• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Pengawasan dan Pengukuran Gejala Kualitas Daya

3.3 Teknik Penerapan

3.3.5 Periode Monitoring

3.3.5.4 Monitoring Studi Tenaga

Tipe monitoring ini merupakan kunci penting dalam pemahaman bagaimana gambaran keseluruhan kualitas daya berubah sebagai hasil perubahan-perubahan besar di suatu area. Studi tenaga listrik dilakukan dalam periode waktu yang lama, biasanya beberapa tahun, pada berbagai lokasi.

3.4 Interprestasi Hasil-Hasil Monitoring Daya

Troubleshooting dan pemecahan masalah yang berhubungan dengan tenaga listrik mencakup sejumlah isu. Beberapa permasalahan diselesaikan dengan cara meneliti beban secara hati-hati, yang lainnya dengan cara memverifikasi pelaksanaan pengkabelan dan pembumian yang benar, dan yang lain juga mungkin memerlukan

48 Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT penggunaan peralatan monitoring tenaga. Dalam pelaksanaannya tidak seorangpun dapat menangani setiap masalah. Misalnya seorang dokter dapat menerjemahkan suatu electrocardiogram, tetapi tidak akan pernah membuat satu rekomendasi tanpa menganalisa/menguji catatan kesehatan pasien, gaya hidup dan makanan (diet).

Dengan cara yang sama, seseorang hendaknya tidak mendiagnosa suatu masalah tenaga listrik hanya dengan memperhatikan satu bagian informasi.

Semua upaya untuk memperoleh informasi tidak mempunyai arti kecuali investigator mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk menghasilkan suatu solusi dari data yang tersedia. Menginterpretasikan suatu output monitor tenaga barangkali merupakan bagian yang paling kritikal dalam proses monitoring tenaga listrik.

3.4.1 Interpretasi Ringkasan Data

Salah satu dari tahap pertama dalam menginterpretasi data dari suatu monitor daya adalah menguji suatu ringkasan data yang diperoleh pada interval waktu tertentu.

Interval ini mungkin saja dari satu jam sampai satu bulan, tetapi secara umum paling sedikit harus satu siklus bisnis.

3.4.1.1 Persiapan

Tipe dan detail ringkasan data harus merefleksikan tujuan dan sasaran awal. Hal ini merupakan suatu alasan untuk mempunyai target yang jelas dan menyiapkan secara baik monitor daya. Suatu ringkasan umumnya akan fokus pada dua hal. Pertama, data harus ditempatkan sesuai dengan waktu kejadian sehingga memungkinkan pengkorelasian kronologis yang cepat. Kedua, data harus digolongkan dalam kategori gangguan dan waktu, meringkas data yang didasarkan pada gangguan-gangguan tertentu.

3.4.1.2 Pemeriksaan

Pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk memperkuat hasil analisis. Semua peralatan pencatat gangguan daya hanya merupakan perangkat (tools) yang bergantung pada keterampilan dan pengetahuan pengguna. Tanpa memperhatikan bagaimana kehati-hatian pengguna dalam mengeliminasi data yang salah, beberapa data bahkan dapat terselip. Hasil analisis data harus mempunyai makna (make sense) dalam kenyataannya. Pemeriksaan langsung akan memastikan bahwa data yang direkam adalah layak sesuai dengan metoda konfigurasi jaringan dan sambungan monitor.

3.4.1.3 Interprestasi

Bila ringkasan data tertentu sudah valid, maka putaran pertama dari penafsiran dapat berlangsung. Hal ini mungkin tidak mencapai target seperti yang diinginkan, tetapi hal tersebut akan menyediakan informasi yang diperlukan untuk melanjutkan penelitian data lebih lanjut.

Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT 49 Batas waktu ringkasan disediakan dalam kronologis ikhtisar kejadian selama interval monitoring. Histogram ini harus dibandingkan dengan siklus beban, log kegagalan, spesifikasi peralatan, hasil wawancara personil, atau informasi lain yang terkumpul.

