• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alur Kerja Penilaian 3.1. Memulai Persiapan

Kotak 9 Keprihatinan versus permasalahan

3.2. Mulai Diberdayakan

Setelah tim penggagas membentuk tim penilai dan memiliki dana untuk melakukan penilaian, mereka dapat menarik diri dan

membiarkan tim penilai menjalankan tugasnya. Namun, tim penilai tidak dapat bekerja sendiri. Seperti yang telah disebutkan, tim penilai akan memerlukan dukungan dan opini dari orang-orang penting yang memiliki legitimasi, keterlibatan, kekuasaan dan pengaruh terhadap layanan yang diidentifikasi. Harus ada kelompok konsultatif atau penasihat yang akan memainkan peran pendukung tersebut melalui pertemuan rutin untuk mendiskusikan kemajuan penilaian dan rekomendasinya.

Kelompok konsultatif ini idealnya harus mewakili kemajemukan berbagai kecenderungan politik dan perspektif dari layanan yang dinilai. Komposisi kelompok harus sedemikian rupa sehingga pandangan dari kelompok yang termarjinalkan dari penyediaan layanan dapat terwakili, berdasarkan gender, usia, status minoritas atau pribumi, orientasi seksual, lokasi urban atau pedalaman, kelas, identitas etnis atau keyakinan keagamaan, dan disabilitas.

3.2.1. Bagaimana Membentuk Kelompok Konsultatif

Kelompok konsultatif memiliki tiga fungsi utama: (1) memberi legitimasi kepada tim penilai; (2) menyampaikan hasil penilaian dan menjangkau mereka yang memiliki kapasitas untuk melakukan perubahan; dan (3) memberi panduan serta nasihat. Dalam rangka menjalankan tiga fungsi dengan sukses, kelompok konsultatif harus terdiri dari orang-orang yang memiliki pengaruh terhadap pelayanan yang dinilai. Mereka adalah pengguna hasil penilaian yang potensial, yang memiliki kepentingan akan perbaikan pelayanan, dan yang punya kewenangan untuk mendorong terjadinya pembaruan pada pertanggungjawaban demokratis dalam proses kebijakan. Agar dapat melakukan penilaian dengan legitimasi, idealnya komposisi dari kelompok konsultatif harus merefleksikan berbagai susunan masyarakat, atau mereka yang kecenderungan politiknya paling menonjol, serta mereka yang memiliki kepentingan dalam pelayanan tertentu. Keterlibatan berbagai pihak dari sejak awal dapat meningkatkan peluang bagi penilaian untuk memperoleh pengaruh di tingkat dan dari pemilik kepentingan (stakeholders) yang tepat. Hubungan yang baik antara tim penilai dan kelompok konsultatif, begitu pula dengan lembaga donor potensial, akan mendukung kerja penilaian secara tepat waktu. Semua tergantung pada kedua kelompok penilai dan penasihat dalam mengambil langkah-langkah yang menjamin obyektifitas dan pluralisme penilaian.

Lebih lanjut, kelompok konsultatif harus dilibatkan, bersama-sama dengan tim penilai, dalam merancang aktivitas berdasarkan hasil yang didapat dalam tahap penilaian. Kelompok penasihat memiliki tanggungjawab untuk merealisasikan proposal yang dihasilkan dari penilaian. Kelompok konsultatif dan tim penilai juga harus mendefinisikan bentuk dari hubungan mereka. Karena anggota kelompok konsultatif juga memiliki tanggungjawab pekerjaan mereka masing-masing, maka tim penilai harus dapat menggunakan waktu yang terbatas tersebut dengan sebaik-baiknya untuk melakukan diskusi dengan mereka. Daftar periksa (checklist) di Tambahan II menawarkan gagasan agar kerja sama antar badan-badan penting ini dapat berlangsung dengan sukses.

