V. MODEL TABUNGAN RUMAH TANGGA
5.1. Analisis Model Penelitian
5.2.5. Model Tabungan Rumah Tangga Pensiunan dan Lainnya 1 Pendapatan Permanen dan Tabungan Rumah Tangga
Hubungan antara tabungan dan pendapatan permanen adalah positif dan signifikan dengan derajat signifikansi 1%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan permanen maka tabungan rumah tangga pensiunan dan lainnya juga semakin tinggi. Dari nilai elastisitas tabungan terhadap pendapatan permanen dapat dikatakan bahwa apabila pendapatan permanen rumah tangga pensiunan dan lainnya naik 1% maka tabungan rumah tangga akan meningkat sebesar 2,224%. Proporsi tabungan-pendapatan permanen untuk pensiunan dan lainnya adalah sebesar 15%, berarti rumah tangga pensiunan dan lainnya menabung rata-rata sebesar 15% dari pendapatan permanennya.
Apabila dilihat dari elastisitas tabungan terhadap pendapatan permanen, maka rumah tangga pensiunan dan lainnya mempunyai nilai yang paling besar daripada rumah tangga lain. Hal ini terjadi karena beban ketergantungan (dependency ratio) rumah tangga pensiunan dan lainnya paling rendah, yaitu 0,8 (lihat Tabel 4.1.3), sehingga jumlah pengeluaran konsumsi relatif rendah dan sisanya (tabungan) menjadi besar. Hasil tersebut didukung oleh besarnya proporsi tabungan-pendapatan total yang menunjukkan nilai paling besar (15,1%).
Untuk rumah tangga pensiunan dan lainnya terdapat perbedaan yang relatif besar antara kemampuan dan kemauan menabung (lihat Tabel 5.2.1) . Hal tersebut terjadi karena pendapatan permanen rumah tangga ini relatif kecil, sehingga lebih diprioritaskan untuk keperluan pengeluaran/konsumsi.
5.2.5.2. Pendapatan Sementara dan Tabungan Rumah Tangga
Hubungan antara tabungan dan pendapatan sementara adalah positif dan signifikan dengan tingkat signifikansi 10%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendapatan sementara maka tabungan rumah tangga pensiunan dan lainnya juga semakin tinggi. Dilihat dari nilai elastisitas tabungan terhadap pendapatan sementara diketahui bahwa apabila pendapatan sementara rumah tangga pensiunan dan lainnya naik 1 % maka tabungan rumah tangga akan meningkat sebesar 0,391%. Proporsi tabungan-pendapatan sementara untuk pensiunan dan lainnya adalah sebesar 109%, berarti rumah tangga pensiunan dan lainnya menabung rata-rata sebesar 109% dari pendapatan sementaranya.
5.2.5.3 Umur Kepala Rumah Tangga dan Tabungan Rumah Tangga
Umur kepala rumah tangga berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap tabungan rumah tangga. Hasil tersebut didukung oleh Tabel 4.9.1 dan 4.9.2, yang menunjukkan bahwa hubungan antara dua variabel ini adalah negatif. Apabila dilihat dari gambar hubungan tabungan dan umur kepala rumah tangga dapat diketahui bahwa sampai pada umur sekitar 60 tahun tabungan mengalami kenaikan dan setelah itu menurun. Rata-rata umur kepala rumah tangga pensiunan dan lainnya dalam studi ini adalah 64,9 tahun, sehingga dalam kisaran umur tersebut tabungan sudah mulai menurun. Hal ini didukung dengan kecenderungan besarnya pendapatan permanen dan pendapatan sementara pada kisaran umur yang sama.
5.2.5.4. Pendidikan Kepala Rumah Tangga dan Tabungan Rumah Tangga
Pendidikan kepala rumah tangga menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap tabungan rumah tangga Tingkat pendidikan kepala rumah tangga pensiunan dan lainnya rata-rata adalah 9,6 tahun atau setara dengan SLTA tetapi tidak lulus. Hal tersebut didukung oleh Tabel 4.9.1 dan 4.9.2 yang menunjukkan bahwa hubungan antara dua variabel ini positif.