Jika permasalahannya mencakup gagal fungsi (malfunction) peralatan, dimungkinkan mengisolasi gangguan terhadap peralatan yang sensitif. Histogram gangguan / waktu dapat dengan cepat menunjukkan apakah terjadi gangguan, jika benar, kapan kejadian gangguan tersebut. Pola dalam waktu atau karakteristik gangguan dapat memperlihatkan sumber permasalahan yang tepat.

3.4.2 Ekstraksi Data Kritikal

Seringkali ringkasan tidak menyediakan suatu solusi aktual pada suatu masalah.

Ringkasan tersebut membantu menentukan data apa yang diperlukan untuk diuji lebih detail. Data ini disebut sebagai data kritikal. Sebagai contoh, dalam ringkasan mungkin menunjukkan bahwa tegangan sag dan peningkatan tegangan netral ke bumi mempunyai suatu akibat langsung serta pengaruh hubungan, tetapi untuk tegangan transien tidak terjadi. Dengan demikian, peningkatan tegangan sag dan netral ke bumi dipertimbangkan sebagai data kritikal.

3.4.2.1 Penentuan Kejadian Kritikal dari Gangguan yang Berkali-kali

Tahap berikutnya dalam menginterpretasikan hasil memonitor adalah mengambil data kritikal dan menggabungkannya ke dalam kejadian-kejadian. Suatu kejadian merupakan fenomena elektromagnetik yang dihasilkan dalam satu atau lebih laporan-laporan dari monitor daya. Sebagai contoh, selama pemutusan singkat, monitor mungkin melaporkan sebagai pemutusan atau tegangan sag fasa ke netral, satu atau lebih tegangan transien dan satu atau dua gangguan bentuk gelombang.

Pada kenyataannya, penentuan peristiwa kritikal melibatkan pengumpulan semua gangguan yang nampak untuk menggambarkan kejadian yang sama, kemudian menganalisis setiap gangguan. Jika tegangan sag fasa ke netral terjadi, apakah tegangan netral ke bumi juga meningkat yang menandakan suatu perubahan beban pada rangkaian yang dimonitor? Jika suatu pemutusan terjadi, apakah terdapat grafik-grafik bentuk gelombang yang menunjukkan adanya pemutusan lokal atau pemutusan dari utiliti? Satu kejadian yang berulang-ulang akan dilihat sebagai suatu kelompok gangguan, masing-masing memberikan informasi berharga.

3.4.2.2 Pemeriksaan Kejadian Nyata

Pemeriksaan suatu kejadian nyata harus dilakukan dengan grafik dan laporan aktual yang menggambarkan suatu gangguan pada sistem tenaga. Pemeriksaan kejadian nyata tersebut sebagai jaminan bahwa data yang direkam adalah layak sebagai dasar dalam metoda monitoring dan konfigurasi rangkaian. Gambar 3.3 dapat diterjemahkan sebagai sejumlah pulsa arus yang disebabkan tegangan ekstrim. Pada kenyataannya, tegangan output biasanya pada bagian akhir UPS seperti pada Gambar 3.4. Pada kenyataan di lapangan bahwa secara virtual mustahil sistem beroperasi secara normal, karena distorsi tegangan pada sisi utiliti.

50 Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT Pada Gambar 3.5 ditunjukkan impuls cepat yang kemungkinannya adalah suatu pengosongan statis. Tetapi pada pengujian terlihat bahwa impuls, pada tegangan lebih dari 400 V, mencapai skala-penuh dan kembali ke nol dengan segera tanpa melampaui.

Itu adalah benar-benar mau tidak mau, ketika menggunakan gawai mitigasi, bahwa sistem tenaga linier secara normal akan merespon impuls ini. Inersia listrik dalam impedansi sistem akan secara pasti melampaui. Gangguan Impuls tersebut merupakan hasil pemeriksaan yang nyata dan sangat memungkinkan menghasilkan kesalahan pada instrumen.

