• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

5.1.3 Analisis Regresi Linear Berganda (Inferensial)

5.1.3.2 Model Persamaan Regresi

Asumsi klasik model regresi telah terpenuhi dengan tidak ada kendala. Hal ini mengindikasikan bahwa model prediksi dari model regresi sudah memenuhi kriteria BLUE (best, linear, unbiased estimate). Prediksi model sudah mendekati keadaan sebenarnya. Hasil regresi dari model penelitian dievaluasi dengan melihat kontribusi prediksi variabel bebas dalam menjelaskan variabel terikat melalui nilai koefisien determinasi adjusted R-square, signifikansi prediksi secara serempak melalui F-test pada ANOVA, serta besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap terikat melalui koefisien regresi.

Tabel 5.12

a. Predictors: (Constant), Fasilitas, Umur Bangunan, Motivasi Kepemilikan, Tempo Sewa, Luas Bangunan

b. Dependent Variable: Capitalization Rate

Tabel 5.12 memberikan informasi tentang kemampuan prediksi regresi dalam menjelaskan kinerja internal auditor. Nilai koefisien korelasi R sebesar 0,953 mengindikasikan adanya hubungan yang sangat kuat antara variabel bebas terhadap tingkat capitalization rate dari perumahan di Kecamatan Medan Helvetia. Nilai adjusted R-square pada model penelitian mengindikasikan bahwa variabel bebas luas bangunan (X1), umur bangunan (X2), tempo sewa (X3), motivasi kepemilikan (X4), dan fasilitas (X5) mampu menjelaskan 89,5% variansi data pada variabel terikat tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia (Y). Selebihnya, sebanyak 10,5% variansi data pada tingkat kapitasisasi

seperti faktor lokasi perumahan, akses ke pasar, serta minat konsumen terhadap

b. Predictors: (Constant), Fasilitas, Umur Bangunan, Motivasi Kepemilikan, Tempo Sewa, Luas Bangunan

Tabel 5.12 memberikan informasi bahwa secara bersama-sama variabel bebas luas bangunan (X1), umur bangunan (X2), tempo sewa (X3), motivasi kepemilikan (X4), dan fasilitas (X5) mampu mempengaruhi secara signifikan terhadap tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia.

Keputusan ini diperoleh berdasarkan nilai hitung yang lebih besar daripada F-tabel, atau melalui nilai signifikansi F-test yang lebih kecil dari 0,05 (Sig F <

0,001). Dengan demikian, variabel luas bangunan (X1), umur bangunan (X2), tempo sewa (X3), motivasi kepemilikan (X4), dan fasilitas (X5) adalah benar bersifat sebagai prediktor untuk tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia.

Motivasi

Kepemilikan ,501 ,185 ,143 2,704 ,011

Fasilitas ,382 ,177 ,122 2,155 ,038

a. Dependent Variable: Capitalization Rate

Tabel 5.13 merangkum koefisien regresi untuk model penelitian.

Berdasarkan Tabel 5.13, model persamaan regresi untuk memprediksi tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia dirumuskan sebagai:

Y= 0,488 + 0,760 X1 + 0,455 X2 + 0,292 D1 + 0,501 D2 + 0,382 D3 Dengan;

Y = Tingkat Kapitalisasi Perumahan X1 = Luas Bangunan

X2 = Umur Bangunan D1 = Tempo Sewa (dummy)

D2 = Motivasi Kepemilikan (dummy) D3 = Fasilitas (Garasi) (dummy)

Koefisien regresi pada variabel luas bangunan adalah 0,760. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu unit pada luas bangunan, atau setiap peningkatan kelas dari luas bangunan, ataupun luas bangunan semakin luas, maka nilai capitalization rate dari perumahan akan cenderung mengalami peningkatan sebesar 0,760%. Uji-t mengindikasikan bahwa t-hitung (14,144) lebih besar daripada nilai kritis 1,65 ataupun nilai signifikansi 0,000<0,05 yang menyimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif dan signifikan dari luas bangunan terhadap tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan

Helvetia. Semakin tinggi luas bangunan yang dimiliki, semakin tinggi pula pencapaian kapitalisasi perumahan yang dicapai.

