• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V MOTIVASI MENONTON TELEVISI LOKAL DAN FAKTOR-

5.1.1.3 Motivasi Integrasi dan Interaksi Sosial Menonton

lokal

Hubungan usia dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial responden menunjukkan bahwa responden yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial yang paling tinggi adalah kelompok 15-18 tahun (Tabel 12). Pada Tabel tersebut diketahui bahwa dari seluruh responden yang tergolong usia remaja awal (12-15 tahun) terdapat delapan orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial rendah dan empat orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi. Remaja golongan 15-18 tahun terdapat empat orang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial rendah dan delapan orang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi. Sedangkan untuk golongan 18-21 tahun terdapat satu orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaks sosial rendah dan lima orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi. Hal ini disebabkan remaja usia 15-18 tahun memiliki motivasi yang tinggi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, memperoleh pengetahuan tentang keadaan orang lain, empati sosial, menemukan bahan percakapan dalam kehidupan sehari-hari, dan peran lainnya melalui televisi.

Berdasarkan Uji Chi Square, diperoleh nilai 0, 087 artinya antara usia dan motivasi integrasi dan interaksi sosial responden memiliki hubungan, dimana semakin tinggi usia seseorang semakin motivasi integrasi dan interaksi sosial yang dimilikinya dalam menonton televisi lokal. Remaja yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi biasanya menonton acara Berita Bogor, mereka sangat menyukai acara tersebut disebabkan bisa menjadi bahan percakapan dalam pergaulan sehari-hari.

Tabel 12 Jumlah Responden Menurut Usia dan Kategori Motivasi Integrasi dan Interaksi Sosial

Usia Motivasi Integrasi dan

Interaksi Sosial Total Rendah Tinggi 12-15 8 4 12 15-18 4 8 12 18-21 1 5 6 Total 13 17 30

2. Hubungan jenis kelamin dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial menonton televisi lokal

Hubungan jenis kelamin dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial responden menunjukkan bahwa responden perempuan lebih tinggi dalam kategori motivasi integrasi dan interaksi sosial dibandingkan dengan responden laki-laki (Tabel 13). Pada tabel tersebut responden laki-laki memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial yang sama besarnya. Sedangkan responden perempuan terdapat enam orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial rendah dan sepuluh orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi. Hal ini disebabkan beberapa remaja perempuan lebih tinggi interaksinya dengan lingkungan sekitar dan rasa empati sosial dibandingkan dengan remaja laki-laki setelah melihat tayangan acara Megaswara TV.

Berdasarkan Uji Chi Square, didapatkan bahwa p-value 0,491 > 0,05 artinya antara jenis kelamin dan motivasi integrasi dan interaksi sosial tidak ada hubungan. Hal ini menyebabkan tidak terlihatnya perbedaan motivasi integrasi dan interaksi sosial yang signifikan antara remaja laki-laki dan perempuan. Tapi pada responden yang memilki motivasi integrasi dan interaksi sosial yang tinggi merasa acara Dinamika Bogor dapat meningkatkan rasa kepedulian, rasa memiliki, dan tanggung jawab akan lingkungan sekitarnya. Acara tersebut juga biasanya dapat menjadikan pembuka bahan percakapan dalam pergaluan sosial sehari-hari.

Tabel 13 Jumlah Responden Menurut Jenis Kelamin dan Kategori Motivasi Integrasi dan Interaksi Sosial

Jenis Kelamin Motivasi Integrasi dan Interaksi Sosial Total Rendah Tinggi Laki-laki 7 7 14 Perempuan 6 10 16 Total 13 17 30

3. Hubungan pendidikan dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial menonton televisi lokal

Hubungan pendidikan dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial responden menunjukkan bahwa responden yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial paling tinggi adalah golongan tingkat penddikan SMA dan PT (Tabel 14). Pada tabel tersebut remaja golongan SMP terdapat tujuh orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi rendah dan tiga orang yang memiliki motivasi integritas dan interaksi pribadi tinggi. Remaja golongan SMA terdapat lima orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial rendah dan tujuh orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi. Sedangkan remaja golongan PT (Perguruan Tinggi) terdapat satu orang memiliki motivasi integrasi dan interaks sosial rendah dan tujuh orang yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial yang tinggi. Remaja tingkat SMA dan PT lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, sehingga membutuhkan bahan percakapan dalam kehidupan sosialnya. Hal ini yang membuat motivasi mereka untuk menonton acara yang dapat menambahkan motivasi integrasi dan interaksi sosial seperti pada program informasi terlihat tinggi.

Berdasarkan Uji Korelasi Spearman, diperoleh nilai 0,013 artinya antara tingkat pendidikan dan motivasi integrasi dan interaksi sosial memiliki hubungan, dimana semakin tinggi pendidikan seorang responden memiliki perbedaan motivasi informasi dengan pendidikan di bawahnya. Remaja dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi selalu menjadikan tayangan acara Megaswara TV sebagai bahan percakapan pada pergaulan sehari-hari. Remaja dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi juga merasa dengan menonton acara-acara Megasara TV dapat meningkatkan rasa kepedulian dan memiliki mereka terhadap lingkungan sekitar. Acara yang paling sering ditonton oleh remaja yang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial tinggi adalah

acara Dinamika Bogor, dimana acara tersebut memberikan informasi-infromasi dari peristiwa hingga sejarah daerah Bogor.

Tabel 14 Jumlah Responden Menurut Pendidikan dan Kategori Motivasi Integrasi dan Interaksi Sosial

Pendidikan Motivasi Integrasi dan

Interaksi Sosial Total Rendah Tinggi SMP 7 3 10 SMA 5 7 12 PT 1 7 8 Total 13 17 30

4. Hubungan etnis dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial menonton televisi lokal

Hubungan etnis dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial responden menunjukkan bahwa responden yang berasal dari remaja lokal (Sunda) memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial yang lebih tinggi dibandingkan remaja yang bukan keturunan sunda (Tabel 15). Pada tabel tersebut remaja dengan golongan etnis Sunda sebanyak lima orang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial rendah dan enambelas orang memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial yang tinggi. Pada golongan etnis Melayu, Jawa, dan Minang memiliki motivasi integritas dan interaksi sosial yang rendah. Hal ini berkaitan dengan program acara yang ditayangkan Megaswara TV, acara yang ditayangkan lebih banyak mengenai pengetahuan lokal dan keadaan lokal sehari-hari, sehingga lebih menarik minat remaja yang beretnis Sunda.

Berdasarkan Uji Chi Square, didapatkan bahwa p-value 0,011 < 0,05 artinya terdapat hubungan antara asal etnis dengan motivasi integrasi dan interaksi sosial responden. Etnis remaja asli (Sunda) lebih memiliki motivasi integrasi dan interaksi sosial yang lebih tinggi dibandingkan remaja yang bukan keturunan Sunda. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya jumlah acara yang ditayangkan tentang pengetahuan dan keadaan lokal, sehingga berpengaruh terhadap pemenuhan motivasi integrasi dan interaksi sosial mereka. Acara yang paling diminati tentu adalah acara Beja Ti Bogor, karena responden merasa acara tersebut dapat meningkatkan motivasi integrasi dan interaksi sosial mereka.

Tabel 15 Jumlah Responden Menurut Etnis dan Kategori Motivasi Integrasi dan Interaksi Sosial

Etnis Motivasi Integrasi dan

Interaksi Sosial Total Rendah Tinggi Sunda 5 16 21 Melayu 3 0 3 Jawa 4 1 5 Minang 1 0 1 Total 13 17 30

Dokumen terkait