• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORITIS A. Konsep Tentang Peran Guru

B. Tugas Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah

2. Moral Menurut Beberapa Ahli

Kata moral merupakan kata yang berasal dari bahasa latin „mores‟, mores sendiri berarti adat kebiasaan atau suatu cara hidup. Moral pada dasarnya adalah suatu rangkaian nilai dari berbagai macam perilaku yang wajib dipatuhi. Moral dapat diartikan sebagai kaidah norma dan pranata yang mampu mengatur prilaku individu dalam menjalani suatu hubungan dengan masyarakat. Sehingga moral adalah hal mutlak atau suatu perilaku yang harus dimiliki oleh manusia.

Moral secara ekplisit merupakan berbagai hal yang memiliki hubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa adanya moral manusia tidak akan bisa melakukan proses sosialisasi. Moral pada zaman sekarang memiliki nilai implisit karena banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit.

Moral itu merupakan salah satu sifat dasar yang diajarkan pada sekolah-sekolah serta manusia harus mempunyai moral jika ia masih ingin dihormati antar sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh.Penilaian terhadap moral sendiri dapat diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.

Didalam moral terdapat perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam menjalankan interaksi dengan manusia.Jika yang dilakukan seseorang itu sesuaidengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta mampu menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dapat

dikatakan memiliki nilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral juga dapat juga diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, perbuatan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat, dll.

Menurut Immanuel Kant, moralitas adalah hal kenyakinan serta sikap batin dan bukan hanya hal sekedar penyesuaian dengan beberapa aturan dari luar, entah itu aturan berupa hukum negara, hukum agama atau hukum adat-istiadat. Selanjutnya dikatakan jika, kriteria mutu moral dari seseorang adalah hal kesetiaannya terhadap hatinya sendiri.

Moral merupakan tindakan manusia yang bercorak khusus yang didasarkan kepada pengertiannya mengenai baik dan buruk. Morallah yang membedakan manusia denga makhluk tuhan yang lainya dan menempatkan pada posisi yang baik diatas makhluk lain.

Moral adalah realitas dari kepribadian pada umumnya bukan hasil dari perkembangan pribadi semata, namun moral merupakan tindakan atau tingkah laku seseorang.Moral tidaklah bisa dipisahkan dari kehidupan beragama.Di dalam agama Islam perkataan moral sangat identik dengan akhlak.Di mana kata „akhlak‟ berasal dari bahasa Arab jama‟ dari „khulqun‟ yang berarti budi pekerti.Moral merupakan norma yang bersifat kesadaran atau keinsyafan terhadap suatu kewajiban melakukan sesuatu atau suatu keharusan untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan tertentu yang dinilai masyarakat dapat melanggar norma– norma. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa suatu kewajiban dan norma moral sekaligus menyangkut keharusan untuk bersikap bersopan santun. Baik sikap sopan santun maupun penilaian baik-buruk terhadap sesuatu, keduanya

sama-sama bisa membuat manusia beruntung dan bisa juga merugikan. Disini terdapat kesadaran akan sesuatu perbuatan dengan memadukan kekuatan nilai intelektualitas dengan nilai-nilai moral.

Dalam kamus filsafat terdapat beberapa pengertian dan arti moral yang diantaranya adalah sebagai berikut:

a) Memiliki kemampuan untuk diarahkan oleh (dipengaruhi oleh) keinsyafan benar atau salah, kemampuan untuk mengarahkan (mempengaruhi) orang lain sesuai dengan kaidah-kaidah perilaku nilai benar dan salah.

b) Menyangkut cara seseorang bertingkah laku dalam berhubungan dengan orang lain.

c) Menyangkut kegiatan-kegiatan yang dipandang baik atau buruk, benar atau salah, tepat atau tidak tepat.

d) Sesuai dengan kaidah-kaidah yang diterima, menyangkut apa yang dianggap benar, baik, adil dan pantas.

Setelah mengetahui pengertian dan arti moral sudah barang tentu kita harus memiliki moral yang baik.Hal ini juga menjadi tugas dariguru PAIyang salah satunya menanamkan moral-moral yang baik.Moral sangat erat kaitannya dengan akhlak.Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam maka moral warga negara Indonesia juga sangat terikat erat dengan ajaran agama Islam.Maka dari itu penulis merasa perlu mengupas masalah pendidikan akhlak.

Menurut Hurlock, ada empat pokok utama dalam mengajarkan sikap moral pada anak, yaitu:

Orang tua, guru, dan orang lain bertanggung jawab membimbing anak untuk belajar menyesuaikan diri dengan pola yang disetujui, secara bertahap anak belajar peraturan yang ditentukan berbagai kelompok, yaitu tempat mereka mengidentifikasikan diri baik di rumah, sekolah, dan lingkungan.

b. Mengajarkan tentang peran hati nurani

Hati nurani merupakan pengendali internal bagi perilaku individu. Adanya keyakinan bahwa tidak ada seorang anak pun dilahirkan dengan hati nurani dan bahwa setiap anak tidak saja harus belajar apa yang benar dan yang salah tetapi harus menggunakan hati nurani sebagai pengendali perilaku.

c. Mengajarkan tentang peran rasa bersalah dan rasa malu

Setelah anak mengetahui peran hati nurani, hati nurani akan mereka bawa dan digunakan sebagai pedoman perilaku. Bila perilaku anak tidak memenuhi standar yang ditetapkan hati nurani maka anak akan merasa bersalah, malu atau kedua-duanya. Dimana rasa bersalah sebagai jenis evaluasi diri, terjadi bila seorang individu mengakui bahwa perilaku berbeda dengan nilai moral yang dirasakannya, dan rasa malu sebagai reaksi emosional yang tidakmenyenangkan yang timbul pada seseorang akibat adanya penilaian negatif terhadap dirinya.

d. Mengajarkan peran interaksi sosial

Interaksi sosial anak terjadi dalam kelompok keluarga. Anak belajar dari orang tua, saudara kandung, dan anggota keluarga lain, mengenai apa yang dianggap benar dan salah oleh kelompok sosial tersebut. Penolakan sosial atau hukuman bagi perilaku yang salah dan dari penerimaan sosial atau penghargaan bagi perilaku yang benar akan memperoleh motivasi yang diperlukan untuk mengikuti standar perilaku yang ditetapkan anggota keluarga.

Dalam Islam ternyata peran guru PAI dalam membina moral siswa, memang sangat besar. Adapun tujuan dari guru pendidikan agama Islam dalam membina moral siswa adalah: dengan pengetahuan akan pendidikan agama Islam yang baik dan benar, maka terbentuklah moral yang baik. Bisa membedakan antara manusia dengan hewan, bisa membedakan mana moral yang baik dan buruk, sehingga siswa akan tumbuh berkembang seimbang dengan proses pembentukan moral dalam diri siswa.

Melihat berbagai teori di atas, maka penulis dapat menuliskanberbagai hal yang tercakup dalam pendidikan moral menurut Islam yaitu,moral dalam pendidikan Islam sebenarnya mencakup semua aspek kehidupan manusia, baik kehidupan manusia yang berhubungan dengansang Khaliq, hubungan dengan sesama manusia, ataupun hubungandengan makhluk lain yang merupakan ciptaan Allah SWT. Moral manusia tercermin melalui tingkah laku yang dilakukanmanusia itukaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, sering kali masyarakatmenganggap bahwa orang yang dalam kehidupan masyarakatnya baik, dapat dipastikan bahwa moralnya juga baik. Padahal kecenderunganseperti itu tidak semuanya benar. Acuan seperti itu menjadikan ruang lingkup moral menjadi sangat sempit.Semua hal yang berhubungan dengan moral pasti tidak lepas driperan hati nurani sebagai pengendali perilaku tersebut. Manusia jugadiberi kelebihan berupa akal yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yang senantiasa akan malakukan sesuatu. Dengan hal tersebut, maka manusiaberfikirmana yang baik, mana yang buruk dan mana yang terbaik bagidirinya ataupun tidak.Merujuk firman Allah SWT dalam QS. Ali-Imran 110 :











Artinya:

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, Padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.23

Umat dapat dikatakan terbaik jika memenuhi syarat mengerjakantiga hal yang diungkapkan dalam ayat diatas yaitu amar ma‟ruf, nahimunkar dan beriman kepada Allah SWT. Nilai illahiyah tersebut menjadibagi aktivitas manusia dalam kehidupannya. Sehingga dapat bahwa manusia Muslim dalam melakukan setiap aktivitas kemanusiaannya akan selalu melandasinya dengan orientasi keIllahian. Dalam konteks Islam, Iman sebagai realisasi ketauhi dan manusia memiliki implikasi dan konsekuensi terhadap penegakan nilai-nilai moral yang tinggi dan mulia.Penumbuh kembangan perilaku moral manusia.