Koefisien regresi pada variabel umur bangunan adalah 0,455. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu unit pada umur bangunan, atau setiap peningkatan kelas dari umur bangunan, ataupun umur bangunan semakin lama, maka nilai capitalization rate dari perumahan akan cenderung mengalami peningkatan sebesar 0,455%. Uji-t mengindikasikan bahwa t-hitung (8,017) lebih besar daripada nilai kritis 1,65 ataupun nilai signifikansi 0,000<0,05 yang menyimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif dan signifikan dari umur bangunan terhadap tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia. Semakin tinggi umur bangunan yang dimiliki, semakin tinggi pula pencapaian kapitalisasi perumahan yang dicapai.

Koefisien regresi pada variabel tempo sewa bangunan adalah 0,292.

Variabel ini merupakan variabel dummy dengan dasar perbandingan tempo sewa rumah 12 bulan. Koefisien ini mengindikasikan bahwa secara statistik, tingkat capitalization rate dari perumahan dengan tempo sewa 24 bulan lebih tinggi

0,292% dibandingkan dengan tempo sewa 12 bulan. Uji-t mengindikasikan bahwa t-hitung (1,163) lebih kecil daripada nilai kritis 1,65 ataupun nilai signifikansi 0,253 > 0,05 yang menyimpulkan bahwa secara statistik tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari tempo sewa bangunan terhadap tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia. Meskipun secara umum tempo 24 bulan akan memberikan capitalization rate yang lebih baik dari 12 bulan, namun pengaruh ini tidak signifikan secara statistik.

Koefisien regresi pada variabel motivasi kepemilikan bangunan adalah 0,501. Variabel ini merupakan variabel dummy dengan dasar perbandingan adalah motivasi kepemilikan rumah non-investasi. Koefisien ini mengindikasikan bahwa secara statistik, tingkat capitalization rate dari perumahan dengan motivasi kepemilikan sebagai motivasi investasi memiliki tingkat capitalization rate yang lebih tinggi sebesar 0,501% dibandingkan dengan kepemilikan rumah dengan motivasi non-investasi. Uji-t mengindikasikan bahwa t-hitung (2,704) lebih besar daripada nilai kritis 1,65 ataupun nilai signifikansi 0,011 < 0,05 yang menyimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif dan signifikan dari motivasi investasi kepemilikan perumahan terhadap tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia. Kepemilikan rumah dengan motivasi investasi memberikan capitalization rate yang lebih tinggi daripada perumahan non-investasi.

Koefisien regresi pada variabel fasilitas garasi adalah 0,382. Variabel ini merupakan variabel dummy dengan dasar perbandingan adalah perumahan non-garasi atau tidak memiliki fasilitas non-garasi. Koefisien ini mengindikasikan bahwa secara statistik, tingkat capitalization rate dari perumahan yang memiliki fasilitas garasi memiliki tingkat capitalization rate yang lebih tinggi sebesar 0,382%

dibandingkan dengan perumahan tanpa garasi. Uji-t mengindikasikan bahwa t-hitung (2,155) lebih besar daripada nilai kritis 1,65 ataupun nilai signifikansi 0,038 < 0,05 yang menyimpulkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif dan signifikan dari fasilitas garasi terhadap tingkat kapitalisasi perumahan di Kecamatan Medan Helvetia. Perumahan dengan fasilitas garasi memberikan capitalization rate yang lebih tinggi daripada perumahan non-garasi.

5.2 Pengujian Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini akan diuji dengan menggunakan uji signifikansi t-test. Apabila nilai signifikansi yang diperoleh signifikan atau lebih kecil dari 0,05,

maka hipotesis penelitian, Ha diterima. Pengujian hipotesis penelitian dirangkum dalam Tabel 5.15.

