaluasi suatu produk bahan ajar apakah layak untuk digunakan oleh siswa
Model pengembangan perangkat pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti terdiri dari:
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih, Permendikbud (2013:9). RPP dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mengarahkan kegiatan
36
pembelajaran siswa dalam mencapai Kompetensi Dasar (KD). Dalam RPP terdiri dari beebagai komponen sebagai pembentuknya, komponen- komponen tersebut adalah,
(1). Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan. (2). Identitas pelajaran atau tema/subtema.
(3). Kelas/semester. (4). Materi pokok
(5). Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dari beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai. (6). Kompetensi inti (KI), merupakan gambaran secara kategorial
mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari siswa untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran.
(7). Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi. 2. Silabus.
Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus paling sedikit memuat:
1) Identitas mata pelajaran
2) Identitas meliputi, satuan pendidikan dan kelas.
3) Kompetensi inti, gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan
37
yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
4) Kompetensi dasar, merupakan kemampuan spesifik yang mencangkup sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran.
5) Tema
6) Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.
7) Pembelajaran, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
8) Penilaian, merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. 9) Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur
kurikulum untuk satu semester dan satu tahun.
10) Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak, dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan.
3. Lembar Kegiatan Siswa.
Lembar kerja siswa berarti lembaran duplikat yang berisi uraian singkat materi dan soal-soal yang disusun langkah demi langkah secara teratur dan sistematis yang haris dikerjakan oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran sehingga mempermudah pemahaman terhadap materi
38
pelajaran yang didapat. Selain itu LKS memiliki tujuan, diantaranya sebagai berikut:
1) Melatih para siswa lebih mendalami ilmu yang telah dipelajari untuk agar tercipta dasar pengetahuan yang lebih baik untuk belajar pada tahap berikutnya.
2) Melatih para siswa untuk bekerja sungguh-sungguh dengan cermat serta berpikir jujur, sistematis, rasional dalam sistem kerja yang praktis.
3) Melatih para siswa membuat laporan praktis percobaan sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang persoalan yang sudah diperaktekkan.
4. Penilaian.
Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencangkup penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. Pemendikbud (2013: 5). Pada penilaian kurikulum 2013 terdapat karakteristik sebagai berikut:
(1). Belajar tuntas.
Asumsi yang digunakan dalam belajar tuntas adalah peserta didik dapat mencapai kompetensi yang ditentukan, asalkan peserta didik mendapat bantuan yang tepat dan dapat diberi waktu sesuai yang dibutuhkan. Peserta didik yang belajar lambat perlu diberi waktu
39
lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan peserta didik pada umumnya.
(2) Otentik.
Memandang penilaian dan pembelajaran adalah merupakan dua hal yang saling berkaitan. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keteampilan, dan sikap). Contoh-contoh tugas otentik: pemecahan masalah matematika, melaksanakan percobaan, bercerita, menulis laporan, berpidato, membaca puisi, membuat peta perjalanan.
(3) Berkesinambungan.
Penilaian berkesinambungan dimaksudkan sebagai penilaian yang dilakukan secar terus menerus dan berkelanjutan selama pembelajaran berlangsung. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).
(4) Menggunakan teknik penilian yang bervariasi.
Teknik penilian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, proyek, pengamatan, dan penilaian diri. (5) Berdasarkan acuan kriteria.
40
Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan belajar minimal (KKM), yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing dengan mempertimbangkan karakteristik kompetensi dasar yang akan dicapai, daya dukung (saran dan guru), dan karakterisitik peserta didik.
a. Penelitian yang Relevan
Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran, yang mengacu pada kurikulum 2013, merupakan hal yang baru sehingga belum banyak sumber yang bisa digunakan untuk sumber penelitian yang relevan. Berikut dua penelitian relevan yang seuai dengan penelitian pengembangan perangkat pembelajaran
Pertama, penelitan pengembangan yang berjudul “Pengembangan Bahan
Ajar Mengacu Kurikulum 2013 Subtema Meneladani Sikap Pahlawan Bangsaku untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar” (skripsi tidak diterbitkan) yang dilakukan oleh Vitus Winda Ari Wismantaka (2013). Penelitian yang dilakukan menggunakan metode R and D (Research and Devolopment) ini menghasilkan produk bahan ajar yang mengacu Kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, pendidikan karakter berbasis budaya lokal, serta penilaian secara otentik pada kegiatan belajarnya. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas IV SD Negeri Cebongan Sleman, sedangkan
41
kuesioner digunakan untuk validasi kualitas bahan ajar oleh Pakar Kurikulum 2013, dua guru kelas IV SD, dan 10 siswa kelas IV SD. Berdasarkan validasi pakar Kurikulum 2013, dua guru kelas IV SD, dan 10 siswa kelas IV SD Pangudi Luhur Sedayu bahan ajar tersebut memperoleh rerata skor 4,43 dan termasuk dalam kategori “sangat baik”. Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar mengacu Kurikulum 2013.