Gambar 3.3 Grafik gangguan lokal yang sementara.

Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT 51 Gambar 3.4 Tegangan keluaran UPS .

Gambar 3.5 Impuls dari kesalahan peralatan ukur.

3.4.3 Interprestasi Kejadian-kejadian Kritikal

Setelah peristiwa kritikal ditentukan dan diperiksa, tahap selanjutnya mulai dilakukan interpretasi. Jika ringkasan analisis tersebut mengidentifikasi adanya kejadian tertentu maka perlu dilakukan pengujian. Jika gangguan tidak memperlihatkan spesifikasi tertentu, maka setiap gangguan tersebut harus diperiksa berdasarkan tingkat kronologisnya. Perlu diketahui bahwa gangguan kemungkinan lebih dari satu grafik atau laporan. Pada Tabel 3.3 ditunjukkan acuan untuk menginterpretasikan data gangguan. Kondisi yang diberikan dalam tabel tersebut mengidentifikasikan teknik analisis yang digunakan.

52 Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT Tabel 3.3 Daftar acuan untuk analisis masalah.

Problem Tipikal Tipe

Improper or inadequate wirring High source impedance

Sag/swell Source voltage variations Inrush surge currents

Problems occur at the same time Problems occur at regular intervals

All Timed loads Cyclical loads SPS and/or automatic transfer switch

does not work

Bagian ini mempunyai penekanan utama dalam mengambil petunjuk-petunjuk, menggabungkan secara bersama sampai pada suatu solusi, atau sekurang-kurangnya sebagai suatu perkiraan yang sangat baik. Tahap akhir dalam proses interpretasi data adalah pemeriksaan ulang solusi (perkiraan) untuk melihat jika hal itu benar-benar merupakan suatu solusi untuk masalah. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah melalui pengujian dengan mengikuti sub ayat 3.4.4.1.

Verifikasi alternatif menggunakan peralatan simulasi komputer. Banyak program yang tersedia yang digunakan oleh pengguna untuk menguji validasi solusi yang diusulkan khususnya jika metode kesalahan atau percobaan tersebut penuh resiko atau terlalu mahal.

Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT 53 3.4.4.1 Verifikasi Post-Monitoring

Bila suatu solusi telah diimplementasikan, maka post-monitoring menentukan kesuksesan solusi. Untuk itu perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

a. Apakah peralatan yang gagal, sudah beroperasi dengan benar sekarang?

b. Adakah suatu pengurangan atau eliminasi gangguan?

Kalau jawabannya "tidak" untuk semua pertanyaan, maka investigasi harus dilanjutkan.

Tidak berarti bahwa solusi ini adalah salah. Kadang-kadang bisa salah, tetapi seringkali, dengan menyelesaikan suatu permasalahan membuat kondisi sistem tenaga berikutnya kembali seperti pada kondisi baru.

3.4.4.2 Post-Monitoring untuk Interaksi Sistem

Karena sistem tenaga itu merupakan suatu sistem, perubahan satu bagian sistem dapat berpengaruh terhadap bagian lainnya. Untuk itu sangat mungkin bahwa solusi terhadap masalah dapat mengintrodusir masalah lain pada sistem. Sebagai contoh, jika masalah tersebut menyebabkan mesin menghasilkan transien ke dalam saluran daya dan mengganggu sistem pembangkit.

