NABI ISA AS
C. Mukjizat Nabi Isa As
ٍتاَجَرَد ْمُه َضْعَب َعَفَرَو ُ ّٰ ا َمَّ َك ْنَم ْمُهْنِم ٍضْعَب َ َ ْمُهَضْعَب اَنْلَّضَف ُلُسُّرلا َكْلِت
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain.
Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus.
Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. (QS. al-Baqarah: 253)
ِحوُرِب َكُتْدَّي َ
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan:”Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus.
Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata:”Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata”.(QS. al-Maa’idah: 110)
Berdasar ayat diatas Mu’jizat Nabi Isa As. dapat dirinci sebagai berikut ; 1. Lahir tanpa adanya seorang ayah
2. Dapat menghidupkan orang yang telah mati dengan izin Allah
3. Dapat berbicara sewaktu masih bayi, untuk menerangkan bahwa ia seorang nabi yang diutus untuk bani Israel
4. Bisa mengetahui Taurat asli Musa, yang disembunyikan dan telah mengalamai banyak perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi 5. Menyembuhkan orang buta
6. Membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkan roh, lalu tanah itu menjadi burung
7. Menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak/kusta 8. Menghidupkan kembali orang yang telah mati
9. Menurunkan makanan dari langit karena permintaan Hawariyun (pengikut nabi Isa As)
D. Pandangan Al-Qur’an tentang Turunnya Nabi Isa As. ke Bumi 1. Qs. Annisa’ : 157-158.
ُهوُبَل َص اَمَو ُهوُلَتَق اَمَو ِ ّٰ ا َلوُسَر َمَيْرَم َنْبا َسيِع َحيِسَم ْ لا اَن ْ
لَتَق اَّنِإ ْمِهِلْوَقَو
ِإ ٍم ْ لِع ْنِم ِهِب ْمُهَل اَم ُهْنِم ٍّكَش ِفَل ِهيِف اوُفَلَتْخا َنيِ َّلا َّن ْمُهَل َهِّبُش ْنِكَلَو
( ١٥٨) اًميِكَح اًزيِزَع ُ ّٰ ا َن َكَو ِهْ َلِإ ُ ّٰ ا ُهَعَفَر ْلَب(١٥٧) اًنيِقَي ُهوُلَتَق اَمَو ِّنَّظلا َعاَبِّتا
“Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih,
‘Isa putera Maryam, Rasul Allah,’ padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana.”(An-Nisaa’: 157-158)
Allah mengangkat Nabi Isa As. dalam keadaan hidup dengan ruh dan jasadnya, ayat di atas sebagai dalil untuk membantah orang-orang Yahudi yang menyangka Isa dibunuh dan disalib. Kalau yang diangkat ruhnya saja, maka apa bedanya Nabi Isa dengan Nabi-nabi yang lainnya, bahkan juga kaum Mukminin, semua ruhnya diangkat Allah sesudah wafat! Jadi, tidak beda antara Nabi Isa dengan yang lainnya? Lantas apa manfaat penyebutan diangkat ke langit, kalau bukan yang diangkat ruh dan jasadnya.
Ibnu Katsir setelah menafsirkan ayat ini kemudian membawakan beberapa hadis tentang turunnya Nabi Isa As. Beliau berkata: “Inilah hadis-hadis mutawatir yang berasal dari Rasulullah yang diriwayatkan dari para Sahabat, seperti Abu Hurairah, Ibnu Mas’ud, ‘Utsman bin Abil ‘Ash, Abu Umamah, an-Nawwas bin Sam’an, ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, Mujammi’
bin Jariyah, Abu Syuraikah dan Hudzaifah bin Usaid Radhiyallahu anhum. Di dalam hadis-hadis ini mengandung petunjuk tentang sifat-sifat turunnya, juga tempatnya, yaitu ia akan turun di Syam (Syiria) tepatnya di Damaskus pada menara timur dan terjadi ketika akan didirikan salat Shubuh.
2. Qs. Ali Imran : 55.
اوُرَفَك َنيِ َّ
لا َنِم َكُرِّه َطُمَو َّ َ ِإ َكُعِفاَرَو َكيِّفَوَتُم ِّنِإ َسيِع اَي ُ ّٰ ا َلاَق ْذِإ ْمُكُعِجْرَم َّ َ ِإ َّمُث ِةَماَيِقْلا ِمْوَي َ ِإ اوُرَفَك َنيِ َّلا َقْوَف َكوُعَبَّتا َنيِ َّلا ُلِعاَجَو
( ٥٥) َنوُفِلَتْ ت ِهيِف ْمُتْنُك اَميِف ْمُكَنْيَب ُمُكْح َ َ أَف
(ingatlah), ketika Allah berfirman:”Hai Isa, Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan
orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.
(QS. Ali Imaran; 55)
Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai firman Allah:
َكيِّفَوَتُم ِّنِإ
” َّ َ
ِإ َكُعِفاَرَو
Sesungguhnya Aku akan menyampaikanmu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku...”Menurut Qatadah dan ulama lainnya:“Ini merupakan bentuk kalimat dalam bentuk muqaddam dan muakhkhar (yaitu bentuk kalimat yang mendahulukan apa yang seharusnya ada di akhir, dan mengakhirkan apa yang seharusnya didahulukan). Kedudukan sebenarnya adalah
َّ َ ِإ َكُعِفاَرَو َكيِّفَوَتُم ِّنِإ
“yakniAku mengangkatmu kepada-Ku dan mewafatkanmu.Dan mayoritas ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kematian tersebut adalah tidur, sebagaimana firman-Nya
ْمُكاَّفَوَتَي ْيِ َّلا َوُهَو) ( ِلْي َّللاِب
“Dan Dia-lah yang menidurkan kalian di malam hari.” (al-An’aam:60) Allah berfirman,
( اَهِماَنَم ْ ِف ْتُمَت ْم َل ْ ِتَّلاَو اَهِتْوَم َ ْيِح َسُفْنَلْا َّفَوَتَي ُ ّٰ ا)
“Allahyang memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (meme-gang) jiwa (orang) yang belum mati pada waktu tidurnya.” [Az-Zumar: 42]
3. Qs. Az-Zukhruuf : 61
( ٦١) ٌميِقَت ْسُم ٌطاَ ِص اَذَه ِنوُعِبَّتاَو اَهِب َّنُ َتْمَت َف ِةَعا َّسلِل ٌم ْ لِعَل ُهَّن
“Dan sesungguhnya ‘Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat.Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku.Inilah jalan yang lurus.” (Az-Zukhruuf: 61)
Tafsiran lafazh: