BAB III ALAT PERATA
3.2. JENIS-JENIS ALAT PERATA
3.2.1 Motor Grader
Motor grader ialah alat berat yang mempunyai tiga pasang roda. Attachment dipasang diantara roda pertama dan roda kedua berupa blade dan roda kedua berupa blade dan scarifier (garpu).
Blade untuk memotong atau hanya mendorong, sedangkan scarifier berguna untuk menggaruk. Bila tanah atau badan jalan yang akan digaruk terlalu keras, maka pekerjaan dilakukan dengan memakai ripper yang dipasang dibelakang badan grader.
Dua pasang ban yang dibelakang menumpu badan grader dan membutuhkan traksi yang kuat, sedangkan ban pertama yang terdepan hanya untuk menopang dudukan attachment dan berfungsi sebagai pengatur arah gerakkan dan dapat dimiringkan untuk menunjang keefektifan operasi. Kadang-kadang (untuk motor grader kecil) ban depan lebih kecil daripada ban belakang.
Untuk efisiensi kerja, pada motor grader yang besar, terdapat articulated steering, artinya bila alat tersebut belok, badannyapun dapat turut patah menunjangnya
Modul SIR-05 : Alat Berat Bab III: Alat Perata
Pelatihan Site Inspector of Road (SIR) III-3
Struktur Motor Grader
Bagian-bagian yang terdapat pada motor grader ialah : 1. Mesin penggerak 2. Sistem hidrolik 3. Attachment 4. Rangka 5. Roda Penjelasan
1. Mesin penggerak berupa mesin diesel dengan turbo berkekuatan antara 100 hp-200 hp. Bagi grader khusus ada yang sampai 500 hp. Fungsi mesin ialah untuk menggerakkan unit dengan traksi yang cukup dan menggerakkan attachment melalui sistem hidrolik.
2. Sistem hidrolik berfungsi menerima tenaga dari mesin untuk selanjutnya disalurkan blade dimiringkan kekanan untuk membikin saluran sedangkan roda depan juga perlu dimiringkan untuk menunjang gerakan tadi.
3. Attachment yang dapat dipasang pada motor grader berapa blade, scarifier dan ripper.
Scarifier dipasang dibelakang roda depan, sedangkan ripper dibelakang road belakang karena memerlukan dudukan yang lebih kokoh.
4. Rangka, merupakan tempat dipasangnya attachment, dudukan mesin dan tempat kabin operator. Rangka yang kokoh dan proporsional akan meningkatkan kinerja operator dengan peralatannya.
5. Roda terdepan berfungsi membawa arah sesuai gerakan dan menunjang operasi dengan miring kekiri atau kekanan sesuai dengan kebutuhan. Karena merupakan roda yang didorong, maka kembang ban yang terdapat padanya harus mempunyai arah yang berlawanan dengan kembang ban yang belakang yang memberikan traksi. Kembang ban pada roda traksi diusahakan masuk kedalam tanah untuk agar sekuat-kuatnya mencengkeram tanah. Pada pemasangan ban hal ini sering kurang mendapat perhatian.
Pemakaian
Motor grader dipakai untuk menghampar batu pecah dari gundukan-gundukan kerucut yang berjajar ditepi badan jalan.
Selain itu peralatan tersebut dapat dipakai pula untuk membentuk badan jalan yang masih berupa subgrade (tanah padat) dari parit sebelah kiri, badan jalan dan parit sebelah kanan, malah dapat pula memotong tebing, bila badan jalan melalui tepi bukit.
Yang perlu diperhatikan pada waktu operasi ialah waktu blade menonjol keluar (misalnya kekiri) dan motor grader tersebut belok kekiri. Untuk peralatan tersebut yang articulated (patah badan) ada kemungkinan blade yang menonjol keluar tali menyentuh roda kedua sehingga dapat memecahkan bannya.
Perlu diingatkan bahwa musuh utama mesin itu ialah debu, apalgi kalau sedang menghampar batu pada badan jalan, debu-debu itu abrasif. Untuk menanggulangi dampak tersebut diatas, maka diperlukan pengawasan yang ketat tentang kebersihan solar yang masuk, penggantian filter-filter udara dan bahan bakar.
Selesai beroperasi, mesin motor grader memerlukan pendinginan dulu sebelum dimatikan.
3.2.2 Motor Grader
Nama alat berat ini tidak mencerminkan tugasnya, yaitu menyelesaikan (finish) pekerjaan melainkan menghamparkan hotmix secara merata baik ke samping maupun kedepan.
Finisher menanti kiriman hot mix dari dumptruck pada lajur jalan yang akan dihampar. Melalui hoper yang terbuka didepannya, hot mix ditumpahkan dari belakang dumptruck setelah terlebih dulu ban belakang dumptruck menyentuh bumper depan finisher. Dari hoper, material disalurkan ke belakang dengan conveyor. Dari belakang ini material disebarkan merata keseluruh permukaan badan jalan yang akan diaspal. Penyebaran yang merata dilakukan oleh alat yang bernama auger, berupa sekrup yang melintang dari tepi kiri ke tepi kanan.
