• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II: BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM, BUILDING LEARNING

3. Motivasi Belajar

a. Pengertian Motivasi Belajar

Motivasi berasal dari bahasa Inggris “motive”, dari akar kata “motion” yang berarti gerakan, sesuatu yang bergerak, gerakan yang dilakukan oleh manusia atau perbuatannya. Istilah motivasi menunjuk pada seluruh proses gerakan, termasuk situasi dan dorongan yang timbul dalam diri individu, tingkah laku yang ditimbulkan oleh situasi dan tujuan akhir dari perbuatan tersebut.77

77

46

Motif adalah segala daya yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu. Sedangkan motivasi adalah usaha-usaha untuk menyediakan kondisi seorang mau atau tidak melakukannya.78

Motivasi adalah keseluruhan dorongan, keinginan, kebutuhan dan daya yang sejenis dengan hal – hal tersebut yang mengarahkan perilaku manusia. Motivasi juga diartikan sebagai sesuatu yang ada pada diri manusia yang bisa membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkahlaku untuk mencapai suatu tujuan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong, kemampuan, usaha, keinginan, menentukan arah, dan menyeleksi tingkah laku seseorang.79

Berikut ini adalah contoh dari motivasi, agar lebih mudah dalam memahaminya:

- Seorang anak kecil menyusuri jalan-jalan untuk menjual koran. Walaupun panas dari terik matahari dan juga merasa lelah ia tetap menjual koran tersebut.

- Seorang siswa atau mahasiswa belajar dengan tekun sampai larut malam. Ketekunan dalam belajar, siswa tersebut tidak menghiraukan rasa lelah dan kantuknya.

Pekerjaan yang dilakukan dari dua contoh tersebut tentu saja mempunyai alasan atau motif tertentu. Alasan dan motif itulah yang mendorong mereka bekerja melakukan hal yang diatas, hal yang

78

Syamsul Yusuf L..N, A.Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: Remaja Rosadakarya, 2005), hal. 159.

79Mujib, Abdul, Mudzakir, Jusuf, Nuansa-Nuansa Psikologi Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001), hal.243

47

mendorong mereka melakukan suatu perilaku itulah yang dinamakan motivasi.80

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan sesorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.81

Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.82

Sedangkan menurut Sardirman, motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.83

Berdasarkan uraian dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak yang menjadi kekuatan pada individu yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan seluruh tingkah laku sehingga diharapkan tujuan belajar tercapai.

80

Thursan Hakim, Belajar Secara Efektif, (Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, 2005) hal. 26

81

Nana S. Sukmadinata, Landasan Psikologi Proses Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosadakarya, 2005), hal. 156.

82

Ali Imron, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1996), hal. 88.

83

Sardiman A.M, Iteraksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), hal. 75.

48

b. Motivasi menurut para ahli 1) Sigmund Freud

Freud berpendapat bahwa motivasi sebagai dorongan naluriah dapat bersifat positif dan negatif, konstruktif dan destruktif. Menurut Freud, kedua naluri manusia itu ada sejak dini dalam kehidupan seorang anak dan apabila kedua naluri itu tidak diekspresikan secara sadar, maka naluri tersebut akan tetap aktif secara tidak sadar.

2) Abraham Maslaw

Abraham berpendapat bahwa manusia termotivasi oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies tidak berubah dan berasal dari naluriah.

3) K.S.Lashley

K.S.Lashley dalam eksperimennya menemukan bahwa motivasi dikendalikan oleh respons – respons susunan saraf sentral ke arah rangsangan dari dalam dan dari luar yang variasinya sangat kompleks, termasuk perubahan-perubahan komposisi kimiawi dan aliran darah.

4) Fillmore H. Sandford

Fillmore melihat asal kata motivasi, yaitu motion yang berarti gerakan. Karenanya ia mengartikan motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakan suatu organism dan mengarahkannya kepada suatu tujuan.84

84

49

Dari pengertian-pengertian di atas, udah jelas bahwa motivasi ialah dorongan dalam diri seseorang, untuk melakukan suatu perilaku dalam mencapai suatu tujuan.

Dalam kenyataannya motif seoarang siswa dalam belajar berbeda satu sama lain, ada yang ingin hanya mendapat menuntut ilmu, atau yang hanya sekedar belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus atau lulus ujian.85

c. Fungsi Motivasi Belajar

Fungsi motivasi dalam belajar yang akan diuraikan sebagai berikut: 1) Motivasi sebagai pendorong perbuatan

Pada mulunya peserta didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. 2) Motivasi sebagai penggerak perbuatan

Peserta didik sudah melakukan aktivitas belajar dengan segenap hati jiwa dan raga. Akal pikiran berproses dengan sikap raga yang cenderung tunduk kehendak kebutuhan belajar.

3) Motivasi sebagai pengarah perbuatan

Peserta didik belajar agar tujuannya mencari sesuatu yang ingin diketahui/dimengerti itu cepat tercapai.86

Sedangkan fungsi motivasi belajar menurut Sardiman adalah sebagai berikut:

85

Thursan Hakim, Belajar Secara Efektif, (Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, 2005)hal. 27

86

50

1) Mendorong manusia untuk berbuat, sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.