3.2.2. Bagaimana Menjamin Adanya Pengaruh

Kendaraan utama dalam mendapatkan pengaruh adalah keberadaan kelompok konsultatif. Anggota kelompok ini dipilih karena posisi dan pengetahuan mereka mengenai pelayanan yang dinilai. Pemberdayaan dan kepemilikan mereka terhadap proses penilaian akan meningkatkan jaminan hasil penilaian akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Bagaimanapun, tim penilai dan kelompok konsultatif harus mengeksplorasi seluruh jalur yang ada dalam mendapatkan pengaruh. Satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan membagikan berbagai laporan dan undangan untuk berpartisipasi dalam acara yang dilaksanakan bersama lembaga dan organisasi kunci, seperti partai politik, parlemen, kantor ombudsman, lembaga audit tertinggi, inspektorat pemerintah, otoritas pengatur, organisasi masyarakat sipil atau kelompok kepentingan dari penyedia layanan sektor swasta. Secara umum, organisasi atau lembaga apapun yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan merupakan faktor pelengkap yang sangat baik terhadap kerja dan pengaruh yang sudah ada dari kelompok konsultatif.

Pemilihan waktu yang strategis

Para penilai perlu merancang cara untuk menggunakan hasil penilaian dan bagaimana agar proposal yang direkomendasikan dapat memiliki pengaruh. Satu hal yang penting adalah untuk mengacu kepada momen pengambilan keputusan yang tepat agar dapat memaksimalkan hasil paparan dan pengaruh yang ada.

Momen-momen yang tepat ini, misalnya, di saat adanya pemilu yang akan datang, revisi kebijakan nasional, penyelesaian atau revisi rencana lima tahun nasional bidang kesehatan masyarakat, atau laporan kenegaraan kepada lembaga pemantauan perjanjian PBB organisasi regional yang setara mengenai, misalnya kesetaraan gender.

Pertanyaan-pertanyaan berikut dapat membantu mengidentifikasi poin-poin masukan strategis:

• Apakah kebijakan atau implementasi suatu bidang pelayanan akan dievaluasi dan direvisi dalam waktu dekat? Apakah telah ada debat yang sedang berlangsung mengenai suatu permasalahan dan ada perhatian dari media yang berkelanjutan, termasuk misalnya melalui siaran radio?

• Apakah ada permintaan yang terus-menerus bagi peningkatan suatu pelayanan yang dilakukan setidaknya oleh beberapa partai politik, komite di parlemen atau oleh gerakan sosial dan kelompok kepentingan? Atau apakah telah terjadi kebekuan, yang akan menyulitkan usaha-usaha perbaikan ke depannya?

Apakah akan terdapat kajian-ulang (review) terhadap rencana pembangunan nasional, rencana sektor nasional atau rencana spesifik yang terkait dengan layanan? Akankah tinjauan konstitusional atau tinjauan pada legislasi dan kebijakan yang relevan dilakukan dalam waktu dekat? Apakah tinjauan terhadap suatu pelayanan direncanakan oleh kantor ombudsman atau lembaga audit tertinggi?

• Apakah ada laporan negara untuk disampaikan kepada lembaga pemantauan perjanjian konvensi HAM PBB, atau kunjungan independen oleh pakar HAM dibawah prosedur khusus dari Dewan HAM PBB (UN Human Rights Council) atau organisasi regional lain yang setara, terkait dengan hal penyampaian pelayanan?

• Akankah ada pemilu yang dilangsungkan dalam periode waktu dua tahun mendatang?

Pemilihan waktu bagi implementasi dan advokasi memainkan peran penting dalam menerjemahkan berbagai kesimpulan dan rekomendasi yang ada ke dalam dialog yang berorientasi aksi. Karenanya, tim harus dapat menyesuaikan taktik kerja agar dapat mengakomodasi berbagai perubahan yang nyata terjadi di sepanjang proses penilaian. Adanya perhatian terhadap poin-poin masukan di atas merupakan satu taktik yang dapat meningkatkan dampak penilaian secara eksponensial.