54 Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT

BAB-4

KAJIAN RISIKO DAN DAMPAK BIAYA

Permasalahan kualitas daya yang berkaitan dengan interaksi antara jaringan distribusi dengan sistem milik konsumen adalah suatu yang dapat dicegah. Hasil survei terhadap konsumen besar yang mendapatkan suplai listriknya dari sisi tegangan tinggi melalui jaringan transmisi maupun distribusi menunjukkan bahwa kualitas suplai daya listrik tidak banyak dipermasalahkan, sementara survei terhadap konsumen yang lebih kecil pada sisi tegangan rendah menunjukkan banyaknya keluhan mengenai kualitas suplai daya listrik mereka. Tiga perubahan besar terhadap karakteristik beban konsumen dan sistem distribusi tenaga listrik telah mengubah komposisi persamaan kualitas daya yaitu:

a. Makin tingginya sensitifitas komponen dan peralatan terhadap variasi-variasi kualitas daya.

b. Tersambungannya beban-beban sensitif pada jaringan secara luas serta berbagai proses otomasi.

c. Makin meningkatnya jumlah beban yang menggunakan perangkat elektronika daya pada proses konversi daya listrik.

Panduan ini dimaksudkan untuk memberi tambahan pengetahuan bagi para manajer di sektor komersial maupun industri dengan konsep-konsep, parameter serta daftar catatan yang menerangkan cara menerjemahkan data biaya kualitas daya dengan menggunakan rumus-rumus sederhana untuk menghitung total biaya operasi yang timbul karena permasalahan kualitas daya, yang mencakup berbagai tipe perusahaan.

Beberapa contoh dari sejumlah industri pilihan akan ditampilkan untuk memberikan gambaran yang akan membantu analisis terhadap biaya keseluruhan akibat gangguan kualitas daya.

Pada IEEE Orange Book dapat dilihat bahwa untuk pabrik yang beroperasi dengan kapasitas 100%, bila kehilangan produksi sedikitpun akan mengakibatkan kehilangan keuntungan dari produk yang seharusnya dihasilkan. Berbagai fixed cost maupun variable overhead yang sudah dikeluarkan akan menjadi kerugian. Peningkatan biaya produksi dapat berujung pada beralihnya pelanggan kepada kompetitor. Bila pabrikan menggunakan suplai daya cadangan dan lainnya dalam penyediaan energinya, biaya yang dikeluarkan juga harus ditimbang dalam menghitungan kerugian.

4.1 Aspek Kerugian Finansial

Permasalahan kualitas daya merupakan penyimpangan kelistrikan karena daya listrik yang disalurkan ke peralatan menyebabkan kerusakan ataupun kejanggalan operasi pada perangkat elektronika ataupun peralatan listrik lainnya. Gejala yang lazim timbul antara lain berupa:

a. Terputusnya operasi atau padamnya peralatan tanpa sebab yang jelas.

b. Kerusakan atau kegagalan peralatan yang tidak menentu.

Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT 55 c. Kendali kinerja proses yang kacau.

d. Terhentinya alur proses produksi serta kesalahan data yang tak menentu e. Pemanasan komponen-komponen listrik.

Permasalahan kualitas daya tidaklah sederhana karena melibatkan sambungan penghantar, fenomena alam seperti petir, interaksi antara fasilitas peralatan listrik di lokasi, hingga penyambungan peralatan ke jaringan distribusi maupun transmisi.

Beberapa mesin produksi di sektor industri pada umumnya didesain untuk beroperasi dengan suplai daya listrik yang ideal dan tanpa cacat. Namun pada kenyataannya, banyak hal yang menyebabkan gangguan sepanjang penyalurannya sebelum mencapai peralatan pengguna listrik yang akan digunakan untuk menghasilkan produk serta keuntungan bagi perusahaan.

Pengamatan terhadap hasil perkiraan resiko dan kerugian finansial akibat gangguan kualitas daya, menunjuk kepada pengeluaran yang tidak sedikit setiap tahunnya. Biaya yang terkait kualitas daya sangatlah bervariasi di kalangan pelanggan listrik. Sebagai contoh, variasi biaya akibat pemutusan pada industri tekstil akan bergantung dari tipe pabrik yang merupakan produsen hulu, hilir, ataupun terintegrasi, termasuk perbedaan skala besar atau kecilnya industri.

Secara umum pada sektor industri, biaya yang timbul akibat terhentinya suatu proses produksi sangatlah bervariasi karena sangat beragamnya kategori produk yang dihasilkan, serta variasi kompleksitas proses produksi setiap jenis kategori tersebut.

