C. PELAKSANAAN OUTPUT KEGIATAN DIPA TA. 2014
4. Model Peramalan OPT (1768.007)
Kegiatan Model Peramalan OPT meliputi kegiatan Pengembangan Model P3OPT dan Workshop Finalisasi Hasil Pengembangan P3OPT.
- Model P3OPT
Pada tahun 2014 BBPOPT melaksanakan kegiatan Pengembangan Teknologi P3OPT sebanyak 8 Judul kegiatan yaitu :
a) Uji Multilokasi Penerapan Aplikasi Simulasi Model Pakar OPT Padi (Pak Odi) Untuk WBC dan PBP Dengan Fitur Spektral di Wilayah LPHP Surakarta, Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan hasil uji multilokasi penerapan aplikasi Pak Odi 1.1 dan pustaka spektral pada OPT WBC dan PBP. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Juni – Nopember 2014. Hasil dari kegiatan adalah pengembangan aplikasi simulasi model peramalan Pak Odi (Pakar OPT Padi) versi 1.1 dengan tambahan fitur pustaka spektral pada OPT WBC, mampu meningkatkan akurasi peramalan populasi WBC. Dari hasil validasi, hasil simulasi WBC memiliki tingkat kesalahan berdasarkan MAPE (Mean Absolute Percentage Error) sebesar 48,6% dan untuk PBP memiliki tingkat kesalahan sebesar 42,6%.
b) Pengamatan Operasional Pengendalian Tikus dan Penyakit Utama Padi Skala Luas di Kabupaten Majalengka. Tujuan kegiatan adalah: Untuk mendapatkan model pengendalian hama tikus skala luas, kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei –
September 2014. Hasil dari kegiatan adalah model
pengendalian Trap Barrier System (TBS) dengan pemasangan 3 titik untuk setiap 1 dapat mengamankan 1 hamparan lahan sawah dari seranga tikus. Aplikasi Paenibacillus polymyxa dengan dosis 2,5 liter/ha dapat menekan serangan penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) 6,03%.
c) Pengaruh Aplikasi Agens Hayati dan Pestisida Nabati Terhadap Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung di Kabupaten Bogor. Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan Teknologi Pengendalian Agens Hayati dan Nabati Penyakit Bulai pada Tanaman Jagung, kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei – November 2014. Hasil dari kegiatan adalah pestisida nabati (rebusan lengkuas) dengan dosis 50 gr/liter (21 kg/420 liter/ hektar) pada perendaman benih, pertanaman 2, 4, 6, dan 8 MST efektif menekan penyakit bulai pada tanaman jagung. d) Model Peramalan Tungau Merah Pada Tanaman Ubi Kayu di
Kabupaten Lampung Tengah. Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan model peramalan tungau merah pada tanaman Ubi Kayu, kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei – Oktober 2014. Hasil kegiatan diperoleh 4 model peramalan, yaitu:
- Model peramalan populasi fase vegetatif, populasi pada
umur 30 hst (x) diregresikan dengan populasi 90 hst (Y) : Log (Y+2) = 0,571 + 0,933 log (x+2) : R² = 0,63, N = 137, Sig = 6.06E-31.
- Model peramalan fase generatif, populasi pada umur 120 –
165 hst (x) diregresikan dengan intensitas seranganya (Y) : Log (Y+1) = 0,363 + 0,987 log (x+1) : R² = 0,66, N = 57, Sig = 1.28E-14.
- Model Peramalan produksi lama hari infestasi (x)
diregresikan dengan hasil produksi (Y) : Log (Y+1) = 0,785 log (x+1) – 1, 547 : R² = 0,62, N = 40, Sig = 1.62E-09.
- Model Peramalan produksi intensitas serangan (x)
diregresikan dengan hasil produksi (Y) : Log (Y+2) = 0,1125 + 0,562 Log (X+2), R² = 0,62, N = 216, Sig = 3.74E-47
e) Penerapan Paket Teknologi Pengendalian OPT Pada Tanaman Kedelai Skala Luas di Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan 1 komponen pengendalian OPT Kedelai dari pra tanam sampai tanam, kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2014. Hasil kegiatan adalah Agens hayati dapat mengendalikan OPT
Aphis gycines dan kutu Bemicia tabaci sampai 6 mst, kumbang
kedelai pada 8 mst, dan penyakit karat sampai 8 mst, Liquide
smooke dapat mengendalikan OPT Aphis gycines dan penyakit
karat sampai 6 mst, kumbang kedelai pada 8 mst, Penggunaan agens hayati dan liquide smooke dapat mengendalikan OPT kedelai dari mulai pra tanam sampai panen meskipun tidak sama dengan insetisida sintetik.