5.2.5.5. Harapan Hidup dan Tabungan Rumah Tangga
Hubungan antara tabungan dan harapan hidup rumah tangga adalah negatif dan signifikan dengan tingkat signifikansi 10%. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi harapan hidup rumah tangga maka tabungan rumah tangga pensiunan dan lainnya semakin berkurang. Dari nilai elastisitas tabungan terhadap harapan hidup rumah tangga diketahui apabila harapan hidup rumah tangga meningkat 1%, maka jumlah tabungan rumah tangga akan meningkat sebesar 0,410%. Hasil tersebut didukung oleh Tabel 4.9.1 dan 4.9.2 yang menunjukkan bahwa hubungan antara dua variabel ini negatif dan signifikan. Pada umumnya pendapatan rumah tangga pensiunan dan lainnya lebih rendah daripada saat masih bekerja, sementara itu pola konsumsi relatif konstan. Untuk mencukupi besarnya pengeluaran/konsumsi tersebut, maka rumah tangga ini harus mengurangi tabungan atau melakukan dissaving, sehingga hubungannya menjadi negatif.
5.2.5.6. Dependency Ratio dan Tabungan Rumah Tangga
Hubungan antara tabungan rumah tangga dan dependency ratio adalah positif tetapi tidak signifikan. Rata-rata dependency ratio rumah tangga pensiunan dan
lainnya adalah 0,8. Perbedaan tanda hubungan antara tabungan rumah tangga dan
dependency ratio, pada rumah tangga pensiunan karena rumah tangga ini mempunyai
nilai dependency ratio lebih kecil daripada rumah tangga lainnya. Dengan beban ketergantungan yang lebih kecil, maka proporsi pengeluaran/konsumsi terhadap pendapatan juga menjadi lebih kecil, sehingga jumlah yang ditabung menjadi lebih besar.
5.2.5.7. Kredit dan Tabungan Rumah Tangga
Hasil estimasi menunjukkan bahwa kredit berpengaruh secara negatif dan signifikan dengan derajat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya kredit/pinjaman akan mengurangi jumlah tabungan rumah tangga. Dari nilai elastisitas tabungan terhadap kredit rumah tangga diketahui bahwa jumlah tabungan rumah tangga yang mempunyai kredit lebih rendah 0,966 daripada rumah tangga yang tidak mempunyai kredit.
5.2.5.8. Asuransi dan Tabungan Rumah Tangga
Hasil analisis menunjukkan bahwa asuransi berpengaruh secara negatif tetapi tidak signifikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan adanya asuransi akan mengurangi jumlah tabungan. Hubungan yang tidak signifikan antara tabungan dan asuransi pada rumah tangga pensiunan dan lainnya ini disebabkan masih rendahnya kesadaran dan keperduliannya tentang asuransi, karena pada umumnya rumah tangga ini sudah berusia lanjut.
5.2.5.9. Ekspektasi Rasional dan Tabungan Rumah Tangga
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi rasional terhadap inflasi dari rumah tangga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tabungan rumah tangga dengan tingkat signifikansi 5%. Dari nilai elastisitas tabungan terhadap ekspektasi rasional diketahui bahwa apabila ekspektasi rasional rumah tangga pensiunan dan lainnya terhadap inflasi naik 1% maka jumlah tabungan akan berkurang sebesar 0,371%.
Untuk rumah tangga Pensiunan dan lainnya yang mempunyai standar gaji tertentu, naiknya inflasi akan mengakibatkan pendapatan riil untuk keperluan pengeluaran/konsumsi menjadi berkurang. Apabila pendapatan riil berkurang sementara jumlah pengeluaran/konsumsi relatif tetap maka sisa antara keduanya menjadi lebih kecil. Sisa antara pendapatan dan pengeluaran/konsumsi merupakan jumlah yang ditabung. Dengan demikian kenaikan inflasi akan mengakibatkan rumah tangga ini mengurangi tabungan.