Menentukan biaya tahunan terkait kualitas daya sangatlah rumit, dan memang pada kenyataannya hanya mungkin untuk diperkirakan. Biaya yang disebabkan permasalahan kualitas daya juga sangat bergantung pada jenis permasalahannya, sistem jaringan pelayanan listrik yang ada, serta tipe, ukuran, dan karakteristik kinerja elektromekanik dari peralatan ukur yang digunakan.

Contoh dari industri automobil, merujuk tiga hal penting terkait biaya yang merupakan konsekuensi dari permasalahan kualitas daya bagi pabrik automobil:

a. Biaya konsumsi energi listrik bagi pabrik dengan mesin-mesin besar berkisar sekitar Rp. 20.000.000 per jam, tapi tegangan sag selama sepersepuluh detik dapat menyebabkan kerugian sebesar Rp. 2.000.000.000.

b. Mengaktifkan kembali jalur rakitan sebagai tindak lanjut dari peristiwa tegangan sag, akan mencakup menghidupkan kembali kompresor dan boiler, pemrograman ulang atau pengurutan kembali sistem kontrol, serta membersihkan jalur rakitan dari bahan-bahan gagal produksi yang disebabkan oleh tegangan sag. Biaya pekerjaannya berkisar pada Rp. 250.000 per jam per pekerja yang mencakup 2000 orang tenaga produksi, dengan total $500.000.000 per jam.

c. Sebuah perusahaan automobil memperkirakan rata-rata kerugian karena gangguan sesaat mencapai Rp. 400.000.000 untuk setiap kali kejadiannya, dan mencapai total Rp. 100.000.000.000 per tahun bagi keseluruhan pabrikan yang dimiliki perusahaan tersebut.

Di Amerika Serikat, berbagai perkiraaan telah dibuat untuk menentukan biaya total yang ditanggung pelanggan sebagai konsekuensi dari permasalahan kualitas daya.

Sejak tahun 1987, biaya kualitas daya untuk sektor manufaktur diperkirakan berkisar

56 Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT antara Rp. 128 hingga Rp. 256 Trilyun per tahun. Pada tahun 1990 biaya kualitas daya tersebut diproyeksikan mencapai Rp. 3.400 Trilyun atau lebih setiap tahunnya.

Berdasarkan pada pengamatan beberapa tahun terakhir, industri manufaktur, penjualan peralatan ukur dan servis untuk perbaikan serta perlindungan terhadap permasalahan kualitas daya mencapai Rp. 20 Trilyun setiap tahunnya.

Pertanyaan yang timbul adalah mengapa industri merugi hingga Rp. 120 sampai Rp.

340 Trilyun sementara pengeluaran untuk memecahkan masalah hanya Rp. 20 Trilyun per tahun? Kemungkinannya adalah karena kebanyakan biaya akibat permasalahan kualitas daya tidak terdefinisikan dengan jelas. Perkiraan biaya yang timbul dan terkait langsung dengan insiden kualitas daya memang mungkin dilakukan, tetapi perkiraan kehilangan waktu, potensial transaksi ataupun kesempatan bisnis lainnya dikarenakan insiden yang terjadi sangatlah sulit kalaupun mungkin dilakukan. Yang jelas adalah dampaknya terhadap ekonomi nasional sangat besar dan terus berkembang, dan yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak ini tidaklah mudah dikenali.

Sejumlah faktor yang berdampak paling besar terhadap kerugian terkait kualitas daya akan dirinci pada bagian-bagian berikutnya. Bila keseluruhan biaya gangguan yang berhubungan dengan kualitas daya telah dipahami, biaya penanggulangan variasi kualitas daya yang dialami, beserta keuntungan dan pengembaliannya akan dapat diperkirakan.

