A. Hasil Penelitian yang Relevan
2. Motivasi belajar
a. Pengertian motivasi belajar
Menurut Mc. Donald yang dikutip Sardiman motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan
18
munculnya “feeling” dan didahului dengan adanya tanggapan terhadap adanya tujuan.20
Sedangkan menurut Majid motivasi merupakan sebuah energi yang aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan pada diri seseorang sehingga mendorong seseorang untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus tercapai.21
Selain itu Sri Esti menjelaskan bahwa kata motivasi biasanya digunakan untuk menggambarkan suatu dorongan, kebutuhan atau keinginan untuk melakukan sesuatu yang khusus atau umum.22
Dari berbagai pendapat tersebut mengenai motivasi, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah perubahan energi yang aktif dalam diri seseorang sehingga mendorong seseorang tersebut untuk melakukan sesuatu untuk mencapai kebutuhan tertentu.
Menurut Ahmadi dan Supriyono belajar merupakan proses dari pada perkembangan hidup manusia. Dengan belajar, manusia mengalami perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Semua aktivitas dan prestasi hidup tidak lain adalah hasil dari belajar.23
20 Sardiman, op. cit. hlm. 73.
21 Abdul Majid, Strategi Pebelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hlm.
309.
22 Sri Esty, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT Grasindo, 2006), hlm. 349.
23 Ahmadi & Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991), hlm. 120.
19
Menurut Slameto belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkunganya.24
Menurut Sardiman belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya.25
Dari berbagai pendapat tersebut mengenai pengertian belajar, maka dapat disimpulkan bahwa belajar merupakan suatu proses interaksi antara diri manusia dengan lingkungannya yang dapat membawa perubahan-perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalamanya.
Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Dari beberapa pendapat yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak atau dorongan didalam diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku/aktivitas untuk mencapai tujuan tertentu.
Indikator motivasi belajar menurut Hamzah B. Uno dapat dikasifikasikan sebagai berikut:
1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil.
2) Adanya dorongan dan kebutuhan belajar.
3) Adanya harapan dan cita cita masa depan.
24 Slameto, op. cit. hlm. 2.
25 Sardiman, op.cit. hlm. 20.
20
4) Adanya penghargaan dalam belajar.
5) Adanya kegiatan yang menarik dalam belajar.
6) Adanya lingkungan belajar yang kondusif sehingga memugkinkan siswa dapat belajar dengan baik.26
b. Macam-macam motivasi
Berbicara tentang macam-macam motivasi ini dapat dilihat dari berbagai sudut pandang diantaranya adalah:
1) Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya a) Motif-motif bawaan
Yang dimaksud dengan motif bawaan yaitu motivasi yang dibawa seseorang sejak lahir. Seperti dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan untuk bekerja dan lain-lain.
b) Motif-motif yang dipelajari
Maksudnya adalah motif-motif yang timbul karena dipelajari, misalnya dorongan untuk belajar suatu ilmu pengetahuan, dorongan untuk megajar sesuatu didalam masyarakat.
2) Motivasi jasmaniyah dan rohaniyah
Yang dimaksud motivasi jasmani seperti reflek, insting otomatis, nafsu. Sedangakan yang dimaksud motivasi rohaniyah adalah kemauan.
Soal kemauan yang terdapat pada setiap diri manusia terbentuk melalui empat momen diantaranya adalah:
26 Hamzah. B. Uno, op.cit. hlm. 25.
21 a) Momen timbulnya alasan
Maksudnya seseorang timbul alas an baru untuk melakukan suatu kegiatan.
b) Momen pilih
Maksudnya seseorang akan mengerjakan sesuatu dengan memilih atau menimbang dari beberapa alternatife.
c) Momen putusan
d) Momen terbentuknya kemauan
Apabila seseorang sudah menetapkan satu putusan untuk dikerjakan, timbulah dorongan pada diri seseorang untuk bertindak, melaksanakan putusan tersebut.
3) Motivasi intrinsik dan ekstrinsik a) Motivasi instrinsik
Yang dimaksud dengan motivasi intrinsik adalah dorongan yang timbul dari dalam diri individu tersebut tanpa adanya rangsangan dari luar. Contohnya seseorang yang senang membaca tidak usah ada yang menyuruh atau mendorongnya ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibaca.
b) Motivasi ekstrinsik
Yang dimaksud dengan motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang imbul karena adanya rangsangan dari luar. Sebagai
22
contoh seseorang beljara, karena tahu besok akan ujian dengan harapan agar mendapatkan nilai yang baik.27
c. Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar
Menurut Hamzah B Uno motivasi motivasi belajar dapat timbul dari dua faktor yaitu diantaranya adalah faktor instrinsik faktor ektrinsik. Faktor instrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu:
1) Hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar Peserta didik dalam setiap belajar membutuhkan motivasi.
Misalnya ketika peserta didik akan mengikuti ujian semester, hal tersebut menimbulkan keinginan untuk belajar karena membutuhkan beberapa informasi agar ujianya berhasil dan mencapai tujuan yang diharapkan.
2) Harapan akan cita-cita
Apabila peserta didik memiliki harapan dan cita-cita dimasa depan, maka peserta didik tersebut akan terdorong untuk mewujudkannya.