Diduga secara parsial luas bangunan rumah berpengaruh signifikan ke arah positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah;

0,760 0,000 Diterima

H2

Diduga secara parsial umur bangunan rumah berpengaruh signifikan ke arah positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah;

0,455 0,000 Diterima

H3

Diduga secara parsial tempo sewa berpengaruh signifikan ke arah negatif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah;

0,292 0,253 Ditolak

H4

Diduga secara parsial motivasi kepemilikan rumah berpengaruh signifikan ke arah positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah;

0,501 0,011 Diterima

H5

Diduga secara parsial keberadaan fasilitas rumah (garasi) berpengaruh signifikan ke arah positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah;

0,382 0,038 Diterima

Tabel 5.15 memberikan informasi bahwa luas bangunan memiliki

terbukti signifikan dalam memprediksi tingkat kapitalisasi tersebut (p-value <

0,05). Dengan demikian data yang diperoleh dalam penelitian ini memberikan cukup bukti untuk menyatakan bahwa secara statistik luas bangunan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapitalisasi nilai rumah perumahan formal di Kecamatan Medan Helvetia. Hipotesis pertama penelitian diterima.

Tabel 5.15 memberikan informasi bahwa umur bangunan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah (b1=0,455). Pengaruh ini terbukti signifikan dalam memprediksi tingkat kapitalisasi tersebut (p-value <

0,05). Dengan demikian data yang diperoleh dalam penelitian ini memberikan cukup bukti untuk menyatakan bahwa secara statistik umur bangunan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapitalisasi nilai rumah perumahan formal di Kecamatan Medan Helvetia. Hipotesis kedua penelitian diterima.

Tabel 5.15 memberikan informasi bahwa tempo sewa bangunan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah (b1=0,292) yang mengindikasikan bahwa semakin lama tempo sewa, semakin besar kapitalisasi yang dicapai. Sayangnya, pengaruh ini tidak terbukti signifikan dalam memprediksi tingkat kapitalisasi tersebut (p-value 0,253 > 0,05). Dengan demikian data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak memberikan cukup bukti untuk menyatakan bahwa secara statistik tempo sewa bangunan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapitalisasi nilai rumah perumahan formal di Kecamatan Medan Helvetia. Hipotesis ketiga penelitian ditolak.

Tabel 5.15 memberikan informasi bahwa motivasi kepemilikan bangunan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah (b1=0,501).

Pengaruh ini terbukti signifikan dalam memprediksi tingkat kapitalisasi tersebut (p-value < 0,05). Dengan demikian data yang diperoleh dalam penelitian ini memberikan cukup bukti untuk menyatakan bahwa secara statistik motivasi kepemilikan bangunan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapitalisasi nilai rumah perumahan formal di Kecamatan Medan Helvetia. Motivasi kepemilikan rumah untuk investasi memberikan tingkat kapitalisasi nilai rumah yang lebih baik dari motivasi non-investasi. Hipotesis keempat penelitian diterima.

Tabel 5.15 memberikan informasi bahwa fasilitas garasi perumahan memiliki pengaruh positif terhadap tingkat kapitalisasi nilai rumah (b1=0,382).

Pengaruh ini terbukti signifikan dalam memprediksi tingkat kapitalisasi tersebut (p-value < 0,05). Dengan demikian data yang diperoleh dalam penelitian ini memberikan cukup bukti untuk menyatakan bahwa secara statistik fasilitas garasi perumahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kapitalisasi nilai rumah perumahan formal di Kecamatan Medan Helvetia. Perumahan yang memiliki fasilitas garasi akan mampu memberikan tingkat kapitalisasi nilai rumah yang lebih baik dari perumahan non-garasi. Hipotesis kelima penelitian diterima.

Dokumen terkait