2) Menentukan arah perbuatan yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai, dalam hal ini motivasi memberikan arah dari kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuan.

3) Menyeleksi perbuatan yakni menetukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan. 87

d. Jenis motivasi

Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motivasi Intrinsik dan Motivasi ekstrinsik:

1) Motivasi Intrinsik

Yang dimaksud motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tanpa ada rangsangan dari luar, karena dalam diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.

Seseorang yang memiliki motivasi instrinsik dalam dirinya maka secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya. Dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar peserta didik yang termotivasi secara intrinsik dapat dilihat dari kegiatannya yaitu tekun dalam belajar karena butuh dan ingin mencapai tujuan belajar yang sebenarnya. Bukan ingin pujian mendapatkan pujian dari guru atau orang lain.

87

Sardiman A.M, Iteraksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), hal. 73.

51

2) Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Motivasi yang timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar, misalnya adanya persaingan untuk mencapai nilai yang tinggi, sebagai contoh seseorang belajar, karena mengetahui besok pagi akan ujian, harapannya mendapatkan nilai baik.88

e. Ciri-ciri Morivasi Belajar yang tinggi dan rendah

Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Ini dapat dikenali melalui proses belajar mengajar dikelas, sebagaimana dikemukakan Brown dalam buku Ali Imran, Sebagai berikut:

1) Tertarik kepada guru, tidak membenci atau bersikap acuh. 2) Tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan.

3) Mempunyai antusias yang tinggi serta mengendalikan perhatiannya kepada guru.

4) Ingin selalu bergabung dalam kelompok kelas. 5) Ingin identitas dirinya diakui.

6) Tindakan, kebiasaan, dan moralnya selalu dalam kontrol diri. 7) Selalu mengingat pelajaran dan mempelajarinya kembali. 8) Selalu terkontrol oleh lingkungan. 89

88

http://muzzam. Motivasi belajar: pengertian ciri-ciri dan pengertian wordpress.com. (1 Februari 2017).

89

52

Hamzah B. Uno mengemukakan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur motivasi belajar siswa yaitu:

1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil.

2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar.

3) Adanya harapan dan cita-cita di masa yang akan datang. Siswa memiliki harapan dan cita-cita.

4) Adanya penghargaan dalam belajar.

Siswa termotivasi oleh penghargaan guru atau orang-orang disekitarnya atas keberhasilan belajar yang ia capai.

5) Adanya kegioatan yang menarik dalam belajar Siswa tertarik mengikuti pembelajaran di sekolah 6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif. 90

Siswa nyaman disituasi lingkungan tempat ia belajar.

Ada beberapa ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang rendah. sebagaimana dikemukakan Suhaimin, Sebagai berikut:

1) Jarang mengerjakan tugas 2) Mudah putus asa

3) Memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi 4) Cepat puas dengan prestasi

5) Kurang semangat belajar

6) Tidak mempunyai semangat untuk mengejar cita-cita 7) Tidak senang mencari dan memecahkan soal-soal. 91

90

Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2007) hal. 28.

53

f. Faktor yang mempengaruhi motivasi belajar

Menurut Djimyati dan Mudjiono, ada beberapa hal yang mempengaruhi Motivasi belajar siswa diantaranya:

1) Cita-cita dan aspirasi

Disini dapat dikatakan bahwa cita-cita akan memperkuat motivasi belajar peserta didik. Misalnya cita-cita peserta didik untuk menjadi pemain bulu tangkis. Tentu saja ini akan memperkuat semangat belajar dan mengarahkan perilaku belajar, ia akan rajin berolah raga, dan tekun dalam berlatih.

2) Kondisi peserta didik

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Contohnya siswa yang sedang sakit akan mempengaruhi perhatian belajar, sebaliknya seorang siswa yang sehat mudah memusatkan perhatian. Oleh karena itu kondisi jasmani dan rohani siswa mempengaruhi pada motivasi belajar.

3) Kondisi lingkungan belajar siswa

Lingkungan siswa dapat berupa keaadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat maka siswa terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Bencana alam, tempat tinggal yang kumuh, teman yang malas

91

54

belajar, menyikapi zaman modern dengan negatif, semua itu akan berpengaruh pada kesungguhan belajar siswa.92

4) Unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran

Peserta didik memiliki perasaan, perhatian, ingatan, kemauan, dan pengalaman hidup yang akan turut secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi minat dan motivasi dalam belajar.93

Misalnya seorang siswa mengagumi salah seorang idola, dan siswa tersebut ingin seperti idola yang ia kagumi, maka untuk mencapai hal itu siswa tersebut termotivasi dalam belajar agar dapat bisa meniru hal-hal positif dari idola itu. Maka dari itu diharapkan para guru atau ustad bisa mewujudkan pembelajaran yang dinamis seperti pembelajaran palatihan atau Training. Sehingga terwujudnya sistem pembelajaran yang baik dan tidak membosankan yang dapat meningkatkan motivasi belajar bagi para peserta didik.

Dokumen terkait