4.2 Parameter yang mempengaruhi biaya

Saat ini sebagian besar kajian ekonomi teknik (engineering economic) harus menimbang kerugian yang akan terjadi bila tidak dilakukan perbaikan, keuntungan bila dilakukan modifikasi sistem, serta biaya implementasi dari modifikasi dengan kriteria finansial seperti internal rate of return (IRR), life cycle costs, depresiasi, pajak, dan lain-lain. Pada kebanyakan kasus, pihak pengusaha tidak melakukan analisis ekonomi yang menyeluruh, dan hanya menanggulangi masalah kualitas daya yang jelas terihat atau sudah mencapai kondisi kritis. Hasilnya, solusi tercepat adalah yang sering dipilih, tanpa mempertimbangkan rate of return.

Bagian penting dari kajian biaya terkait kualitas daya adalah menentukan apa yang terkena dampak, dan di bagian mana dari operasi bisnis, biaya tersebut akan muncul.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi gangguan serta biaya kualitas daya. Dalam IEEE Orange Book, disebutkan bahwa kerugian produksi yang disebabkan oleh pemutusan tenaga listrik pada industri yang beroperasi dengan efisiensi 100%, akan menyebabkan hilangnya keuntungan dari produk yang seharusnya dihasilkan atau layanan yang seharusnya diberikan. Tipe gangguan kualitas daya yang tidak terlalu jelas, transien yang tak terdeteksi, tegangan sag dan/atau swell, serta distorsi harmonisa, biasanya dimasukkan pada golongan biaya yang tersembunyi (hidden costs).

Hidden costs biasanya berasal dari kerusakan atau kerugian yang tidak langsung atau jelas teridentifikasi. Dalam satu studi kasus terhadap bangunan komersial, kebanyakan kerugian kualitas daya yang terjadi adalah tersembunyi, tetapi dapat ditelusuri sampai

Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT 57 ke permasalahan penghantar/pembumian dan permasalahan harmonisa yang dihasilkan oleh suplai daya komputer dan berbagai mesin kantor lainnya. Pada studi kasus lain terhadap industri yang melibatkan proses, biaya kerugian yang signifikan datang dari penyebab yang dapat diidentifikasi dan juga yang tersembunyi. Kerugian yang teridentifikasi biasanya disebabkan oleh tegangan sag dan impuls transien (impulsive transients). Sedang penyebab kerugian yang tersembunyi sering kali dapat ditelusuri sampai ke distorsi harmonisa yang dibangkitkan oleh electronic adjustable speed drives (EASD) dan resultan efek magnifikasi harmonisa yang disebabkan oleh resonansi dengan capacitor bank.

Biaya terkait kualitas daya dapat timbul pada berbagai aspek operasi di sektor industri.

Biaya tersebut meliputi pekerjaan servis jaminan, terputusnya proses manufaktur, kehilangan peluang, kerusakan barang produksi, energi yang terbuang, hingga berkurangnya usia peralatan. Karena banyak dari elemen biaya kualitas daya ini yang dapat menjadi kunci dalam menentukan biaya bila akan diambil tindakan ataupun tidak diambil tindakan, berikut beberapa contoh singkat yang dapat digunakan dalam menentukan parameter tersebut:

a. Biaya pelayanan lapangan. Gangguan yang tidak terdeteksi yang menyebabkan kegagalan komponen atau circuit board tanpa penyebab yang jelas, dimana biaya perbaikan akan ditanggung oleh pihak produser alat atau pelanggan harus menanggung biaya perbaikan, tenaga kerja, konsultan, kontraktor elektrik, dan lain-lain. Biaya pelayanan lapangan harus dimasukkan sebagai satu elemen biaya pengoperasian kembali (restart) setelah terjadinya gangguan listrik.

b. Biaya produksi. Karena sebagian dari sistem produksi terpengaruh oleh gangguan kualitas daya, sistem secara keseluruhan kemungkinan tidak akan memenuhi persyaratan kinerja, kualitas produk, kecepatan produksi ataupun volume produksi.