f) Pengembangan Metode Pengamatan Penyakit Karat Daun Pada Tanaman Kacang Tanah di Kabupaten Subang. Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan metode pengamatan penyakit karat daun yang efektif pada tanaman Kacang Tanah, kegiatan dilaksanakan pada bulan Juni – September 2014. Hasil kegiatan Faktor yang mengindikasikan patogen tidak terlalu agresif adalah varietas tanaman kacang tanah yang digunakan tahan dan faktor lingkungan tidak terlalu mendukung perkembangan patogen. Fase kritis kacang tanah terhadap perkembangan penyakit karat daun muncul pada Minggu ke-6 (umur 42 hari) dengan intensitas mencapai 23,34%. Pengendalian dengan menggunakan agen antagonis atau kimia dapat dilakukan sebelum mencapai titik kritis.
g) Pengembangan Metode Pengamatan OPT Utama Pada
Tanaman Kacang Hijau di Kabupaten Cirebon, Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan metode pengamatan hama utama Kacang Hijau, kegiatan dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2014. Hasil kegiatan adalah pola umum perubahan indeks sebaran hama utama pada tanaman kacang hijau di Kabupaten Cirebon pada setiap pengamatan adalah konstan (tidak beragam terhadap rata-rata). Pengamatan hama utama pada tanaman kacang hijau di lapangan pada setiap umur tanaman dapat dilakukan dengan teknik dan jumlah contoh yang sama. Jumlah rumpun contoh yang dibutuhkan dalam pengamatan lapang populasi hama adalah 21 rumpun contoh untuk tingkat kepercayaan (D = 0,3) dan 47 rumpun untuk tingkat kepercayaan (D = 0,2).
h) Pengembangan Model Peramalan Serangan Kumbang Cylas formicarius Pada Tanaman Ubi Jalar di Kabupaten Kuningan. Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan model peramalan serangan kumbang C. formicarius pada tanaman Ubi Jalar, kegiatan dilaksanakan pada bulan Juli – Desember 2014. Hasil kegiatan adalah intensitas serangan C. formicarius pada saat panen (Y) dapat diramal dari populasi C. formicarius pada umur 12 mst (x) dengan model persamaan:
Log Y = - 0,12737*Log(X12+1)2 + 0,63095*Log (X12+1)
+0,77546
(R2 = 0,767 P= 0,000 CL= 0,07299).
Kinerja yang diharapkan dari kegiatan Pengembangan Teknologi Pengendalian OPT adalah dapat dirakitnya teknologi P3OPT dengan jenis OPT, Komoditas, model maupun perbaikan paket teknologi yang sudah ada. Ringkasan detail masing – masing kegiatan tersebut di atas disajikan pada lampiran 18.
- Workshop Finalisasi Hasil Pengembangan Pengamatan Peramalan
BBPOPT akan menerbitkan Buku panduan tentang Ramalan Serangan OPT Pangan dan Hortikultura. Untuk mendukung kegiatan tersebut maka BBPOPT mengadakan kegiatan Workshop Finalisasi Hasil Pengembangan Pengamatan dan Pengendalian OPT Pangan Tahun 2014 yang dilaksanakan selama 3 hari di ruang Pertemuan 1 Balai Besar Peramalan OPT pada tanggal 17 – 19 Desember 2014, diikuti oleh seluruh Pejabat Struktural BBPOPT, Fungsional Khusus POPT dan Fungsional Umum. Dari kegiatan tersebut akan mendapatkan Model Peramalan Tanaman Pangan dan Hortikultura yaitu:
Tabel 25. Hasil Finalisasi Hasil Pengembangan Pengamatan
Peramalan dan Pengendalian OPT Pangan Komoditas Padi.
No Jenis OPT Jumlah
Model (*) Keterangan
1 Wereng Batang coklat 6
2 BLB 1
3 Penggerek Batang 1
4 Penggerek Batang Padi
Kuning
2
5 Penggerek Batang Padi
Putih
3
6 Tikus 5
7 Penyakit Hawar Daun
Bakteri
6
8 Penyakit Busuk Pelepah 1
9 Penyakit Blas 1
10 Penyakit Tungro 3
11 OPT Mutlak 1
12 OPT Tidak Mutlak 1
Tabel 26. Hasil Finalisasi Hasil Pengembangan Pengamatan Peramalan dan Pengendalian OPT Pangan Komoditas Jagung.
No Jenis OPT Jumlah
Model (*) Keterangan
1 Ulat Grayak 2
3 Belalang Kembara di Provinsi Lampung 8 4 Belalang Kembara di Pulau Sumba, NTB 4 5 Penggerek Batang 1
Tabel 27. Hasil Finalisasi Hasil Pengembangan Pengamatan dan Pengendalian OPT Pangan Komoditas Kedelai.
No Jenis OPT Jumlah
Model (*) Keterangan
1 Ulat Grayak 1
2 Ulat Penggulung Daun 1
3 Belalang 2
4 Kutu Kebul 9
5 Penggerek Polong 3
Tabel 28. Hasil Finalisasi Hasil Pengembangan Pengamatan dan
Pengendalian OPTHortikultura.
No Jenis OPT Jumlah Model
(*) Keterangan
1 OPT Buah Buahan
- Lalat Buah Pada
Tanaman buah – buahan
1
2 OPT Sayuran
- Lalat Buah Pada Cabe
Merah
1
- Kutu Daun Persik Pada
Cabe Merah
1
(*) Jumlah Model Peramalan Belum Final.