Ketebalan hamparan dapat diukur diatur dengan yang bernama screed berupa plat besi yang dapat dinaik turunkan. Finisher ada 2 (dua) macam, yaitu yang bergerak dengan ban dan yang bergerak dengan track (kelabang).
Yang bergerak dengan ban seperti gambar di sebelah pada umumnya berukuran kecil. Ban tersebut merupakan ban mati (tidak dipompa). Biasanya ban depan berukuran lebih kecil dari pada ban belakang.
Modul SIR-05 : Alat Berat Bab III: Alat Perata
Pelatihan Site Inspector of Road (SIR) III-5
Alat yang memakai track mempunyai kelebihan dalam hal produktivitas dan keseragaman mutu, tetapi mobilitas kurang baik.
Kita mengetahui bahwa finisher mendapat hot mix dari dumptruck, sedangkan dumptruck mengambil material di Asphalt Mixing Plant (AMP). Dilihat dari segi ketersediaannya badan jalan untuk dihampar hanya ada dua kemungkinan bagi finisher, apakah gerakannya menjauhi AMP atau mendekatinya.
Kalau kita mempertimbangkan keamanan dan kelincahan dumptruck waktu bermuatan material, maka sebaiknya finisher beroperasi menjauhi AMP alasannya sebagai berikut :
Setelah dumptruck mendapat hot mix dari AMP, maka truck tersebut bergerak kearah finisher. Setelah melewatinya, maka truck tersebut harus mundur sampai menyentuh bumper finisher, baru dapat menuangkan muatan hot mixnya.
Bila bak truck telah kosong, maka truck harus kembali ke AMP untuk melaksanakan tugas berikutnya. Untuk kembali ke arah AMP, maka truck tersebut harus berputar. Perputaran truck setelah menumpahkan muatan akan lebih aman dan lincah dibanding kalau masih bermuatan hot mix. Perputaran truck dengan membawa hot mix terjadi bilamana gerakan operasi finisher mendekati AMP.
Struktur Finisher
Alat berat ini terdiri dari 5 (lima) bagian utama, yaitu : 1. Mesin penggerak
2. Sistem hidrolik 3. Pengolah hot mix 4. Badan
Gambar 3.2. Finisher
Penjelasan
1. Mesin penggerak, berupa sumber tenaga bagi semua komponen. Mesin diesel dengan pendinginan udara, jadi tidak punya radiator. Kapasitas mesin dari mulai 40 hp-200 hp. Mesin diesel berpendinginan udara pada umumnya berpotensi lebih baik dari pada mesin bensin berpendinginan udara, karena bahan bakar diesel lebih banyak dikonversi menjadi tenaga dibanding bahan bakar bensin. 2. Sistem hidrolik berguna untuk menggerakkan komponen pengolah hot mix seperti
hoper, conveyor dan auger.
3. Pengolah hot mix ialah komponen yang langsung kontak dengan material tersebut. Di bagian depan ialah hoper yang berfungsi menerima langsung dari dumptruck. Material ini kemudian disalurkan ke belakang dengan conveyor. Auger meratakan distribusi material ini dari yang paling kiri ke yang paling kanan. Dengan bantuan screed, maka material tadi diturunkan ke badan jalan dengan ketebalan yang telah ditentukan dan homogen. Jadi screed ini mengatur tebalnya hamparan hot mix.
4. Badan, seperti alat-alat berat lainnya, merupakan tempat menempelkan atau meletakkan bagian-bagian lain-lainnya seperti tempat duduk operator, mesin, roda dan sebagainya.
5. Roda / track merupakan komponen yang berfungsi memindahkan semua bagian-bagian diatasnya bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dalam beroperasi menghampar hot mix. Semua fungsi komponen-komponen tersebut diatas dikoordinasikan oleh operator dengan pembantunya.
Modul SIR-05 : Alat Berat Bab III: Alat Perata
Pelatihan Site Inspector of Road (SIR) III-7
Pemakaian
Finisher beroperasi untuk memberikan lapisan akhir badan jalan, karena lebar jalan tidak dapat digarap dengan sekali hampar, maka dilakukanlah penghamparan beberapa kali. Selain dari itu auge dan screed dari finisher dapat diperpanjang, sehingga lebar penghamparan meningkat, tetapi biasanya volume hamparan material diujung lebih kecil dibanding dengan yang ditengah. Jadi dalam hal ini perlu ada perbaikan secara manual dengan memberi tambahan hot mix pada bagian-bagian ujung screed.
Pengawas perlu memperhatikan pula material yang baru ditumpahkan dari dumptruck, jangan sampai ada batu yang oversize (ukuran lebih), karena hal ini akan merusak mesin finisher.
Bila operasi penghamparan telah selesai, maka kru (crew) wajib membersihkan alat berat ini dari aspal yang mengering, terutama pada bagian yang bergerak dan bagian-bagian lainnya yang memungkinkan peralatan macet.