3. Perbedann Moral, Akhlak , Etika, dan Susila 1. Moral

Kata moral berasal dari bahasa latim “mores” kata jama’ dari “mos” berarti berarti adat kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia, moral diterjemahkan denganarti tata susila. Moral adalah perbuatan baik dan buruk yang berdasarkan pada kesepakatan masyarakat.Moral merupakan istilah tentang perilaku atau akhlak yang diterapakn kepada manusia sebagai individu maupun sebagai social.

23

Departemen Agama Republik Indonesia Al-Qur’an dan Tarjamahnya, (Surabaya : CV Jaya Sakti, 1997), hal 94

2. Akhlak

Menurut pendekatan etimologi, perkataan “akhlak” berasal dari bahasa arab yang artinya budi pekerti, tingkah laku, atau tabiat. Sedangkan menurut Ibnu Athir dalam bukunya an-niyah menerangkan hakikat makna khuluq ialah gambaran batin manusia yang tepat (yaiut jiwa-jiwa dan sifat-sifatnya), sedangkan khalqu merupakan ganbaran bentuk luarnya (yaitu yang berhubungan dengan jasad/badan).

Adapun definisi akhlak menurut istilah adalah sebagai berikut:

Menurut Ibnu Miskawaih, yang dimaksud dengan akhlak adalah “keadaan jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu.

Menurut Imam Al-Ghazali yang dimaksud dengan akhlak adalah:

“Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbutan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbanganpikiran (lebih dulu).”

Dari beberapa pengertian yang disampaikan para ahli maka dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 ciri yang ada dalam perbuatan akhlak yaitu:

1. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga telah menjadi kepribadiannya

2. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah tanpa ada pemikiran.

3. Perbutan akhlak adalah perbuatan yang timbul dalam diri orang yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan .

4. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang dilakuakn dengan sesungguhnya, bukan main-main karena sandiwara.

3. Etika

Secara etimologis etika berasal daribahasa latin, etosyang berarti kebiasaan. Dalam kajian filsafat, etika merupakan bagian dari filsaaft yang mencakup meta fisika, hukum, sosiologi, ilmu sejarah dan estetika.

Dari pandangan filosofis Epikuros, da[at diambil suatu pemahaman tentang arti etika, yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai tindakan manusia yang menurut ukuran rasio dinyatakan dan diakui sebagia sesuatu yang substansinya paling benar.

Dari beberapa definisi etika tersebut, dapat diketahui bahwa etika berhubungan dengan 4 hal sebagai berikut.

a. Dari segi objek pembahasannya, etika berupaya membahas perbuatan yang dilakuakn oleh manusia.

b. Dari segi sumbernya etika bersumber pada akal pikiran atau filsafat.

c. Dari segi fungsinya, etika berfungsi sebagai penilai, penentu, dan penetap terhadap suatu yang dilakukan oleh manusia.

d. Dari segi sifatnya, etiak bersifat relative, yakni sesuai tuntutan zaman.

4. Susila

Susila atau juga sering disebut kesusilan berasal dari kata susila yang berasal dari kata sansekerta, yaitu, :su” yang berarti baik dan “sila” yang berarti dasar, prinsip peratura hidup aatu norma.

Kata susila selnjutnya digunakan untuk arti sebagai atuan hidup yang lebih baik.Orang yang susila adalah orang yang berkelakuan baik, sedangkan orang yang asusila adalah orang yang berkelakuan baik.

Jadi dari keempat istilah perbedaan di atas dapat disimpulkan perbedaannya adalah perbedaan akhlak, etika, moral, dan susila adalah terletak pada sumber yang dijadikan patokan untuk menentukan baik dan buruk.jika dalam etika penilaian baik buruk berdasarkan pendapat akal pikiran dan pada moral dan asusila berdasarkan kebiasaan yang berlakusecara umum dimasyarakat maka pada akhlak ukuran yang digunakan untuk menentukan baik dan buruk itu adalah berdasarkan al-quran.