Sedangkan faktor ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:
1) Adanya penghargaan dalam belajar
Seseorang rajin belajar karena adanya harapan akan penghargaan atas prestasi yang dicapainya. Dalam hal ini peserta didik akan
27 Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014), cet-22, hlm. 86- 91.
23
lebih rajin dalam belajar dengan adanya penghargaan yang akan didapatkan.
2) Lingkungan belajar yang kondusif
Seseorang tidak akan lepas dengan lingkunganya, ia akan selalu berinteraksi dengan lingkunganya. Apabila lingkungan belajar tercipta dengan baik maka siswa akan lebih terdorong untuk belajar.
3) Kegiatan belajar yang menarik.
Peserta didik yang telah merasa senang terhadap sesuatu, maka peserta didik tersebut akan terdorong untuk melakukan suatu kegiatan.
d. Fungsi motivasi belajar
Sardiman memberikan pengertian bahwa fungsi motivasi dalam belajar ada tiga diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Mendorong manusia untuk berbuat/ mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan misalnya belajar.
2) Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yag hendak dicapai.
3) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan tersebut
24
dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.28
Dari beberapa fungsi motivasi yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi sebagai pendorong usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Intensitas motivasi peserta didik akan mempengaruhi tingkat pencapaian prestasi belajar.
e. Pentingnya motivasi dalam belajar
Motivasi belajar sangat penting bagi siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Menurut Dimyati dan Mudjiono pentingnya motivasi belajar bagi siswa dan guru adalah sebagai berikut:29
1) Bagi siswa pentingya motivasi belajar bagi siswa adalah menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir, menginformasikan tentang usaha belajar, mengarahkan kegiatan belajar, membesarkan semangat belajar serta menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar.
2) Bagi guru selain bagi siswa motivasi belajar juga penting bagi seorang guru. Pengetahuan dan pemahaman tentang motivasi belajar pada siswa bermanfaat bagi guru yaitu membangkitkan, meningkatkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil, memahami dan mengetahui bahwa motivasi yang dimiliki siswa dikelas beragam.
28 Sardiman, op.cit. hlm. 85.
29 Dimyati & Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 1999), hlm. 85.
25
f. Upaya meningkatkan motivasi belajar
Menurut De Deece dan Grawford yang dikutip oleh Syaiful djamarah dalam bukunya Wahab menjelaskan terdapat empat upaya untuk meningkatkan motivasi belajar yaitu sebagai berikut:
1) Menggairahkan anak didik
Dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, guru harus berusaha menghindari hal-hal yang monoton dan membosankan siswa.
Selain itu guru harus memelihara minat anak didik dalam belajar yaitu dengan memberikan kebiasaan tertentu kepada diri anak didik tentunya dengan pengawasan. Untuk dapat meningkatkan kegairahan anak didik, guru harus mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai posisi awal setiap anak didinya.
2) Memberikan harapan realistis
Dengan memberikan harapan yang realistis, guru dapat memembantu siswa dalam setiap mewujudkan haranya tersebut.
3) Memberikan intensif
Apabila anak didik mengalami keberhasilan, guru diharapkan memberikan hadiah kepada anak didik baik berupa pujian, angka yang baik dan sebagainya, sehingga anak didik terdorong untuk melakukan usaha yang lebih untuk mencapai keberhasilan.30
30 Wahab, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rajawali Pers, 2016), hlm. 132.
26 C. Paradigma/ Kerangka Penelitian
Keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar ditentukan oleh beberapa komponen pendukung, diantara sekian banyak komponen yang mendukung keberhasilan siswa dalam kegiatan belajar salah satunya yaitu motivasi belajar siswa. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, yaitu faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik.
Dalam penelitian ini faktor yang akan diteliti adalah faktor ekstrinsik, yaitu faktor yang berasal dari luar siswa yang berkaitan erat dengan motivasi belajar adalah lingkungan belajar siswa. Lingkungan yang memiliki pengaruh besar terhadap motivasi belajar siswa salah satunya yaitu lingkungan sekolah.
Lingkungan sekolah merupakan lingkungan pendidikan kedua setelah lingkungan keluarga. Pendidikan di lingkungan sekolah mempunyai pengaruh yang cukup penting bagi siswa dalam meraih prestasi belajar. Dalam lingkungan sekolah para siswa dididik untuk menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan beringkah laku baik. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat digambarkan paradigma penelitian tentang pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa, sebagai berikut:
Paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas (X) adalah lingkungan sekolah sedangkan variabel terikat (Y) adalah motivasi belajar. Dari hubungan kedua variabel penelitian tersebut maka dapat digambarkan sebagai berikut:
X Y
27
X : Lingkungan Sekolah Y : Motivasi Belajar Siswa
Dari gambar diatas menunjukkan adanya pengaruh lingkungan sekolah (variabel X) terhadap motivasi belajar siswa (variabel Y).
D. Hipotesis
Hipotesis yang peneliti ajukan adalah:
1. Hipotesis kerja/alternatif (Ha)
“Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa”.
2. Hipotesis nihil/nol (Ho)
“Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa”.
28 BAB III