Dalam hal ini, pihak pabrikan banyak yang memutuskan untuk berinvestasi menyediakan suatu sistem cadangan untuk menghindari pemutusan, baik untuk gangguan yang jelas ataupun yang tidak jelas. Karena kebanyakan sistem manufaktur terdiri atas subsistem yang terkait dan saling bergantung, maka biaya sistem cadangan ini harus ditimbang sebagai bagian dari total biaya kualitas daya bagi proses manufaktur. Pabrikan yang proaktif telah mempelajari keterkaitan kualitas daya ini dan telah berinvestasi untuk menyediakan sistem cadangan yang cukup. Hal ini akan berdampak pada penekanan biaya produksi per unit produk, atau biaya kerusakan dan perbaikan dibandingkan pabrikan yang belum memahaminya dan kurang berpengalaman, atau sama sekali mengabaikan sistem cadangan yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

c. Biaya produktivitas. Biasanya dipengaruhi oleh kedua jenis biaya tersembunyi maupun biaya langsung atau yang teridentifikasi seperti tenaga kerja yang tidak produktif karena terjadinya gangguan, kegiatan pembersihan, atau pemeliharaan perbaikan dan pengaturan kembali sumber-sumber daya, yang secara efektif akan mengurangi produktivitas dan meningkatkan biaya. Biaya produktivitas merupakan elemen biaya yang signifikan untuk mambayar karyawan yang terpengaruh oleh gangguan suplai listrik dan karyawan yang terlibat dalam upaya restart.

d. Kehilangan pendapatan. Gangguan langsung terhadap proses manufaktur bisa menghentikan penjualan atau benar-benar berdampak pada aliran pendapatan, dan menunda jadwal produksi. Kehilangan pendapatan karena terhentinya proses umumnya merupakan biaya langsung yang dapat diamati.

58 Pusat Tekonologi Konversi dan Konservasi Energi (PTKKE) - BPPT e. Berkurangnya daya saing. Permasalahan kualitas daya pada sektor manufaktur

sering kali berakibat pada ketidakpuasan konsumen dan kualitas produk yang rendah, hingga penundaan jadwal produksi. Kekurangan ini hampir bisa dipastikan akan mengurangi daya saing dan dapat berakibat fatal.

f. Kehilangan kesempatan. Berbagai permasalahan kualitas daya yang berdampak pada produk yang dihasilkan, dapat juga berarti hilang atau berkurangnya penjualan, baik untuk pemasaran produk baru pada waktu yang tepat maupun untuk pemasaran produk musiman pada puncak musimnya.

g. Kerusakan produk. Permasalahan kualitas daya dalam proses manufaktur bisa mengakibatkan kerusakan produk yang dihasilkan. Adakalanya, kerusakan dapat langsung teramati dan produk yang rusak akan dibuang atau didaur ulang.

Kerusakan produk mungkin akan berakibat fatal jika kerusakannya sulit dideteksi dan efeknya baru akan timbul setelah beberapa waktu. Kerugian produk karena gangguan kualitas daya perlu diketahui jumlahnya untuk mengukur biaya kualitas daya. Jumlah unit dari kerugian produk dan biaya setiap unit kerugian produk serta perbaikannya merupakan kunci dalam menentukan total biaya gangguan suplai daya listrik.

h. Energi terbuang. Pemutusan daya atau penghentian suatu proses manufaktur akan menyebabkan pemborosan energi karena proses restart. Bila kerusakan produk terjadi karena penghentian proses atau salah operasi (mis-operation) yang disebabkan gangguan, energi yang telah digunakan sampai saat terjadinya

h. Energi terbuang. Pemutusan daya atau penghentian suatu proses manufaktur akan menyebabkan pemborosan energi karena proses restart. Bila kerusakan produk terjadi karena penghentian proses atau salah operasi (mis-operation) yang disebabkan gangguan, energi yang telah digunakan sampai saat terjadinya