Kedua, penelitian pengembangan yang berjudul “Pengembangan bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan membaca pada mata pelajaran bahasa indonesia sd kelas iv semester gasal ” (skripsi tidak diterbitkan) yang dilakukan oleh Yohanna Prisca Apriyani (2013) penelitian ini menggunakan metode R and D (Research and Devolopment). Hasil penelitian ini menghasilkan produk bahan ajar. Subjek dalam uji coba lapangan penelitian ini adalah 10 siswa kelas IV SDN Pakem 4. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 pada bulan Mei. Instrumen dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru bahasa Indonesia kelas IV SDN Pakem 4, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas bahan ajar oleh pakar pembelajaran bahasa Indonesia, pakar pendidikan karakter, guru bahasa Indonesia dan siswa. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan membaca pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDN Pakem 4 semester gasal yang memiliki kualitas sangat baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester gasal berdasarkan validasi dari pakar bahasa Indonesia, pakar pendidikan karakter,
42
guru Bahasa Indonesia, dan siswa kelas IV SDN Pakem 4. Hal itu ditunjukkan dengan skor rerata produk adalah 4,33 dan termasuk dalam kategori “sangat baik” Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar mengacu kurikulum 2013.
Ketiga, penelitian pengembangan yang berjudul pengembangan bahan ajar yang terintegrasi dengan pendidikan karakter untuk keterampilan berbicara pada mata pelajaran bahasa Indonesia SD kelas IV semester gasal, (skripsi tidak diterbitkan) yang dilakukan oleh Pungki Martinaningsih (2013) penelitian ini menggunakan metode R and D (Research and Devolopment). Subjek dalam penelitian ini melibatkan 10 siswa kelas IV SDN Banteng yang dilaksanakan pada bulan Mei 2013. Hasil penelitian ini adalah bahan ajar bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan pendidikan karakter yaitu karakter cerdas (sikap cermat, tepat dan cepat) dan menghargai (sikap mau mendengarkan orang lain) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk keterampilan berbicara kelas IV SD semester gasal. Bahan ajar yang dikembangkan mendapat kualitas baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SD dan 10 siswa kelas IV SDN Banteng. Hal ini ditunjukan dengan rerata produk yang memperoleh skor 4,072 dan termasuk kategori “baik”. Dengan demikian bahan ajar yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai bahan ajar mengacu kurikulum 2013
Berdasarkan paparan dari ketiga peneliti diatas dapat diketahuai bahwa, penelitian pengembangan yang dilakukan oleh peneliti diperluas sesuai dengan tuntutan dalam kurikulum 2013 khususnya kebeutuhan guru dalam memfasilitasi
43
siswa dalam proses pembelajaran dan kebutuhan siswa akan perangkat pembelajaran yang kiranya dapat mengaktifkan dan menarik minat siswa. perangkat pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik, penilaian autentik, dan pendekatan tematik integratif, sangat sesuai dengan pengembangan kurikulum 2013 yang mengutamakan pengembangan karakter. Selain itu penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneilaian yang otentik yang berfungsi untuk menilai aktifitas belajar siswa yang dimana dikaitkan dengan keadaan atau kondisi sekitar siswa.
b. Kerangka Pikir Mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Silabus, RPPTH beserta lembar kerja siswa dan penilaian otentik dengan mengguakan model Kemp dan proses penelitian R&D model Borg and Gall yang mengacu
Kurikulum SD 2013.
Kurikulum SD 2013 1. Rasional dan elemen perubahan. 2. Pendidikan karakter.
3. Pendekatan yang digunakan yaitu tematik integratif dan saintifik.
4. Menggunakan penilaian otentik.
Analisis Kebutuhan
Guru masih membutuhkan contoh perangkat pembelajaran yang baik mengacu Kurikulum SD 2013.
44
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disusun kerangka pikir tentang pengembangan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Kurikulum 2013, merupakan urikulum baru yang dipakai pemerintah guna mengembangkan proses pendidikan bagi bangsa, dalam proses pengembangannya pemerintah telah menyiapkan perangkat pembelajaran sebagai pendukung proses pembelajaran, namun pada aspek ini perlu berbagai sumber dan pengembangan perangkat pembelajaran agar proses dari pengembangan kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik dan efektif.
Berdasarkan alasan di atas maka peneliti melakukan pengembangan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 untuk siswa skelas IV sekolah dasar. Pendetatan saintifik, pendekatan tematik integratif dan penilaian autentik merupakan hal utama yang dikembangkan pada perangkat pembelajaran yang di lakukan oleh peneliti. Hal lain yang dikembangkan oleh peneliti dalam pengembangan bahan ajar adalah pendidikan karakter, sikap dan keterampilan yang dipakai untuk menilai proses pembelajaran dengan menggunakan penilian autentik.
Perangkat pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti adalah tema 6 dengan judul indahnya negeriku subtema keindahan alam negeriku. Dalam perangkat pembelajaran ini pendekatan tematik terpadu (integratif), dan pendekatan saintifik menjadi dasar dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Perangkat pembelajaran dikembangkan dengan menggunakan atau berbasis budaya lokal pada setiap kegiatan pembelajaran, selain itu karakter, dan penilaian yang autentik menjadi
45
bagian dari pengembangan perangkat pembelajaran yang dikembangakan oleh peneliti.
c. Pertanyaan Penelitian
Berdasarkan uraian teori diatas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut.
1. Bagaimana mengembangkan perangkat pembelajaran subtema keindahan alam negeriku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar? 2. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran subtema keindahan alam negeriku
mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut pakar kurikulum SD 2013?
3. Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran subtema keindahan alam negeriku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar menurut guru SD kelas IV?
46